DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label After-hours. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label After-hours. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

After-hours - 8 March 2013

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) kembali mencatatkan rekor all-time high terbaru di 4,904.48. Indeks pada akhirnya ditutup di 4,874.50, naik 26.20 poin atau 0.54%. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir menguat yaitu masing-masing sebesar 0.6% dan 0.69%.


Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga berakhir menguat dengan masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 2.64%, 1.41% dan 0.08%.

Secara sektoral, indeks sektor pertanian merupakan satu-satunya yang mengalami penurunan yaitu sebesar 0.23%. Sektor-sektor lainnya berakhir positif dengan kenaikan terbesar dibukukan oleh sektor perdagangan (+1.23%), diikuti oleh sektor pertambangan dan aneka industri dimana keduanya masing-masing menguat 1.14%.
Sebanyak 152 saham berakhir menguat, sebaliknya 117 saham ditutup melemah dan 122 lainnya berakhir stagnan. Posisi transaksi asing pada hari ini berakhir dengan net sell senilai Rp288.63 miliar.

Di antara saham-saham terekomendasi, TELE mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 5.97% sementara MDLN kembali menanjak sebesar 3.57% dan INDS menguat 1.63%. IMAS, AISA, dan PTPP ditutup stagnan sedangkan BBNI berakhir melemah.

Menjelang dibukanya bursa di Amerika, kontrak berjangka indeks S&P menguat dengan optimisme seputar data nonfarm payroll yang akan dirilis Jumat ini. Data NFP diperkirakan berada di 165 ribu di bulan Februari sementara tingkat pengangguran diprediksi berada di 7.9%.

Dengan tercapainya level psikologis di 4,900, Jakarta Composite Index selanjutnya diprediksi akan mengincar resistance berikutnya di 4,929.59 dan 5,034.28. Meskipun demikian tetap perlu diwaspadai potensi terjadinya koreksi pada indeks mengingat kenaikan yang telah terjadi cukup signifikan sehingga indeks rentan terhadap koreksi.

Support krusial bagi JCI diprediksi tetap berada di 4,646 dan support terdekat berada di 4,825.70.


Selasa, 19 Februari 2013

After-hours - 19 February 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 9.98 poin atau 0.22% di 4,602.06, sementara itu indeks LQ-45 dan IDX 30 masing-masing juga berakhir terkoreksi 0.32%. Di bursa regional, indeks KOSPI berhasil menguat 0.2%, sedangkan indeks Nikkei dan Hang Seng ditutup melemah 0.31% dan 1.02%.

Sektor keuangan, pertambangan dan sektor aneka industri berakhir menguat yaitu masing-masing mencatatkan kenaikan 0.06%, 0.05% dan 0.05%. Sebaliknya, sektor pertanian terpuruk 1.59%, diikuti oleh sektor industri dasar (-0.82%) dan sektor manufaktur (-0.39%).

Sebanyak 95 saham ditutup menguat, 161 saham berakhir melemah sedangkan 113 ditutup tidak berubah. Jumlah net buy asing pada hari ini kembali melonjak hingga mencapai Rp722.69 miliar.

Di antara saham-saham yang masuk dalam rekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh IMAS (+0.93%) yang merupakan satu-satunya yang berakhir positif. MDLN dan SMCB ditutup stagnan yaitu masing-masing di 760 dan 3200. Di sisi lain, CPIN mencatatkan penurunan terbesar yaitu 2.91% disusul oleh PTPP yang terkoreksi 2.2%.

Walaupun JCI terkoreksi hampir 10 poin pada hari Selasa ini, indeks diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikannnya menuju target selanjutnya di 4631 dan 4652. Support bagi indeks tetap berada di 4,500. 

Menjelang dibukanya bursa New York malam nanti, bursa Eropa tengah berada di zona positif. Indeks FTSE dan DAX masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.37% dan 0.74%. Kenaikan tersebut ditopang oleh hasil survey ZEW yang menunjukkan naiknya indeks kepercayaan investor dari 31.5 menjadi 48.2 di bulan Februari.

Di ajang IPO domestik, PT Dyandra Media International Tbk. pada hari Selasa menetapkan harga IPO pada kisaran Rp315-415 per lembarnya dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyak berjumlah 1.282.000.000 saham baru atau sebesar 30% dari modal disetor. Pihak Dyandra menunjuk Mandiri Sekuritas dan OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi sahamnya. Sebesar 67% dari modal yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha, sementara 24% untuk pelunasan pokok hutang bank  dan 9% sebagai modal kerja.


Jumat, 08 Februari 2013

After-hours - 8 February 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) kembali berakhir di bawah level psikologisnya di 4,500. Indeks ditutup di 4,491.27, melemah 11.88 poin atau 0.26%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 ditutup masing-masing melemah 0.2% dan 0.14%, sedangkan di tingkat regional bursa Asia ditutup mixed dengan indeks Nikkei ditutup melemah 1.8% dan sebaliknya indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat 0.16% dan 0.99%.

Hanya dua sektor yang berhasil ditutup menguat: sektor infrastruktur (+0.11%) dan sektor aneka industri (+1.08%). Sektor barang konsumsi ditutup melemah 0.93% sedangkan sektor pertambangan ditutup terkoreksi 0.76%. Sektor keuangan juga melemah sebesar 0.53%.

Sebanyak 103 saham berakhir menguat, namun 156 saham ditutup melemah sedangkan 114 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing mengakhir pekan ini pada net sell senilai Rp1,124 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, hanya ISAT dan CPIN yang berhasil mencatatkan kenaikan. ISAT mengaut 0.73% dan CPIN kembali menanjak hingga mencapai 3,900 atau naik 1.3%. INDS, MDLN, dan PTPP ditutup stagnan sedangkan kinerja terburuk ditampilkan oleh PGAS (-1.61%), diikuti oleh LSIP (-1.12%), dan ESSA (-0.86%).

Setelah beberapa kali gagal mencapai target selanjutnya di 3,225, ESSA akan diakhiri rekomendasi pada harga pembukaan hari Senin mendatang yang diperkirakan berada di 2,875, sehingga hasil rekomendasi ini adalah gains sebesar 17.35%. Pengganti ESSA akan ditentukan kemudian.

Gagalnya indeks mempertahankan posisinya diatas resistance psikologis 4,500 meskipun sempat mencapai resistance berikutnya di 4,525 kembali membuka potensi terjadinya koreksi pada awal pekan mendatang. Untuk mempertahankan prospek penguatan lebih lanjut ke resistance berikutnya di 4,558 hingga 4,625 indeks perlu kembali menembus level 4,500 dan mempertahankan posisinya di atas level ini. Sebaliknya, support JCI tetap berada di area 4,452-4,458.


Kamis, 07 Februari 2013

After-hours - 7 February 2013

Market Review


Kenaikan yang dibukukan oleh Jakarta Composite Index (JCI) pada sesi perdagangan hari Kamis pada akhirnya berhasil menempatkan indeks di atas level resistance psikologis 4,500. Meskipun demikian, indeks masih belum mampu menembus level all-time high di 4,519. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.07% dan 0.15%.

Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir melemah dengan masing-masing ditutup turun 0.93%, 0.34% dan 0.23%.

Secara sektoral kenaikan dan penurunan pada hari ini berlangsung berimbang dengan lima sektor berakhir positif dipimpin oleh sektor aneka industri (+1.23%) sedangkan sektor barang konsumsi menguat 0.79% diikuti oleh sektor manufaktur yang menguat 0.68%. Sektor infrastruktur ditutup melemah 1.14%, diikuti oleh sektor pertambangan (-0.97%) dan sektor pertanian (-0.29%).

Sebanyak 136 saham ditutup menguat dan 121 saham lainnya berakhir melemah. Sementara 122 saham lainnya ditutup stagnan, sama dengan harga penutupan hari Rabu lalu. Posisi asing mencatatkan nilai net buy yang melonjak signifikan yaitu senilai Rp2,071.31 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, PTPP mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 3.45% diikuti oleh BBNI (+1.79%) dan MDLN (+1.32%). Di zona negatif, penurunan terbesar dibukukan oleh ISAT (-2.14%) diikuti oleh PGAS (-0.53%). ESSA, CPIN dan LSIP ditutup stagnan.

Meskipun berakhir di atas level psikologis, prospek JCI masih akan diuji pada sesi perdagangan hari Jumat dimana indeks diprediksi masih berpeluang untuk menguat hingga resistancenya di 4,525 hingga 4,558 apabila berhasil melewati level all-time highnya di 4,519. Sebaliknya, support JCI tetap berada di area 4,452-4,458.

Menjelang sesi perdagangan di New York, bursa Eropa masih bergerak di kisaran positif dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.07% dan 0.24%. Pasar tengah menantikan hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB) yang dilangsungkan sore ini. Meskipun diperkirakan tidak akan terjadi perubahan pada tingkat suku bunga zona euro, namun acara konferensi pers yang dijadwalkan setelah rapat ECB akan mendapat sorotan investor, terutama sehubungan dengan tindakan lebih lanjut dari ECB terhadap isu krisis fiskal yang terjadi di Eropa. Lebih lanjut, pasar juga akan menantikan respon ECB terhadap proposal yang diajukan oleh Irlandia sehubungan dengan restrukturisasi utang.


Rabu, 06 Februari 2013

After-hours - 6 February 2013

Market Review



Jakarta Composite Index kembali mencapai level 4,500 pada sesi perdagangan hari Rabu meskipun pada akhirnya ditutup di 4,498.98, naik 19.54 poin atau 0.44%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing ditutup naik 0.39% dan 0.27%. Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga menguat dengan masing-masing membukukan kenaikan 3.77% dan 0.47%. Indeks KOSPI sebaliknya ditutup melemah 0.1%.

Kenaikan indeks hari ini didukung oleh menguatnya 158 saham, sementara sebanyak 93 saham ditutup melemah dan 126 lainnya berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net buy dengan nilai Rp457.65 miliar.

Dua sektor mengalami penurunan, yaitu sektor keuangan yang melemah tipis 0.02% dan sektor aneka industri yang turun 0.56%. Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan tajam sebesar 1.85% sedangkan sektor perdagangan ditutup naik 1.32% disusul oleh sektor barang konsumsi.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, SMCB mencatatkan kenaikan terbesar yaitu sebesar 1.64% sementara MDLN naik 1.33% dan INDS menguat 1.17%. LSIP dan BBNI ditutup stagnan sementara ESSA terjungkal 1.69% diikuti oleh PTPP, ISAT, CPIN dan PGAS yang masing-masing berakhir melemah 1.14%, 0.71%, 0.65% dan 0.53%.

Pergerakan JCI pada hari ini masih sebatas rentang konsolidasi antara 4,450 hingga 4,500. Seperti disebutkan sebelumnya, JCI perlu mencatatkan harga penutupan di atas 4,500 untuk meningkatkan peluangnya untuk menanjak lebih lanjut. Apabila indeks berhasil menguat melewati level tertinggi sebelumnya di 4,519, indeks diperkirakan akan menuju ke level resistance berikutnya di 4,525 hingga 4,558. Sebaliknya, support untuk indeks saat ini tetap berada di sekitar 4,452-4,458.

Menjelang sesi perdagangan di Amerika, bursa Eropa masing bergerak di area positif. Indeks FTSE naik 0.46% dan indeks DAX menguat 0.04%. Kontrak berjangka indeks S&P juga menguat menjelang dibukanya perdagangan di New York, sehingga mengindikasikan bahwa bursa Amerika pun juga akan mengawali malam nanti dengan positif.


Rabu, 30 Januari 2013

After-hours - 30 January 2013

Market Review


Bursa domestik dan regional pada sesi perdagangan hari Rabu cenderung didominasi oleh aksi beli. Jakarta Composite Index (JCI) berakhir dengan kenaikan sebesar 0.31%, diikuti oleh indeks LQ-45 dan IDX30 yang masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.46% dan 0.4%. Indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini, yaitu masing-masing sebesar 2.28%, 0.71% dan 0.43%.

Sebanyak 136 saham mengalami kenaikan, sementara 119 saham ditutup melemah dan 119 lainnya berakhir stagnan. Posisi transaksi asing pada hari ini juga ditutup pada net buy senilai Rp418.48 miliar.

Empat sektor ditutup melemah yaitu sektor aneka industri (-1.2%), sektor pertanian (-0.45%), sektor pertambangan (-0.24%) dan sektor infrastruktur (-0.05%). Sebaliknya, sektor properti menjadi sektor terbaik hari ini dengan kenaikan sebesar 1.89%, disusul oleh sektor barang konsumsi (+0.77%) dan sektor keuangan (+0.72%).

Di antara saham-saham yang terekomendasi, MDLN mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 2.74%, disusul oleh CPIN (+0.66%) dan BBNI (+0.65%). Sebaliknya, ISAT terkoreksi 2.86% dan ditutup di 6,800. ESSA, INDS, PGAS, LSIP, SMCB dan PTPP semuanya ditutup stagnan di harga penutupan yang sama di hari sebelumnya.

Pergerakan JCI juga sesuai perkiraan masih berkisar antara 4,400-4,500, dengan support dan resistance minor berada di 4,370 dan 4,470. Rentang yang terjadi beberapa hari terakhir ini diprediksi akan bertahan hingga akhir pekan ini dimana pada hari Jumat malam data nonfarm payrolls akan dirilis di Amerika. Pasar tengah menantikan katalis positif pula dari laporan-laporan keuangan yang tengah dirilis akhir bulan hingga bulan mendatang.

Data ekonomi yang akan dirilis pada malam ini antara lain laporan ADP untuk periode bulan Januari yang diperkirakan berjumlah 165 ribu, turun dari periode Desember yang berjumlah 215 ribu. Pertumbuhan GDP untuk triwulan keempat juga akan dirilis dan diperkirakan mengalami perlambatan dari 3.1% menjadi 1.1% sementara data konsumsi personal diprediksi mengalami akselerasi di triwulan keempat dari 1.6% menjadi 2.1%. Pertemuan FOMC yang dilangsungkan hari ini juga akan merilis hasil rapat Federal Reserve, namun diprediksi tidak akan ada pernyataan yang mengejutkan dari the Fed sehingga dampak dari pertemuan ini cenderung netral.

Menjelang sesi perdagangan di New York, bursa Eropa cenderung melemah dengan indeks FTSE melemah 0.05% sedangkan indeks DAX tengah melemah 0.24%.


Selasa, 29 Januari 2013

After-hours - 29 January 2013

Market Review

Bursa domestik kembali menguat pada hari Selasa dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup di 4,439.03, naik 22.09 poin atau 0.5% sedangkan indeks LQ-45 dan IDX 30 masing-masing berakhir di 757.65 dan 384.07 atau menguat 0.39% dan 0.34% pada akhir sesi perdagangan hari ini.


Bursa regional cenderung berakhir positif meskipun indeks Hang Seng ditutup melemah 0.07%. Sebaliknya, indeks Nikkei dan KOSPI ditutup menguat 0.39% dan 0.84%.

Sektor aneka industri menjadi satu-satunya sektor yang berakhir melemah, yaitu terkoreksi sebesar 0.44% sementara sebaliknya sektor properti menguat cukup signifikan yaitu sebesar 1.77%. Kenaikan lainnya dibukukan oleh industri dasar (+1.01%) dan sektor pertambangan (+0.91%).

Kenaikan hari ini didukung oleh posisi transaksi asing yang mencapai net buy senilai Rp197.05 miliar dengan 170 saham mengalami kenaikan, 90 saham ditutup melemah dan 112 lainnya berakhir stagnan.

Di antara saham-saham terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh SMCB yang ditutup di 3,125 setelah sempat mencapai angka tertinggi di 3,150. MDLN dan INDS juga berakhir menguat yaitu sebesar 2.82% dan 1.21% sedangkan LSIP, ISAT dan CPIN berakhir naik masing-masing sebesar 1.15%, 0.72% dan 0.67%. Tiga saham berakhir stagnan di angka penutupan Senin yaitu PTPP, PGAS dan BBNI, sementara satu-satunya yang berakhir melemah adalah ESSA yang ditutup di 3,000, turun 2.44%.

Pergerakan JCI hari Senin ini masih berada dalam kisaran ekspektasi yaitu antara 4,400-4,500 dan rentang ini diperkirakan akan bertahan dalam sepekan ini hingga hari Jumat dimana data nonfarm payrolls Amerika akan dirilis. Data ini berpotensi berdampak signifikan bagi pergerakan bursa global, namun baru akan berimbas ke bursa domestik pada Senin pekan depan.


Senin, 28 Januari 2013

After-hours - 28 January 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 20.66 poin atau 0.47% di 4,416.94 pada sesi perdagangan hari Senin, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX30 berakhir melemah 0.5% dan 0.51% di tengah minimnya faktor fundamental yang ada.

Bursa regional juga didominasi oleh aksi jual dengan indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing melemah 0.94% dan 0.36% sementara indeks Hang Seng sebaliknya menguat 0.39%.

Melemahnya saham-saham domestik terjadi di seluruh sektor yang ada. Sektor perdagangan mengalami penurunan terbesar yaitu 1.02% diikuti oleh sektor infrastruktur yang melemah 0.81% dan sektor barang konsumsi yang terkoreksi 0.67%.

Sebanyak 98 saham ditutup menguat sedangkan 156 saham berakhir melemah dan 115 saham lainnya ditutup stagnan. Posisi asing pada hari ini ditutup dengan posisi net sell senilai Rp65.34 miliar.

CPIN mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 2.74% diantara saham-saham yang masuk dalam rekomendasi. SMCB dan PGAS juga ditutup menguat masing-masing sebesar 0.83% dan 0.54%. LSIP, BBNI, MDLN dan ESSA berakhir stagnan di harga penutupan Jumat kemarin dan INDS, ISAT dan PTPP masing-masing terkoreksi 0.6%, 0.71%, dan 1.12%.

Pergerakan JCI hari Senin ini masih berada dalam kisaran ekspektasi yaitu antara 4,400-4,500 dan rentang ini diperkirakan akan bertahan dalam sepekan ini hingga hari Jumat dimana data nonfarm payrolls Amerika akan dirilis. Data ini berpotensi berdampak signifikan bagi pergerakan bursa global, namun baru akan berimbas ke bursa domestik pada Senin pekan depan.


Jumat, 25 Januari 2013

After-hours - 25 January 2013

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) menutup sesi perdagangan hari Jumat dengan kenaikan sebesar 0.43% atau 18.87 poin dan ditutup di 4,437.60 setelah sempat mencapai level tertinggi di 4,440.11 dan level terendah di 4,412.47. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX 30 masing-masing ditutup menguat 0.17% dan 0.24%.


Di tingkat regional, indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir melemah dengan indeks Hang Seng melemah tipis 0.08% dan indeks KOSPI terkoreksi 0.91%. Di Jepang, indeks Nikkei melesat tajam sebesar 2.88% setelah indeks harga konsumen (CPI) Jepang dikabarkan turun 0.2% di bulan Desember dibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Walaupun sesuai dengan ekspektasi para analis, penurunan CPI ini akan mempersulit tercapainya target yang telah ditetapkan oleh Bank of Japan (BOJ) baru-baru ini di 2%. Hal ini direspon positif oleh investor saham di Jepang karena ini berarti tekanan bagi dilakukannya pemotongan suku bunga akan semakin intens.

Empat sektor mengakhiri sesi perdagangan hari Jumat di zona merah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor industri dasar (-1.07%), diikuti oleh sektor pertanian (-0.83%) dan sektor barang konsumsi (-0.75%). Sebaliknya, sektor keuangan ditutup menguat 1.01% diikuti oleh sektor properti (+0.8%) dan sektor infrastruktur (+0.75%).

Sebanyak 121 saham ditutup menguat sementara 134 lainnya berakhir melemah. Di sisi lain, 108 saham berakhir stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan level penutupan masing-masing pada hari Rabu lalu. Posisi transaksi asing hari ini melonjak hingga mencapai net buy senilai Rp822.94 miliar.

Kinerja saham-saham yang terekomendasi hari ini cenderung berimbang. ISAT melonjak 4.48% hingga mencapai level tertinggi di 7,150 sehingga semakin mendekati target akhirnya di 7,400. ESSA menguat 2.5% diikuti oleh INDS yang mencatatkan kenaikan 1.84%. PGAS, PTPP dan BBNI juga menguat masing-masing sebesar 1.64%, 1.14% dan 0.65%.

LSIP, SMCB dan MDLN masing-masing stagnan sedangkan CPIN melemah 1.35%. KLBF sementara itu sempat melemah hingga 1,030 namun belum mencapai harga entrynya (KLBF perlu mencapai 1,020 untuk mendapatkan level entrynya di 1,030). 

JCI pekan mendatang diperkirakan akan kembali bergerak antara 4,400-4,500, meskipun pasar masih akan menantikan kinerja bursa Eropa dan Amerika malam nanti.


Rabu, 23 Januari 2013

After-hours - 23 January 2013

Market Review


Setelah sempat mencapai level tertinggi di 4,441.84 dan level terendah di 4,390.13, Jakarta Composite Index (JCI) pada akhirnya ditutup di 4,418.73, menguat 2.18 poin atau 0.05%. Indeks LQ-45 dan IDX30 sebaliknya berakhir mixed dengan indeks LQ-45 melemah 0.01% dan IDX30 menguat 0.01%.

Bursa regional ditutup melemah dengan indeks Hang Seng dan Nikkei masing-masing terkoreksi 0.1% dan 2.08%, sementara indeks KOSPI berakhir melemah 0.81%.

Hanya empat sektor yang berakhir positif pada sesi perdagangan hari Rabu. Sektor keuangan mencatatkan kenaikan sebesar 0.55%, sektor aneka industri menguat 0.48% sementara sektor pertambangan naik 0.4%. Sebaliknya, sektor dengan kinerja terburuk hari ini adalah sektor barang konsumsi yang melemah 0.6% diikuti oleh sektor industri dasar yang turun 0.41%. Sektor pertanian sementara itu terkoreksi 0.39%.

Sebanyak 112 saham berakhir menguat sedangkan 129 saham ditutup melemah dan 132 lainnya berakhir stagnan. Posisi asing pada hari ini berakhir pada net buy senilai Rp49.5 miliar.

Di antara saham-saham terekomendasi, kenaikan terbesar dialami oleh BBNI (+1.32%), diikuti oleh INDS (+1.24%), ESSA (+0.84%) dan ISAT (+0.75%). Tiga saham berakhir stagnan: PTPP, SMCB dan PGAS sedangkan LSIP, CPIN dan MDLN masing-masing ditutup melemah 1.14%, 1.99% dan 4.05%.

Pergerakan indeks pada hari ini masih berada di kisaran antara 4,400-4,500, sesuai dengan ekspektasi. Minimnya katalis dari sisi fundamental menjadikan sentimen investor cenderung netral. Hari Kamis bursa domestik akan ditutup sehingga perdagangan akan berlanjut di hari Jumat mendatang.

Kinerja bursa global di Eropa dan Amerika pada malam ini dan hari Kamis akan menjadi acuan bagi pergerakan indeks pada hari Jumat nanti.


Selasa, 22 Januari 2013

After-hours - 22 January 2013

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Selasa di 4,416.55, melemah 23.43 poin atau 0.53%. Indeks sempat melemah hingga 4,399.76 dan juga sempat mencapai level tertinggi di 4,441.61 sebelum akhirnya ditutup di 4,416.55.  Sementara itu, dua indeks domestik lainnya, LQ-45 dan IDX30 masing-masing juga ditutup melemah 0.62% dan 0.68%.


Di bursa regional, indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat masing-masing sebesar 0.29% dan 0.49% sementara indeks Nikkei terkoreksi 0.35%.

Sebanyak empat sektor berakhir positif dengan kenaikan terbesar dialami oleh sektor properti (+0.94%), diikuti oleh sektor industri dasar (+0.49%) dan sektor aneka industri (+0.39%). Sebaliknya, sektor pertambangan terpuruk 1.84%, diikuti oleh sektor keuangan (-1.14%) dan sektor pertanian (-0.96%).

Jumlah saham yang ditutup menguat mencapai 113 berbanding dengan 158 saham yang berakhir melemah dan 97 lainnya yang ditutup stagnan atau sama dengan harga penutupan hari Senin lalu.

Transaksi asing pada hari ini berakhir pada net sell senilai Rp58.84 miliar.

Setelah masuknya rekomendasi PTPP, kali ini giliran rekomendasi SMCB mencapai entry pointnya di 3,000. Sebaliknya, rekomendasi ASGR berakhir setelah saham ini terpuruk melewati level stopnya di bawah 1,520. Meskipun terkena stopnya, namun rekomendasi ASGR ini masih mencatatkan keuntungan sebesar 9.42% (harga entry di 1,380).

Di antara saham-saham terekomendasi lainnya, MDLN mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 4.23% hingga mencapai level 740. PTPP yang baru kemarin mencapai entry pricenya hari ini menanjak 3.53% dan ditutup di 880. CPIN juga bergerak positif dengan naik 0.67% sedangkan PGAS stagnan di 4,575. Sisanya ditutup melemah dengan LSIP terkoreksi 3.3%, INDS melemah 1.83% bersama dengan ISAT dan BBNI yang masing-masing melemah 1.48% dan 1.3%. ESSA juga tergelincir 0.83% dan ditutup di 2,975.

Rentang pergerakan indeks diperkirakan masih akan terjadi antara 4,400 hingga 4,500 dengan resistance terdapat di 4,445, 4,450, 4,455, dan 4,460. Support di 4,000 diperkirakan masih akan bertahan.

Meskipun demikian perlu diwaspadai data-data dari Amerika malam nanti dimana data existing home sales dan indeks manufaktur dari Federal Reserve cabang Richmond akan dirilis.


Senin, 21 Januari 2013

After-hours - 21 January 2013

Market Review



Bursa domestik ditutup melemah dengan Jakarta Composite Index (JCI) terkoreksi 25.51 poin atau 0.57% saat ditutup di 4,439.97. Indeks sempat mencapai level terendah di 4,427.77 setelah sempat menanjak hingga mencapai 4,472.11. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir melemah masing-masing sebesar 0.9% dan 0.93% sementara bursa regional juga mengawali pekan ini dengan penurunan. Indeks Hang Seng dan KOSPI maisng-masing ditutup melemah 0.05%, sementara indeks Nikkei terpuruk 1.52%.

Hanya tiga dari sepuluh sektor yang ada berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini. Sektor barang konsumsi menanjak 1.33%, sektor manufaktur naik 0.17% sedangkan sektor pertanian menguat tipis 0.03%. Sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar yaitu 1.25%, diikuti oleh sektor properti (-1.15%) dan sektor keuangan (-1.03%).

Nilai transaksi asing pada hari pertama pekan ini mencapai net sell senilai Rp102.01 miliar. Jumlah saham yang berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini adalah sebanyak 120 saham , sementara 147 saham ditutup melemah dan 108 lainnya berakhir stagnan.

PTPP yang dimulai rekomendasinya pada hari ini berhasil mencapai entry pointnya di 850 sehingga total keseluruhan rekomendasi yang telah terkonfirmasi ada 10. Dua rekomendasi lainnya yang masih belum mencapai entry pricenya adalah SMCB dan KLBF.

Dari sepuluh rekomendasi tersebut, hanya LSIP yang berhasil mencatatkan kenaikan yaitu sebesar 1.11%. PTPP ditutup di harga entry (850), sementara BBNI dan ESSA berakhir stagnan. Penurunan terbesar dialami oleh ASGR (-1.85%), diikuti oleh ISAT (-1.46%), MDLN (-1.39%), INDS (-1.2%) dan CPIN (-0.66%) beserta PGAS (-0.54%).

Terkoreksinya JCI pada hari ini masih tergolong koreksi yang wajar dengan support yang berada di 4,427 telah tercapai (intraday low di 4,427). Apabila indeks gagal bertahan di atas 4,427 maka koreksi berikutnya diperkirakan akan mencapai support di 4,400. Pergerakan indeks pada hari Selasa besok diperkirakan masih dalam kisaran 4,400 hingga 4,500, namun kinerja bursa Eropa dan Amerika malam ini akan memberikan indikasi lebih lanjut.


Selasa, 15 Januari 2013

After-hours - 15 January 2013

Market Review


Bursa domestik kembali ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Selasa dengan Jakarta Composite Index (JCI) menguat 0.42% dan ditutup di 4,400.82. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 berakhir menguat masing-masing 0.67% dan 0.79%.

Di tingkat regional, indeks Nikkei berhasil menguat 0.72% sedangkan indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir melemah 0.14% dan 1.16%.

Tiga sektor berakhir melemah sementara tujuh sektor ditutup menguat. Sektor pertambangan melemah 0.45%, sektor perdagangan juga terkoreksi 0.13% dan sektor industri dasar melemah tipis 0.01 poin. Kinerja terbaik dihasilkan oleh sektor aneka industri (+1.15%), diikuti oleh sektor infrastruktur (+1.05%) dan sektor keuangan (+0.74%).

Posisi transaksi asing pada hari ini ditutup dengan net buy senilai Rp347.37 miliar dengan 123 saham berakhir menguat, 142 lainnya ditutup melemah dan 104 berakhir stagnan.

Sembilan saham yang terekomendasi berakhir mixed dengan BBNI dan LSIP masing-masing menguat 2.01% dan 1.1% sementara PGAS, ISAT, INDS dan ESA ditutup stagnan. ASGR mencatatkan penurunan terbesar yaitu sebesar 2.99% sedangkan MDLN dan CPI berakhir melemah masing-masing 1.39% dan 0.69%. SMCB ditutup di 2,925 namun masih belum berhasil mencapai entry pricenya di 2,850.

Secara teknikal, kenaikan indeks hari ini tertahan oleh resistance Fibonacci di level 76.4%. Apabila pada sesi Rabu besok indeks dapat kembali menguat dan berakhir menembus level resistance ini kemungkinan besar koreksi yang terjadi baru-baru ini telah berakhir dan indeks akan kembali menanjak hingga target resistance berikutnya di 4,450.

Sebaliknya, level support bagi indeks didapati di 4,340-4,360 dimana apabila terjadi penurunan di bawah level support ini dapat berdampak pada terjadinya koreksi yang lebih dalam hingga kembali ke 4,300.

Hingga pertengahan sesi Eropa indeks FTSE masih menguat 0.03% sementara indeks DAX masih terkoreksi 0.12%. 


Jumat, 11 Januari 2013

After-hours - 11 January 2013

Market Review

Jakarta Composite Index ditutup melemah 11.45 poin atau 0.27% di 4,305.91 setelah hanya mampu mencatatkan kenaikan hingga 4,341.76 dan sempat kembali menguji level supportnya di 4,300 saat melemah hingga 4,301.49.  Indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah yaitu masing-masing sebesar 0.28% dan 0.31%.


Sebanyak 119 saham berakhir menguat dan 119 saham lainnya ditutup melemah. Sisanya sebanyak 125 saham berakhir stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan angka penutupan pada sesi perdagangan hari Kamis.

Posisi jual asing pada akhir sesi perdagangan mencapai Rp259.71 miliar dimana hanya dua sektor yang berhasil lolos dari penurunan: infrastruktur (-0.08%) dan properti (-0.46%). Sisanya sebanyak delapan sektor ditutup melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor pertambangan (-1.19%) dan pertanian (-1.01%).

Dari delapan rekomendasi yang ada, MDLN dan CPIN berhasil mencatatkan kenaikan 1.45% dan 0.7% sementara penurunan terbesar dialami oleh ASGR (-3.45%) diikuti oleh ISAT (-2.14%) dan ESSA (-1.67%). Sementara itu, LSIP berhasil mencapai entry levelnya di 2250 dan ditutup juga di angka yang sama. Jadi, saat ini terdapat sembilan rekomendasi saham yang aktif.

Menjelang dibukanya bursa Wall Street, indeks FTSE dan DAX masih bergerak di area positif dengan masing-masing menguat 0.09% dan 0.02%, sementara dari kontrak berjangka indeks S&P diperkirakan perdagangan di bursa Amerika akan berlangsung netral.

Data ekonomi yang akan dirilis malam ini adalah neraca perdagangan Amerika yang diperkirakan bakal membaik dari defisit sebesar $42.2 miliar menjadi $41.3 miliar.


Kamis, 10 Januari 2013

After-hours - 10 January 2013

Market Review



Bursa domestik kembali dilanda aksi jual dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 45.56 poin atau 1.04% di 4,317.37. Indeks sempat melemah hingga 4,298.61 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 4,377.14. Dua indeks acuan lainnya, LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah masing-masing sebesasr 1.01% dan 1.59%. Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat masing-masing sebesar 0.7%, 0.59% dan 0.75%.

Dua sektor berhasil mencatatkan kenaikan yaitu sektor infrastruktur (+0.08%) dan properti (+0.01%). Sementara itu, delapan sektor lainnya ditutup melemah dengan sektor aneka industri terpuruk 3.85% disusul oleh sektor manufaktur (-2.14%) dan sektor pertanian (-1.87%).

Sebanyak 87 saham ditutup menguat sementara 182 lainnya berakhir melemah. Sisanya, sebanyak 103 saham ditutup stagnan. Posisi jual asing pada hari ini mencapai Rp230.82 miliar.

Di antara delapan saham yang terekomendasi, hanya MDLN dan ASGR yang berhasil menguat yaitu masing-masing sebesar 1.47% dan 2.35%. ESSA dan ISAT ditutup stagnan sedangkan penurunan terbesar dialami oleh BBNI (-1.99%). INDS (-0.61%), CPIN (-0.69%), dan PGAS (-0.55%) berakhir melemah. Dua rekomendasi terbaru yaitu SMCB dan LSIP masih belum mencapai angka entrynya.

Penurunan yang dialami oleh bursa domestik hingga saat ini masih cenderung bersifat profit-taking dengan support di 4,300 telah diuji oleh indeks. Apabila indeks gagal bertahan diatas support ini, dikhawatirkan tekanan jual berikutnya akan membawa indeks hingga kembali ke area konsolidasi sebelumnya yaitu antara 4,250-4,300.

Menjelang dibukanya bursa Amerika, indeks saham FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.08% dan 0.23% di Eropa. Data jobless claims akan dirilis hari ini di sesi perdagangan New York dan diprediksi akan mengalami penurunan dari 372 ribu menjadi 365 ribu. Dua pertemuan bank sentral di Eropa juga akan dilangsungkan pada hari ini yaitu antara Bank of England dan European Central Bank. Pasar akan mencermati opini dari masing-masing bank sentral tersebut sehubungan dengan prospek ekonomi di Eropa dan juga di Inggris.


Rabu, 09 Januari 2013

After-hours - 9 January 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) terkoreksi hingga mencapai supportnya di 4,350 dan ditutup di 4,362.93, turun 0.79% atau 34.62 poin. Indeks sempat mencapai level terendah di 4,349.79 setelah pada awal sesi perdagangan hari Rabu sempat menyentuh angka tertinggi di 4,411.77.

Indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah masing-masing 1.01% dan 0.92% sementara di tingkat regional indeks KOSPI melemah 0.31%. Sebaliknya, indeks Nikkei dan Hang Seng ditutup menguat 0.67% dan 0.46% setelah sehari sebelumnya dilanda aksi profit-taking.

Hanya satu sektor yang berhasil ditutup menguat, yaitu sektor aneka industri yang menguat 0.37%. Sebaliknya sektor pertambangan yang sehari sebelumnya menguat menjadi sektor dengan penurunan terbesar hari ini yaitu sebesar 1.36%, diikuti oleh sektor infrastruktur (-1.25%) dan pertambangan (-1.25%).

Penurunan hari ini terjadi pada 165 saham sedangkan 97 saham lainnya berakhir menguat dan 105 saham ditutup stagnan pada angka penutupan hari Selasa. Posisi net buy asing pada hari ini mencapai Rp125.63.

Hanya ASGR dan CPIN di antara delapan saham terekomendasi yang berhasil menguat. ASGR ditutup naik 6.25% sedangkan CPIN berakhir di 3,600, naik 1.41%. INDS, ISAT,dan PGAS masing-masing berakhir stagnan dan ESSA bersama MDLN dan BBNI masing-masing terkoreksi 2.44%, 4.23% dan 2.58%.

Sebagaimana dikhawatirkan sebelumnya, JCI terkoreksi hingga menguji supportnya di 4,350. Dengan demikian support selanjutnya bagi JCI berada di 4,325 dan 4,300. Walaupun terkoreksi, JCI masih berpotensi untuk kembali menguat menuju resistance di 4,450 bulan ini. Namun, apabila support di 4,300 gagal bertahan, dikhawatirkan indeks akan kembali ke zona konsolidasi sebelumnya yaitu di 4,250-4,350.

Hingga pertengahan sesi perdagangan di Eropa, indeks FTSE dan DAX masih bergerak di zona hijau. Indeks FTSE naik 0.28% sementara indeks DAX menguat tipis 0.04%. Positifnya kontrak berjangka S&P mengindikasikan bahwa bursa Amerika juga akan bergerak menguat setelah selama tiga hari dilanda aksi jual. 

Optimisme muncul setelah Alcoa memulai earnings season dengan melaporkan penjualan untuk triwulan keempatnya di $5.9 miliar, melebihi ekspektasi $5.6 miliar meskipun turun dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu $5.99 miliar. Earnings per share di luar special items sesuai dengan konsensus pasar yaitu 6 sen per sahamnya. Selain itu, Alcoa juga memproyeksikan bangkitnya perekonomian China yang pada akhirnya akan mampu mengangkat kembali kinerja komoditi di tahun 2013.


Selasa, 08 Januari 2013

After-hours - 8 January 2013

Market Review

Indeks saham domestik mengakhiri perdagangan hari Selasa dengan menguat tipis. Jakarta Composite Index (JCI) ditutup menguat tipis 0.12%, naik 5.17 poin menjadi 4397.55, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX30 beranjak naik tipis masing-masing sebesar 0.21% dan 0.22%.


Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI masing-masing ditutup melemah yaitu sebesar 0.86%, 0.94% dan 0.66%, mengikuti koreksi yang terjadi di bursa Amerika pada hari Senin malam.

Sebanyak lima dari sepuluh sektor yang ada berakhir melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri (-1.71%), diikuti oleh sektor pertanian (-1.26%) dan sektor perdagangan (-1.05%). Sebaliknya, sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor pertambangan (+1.36%), diikuti oleh sektor industri dasar (+0.85%) dan sektor keuangan (+0.41%).

Konsolidasi yang terjadi pada indeks pada hari ini melibatkan naiknya 126 saham diisertai oleh melemahnya 131 saham. Sisanya sebanyak 109 saham ditutup stagnan.

Di antara saham-saham terekomendasi, ISAT membukukan kenaikan terbesar yaitu 5.26% saat ditutup di 7,000. CPIN dan ASGR menyusul di urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing menanjak 4.41% dan 3.23%. ESSA dan BBNI juga berhasil ditutup menguat yaitu di 3,075 dan 3,875. Sebaliknya, INDS, MDLN dan PGAS berakhir stagnan. Dua rekomendasi yang baru dirilis pekan ini yaitu LSIP dan SMCB berakhir mixed. SMCB stagnan di harga penutupan sebelumnya sedangkan LSIP berakhir melemah 3.03%. Meskipun demikian, kedua rekomendasi terbaru ini masih belum mampu mencapai entry areanya.

JCI yang sempat melemah hingga 4,381.65 kembali ditutup di 4,397.55, naik tipis 5.17 poin atau 0.12%. Posisi transaksi asing juga mencapai net buy sebesar Rp325.48.

Walaupun indeks JCI masih belum mampu kembali berada di atas level psikologis 4,400, namun diperkirakan indeks akan kembali menanjak menuju targetnya di 4,450 pada bulan ini. Support bagi indeks berada di 4,380 dan 4,350 untuk sementara ini dan diperkirakan dalam beberapa sesi mendatang akan cenderung mengalami konsolidasi.


Senin, 07 Januari 2013

After-hours - 7 January 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) melemah 0.4% atau 17.64 poin saat ditutup di 4,392.38 pada sesi perdagangan Senin. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga ditutup melemah masing-masing 0.43% sementara di bursa regional baik indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga tergelincir hingga ditutup melemah.

Seluruh sepuluh sektor ditutup melemah dengan sektor aneka industri memimpin penurunan sebesar 1.1%. Sektor pertambangan dan manufaktur masing-masing berakhir melemah sebesar 0.89% dan 0.85%.

Aksi profit-taking yang melanda BEI mendorong turunnya 157 saham sementara 115 saham berhasil menguat dan 104 lainnya ditutup stagnan. Posisi asing pada sesi perdagangan awal pekan ini ditutup pada net buy senilai Rp825.21 miliar.

Di antara delapan rekomendasi saham yang ada, ESSA, ASGR, MDLN, ISAT, PGAS dan CPIN berakhir melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh CPIN (-4.9%) diikuti oleh PGAS (-3.21%) dan ISAT (-2.92%). Hanya dua saham yang berhasil lolos dari zona merah: BBNI yang stagnan di 3,800 dan INDS yang menguat 1.23%.

Dua rekomendasi terbaru yaitu SMCB dan LSIP masih belum berhasil mencapai harga-harga entrynya meskipun keduanya berakhir menguat masing-masing 1.69% dan 3.13%.

Aksi profit-taking menjadi pemicu terkoreksinya bursa regional pada awal pekan ini setelah pada pekan pertama berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan setelah isu jurang fiskal Amerika berhasil terselesaikan – setidaknya saat ini.

JCI kembali berada di bawah level psikologis 4,400, namun diperkirakan akan kembali menanjak menuju targetnya di 4,450 pada bulan ini. Support bagi indeks berada di 4,350 untuk sementara ini dan diperkirakan dalam beberapa sesi mendatang akan cenderung mengalami konsolidasi.


Kamis, 03 Januari 2013

After-hours - 3 January 2013

Market Review


Sesi perdagangan di BEI pada hari Kamis berakhir dengan kenaikan Jakarta Composite Index (JCI) sebesar 1.21%, sementara indeks LQ-45 dan IDX30 ditutup masing-masing menguat 1.39% dan 1.36%.

Di tingkat regional, indeks Nikkei dan Hang Seng ditutup menguat 0.7% dan 0.37%, namun indeks KOSPI berakhir melemah 0.58%.

Seluruh sektor pada hari ini menguat dengan kenaikan terbesar dialami oleh sektor aneka industri (+3.78%), diikuti oleh sektor properti (+2.47%) dan sektor pertanian (+2.01%).

Di antara delapan saham yang ada dalam rekomendasi, MDLN mengalami kenaikan terbesar yaitu 4.92% sementara PGAS menguat 2.17% dan ISAT naik 1.55%. ASGR dan INDS serta BBNI stagnan di level penutupan kemarin dan ESSA dan CPIN berakhir melemah masing-masing 1.61% dan 1.39%.

Sebanyak 175 saham berakhir menguat disertai dengan melemahnya 90 saham dan stagnannya 88 saham lainnya. Posisi asing pada hari ini juga berakhir positif pada net buy senilai Rp637.22 miliar.

Optimisme pada pasar yang dipicu oleh berlalunya isu jurang fiskal Amerika membawa JCI berhasil mencapai rekor baru yaitu di 4,401.33. Optimisme ini diprediksi akan berlanjut di sesi perdagangan hari Jumat besok dengan target JCI berikutnya berada di 4,450. Support sementara berada di 4,350-4,370.

Menjelang dibukanya bursa saham di New York, saham-saham di Eropa dilanda aksi profit-taking. Indeks FTSE100 dan DAX masing-masing sementara ini melemah 0.11% dan 0.33%. Meskipun terjadi aksi profit-taking, secara keseluruhan sentimen pasar telah berangsur pulih menjadi positif dengan berlalunya krisis jurang fiskal di Amerika.


Jumat, 28 Desember 2012

After-hours - 28 Desember 2012

Market Review

Menutup sesi perdagangan hari Jumat yang juga merupakan sesi perdagangan terakhir tahun ini, Jakarta Composite Index ditutup menguat 0.81% di 4,316.69. IDX30 dan LQ-45 juga ditutup menguat masing-masing 0.71% dan 0.69%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir positif dengan masing-masing mencatatkan kenaikan 0.7%, 0.21% dan 0.49%.


Sektor barang konsumsi menjadi sektor terlemah dengan penurunan sebesar 0.32%, sementara sektor properti dan pertanian masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1.59% dan 1.58%.

Posisi transaksi asing juga ditutup positif dengan net buy senilai Rp438.55 miliar. Kenaikan hari ini didukung oleh 185 saham sementara 93 saham berakhir melemah dan 96 lainnya ditutup stagnan.

CPIN menjadi saham terbaik diantara delapan saham terekomendasi dengan kenaikan sebesar 4.29%, diikuti oleh PGAS (+2.79%). ISAT, INDS dan ESSA berakhir stagnan sementara BBNI, ASGR dan MDLN ditutup melemah 1.33%, 1.46% dan 4.69%.

Pergerakan pada sesi terakhir tahun ini di Asia cenderung positif setelah semalam dikabarkan Kongres Amerika akan kembali melakukan perundingan pada tanggal 30 Desember untuk mencari resolusi anggaran guna menghindarkan perekonomian Amerika dari jurang fiskal yang berpotensi menyeret Amerika ke dalam resesi pada paruh pertama 2013.

Meskipun demikian perlu diingat bahwa perundingan tersebut masih berpotensi untuk gagal dan hal inilah yang setidaknya menahan laju kenaikan indeks. Sesi perdagangan di Eropa dan Amerika diperkirakan mixed pada sesi hari ini karena investor masih berhati-hati dalam menyikapi isu anggaran ini. Hingga pertengahan hari di Eropa, indeks FTSE naik tipis 0.03% sedangkan indeks DAX untuk sementara melemah 0.36%.

Apabila perundingan anggaran ini gagal menghasilkan kesepakatan pada tahun ini, maka akan terjadi pemotongan pengeluaran pemerintah secara otomatis disertai kenaikan pajak yang dikhawatirkan akan menghantam prospek perekonomian Amerika. Jika ini terjadi maka JCI diprediksi akan terpuruk pada awal tahun, namun sebaliknya JCI berpeluang untuk melesat menembus level 4400 apabila tercapai kesepakatan dalam penetapan anggaran Amerika.

Semuanya akan bergantung pada hasil perundingan pada tanggal 30 mendatang di Washington.