DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Agustus 2012
JPRS Perluas Pabrik, Target Rp 600
INILAH.COM, Jakarta – PT Jaya Pari Steel (JPRS) ditargetkan akan menuju level Rp600 per lembarnya. Hal ini akan terealisasi setelah rampungnya pembangunan lini produksi tambahan pada pabrik JPRS.
Meski laba JPRS pada pertengahan 2012 ini mengalami penurunan sebesar 87%, jika dibandingkan laba pada periode sama pada tahun lalu, namun salah satu pengamat pasar mengungkapkan bahwa penurunan laba ini sebagai dampak dari penurunan volume penjualan baja akibat pembangunan lini produksi tambahan pada pabrik JPRS.
Dengan pembangunan ini, kemampuan produksi JPRS sementara menurun dari awal 2012 lalu. Namun jika pembangunan ini rampung diselesaikan pada akhir kuartal ketiga tahun ini, maka kapasitas produksi JPRS akan meningkat sedikitnya 85% dari kapasitas sebelumnya yang mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun.
Penambahan lini produksi ini dilakukan korporasi mengingat akan proyeksi pertumbuhan permintaan produk baja dalam negeri yang akan naik sebesar 30%. Meskipun selama ini JPRS hanya melayani permintaan produk baja untuk pasar dalam negeri, namun tidak menutup kemungkinan JPRS akan mencoba untuk mengekspor produknya.
Menurut salah satu manajemen atas JPRS, mereka akan mencoba untuk menyesuaikan kualitas produk bajanya dengan permintaan pasar dari luar negeri sebelum mencoba mengekspor produknya.
Menurut salah satu pengamat, harga saham JPRS akan menyentuh level Rp 600 dengan pertimbangan PER yang masih jauh di bawah para pesaingnya dan rata-rata pasar.
Pada perdagangan Jumat (10/8/2012) akhir pekan lalu, JPRS diperdagangkan senilai Rp 824.89 juta dan ditutup menguat pada level Rp 380 atau naik 15 poin (4,11%). [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893370/jprs-perluas-pabrik-target-rp-600
BEI Suspensi Waran Buana Listya Tama
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan waran PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) di pasar tunai dan pasar reguler pada Senin (13/8/2012) sesi pertama perdagangan saham.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI Umi Kulsum, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin, hari ini. Suspensi tersebut dilakukan mengingat ketentuan II.6.4 peraturan pencatatan Nomor:I-H tentang sanksi.
Bursa melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan,perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda seperti tertulis dalam ketentuan II.6.2 dan II.6.3.
Selain itu, bursa telah melakukan penghentian sementara perdagangan efek beberapa perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan tahun 2012 antara lain PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). BEI juga memperpanjang suspensi perdagangan efek PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), dan PT Panca Wiratama Saksi Tbk (PWSI). [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893724/bei-suspensi-waran-buana-listya-tama
SCMA Anggarkan Capex Rp50M untuk Siaran Digital
INILAH.COM, Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp50 miliar-Rp60 miliar pada tahap pertama untuk persiapan siaran digital.
Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Surya Citra Media Tbk Hardianto Saroso, kepada INILAH.COM, akhir pekan ini. "Belanja modal untuk tv digintal ada lima tahap. Pada tahap pertama kami menganggarkan dana sekitar Rp50 miliar-Rp60 miliar. Persiapan tv digital akan mulai pada September 2012," tutur Hardianto.
Lebih lanjut ia mengatakan, dana persiapan tv digital tersebut akan didapatkan dana operasional. Saat ditanya mengenai rencana stock split, Hardianto mengatakan, rencana stock split masih menunggu persetujuan pemegang saham pada 5 September 2012. Stock split tersebut dilakukan agar saham lebih likuid. Perseroan akan melakukan stock split dengan rasio 1:5. Pihaknya juga mengharapkan belanja iklan pada semester kedua 2012. Hal itu dikarenakan program Ramadhan perseroan cukup baik dan liga Champion.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893577/scma-anggarkan-capex-rp50m-untuk-siaran-digital
Laba Bersih ITMG H1 Naik 20%
INILAH.COM, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik 20,16% menjadi US$246,74 juta pada semester pertama 2012 dari periode yang periode yang sama 2011 sebesar US$205,33 juta.
Penjualan bersih perseroan naik 24,12% menjadi US$1,20 miliar YoY dari US$970,31 juta. Harga pokok penjualan perseroan naik menjadi US$798,16 juta YoY dari US$629,46 juta.
Laba kotor perseroan naik menjadi US$406,19 juta pada paruh pertama 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar US$340,84 juta. Demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/8/2012).
Beban penjualan perseroan naik menjadi US$66,84 juta YoY dari US$39,83 juta. Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik menjadi 0,22 pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar 0,18.
