DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 02 Juli 2012

MFIN Tawarkan Kupon Bunga Obligasi 8%-9,5%


INILAH.COM, Jakarta - PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) menawarkan kupon bunga obligasi berkelanjutan I PT Mandala Multifinance tahap I tahun 2012 senilai Rp100 miliar dengan kisaran bunga di level 8%-9,5%.

Penawaran obligasi berkelanjutan tersebut merupakan bagian obligasi berkelanjutan I Mandala Finance dengan target dana Rp1,5 triliun. Untuk tahap pertama, perseroan akan menawarkan obligasi senilai Rp100 miliar. Obligasi tersebut terdiri dari tiga seri.

Obligasi I Mandala Multifinance seri A ditawarkan senilai Rp90 miliar dengan kupon bunga obligasi sebesar 8% per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 370 hari. Obligasi I Mandala Multifinance seri B ditawarkan senilai Rp5 miliar dengan kupon bunga obligasi sebesar 9% per tahun dengan jangka waktu 2 tahun.

Sedangkan obligasi seri C ditawarkan senilai Rp5 miliar dengan bunga obligasi sebesar 9,5% berjangka waktu 3 tahun. Pembiayaan obligasi tersebut dilakukan secara penuh sebesar 100% dari pokok obligasi seri C pada saat tanggal jatuh tempo. Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan, Senin (2/7/2012).

Obligasi tersebut ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga. Adapun obligasi tersebut akan dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen setiap saat sekurang-kurangnya 60%.

Penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT Indo Premier Securities dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia. Yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Jadwal penawaran obligasi yaitu tanggal efektif pada 29 Juni 2012, masa penawaran pada 3-5 Juli 2012, tanggal penjatahan pada 6 Juli 2012, distribusi obligasi secara elektronik pada 10 Juli 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli 2012. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1878229/mfin-tawarkan-kupon-bunga-obligasi-8-95

Minggu, 01 Juli 2012

Gara-gara laporan keuangan, BULL & TRUB disuspen


JAKARTA. Mulai hari ini (2/7), Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan (suspensi) efek PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) di pasar reguler dan pasar tunai.

Pasalnya, kedua perusahaan itu belum menyampaikan laporan keuangan auditan tahun 2011. Selain itu, Perseroan juga belum membayar denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut.

Otoritas bursa melalui situs resminya yang dirilis Senin (2/7) menyebut, BEI sudah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta terkait keterlambatan penyampaian laporan keuangan 2011.

Akhir pekan lalu, saham BULL ditutup di level Rp 53 per saham. Sementara, saham TRUB terakhir diperdagangkan di Rp 50 per saham.

Selain kedua saham tersebut, BEI juga memperpanjang suspensi terhadap tiga efek lainnya karena alasan yang sama. Ketiga sagam tersebut, yaitu PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI).

http://investasi.kontan.co.id/news/gara-gara-laporan-keuangan-bull-trub-disuspen/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

SUGI Targetkan Pendapatan Tumbuh 100% di 2013


INILAH.COM, Jakarta - PT Sugi Energy Tbk (SUGI) menargetkan pendapatan tumbuh 100% di tahun 2013 mendatang menjadi US$32 juta.

"Untuk tahun 2013 mendatang kita menargetkan pendapatan tumbuh 2 kali dari tahun 2012 atau sekitar US$32 juta," ujar Presiden Direktur SUGI, Andhika Anindyaguna kemarin.

Namun, lanjutnya, untuk tahun 2012 pendapatan perseroan diperkirakan masih sama dengan 2011 yaitu sebesar US$16 juta. Untuk tahun ini, menurut Andhika, pendapatan perseroan masih mengandalkan dari anak usaha yang baru diakuisisi, yaitu PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI).

Akuisisi saham perusahaan jasa pengeboran migas ini dilakukan melalui penandatanganan SPA dengan PT Parwa Nusantara Technology pada 12 Juni 2012.

RMI merupakan perusahaan dengan bisnis inti di industri jasa pengeboran migas, termasuk kegiatan konstruksi dan pemeliharaan fasilitas produksi. RMI bahkan bakal memperoleh dua proyek lagi pada Semester Kedua 2012.

Mengingat investasi yang cukup besar di Blok Lemang PSC, perseroan kemungkinan belum akan mencatatkan laba bersih tahun ini. Perseroan telah menyelesaikan akuisisi terhadap 100% saham Eastwin Global Investments Ltd dari Roots Capital Asia Ltd. Eastwin Global memiliki 49% hak patisipasi di Blok Lemang PSC.

Pada Februari 2012, kedua pihak menandatangani perjanjian jual-beli saham Eastwin dengan nilai transaksi sebesar US$230 juta. Tahun ini perseroan menargetkan belanja modal (capex) senilai US$15-20 juta. "Adapun capex yang sudah terpakai baru sekitar US$6 juta," tuturnya. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877712/sugi-targetkan-pendapatan-tumbuh-100-di-2013

Perdana Saham Bank Jatim Oversubscribed 1,5 Kali


INILAH.COM, Jakarta - Permintaan investor terhadap perdana saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) mengalami kelebihan (oversubscribed) sebanyak 1,5 kali.

Berdasarkan sumber INILAH.COM, peminatnya 85% berasal dari institusi yang mayoritas lokal, dan sisanya ritel. Adapun harga yang terbentuk selama masa book buliding sebesar Rp430 per saham.

Sebelumnya diberitakan, Director Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Safei mengatakan pembeli korporasi terbesar antara lain PT Jamsostek (Persero), 10 perusahaan aset manajemen, beberapa perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan pengelola dana pensiun Mandiri Group.

Namun, menurutnya, belum ada investor asing yang tertarik. Adapun investor ritel dalam negeri yang tertarik masih di seputar pemain pasar modal lama.

Safei menjelaskan perekonomian global memang sedang terpuruk, tetapi untuk kepemilikkan saham di sektor financial services yang exposure-nya ke market domestik tidak terlalu berdampak.

Sementara itu, Dirut PT Bahana Securities Eko Yulianto menambahkan selain memburu investor lokal, pihak berencana menawarkan saham perdana tersebut ke pembeli asing. "Kami akan coba tawarkan ke investor di Singapura, Kuala Lumpur, dan Hong Kong," katanya beberapa waktu lalu.

Penawaran umum perdana saham Bank Jatim sudah dilakukan sejak 19 Juni 2012 dan berakhir pada 26 Juni 2012 lalu.

Dana hasil IPO nantinya sekitar 80% akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 23%. Sementara sisa dana IPO masing-masing 10% untuk pengembangan jaringan dan peningkatan IT Perseroan.

Hadi menambahkan, sebelum IPO pemegang saham seri A telah menyutik modal Perseroan sebesar Rp700 miliar, dengan rincian sebesar Rp280 miliar oleh Pemerintah Propinsi Jatim, dan sisanya dari Pemerintah Kota/Kabupaten se-Jatim. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877726/perdana-saham-bank-jatim-oversubscribed-15-kali

Global Teleshop Tetapkan Harga IPO Rp1.150/Saham


INILAH.COM, Jakarta - PT Global Teleshop Tbk menetapkan harga saham perdana sebesar Rp1.150 per saham.

"Harga kami yang tetapkan sebesar Rp1.150 per saham. Bookbuilding berlangsung dengan baik dan minat dari investor lokal dan asing cukup tinggi," tutur Direktur Keuangan PT Global Teleshop Tbk Januar Chandra, saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Selain itu, perseroan juga akan mengalami pergantian pemegang saham mayoritas dari PT Trilinum kepada PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO). Pemegang saham PT Trilinum menjual saham mayoritas kepada PT Trikomsel Oke Tbk.

Perseroan akan menawarkan 111,112 juta lembar saham atau 10% dari modal disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dana hasil penawaran umum saham perdana sekitar 60% digunakan untuk tambahan modal kerja di perseroan. Sisa dana hasil penawaran umum saham perdana sekitar 40% digunakan untuk pembayaran utang ke PT Trilinum sebesar Rp49,24 juta.

PT Equator Securities dan PT Lautandhana Securindo bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal penawaran umum saham perdana pada 19-20 Juni 2012, masa penawaran pada 2-4 Juli mendatang, dan perseroan akan mencatatkan saham perdana pada 10 Juli 2012.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877876/global-teleshop-tetapkan-harga-ipo-rp1150saham

PTPP Raih Kontrak Baru Rp2,8 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) telah memperoleh kontrak baru mencapai Rp2,8 triliun hingga Mei 2012. Kontrak baru terbesar disumbangkan oleh PLTG Duri 110 MW mencapai Rp917 miliar.

"Kontrak baru hingga Mei 2012 mencapai Rp2,8 triliun. Kontrak tersebut antara lain Educity Apartment senilai Rp226 miliar, Supreme Energy Muara Labuh senilai Rp164 miliar, PLTG Duri 100 MW senilai Rp917 miliar, dan pelebaran jalan tol Pasteur senilai Rp81 miliar," ujar Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Aviana saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Manajemen perseroan akan mengumumkan kontrak baru PTPP hingga Juni 2012 pada pekan depan. Perseroan menargetkan order book hingga Rp27 triliun pada 2012. Order book tersebut terdiri dari kontrak baru senilai Rp16,8 triliun dan carry over kontrak baru tahun lalu sebesar Rp10,2 triliun. Kontrak tersebut sebagian besar akan berasal dari proyek infrastruktur pemerintah sekitar 80% dan sisanya berasal dari swasta lokal dan asing.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877924/ptpp-raih-kontrak-baru-rp28-triliun

ENRG Catatkan Laba US$4,98 Juta


INILAH.COM, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan laba komprehensif neto menjadi US$4,98 juta atau naik 9,50% hingga triwulan pertama 2012 dari triwulan pertama 2011 senilai US$3,33 juta.

Kenaikan laba bersih diikuti penjualan bersih menjadi US$112,99 juta hingga triwulan pertama 2012 dari triwulan pertama 2011 senilai US$47,34 juta. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi US$65,86 juta hingga triwulan pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$27,97. Laba kotor naik menjadi US$41,05 juta hingga triwulan pertama 2012 dari periode sama sebelumnya US$19,37 juta. Laba usaha naik menjadi US$41,05 juta hingga triwulan pertama 2012 dari triwulan pertama 2011 senilai US$19,37 juta. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ini.

Perseroan mencatatkan kewajiban senilai US$1,24 miliar pada 31 Maret 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$1,23 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi US$668,18 juta pada triwulan pertama 2012 dari 31 Desember 2011 senilai US$663,19 juta. Aset perseroan sebesar US$1,90 miliar pada 31 Maret 2012. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi US$19,49 juta pada 31 Maret 2012 dari 31 Desember 2011 senilai US$15,84 juta.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1877959/enrg-catatkan-laba-us498-juta