DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 09 Juli 2012

Morning Brief - 10/07/2012

Market Review


Lonjakan pada yield obligasi Spanyol hingga mencapai lebih dari 7% memunculkan kerisauan kembali pada investor sehubungan dengan krisis ekonomi di Eropa. Sementara itu, bursa Amerika kembali memasuki musim pelaporan earnings yang akan dimulai setelah pasar tutup dengan Alcoa sebagai pelapor pertama.

Yield obligasi Spanyol pada level 7% dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Yield obligasi 10-tahun Spanyol melesat 11 basis poin hingga menjadi 7.06% setelah sebelumnya sempat mencapai 7.108%. Sebaliknya, Prancis dan Jerman menjual utang dengan jangka waktu 6 bulan pada level yield negatif, sesuatu yang mencerminkan larinya modal ke aset-aset yang dianggap aman.

Menteri keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble sempat memberikan pernyataan bahwa upaya kilat untuk mewujudkan rekapitalisasi perbankan secara langsung oleh para pemimpin euro tidak akan dapat dilakukan secara cepat karena akan memakan waktu dan juga kompleks dan sulit untuk diwujudkan. Hal ini berkaitan dengan peran ECB dalam fungsinya nanti sebagai pengawas perbankan Eropa yang masih harus diatur terlebih dahulu dalam sistem perundang-undangan Eropa. Sementara itu, pasar menilai bahwa perlu diambil langkah cepat untuk segera mewujudkan integrasi perbankan untuk mencegah krisis menjadi berlarut-larut. Akibatnya, pernyataan Schaeuble ini pun menjadi katalis negatif bagi pasar.

 Alcoa, Inc. yang merupakan produsen aluminum terbesar di Amerika melaporkan hasil kinerjanya setelah penutupan pasar di New York. Dalam pernyataannya, Alcoa mengatakan telah mencatat kerugian sebesar $2 juta, dibandingkan dengan laba bersih sebesar $322 juta setahun sebelumnya. Laba diluar biaya restrukturisasi dan item-item lainnya adalah 6 sen per lembarnya, lebih baik dari 5 sen yang diprediksikan oleh pasar. Penjualan turun dari $6.59 miliar menjadi $5.96 miliar, juga lebih baik dari ekspektasi $5.81 miliar.

Menjelang sesi perdagangan hari Selasa, JCI diperkirakan masih akan tertekan akibat absennya katalis positif di pasar.

Melemahnya JCI hingga mencapai level terendah di 3976.36 pada hari Senin telah menyeret indeks kembali mendekati kurva exponential moving averagenya yang berada di sekitar 3970. Area 3966 hingga 3970 juga merupakan area retracement berdasarkan perhitungan angka rasio Fibonacci dari segmen kenaikan 3774.69-4090.76 dan 3843.02-4090.76. Area support yang didapat adalah 3966/3970, 3932/3937, 3895/3901 dan 3843/3849. Perlu diperhatikan bahwa support pertama di 3966/3970 lah yang paling krusial karena area akan menentukan apakah indeks akan bertahan diatas kurva EMA atau kembali di bawah EMA. Sebagai catatan, penurunan hingga 3976.36 sebenarnya hanyalah koreksi ‘minor’ karena ‘hanya’ sedikit melebihi level koreksi 23.6% dari kenaikan indeks antara 3635.28-4090.76. Artinya, potensi indeks berbalik naik masih terjaga dengan catatan indeks bertahan di atas 3966/3970. Jika pada ini indeks kembali tergelincir di bawah area support ini maka outlook indeks akan berubah menjadi netral kembali, bahkan ada resiko indeks akan menguji support kritis berikutnya di 3932/3937.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar