Bursa saham Amerika berakhir positif dengan indeks Dow Jones menguat 1.24% sedangkan indeks S&P 500 dan indeks NASDAQ masing-masing menanjak 1.08% dan 0.63%. Meskipun kinerja di Amerika positif namun kinerja di Eropa berakhir negatif dengan indeks FTSE melemah 0.31% dan indeks DAX turun 0.23%.
Hasil positif dari Amerika ini mencerminkan adanya optimisme pasar terhadap kemungkinan dilakukannya langkah pengenduran moneter di Amerika menjelang dilangsungkannya pertemuan FOMC antara tanggal 19 dan 20 Juni mendatang. Sebelumnya, Ben Bernanke mengatakan bahwa Federal Reserve siap mengambil tindakan apabila diperlukan seandainya krisis fiskal di Eropa semakin memburuk dan berimbas negatif pada perekonomian Amerika.
Akhir pekan ini di Yunani akan dilangsungkan pemilu ulang setelah hasil pemilu pertama kemarin gagal membentuk pemerintahan karena partai-partai pro-austerity gagal menang telak. Dikhawatirkan dalam pemilu kedua ini hasilnya juga tidak jauh berbeda dan seandainya terjadi demikian dikhawatirkan dapat mengancam eksistensi Yunani di euro.
Kerisauan pasar terhadap krisis di Spanyol juga tak kunjung reda meskipun akhir pekan lalu Eropa telah sepakat untuk menyediakan bantuan sebanyak 100 miliar euro untuk program restrukturisasi perbankan di Spanyol. Pada saat yang sama, pihak independen beserta IMF juga masih dalam proses penghitungan biaya yang diperlukan untuk mengeluarkan Spanyol dari krisis. Belum jelasnya mekanisme penggunaan dana dari Eropa ini juga menjadi katalis negatif karena beberapa pihak meragukan efektivitas langkah yang ditempuh Eropa ini. Lembaga-lembaga rating seperti Moody’s dan Fitch juga baru-baru ini memangkas peringkat utang Spanyol sementara dari S&P Spanyol saat ini berada dalam outlook negatif yang berarti berpotensi mengalami downgrade. Akibatnya, yield obligasi Spanyol pada hari Kamis sempat menyentuh level 7%.
Tingginya yield Spanyol ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada yield Italia yang oleh berbagai pihak dianggap sebagai korban berikutnya. Pekan ini Cyprus juga dipangkas peringkatnya oleh Moody’s karena kedekatannya secara ekonomi dengan perekonomian Yunani.
Hari Jumat ini, harapan akan adanya stimulus dari FOMC akan menjadi faktor penopang sentimen pasar yang sayangnya sulit terealisasi kecuali krisis di Eropa memburuk secara signifikan. Setidaknya pada pertemuan FOMC pekan mendatang Fed dapat menggeser komitmen suku bunga rendahnya dari akhir 2014 menjadi awal atau pertengahan 2015.
IHSG hari Jumat ini diperkirakan akan bergerak antara 3800 hingga 3900. Tembusnya support di 3805 mengindikasikan bahwa kenaikan indeks menuju 3909.39 beberapa waktu lalu hanyalah koreksi dari penurunan tajam sebelumnya. Akibatnya, indeks masih berpeluang untuk melanjutkan penurunannya menuju support berikutnya di 3772-3776 (yang merupakan level terendah hari Kamis) terutama mengingat lemahnya faktor yang mendukung rebound DJIA Kamis malam. Jika support ini berhasil terlewati, indeks akan mengincar support berikutnya di 3738 dan area sekitar 3700-3711. Sebaliknya, jika indeks berhasil melewati level 3900 outlook yang saat ini bearish dapat berubah menjadi netral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar