DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label Fiscal Cliff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiscal Cliff. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Morning Dew - 9 November 2012

Market Preview

Tekanan jual mendominasi perdagangan saham global pada hari Kamis dengan pusat perhatian pasar saat ini tertuju pada Eropa dan juga potensi terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam fiscal cliff apabila antara partai Republik dan Demokrat tidak mampu mencapai kesepakatan mengenai penetapan anggaran belanja negara.


Indeks FTSE dan DAX masing-masing ditutup melemah 0.27% dan 0.39% dan selanjutnya diikuti oleh terpuruknya tiga indeks utama Amerika. Indeks Dow Jones berakhir melemah 0.94%, sedangkan indeks S&P dan NASDAQ ditutup melemah masing-masing 1.22% dan 1.42%.

Pertemuan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis menghasilkan pernyataan oleh presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan bahwa ECB siap untuk melakukan transaksi moneter langsung untuk membantu menstabilkan perekonomian di Eropa yang saat ini tengah dilanda oleh krisis fiskal. Menurut Draghi, prospek perekonomian di Eropa menunjukkan kondisi yang memburuk dengan terseretnya Jerman, pilar utama zona euro mulai terkena dampak dari krisis fiskal Eropa. Pernyataan ini sempat mengundang spekulasi bahwa suku bunga zona euro berpotensi untuk kembali diturunkan untuk memacu kembali perekonomian di kawasan ini. Di sisi lain, Spanyol tetap belum mengajukan permintaan untuk pemberian dana bailout oleh Eropa sehingga menghambat upaya ECB untuk memperbaiki mekanisme penerapan kebijakan moneter di zona euro.

Hasil pertemuan Bank of England (BOE) mencakup dihentikannya program pembelian obligasinya setelah para pembuat kebijakan di dewan MPC mempertanyakan efektivitas dari program ini terhadap pemulihan ekonomi di Inggris. Sehubungan dengan suku bunga, BOE kembali mempertahankan suku bunga Inggris di 0.5%.

Di Yunani, hasil voting mengenai undang-undang ketenagakerjaan akhirnya dimenangi oleh kubu PM Antonis Samaras, sehingga hal ini diperkirakan akan memuluskan dicairkannya dana bailout selanjutnya oleh Troika (ECB, Uni Eropa dan IMF). Voting berikutnya aka dilangsungkan tanggal 11 mendatang untuk menetapkan anggaran belanja negara yang juga akan menjadi kunci bagi dialirkannya dana bantuan dari Eropa bagi Yunani. Meskipun PM Samaras berhasil memenangi voting undang-undang ketenagakerjaan, sebagian pelaku pasar masih mengkhawatirkan kemungkinan ditundanya pencairan dana bailout hingga akhir bulan ini.

Di Amerika, data jobless claims menunjukkan pengajuan klaim pengangguran mengalami penurunan sebesar 8,000 klaim menjadi 355 ribu dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Berdasarkan pola yang umum terjadi, penurunan ini disebabkan oleh adanya badai Sandy yang menghantam Amerika, sehingga pengajuan klaim cenderung turun sebelum nantinya kembali menanjak. Sebelumnya, para analis memprediksi jumlah klaim stagnan di level 365 ribu dengan rentang prediksi antara 335 ribu hingga 450 ribu. Pekan sebelumnya jumlah klaim yang diajukan mencapai 363 ribu.

Data ekonomi lain yang dirilis pada hari Kamis adalah data neraca perdagangan Amerika yang secara tak terduga mengecil menjadi $41.5 miliar, terendah sejak Desember 2010.

Namun, walaupun data ekonomi membaik di Amerika kekhawatiran pasar akan potensi gagalnya tercapainya kompromi antara Demokrat dan Republik mengenai penetapan anggaran tetap membayangi sentimen pasar. Jika hingga pergantian tahun nanti masih terjadi kebuntuan dalam negosiasi anggaran, maka akan terjadi pemangkasan anggaran secara otomatis sekaligus kenaikan beberapa jenis pajak seperti pajak pendapatan, pajak capital gains dan pajak terhadap dividen. Dua pajak yang terakhir inilah yang mengancam nilai saham karena berpotensi mengurangi nilai riil saham dengan dikenakannya besaran pajak yang lebih tinggi.

Di China, pimpinan bank sentral China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa data-data ekonomi China yang rencananya dirilis pagi ini akan menunjukkan peningkatan kinerja dimana pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencatatkan peningkatan di triwulan terakhir 2012. Hal senada disampaikan secara terpisah oleh wakil gubernur PBOC yaitu Yi Gang yang mengatakan bahwa kinerja ekonomi China di triwulan keempat akan relatif baik.

Hingga Jumat pagi di Asia, indeks Nikkei telah terpangkas lebih dari 1% sementara dari Australia dikabarkan bahwa bank sentral Australia yaitu Reserve Bank of Australia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Australia seiring dengan menurunnya tingkat investasi pada bijih besi, batubara dan proyek-proyek gas alam. Selain itu, upaya pemerintah Australia menekan anggaran untuk mencapai surplus diperkirakan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan GDP rata-rata diperkirakan berada di antara 2.25% hingga 3.25% di tahun 2013, turun dari 2.75% hingga 3.25% pada proyeksi sebelumnya. Indeks harga konsumen juga diperkirakan naik antara 2% hingga 3% tahun depan. Kontribusi sumber daya alam diperkirakan akan turun dari 9% dari GDP menjadi 8%, namun penurunan harga-harga komoditi pada triwulan yang lalu mendorong perusahaan pertambangan untuk menunda beberapa proyek-proyeknya. Investasi pada sumber daya alam ini diperkirakan akan kembali mencapai titik puncaknya tahun depan namun pada level yang lebih rendah walaupun RBA telah memangkas suku bunga sebesar 1.5% sejak November tahun lalu. Di sisi fiskal, upaya pemerintah Australia untuk mencapai surplus anggaran sebesar A$44 miliar dikhawatirkan dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

Pergerakan Jakarta Composite Index (JCI) hari Jumat ini diperkirakan masih berada di kisaran 4,300 hingga 4,350 dengan support di 4,280-4,290 mampu menahan tekanan jual. Sementara itu, walaupun peluang untuk kembali menanjak menuju area 4,376 masih terjaga, buruknya sentimen pasar saat ini kemungkinan akan menahan upaya penguatan indeks di area 4,350.


Rabu, 10 Oktober 2012

Morning Brief - 11 Oktober 2012

Market Preview

Kekhawatiran akan menurunnya kinerja korporasi pada triwulan ketiga di Amerika menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar pada sesi perdagangan hari Rabu. Indeks Dow Jones kembali terkoreksi dengan ditutup melemah 0.95%, sedangkan indeks NASDAQ dan S&P 500 berakhir turun 0.43% dan 0.62%. Di Eropa, pasar juga didominasi oleh sentimen negatif yang berujung pada terpuruknya indeks FTSE dan DAX sebesar masing-masing 0.58% dan 0.41%.

Paska dirilisnya laporan keuangan Alcoa Inc. (AA) yang dinilai mengecewakan, Chevron Corp. (CVX) menambah kerisauan pasar setelah mengumumkan bahwa pendapatan pada triwulan ketiga lalu menurun secara signifikan dibandingkan dengan hasil periode sebelumnya. CVX akhirnya ditutup melemah 4.2%. Sebaliknya, dari Wal-Mart Stores Inc. (WMT), disebutkan bahwa perseroan berencana menambah gerainya di Amerika selain juga mengatakan bahwa musim ‘back-to-school’ lalu berhasil mendongkrak angka penjualannya. Yum! Brands Inc. (YUM) sementara itu juga berhasil mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi para analis, sehingga mendorong kenaikan saham ini sebesar 8%. Dapat disimpulkan sementara ini bahwa dari sisi komoditas pasar masih rentan terhadap tekanan jual akibat faktor fundamental yang kurang kondusif, namun dari sisi konsumen, konsumsi terlihat masih solid untuk mengimbangi lemahnya pasar komoditi.

Selain faktor earnings, data penjualan otomotif China juga menjadi katalis negatif setelah dilaporkan bahwa penjualan otomotif pada bulan September lalu menurun 0.3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan dilaporkan menurun menjadi 1.32 juta unit dimana salah satu penyebabnya adalah dihindarinya merk-merk otomotif Jepang oleh para pembeli setelah terjadinya sengketa teritorial antara Jepang dan China beberapa waktu lalu. Selain faktor sengketa ini juga diperkirakan bahwa penjualan terimbas oleh dampak perlambatan ekonomi China selain dampak dari langkah-langkah pemerintah China untuk mengendalikan kemacetan lalu-lintas melalui pembatasan registrasi mobil baru. Perlambatan pada pertumbuhan penjualan ini juga bergerak dalam trend dengan pertumbuhan bulan Juni masih berada di 15.8%, namun melambat menjadi 11% di bulan Juli dan semakin melambat menjadi 3.7% di bulan Agustus lalu. Karena sebagian besar otomotif bermerk Jepang yang dijual di China diproduksi di dalam negeri, maka dampak terhadap angka produksi China juga terasa. Penjualan komponen oleh para supplier China juga menjadi terpukul sebagai dampaknya. Di sisi lain, total penjualan mobil penumpang selama 9 bulan pertama tahun ini menanjak 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 11.3 juta unit sementara penjualan total menanjak 3.4% menjadi 14.1 juta unit.

Faktor ‘jurang fiskal’ atau fiscal cliff yang mengancam Amerika juga merisaukan para investor terutama dengan makin dekatnya batas waktu bagi partai Demokrat dan Republik untuk mencari solusinya sebelum pergantian tahun nanti.

JCI untuk sesi perdagangan hari Kamis ini diperkirakan akan bergerak antara 4293 hingga 4242 dengan potensi penurunan lebih dalam hingga support di 4224.

Click here to download the full update (PDF)