Sementara total liabilitas perseroan turun dari US$497,67 juta pada 31 Desember 2011 menjadi US$493,86 juta pada 30 Juni 2012. Ekuitas perseroan turun menjadi US$1,02 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$1,08 miliar. Kas perseroan turun menjadi US$531,96 juta pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar US$612,41 juta. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893746/laba-bersih-itmg-h1-naik-20
BEI Kaji Delisting Saham RINA Secara Paksa
INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengkaji untuk melakukan delisting terhadap saham PT Renewable Power Indonesia Tbk (RINA) secara paksa (forced delisting).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, pihaknya mengkaji delisting saham RINA yang dulu bernama PT Katarina Utama Tbk. Sebab perseroan tidak pernah membukukan laba sejak 2010. Sanksi delisting lebih dekat diarahkan kepada RINA bila dibandingkan dengan emiten yang terkena sanksi suspensi panjang seperti PT Surya Intrindo Makmur Tbk (SIMM) dan PT Panca Wiratama Sakti Tbk.
"Saham RINA lagi dikaji untuk didelisting sebab emiten ini sudah tidak memiliki pendapatan lagi. Untuk yang lain (yang juga terkena sanksi suspensi berkepanjangan) semisal SIMM masih ada pendapatannya," kata Hoesen pada akhir pekan lalu.
Manajemen RINA tidak membukukan pendapatan dan hanya beban usaha dan beban administrasi bank pada 2010. Pada kuartal kedua 2012, RINA membukukan rugi bersih sebesar 47,2 juta atau sedikit lebih baik bila di bandingkan dengan periode yang sama di 2011 yang mencetak kerugian sebesar 4,1 miliar. Namun, rugi bersih di 2011 sudah mencapai Rp 37,8 miliar, dan rugi bersih setahun sebelumnya Rp 77,53 miliar.
Sejak 18 Juli 2012, manajemen RINA telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Luar Biasa (RUPSLB) dan melakukan pergantian nama perusahaan serta pergantian kepemimpinan perusahaan. Saham RINA telah dihentikan sementara perdagangan saham sejak 1 September 2010.
Lebih lanjut Hoesen mengatakan, pihaknya telah meminta perkembangan restruktrisasi PT Surya Intrindo Makmur Tbk (SIMM). Hingga kini belum ada perkembangan restrukrisasi PT Surya Intrindo Makmur Tbk."Mereka memang agak lambat untuk perkembangan restrukrisasinya," ujar Hoesen.[hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893799/bei-kaji-delisting-saham-rina-secara-paksa
Ekspansi, PT Adi Sarana Armada Lepas 30% Saham
INILAH.COM, Jakarta - PT Adi Sarana Armada (ASSA) akan melepas 30% saham ke publik. Dana hasil penawaran umum saham perdana tersebut digunakan untuk ekspansi usaha dan membayar utang.
Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/8/2012). "Target ASSA di atas 30% termasuk pelepasan employee stock. Mereka memakai buku laporan keuangan Juni 2012 untuk melakukan penawaran umum saham perdana," kata Hoesen.
Lebih lanjut ia mengatakan, dana hasil penawaran umum saham perdana digunakan untuk ekspansi usaha dan bayar utang. PT Adi Sarana Armada merupakan perusahaan bergerak di sektor tranportasi khususnya rental kendaraan.
Dalam penawaran umum saham perdana tersebut, perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities dan PT Buana Capital untuk melakukan penawaran umum saham perdana. Kemungkinan perseroan dapat mencatatkan saham perdana pada Oktober 2012. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893929/ekspansi-pt-adi-sarana-armada-lepas-30-saham
UNTR Beli Saham PT Borneo Berkat Makmur US$51 Juta
INILAH.COM, Jakarta - PT United Tractor Tbk (UNTR) melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung telah menandatangai perjanjian pembelian saham bersyarat mengambil 100% saham PT Borneo Berkat Makmur senilai US$51 juta.
Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk, Sara Lubis dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (13/8/2012). Adapun PT Borneo Berkat Makmur merupakan pemegang dan pemilik 60% dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Piranti Jaya Utama memiliki konsensi pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah.
Luas areal lahan 4.800 hektar. Adapun penyelesaian transaksi tersebut tergantung kepada dipenuhinya seluruh kondisi prasyarat yang ditentukan dalam perjanjian dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait antara lain dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.
Sara menuturkan, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam-LK Nomor IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Hal itu mengingat nilai dari transaksi tersebut di bawah batas nilai transaksi yang diatur dalam peraturan Nomor IX.E.2. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893954/untr-beli-saham-pt-borneo-berkat-makmur-us51-juta
Strategi Baru, GTBO Bidik Penjualan 3 Juta Ton
INILAH.COM, Jakarta - PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) optimistis menargetkan penjualan hingga 3 juta ton batu bara pada semester dua 2012 melalui mekanisme transaksi baru perseroan.
"Untuk target semester dua 2012 kami (GTBO) menargetkan penjualan tambang batu bara mencapai 2,7 juta sampai 3 juta ton," kata Komisaris PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), Pardeep Dhir saat ditemui Strategi Baru, GTBO Bidik Penjualan 3 Juta Ton di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Pada penjualan semester satu atau per Juni 2012, GTBO berhasil meraih total penjualan 4,2 juta ton batu bara. Sebesar 3 juta ton penjualan didapat dari mekanisme pembelian langsung batu bara oleh para pembeli.
"Ini mekanisme pertama kali bagi buyer (pembeli) bisa melakukan transaksi pembayaran secara langsung untuk pembelian (penambangan) tahun berikutnya, sehingga penjualan bertambah," jelasnya.
Total penjualan tersebut meningkat karena diterapkannya mekanisme baru perusahaan dalam proses penjualan dalam penambangan batu bara.
"Per Juni 2012 penjualan tambang batu bara GTBO mencapai 1,2 juta ton ditambah penjualan 3 juta ton yang merupakan hasil penjualan tambahan dimana batu baranya akan diambil oleh pembeli sendiri," ujarnya. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893992/strategi-baru-gtbo-bidik-penjualan-3-juta-ton
Garda Tujuh Buana Anggarkan Capex US$3 Juta
INILAH.COM, Jakarta - PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), akan merealisasikan anggaran belanja modal perusahaan (capex) semester dua tahun ini sebesar US$3 juta untuk kebutuhan peralatan pertambangan dan infrastruktur.
"Anggaran capex perusahaan sebesar US$3 juta digunakan untuk memenuhi kebutuhan inrastruktur dan peralatan pertambangan pada semester dua," kata Komisaris GTBO Pardeep Dhir kepada INILAH.COM saat ditemui di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Anggaran belanja modal tersebut seluruhnya berasal dari kas internal dan tidak mengandalkan pinjaman luar. "Salah satu keunggulan kita adalah no debt dalam perusahaan, ini karena kondisi keuangan perusahaan yang masih sehat," ujarnya.
Ia juga mengatakan penjualan tambang batu bara perusahaannya masih tetap mempertahankan 95% ekspor ke luar negeri. Sedangkan untuk penjualan lokal tidak lebih dari 5%.
"Penjualan lokal sangat kecil, tidak lebih dari 5%, selebihnya ekspor seperti Cina dan India. India saja 85% dari tambang kita (GTBO)," ujarnya. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1894025/garda-tujuh-buana-anggarkan-capex-us3-juta
Dirundung Sentimen Negatif, Saham BUMI Jatuh
INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun tajam menyusul UBS AG menurunkan rekomendasi dari buy (beli) menjadi sell (jual) dan diturunkannya rating kredit BUMI oleh Standard & Poors rating Services (S&P).
Pada perdagangan hari ini, saham BUMI terpangkas 6,2 persen ditutup di level Rp1.060 dari perdagangan sebelumnya Rp1.120, atau level terendah sejak 25 Juni 2012.
Analis UBS, Andreas Bokkenheuser dalam laporannya menyatakan, UBS memangkas harga saham Bumi turun 70 persen menjadi Rp800. Penurunan ini tak lepas dari melemahnya permintaan batubara termal untuk pembangkit tenaga uap di China akibat tekanan krisis global.
Hal ini, kata Andreas, membuat harga batu bara di Australia's Newcastle turun 23 persen sepanjang tahun ini di tengah melambatnya perekonomian China, sebagai imbas krisis global.
"Kami perkirakan permintaan batubara dari China akan menurun, dan Bumi akan melanjutkan kerugiannya pada kuartal I-2012 hingga tahun 2013, dengan penurunan harga batubara tersebut," kata Andreas, yang dikutip dari bloomberg.com.
Penurunan harga saham perseroan juga tak lepas dari pernyataan S&P yang memangkas peringkat utang Bumi menjadi BB- dari sebelumnya BB dengan outlook negatif menyusul melemahnya arus kas perusahaan akibat utang yang menumpuk.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1894059/dirundung-sentimen-negatif-saham-bumi-jatuh
Juli, Biaya Eksplorasi Medco Capai US$12,64 Juta
INILAH.COM, Jakarta - Kegiatan eksporasi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bulan Juli di Blok Rimau PSC dan Blok Senoro Toili PSCmenelan biaya US$12,64 juta.
Demikian mengutip keterbukaan di BEI, Senin (13/8/2012). Perseroan masih melakukan tahap pengeboran pada kedua blok tersebut, dan hingga kini belum membuahkan hasil. Untuk Blok Rimau pengeboran hingga 378 kaki. Rencananya pengeboran dilakukan hingga 396 kaki.
Khusus untuk blok Rimau, perseroan telah menggelontorkan dana US$982,19 ribu. Rencananya, perseroan juga berencana melakukan uji sumur di blok itu.
Blok Rimau semula dikelola PT Stanvac Indonesia dengan kepemilikan 50 persen Exxon dan 50 persen Mobil Oil. Pada 22 Desember 1995, Medco E&P Indonesia mengambil alih 95 persen dan sisanya Perusahaan Daerah Pertambangan & Energi Sumsel.
Lokasi eksplorasi lainnya ada di berlokasi di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan total panjang 400 kilometer. Hingga Juli, perseroan telah menghabiskan dana hingga US$3,65 juta. Untuk Blok Sinoro telah menghabiskan dana US$ 8 juta per Juli 2012. Sejumlah kegiatan yang dilakukan adalah survei marine 2D 401kilometer, survei topografi 542,8 kilometer, drilling 6.900 SP.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1894062/juli-biaya-eksplorasi-medco-capai-us1264-juta
Sabtu, 11 Agustus 2012
Perpres lahan terbit, SMCB melejit 5,7%
JAKARTA. Saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) melaju paling kencang di antara emiten semen lainnya hari ini. Setelah pemerintah menerbitkan peraturan presiden tentang pengadaan lahan, saham-saham semen langsung menanjak.
Saham produsen semen terbesar ketiga Indonesia ini sempat melesat 5,7% menjadi Rp 2.775, level tertinggi sejak 11 Mei. Pada pukul 13.35, SMCB berada di harga Rp 2.750.
Emiten semen lainnya, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) hanya naik 0,4% dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 1,75%. SMGR adalah produsen semen terbesar pertama, sedang INTP terbesar kedua.
“Terbitnya aturan itu mendukung pengembangan proyek infrastruktur. Ini akan menambah konsumsi semen,” ujar Kartika Wulandari, analis PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas kepada Bloomberg.
Pada Selasa (7/8), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meneken perpres itu. Salah satu isinya, pemerintah menegaskan, durasi waktu keseluruhan penyelenggaraan pembebasan tanah untuk kepentingan umum paling lama 583 hari. Maklum, ia memasang target untuk menggandakan belanja infrastruktur menjadi US$ 140 miliar demi mendorong ekonomi tumbuh 6,6% di akhir masa jabatannya tahun 2014.
Holcim Indonesia dan Semen Gresik tengah memacu kapasitas produksinya di tengah program percepatan infrastruktur pemerintah. Pabrik ketiga Holcim akan mulai berproduksi tahun depan. Bulan lalu, Semen Gresik mengungkapkan rencananya untuk membangun dua pabrik semen di Jawa dan Sumatera senilai Rp 7 triliun.
Analis PT Kim Eng Securities Katarina Setiawan menyatakan bahwa aturan baru ini juga akan memberi keuntungan bagi emiten tol dan konstruksi.
Bapepam keluarkan Rp 57 triliun penawaran umum
JAKARTA. Dari awal tahun sampai awal Agustus, Bapepam-LK telah mengeluarkan 51 surat pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran penawaran umum. Dari jumlah tersebut, total nilai hasil penawaran umum mencapai Rp 57 triliun dan US$ 20 juta.
Menurut Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega rinciannya adalah sebagai berikut: 11 pernyataan efektif untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan nilai Rp 5,25 triliun, 11 penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai Rp 8,98 triliun, 16 obligasi/sukuk senilai Rp 8,98 triliun, dan 13 obligasi/sukuk berkelanjutan senilai Rp 26,03 triliun dan US$ 20 juta.
"Nilai obligasi dan sukuk berkelanjutan ini termasuk 6 penawaran umum obligasi dan sukuk yang telah memperoleh pernyataan efektif pada 2011," ungkap Ngalim, Jumat (10/8).
http://investasi.kontan.co.id/news/bapepam-keluarkan-rp-57-triliun-penawaran-umum
Menurut Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega rinciannya adalah sebagai berikut: 11 pernyataan efektif untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan nilai Rp 5,25 triliun, 11 penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai Rp 8,98 triliun, 16 obligasi/sukuk senilai Rp 8,98 triliun, dan 13 obligasi/sukuk berkelanjutan senilai Rp 26,03 triliun dan US$ 20 juta.
"Nilai obligasi dan sukuk berkelanjutan ini termasuk 6 penawaran umum obligasi dan sukuk yang telah memperoleh pernyataan efektif pada 2011," ungkap Ngalim, Jumat (10/8).
http://investasi.kontan.co.id/news/bapepam-keluarkan-rp-57-triliun-penawaran-umum
Modernland melirik lahan industri dan perhotelan
JAKARTA. Prospek bisnis properti di Indonesia semakin cerah. Para pengembang properti terus menggenjot pendapatan, mulai dari merambah bisnis kawasan industri hingga bisnis perhotelan.
PT Modernland Realty Tbk tengah menggarap kedua strategi bisnis tersebut. Akhir tahun lalu, emiten berkode saham MDLN ini menerbitkan saham baru(rights issue) dan berhasil mengantongi dana Rp 802,42 miliar. “Dana tersebut kami investasikan di kawasan industri di Cikande dan untuk hotel,” kata Cuncun Wijaya, Investor Relations Modernland Realty.
Di awal 2012, MDLN mengambilalih kawasan industri Cikande, Serang Banten, seluas 375 ha. Nilai transaksinya mencapai Rp 249 miliar. Di Cikande, Modernland mengakuisisi dua pengembang kawasan industrial, yakni PT Prima Inti Semesta dan PT The New Asia Industrial Estate, dengan nilai akuisisi masing-masing Rp 122 miliar dan Rp 127 miliar.
Modernland siap mengambilalih lahan di sekitar lokasi secara bertahap, sehingga dalam lima tahun perseroan memproyeksikan menguasai lahan kawasan industri seluas 1.000 ha. MDLN bertekad mengakuisisi lahan baru sekitar 200 ha setiap tahun.
MDLN serius mengembangkan bisnis kawasan industri lantaran menilai kebutuhannya sangat tinggi di Indonesia. Bencana banjir di Thailand dan tsunami di Jepang justru membawah berkah ke bisnis lahan industri di Tanah Air. “Banyak pihak yang merelokasi pabriknya ke Indonesia. Kita punya GDP bagus dan biaya buruh cukup rendah. Jadi kami akan fokus ke industrial,” ungkap Cuncun.
Selain lahan industri, MDLN siap berekspansi ke bisnis perhotelan. Perseroan telah mengakuisisi Hotel Novotel di Green Central City Jakarta Barat. Hotel bintang empat ini bakal memiliki 235 kamar. MDLN telah menggelontorkan dana Rp 130 miliar untuk membeli gedung hotel. “Kami beli unfinished. Jadi perlu tambahan modal kerja untuk running hotel ini,” ungkap Cuncun.
Modernland kembali menggelontorkan Rp 180 miliar untuk memberikan sentuhan akhir bagi Hotel Novotel. Hotel ini dijadwalkan beroperasi mulai kuartal IV-2012.
Alasan Modernland merambah bisnis hotel adalah untuk meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan atau recurring income. Saat ini kontribusi recurring income terhadap pendapatan perseroan masih sangat kecil, yakni di bawah 5%. Dengan berbisnis hotel, pengembang perumahan Kota Modern Tangerang ini ingin kontribusi recurring income terhadap total pendapatan tumbuh menjadi 10%-15% per tahun.
Manajemen belum bisa memproyeksikan target pendapatan bisnis hotel secara mendetail. Namun, jika tingkat okupansi penuh, maka Modernland bisa mengantongi pandapatan berkisar Rp 50 miliar hingga Rp 60 miliar per tahun. Pendapatan Modernland Realty memang masih didominasi oleh bisnis residensial. Selain Kota Modern, MDLN memiliki beberapa kawasan residensial seperti Modern Park di Cakung Jakarta Timur dan Modern Hill di Pondok Cabe Tangerang. Modernland juga memiliki proyek patungan dengan Keppel Land Singapura bernama Jakarta Garden City di Cakung.
Kawasan residensial ini memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap total pendapatan MDLN. Di bisnis residensial, Modernland berniat menambah kluster baru hingga akhir tahun ini. Di kuartal II-2012, persroan meluncurkan kluster Kota Modern. Kluster yang mengambil lahan seluas 4 ha ini diberi nama La Valetta.
MDLN menargetkan penjualan tahun ini meningkat 98% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1 triliun. Modernland ingin kawasan industri Cikande berkontribusi 35% dari target pendapatan tersebut. Adapun laba perseroan tahun ini diprediksi tumbuh 20% yoy menjadi Rp 110 miliar.
Neraca pembayaran Indonesia defisit US$ 2,8 miliar
JAKARTA. Seperti perkiraan sebelumnya, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2012 mencatatkan defisit yang lebih besar ketimbang kuartal I 2012. Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit NPI pada kuartal II 2012 sebesar US$ 2,8 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo mengatakan kuatnya permintaan domestik di tengah pelemahan ekonomi global berimbas pada kinerja eksternal ekonomi Indonesia. Buktinya, defisit transaksi berjalan pada kuartal II melebar menjadi US$ 6,9 miliar (3,1% dari PDB). Angka ini lebih tinggi ketimbang defisit pada kuartal I 2012 yang sebesar US$ 3,2 miliar.
Sebenarnya, pada kuartal II 2012 terjadi kenaikan surplus neraca modal dan finansial yang cukup tajam. BI mencatat surplus neraca modal dan finansial pada kuartal II 2012 sebesar US$ 5,5 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang kuartal I 2012 yang sebesar US$ 2,5 miliar. “Tapi secara keseluruhan, surplus transaksi modal dan finansial tersebut belum cukup untuk menutupi defisit transaksi berjalan, sehingga pada kuartal II 2012 NPI mengalami defisit US$ 2,8 miliar," kata Dody seperti yang dikutip dari siaran persnya Jumat (10/8).
Dody menuturkan, defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2012 dipicu oleh surplus neraca perdagangan yang terus menciut sehingga tak bisa mengimbangi defisit neraca jasa dan neraca pendapatan yang melebar. Seperti diketahui, surplus neraca barang pada kuartal II 2012 hanya sebesar US$ 1,56 miliar. Sementara defisit neraca jasa mencapai US$ 2,88 miliar.
Penurunan surplus neraca barang dipicu oleh melorotnya kinerja ekspor akibat turunnya permintaan dan harga komoditas global. Di sisi lain, Dody bilang laju impor barang modal dan bahan baku masih kuat. Di sisi neraca jasa, kenaikan defisit disebabkan karena naiknya pembayaran jasa transportasi barang impor dan peningkatan jumlah warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri.
Sementara itu, neraca pendapatan juga mencatatkan defisit US$ 6,4 miliar. "Ini terjadi karena laba dan bunga yang diperoleh investor asing atas investasi mereka di dalam negeri meningkat seiring dengan nilai investasinya yang terus bertambah," ungkap Dody.
Di sisi lain, tingginya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia membuat arus modal asing cukup deras membanjiri Indonesia. Hal ini membuat transaksi modal dan finansial mencatatkan surplus US$ 5,5 miliar. Kenaikan modal ini terjadi dalam bentuk investasi langsung, portofolio, maupun penarikan utang luar negeri swasta. Sayangnya, surplus transaksi modal tak mampu mengompensasi defisit neraca perdagangan.
Meski begitu, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan bakal menurun ke sekitar 2% dari PDB pada paruh kedua tahun ini. Sehingga, NPI secara keseluruhan akan kembali mencatat surplus. "Penurunan ekspor diperkirakan akan lebih kecil pada kuartal III sebelum kembali tumbuh positif pada kuartal IV-2012. Sementara pertumbuhan impor diperkirakan akan lebih rendah pada keseluruhan paruh kedua 2012," kata Dody.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan, impor barang modal dan bahan baku penolong memang tidak bisa terhindarkan. Hanya saja, ia yakin nantinya barang modal ini pada waktunya bakal menghasilkan barang jadi.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga agar ekspor tidak terlalu jatuh. Caranya, dengan membuka pasar baru dan juga mengeluarkan kebijakan agar ekspor bisa lebih lancar. "Kita juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan agar investasi dilakukan dengan porsi untuk bisa melakukan ekspor. Sehingga neraca perdagangan kita bisa lebih terkendali," kata Agus Jumat (10/8).
Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistyaningsih memperkirakan defisit NPI pada kuartal II tahun ini bakal lebih besar ketimbang kuartal I 2012. Pasalnya, dari sisi transaksi berjalan, defisitnya bakal lebih besar akibat pelebaran defisit neraca perdagangan.
Lana memperkirakan neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II tahun ini bakal defisit lebih dari US$ 2,5 miliar, atau bahkan bakal menyentuh level US$ 3 miliar.
http://nasional.kontan.co.id/news/neraca-pembayaran-indonesia-defisit-us-28-miliar
Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo mengatakan kuatnya permintaan domestik di tengah pelemahan ekonomi global berimbas pada kinerja eksternal ekonomi Indonesia. Buktinya, defisit transaksi berjalan pada kuartal II melebar menjadi US$ 6,9 miliar (3,1% dari PDB). Angka ini lebih tinggi ketimbang defisit pada kuartal I 2012 yang sebesar US$ 3,2 miliar.
Sebenarnya, pada kuartal II 2012 terjadi kenaikan surplus neraca modal dan finansial yang cukup tajam. BI mencatat surplus neraca modal dan finansial pada kuartal II 2012 sebesar US$ 5,5 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang kuartal I 2012 yang sebesar US$ 2,5 miliar. “Tapi secara keseluruhan, surplus transaksi modal dan finansial tersebut belum cukup untuk menutupi defisit transaksi berjalan, sehingga pada kuartal II 2012 NPI mengalami defisit US$ 2,8 miliar," kata Dody seperti yang dikutip dari siaran persnya Jumat (10/8).
Dody menuturkan, defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2012 dipicu oleh surplus neraca perdagangan yang terus menciut sehingga tak bisa mengimbangi defisit neraca jasa dan neraca pendapatan yang melebar. Seperti diketahui, surplus neraca barang pada kuartal II 2012 hanya sebesar US$ 1,56 miliar. Sementara defisit neraca jasa mencapai US$ 2,88 miliar.
Penurunan surplus neraca barang dipicu oleh melorotnya kinerja ekspor akibat turunnya permintaan dan harga komoditas global. Di sisi lain, Dody bilang laju impor barang modal dan bahan baku masih kuat. Di sisi neraca jasa, kenaikan defisit disebabkan karena naiknya pembayaran jasa transportasi barang impor dan peningkatan jumlah warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri.
Sementara itu, neraca pendapatan juga mencatatkan defisit US$ 6,4 miliar. "Ini terjadi karena laba dan bunga yang diperoleh investor asing atas investasi mereka di dalam negeri meningkat seiring dengan nilai investasinya yang terus bertambah," ungkap Dody.
Di sisi lain, tingginya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia membuat arus modal asing cukup deras membanjiri Indonesia. Hal ini membuat transaksi modal dan finansial mencatatkan surplus US$ 5,5 miliar. Kenaikan modal ini terjadi dalam bentuk investasi langsung, portofolio, maupun penarikan utang luar negeri swasta. Sayangnya, surplus transaksi modal tak mampu mengompensasi defisit neraca perdagangan.
Meski begitu, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan bakal menurun ke sekitar 2% dari PDB pada paruh kedua tahun ini. Sehingga, NPI secara keseluruhan akan kembali mencatat surplus. "Penurunan ekspor diperkirakan akan lebih kecil pada kuartal III sebelum kembali tumbuh positif pada kuartal IV-2012. Sementara pertumbuhan impor diperkirakan akan lebih rendah pada keseluruhan paruh kedua 2012," kata Dody.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan, impor barang modal dan bahan baku penolong memang tidak bisa terhindarkan. Hanya saja, ia yakin nantinya barang modal ini pada waktunya bakal menghasilkan barang jadi.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjaga agar ekspor tidak terlalu jatuh. Caranya, dengan membuka pasar baru dan juga mengeluarkan kebijakan agar ekspor bisa lebih lancar. "Kita juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan agar investasi dilakukan dengan porsi untuk bisa melakukan ekspor. Sehingga neraca perdagangan kita bisa lebih terkendali," kata Agus Jumat (10/8).
Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistyaningsih memperkirakan defisit NPI pada kuartal II tahun ini bakal lebih besar ketimbang kuartal I 2012. Pasalnya, dari sisi transaksi berjalan, defisitnya bakal lebih besar akibat pelebaran defisit neraca perdagangan.
Lana memperkirakan neraca pembayaran Indonesia pada kuartal II tahun ini bakal defisit lebih dari US$ 2,5 miliar, atau bahkan bakal menyentuh level US$ 3 miliar.
http://nasional.kontan.co.id/news/neraca-pembayaran-indonesia-defisit-us-28-miliar
Bumi Resources rugi setelah pajak US$ 111 juta
JAKARta. Rapor Bumi Plc, induk usaha PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk, masih merah di semester I-2012. Di periode tersebut, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa London ini menderita kerugian yang diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai US$ 117 juta. Jumlah ini menyusut 62% daripada kerugian di semester I-2011 senilai US$ 308 juta.
Kendati menderita kerugian, Bumi Plc mencatatkan pertumbuhan laba operasional setinggi 106,45% year-on-year (yoy) menjadi US$ 128 juta pada semester I-2012.
Chief Executive Officer Bumi Plc, Nalin Rathod, mengungkapkan kinerja keuangan Bumi Plc dipengaruhi kerugian di tingkat anak usaha. Terutama karena pembayaran bunga yang cukup tinggi dan kerugian turunan dari Bumi Resources.
"Selain itu, harga batubara termal juga menurun secara signifikan selama beberapa bulan terakhir, bersama dengan harga logam mineral lainnya. Ini mencerminkan tantangan perekonomian global," kata Nalin, dalam laporan keuangan Bumi Plc yang dirilis Kamis (9/8) lalu.
Bumi Plc melaporkan, selama semester pertama tahun ini, Bumi Resources menderita kerugian setelah pajak mencapai US$ 111 juta. Padahal di semester I-2011, Bumi Resources masih mencatatkan keuntungan setelah pajak senilai US$ 41 juta. Manajemen Bumi Resources juga berupaya memangkas tumpukan utang, salah satu caranya dengan mencairkan investasi dan aset-aset non-inti. Emiten berkode BUMI ini memang berniat mempercepat pembayaran utang kepada China Investment Corp (CIC) senilai US$ 600 juta pada Oktober 2012.
Kenaikan kinerja operasional Bumi Plc berasal dari pertumbuhan penjualan Berau Coal Energy dan Bumi Resources. Selama paruh pertama tahun ini, Berau Coal dan Bumi Resources mencatatkan kenaikan volume penjualan batubara masing-masing 6,67% dan 9,36% menjadi 9,8 juta ton dan 32,7 juta ton. Tapi di periode yang sama, rata-rata harga jual batubara Bumi Resources menurun 3,61% yoy menjadi US$ 88 per ton. Sedangkan rata-rata penjualan batubara Berau Coal meningkat 2,68% yoy menjadi US$ 76,6 per ton.
BUMI memproyeksikan produksi batubara sepanjang tahun ini mencapai 75 juta ton, atau meningkat 13,64% daripada produksi 2011 yang sebanyak 66 juta ton. Adapun Berau Coal Energy (BRAU) menargetkan pertumbuhan produksi 0%-10% menjadi 20 juta-22 juta ton selama 2012.
Jhon Veter, Managing Director Investa Saran Mandiri, perusahaan pengelola dana, berpendapat investor sebaiknya menjauhi saham-saham Grup Bakrie, termasuk BUMI. Menurut dia, dengan tumpukan utang yang cukup besar, saham BUMI sulit divaluasi secara discounted cash flow. "Tekanan jual saham BUMI akan semakin meningkat di periode Agustus-September ini," ungkap Jhon.
Dia pun merekomendasikan jual saham BUMI dengan target Rp 900 per saham dalam dua bulan ke depan. Harga saham BUMI, Jumat (10/8), di posisi Rp 1.130 per saham, atau sudah merosot sedalam 92,48% sejak awal tahun (year to date).
Lippo Karawaci bangun apartemen mewah di Kemang
JAKARTA. Lantaran tingginya permintaan residensial mewah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, PT Lippo Karawaci Tbk pun tertarik membangun apartemen mewah di kawasan itu. Perseroan akan mendirikan apartemen bertajuk The Bloomington di superblok miliknya di Kemang Village.
Perusahaan berkode saham LPKR ini akan mulai memasarkan apartemen itu pada September mendatang. The Bloomington akan menjadi menara residensial ketujuh di Kemang Village, melengkapi enam yang sudah berdiri sebelumnya, yaitu The Ritz, The Cosmopolitan, The Empire, The Infinity, The Tiffany, dan The Intercon.
"The Bloomington merupakan yang paling eksklusif karena jumlah unitnya terbatas, kurang dari 150," papar Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli di Jakarta, Kamis (9/8). Sedangkan enam menara lainnya, rata-rata terdiri dari 200 unit, yang saat ini sudah terisi penuh.
Lippo Karawaci mematok harga untuk The Bloomington mulai dari Rp 35 juta per meter persegi (m2) atau setara Rp 7 miliar per unit. Sebagai perbandingan, harga keenam menara sebelumnya yang dibangun mulai 2007 silam hanya berkisar Rp 3 miliar-Rp 4 miliar per unit.
Target pasar utama The Bloomington adalah ekspatriat. Maklum, kawasan Kemang memang dikenal sebagai favorit ekspatriat. "Porsi penghuni ekspatriat di enam menara yang sudah jadi antara 40%-50%. Mereka menyewa maupun membeli," ungkap Jopy.
Memang, pemerintah belum membuka keran kepemilikan properti asing di Indonesia. Menurut Jopy, biasanya ekspatriat membeli unit apartemen dengan cara memanfaatkan sales and purchase agreement (SPA) dengan pengembang, atau memakai nama orang lain.
Jika tak ada aral melintang, Lippo Karawaci akan langsung membangun menara The Bloomington setelah pemasarannya dimulai. Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu tiga tahun. Sayang, Jopy memilih soal nilai investasinya.
Fasilitas komersil
Bukan hanya residensial, Lippo Karawaci juga berencana meneruskan pengembangan fasilitas komersial yang ada di Kemang Village. Saat ini dari lahan seluas 15,5 hektare (ha) yang ada di Kemang Village, baru sekitar 8 ha yang sudah dikembangkan.
Fasilitas komersil
Bukan hanya residensial, Lippo Karawaci juga berencana meneruskan pengembangan fasilitas komersial yang ada di Kemang Village. Saat ini dari lahan seluas 15,5 hektare (ha) yang ada di Kemang Village, baru sekitar 8 ha yang sudah dikembangkan.
Dalam waktu dekat, bersamaan dengan peluncuran apartemen The Bloomington, perseroan akan membuka eXion Mall. Kata Jopy, saat ini, tingkat okupansi mal itu sudah 100%.
Setelah mal, Lippo Karawaci akan melanjutkan pengembangan Kemang Village dengan mendirikan hotel sebanyak 275 kamar pada 2013. Rencananya, hotel itu akan dioperasikan oleh JW Marriot sebagai hotel berbintang lima.
Selanjutnya, pihak Lippo juga akan menambah fasilitas komersil, berupa Siloam Hospitals, Country Club, Sekolah Pelita Harapan (SPH), hingga kapel. "Kami juga berencana bangun perkantoran satu atau dua menara," imbuh Jopy.
Sayangnya, dia belum bersedia merinci rencana pembangunan kantor, yang baru akan digarap awal 2013 itu.
Hingga semester pertama 2012, Lippo karawaci sudah membukukan pendapatan Rp 2,41 triliun. Jumlah itu meningkat 28% dibanding periode yang sama tahun lalu. Divisi residensial dan township, termasuk Kemang Village memberi kontribusi terbesar, yaitu Rp 1,13 triliun.
Kenaikan IHSG Hanya 8,38% Sepanjang 2012
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mencatatkan kenaikan sebesar 8,38% dari 3.821,99 pada akhir 2011 menjadi 4.142,337 pada akhir Juli 2012.
Kenaikan IHSG tersebut diikuti kenaikan kapitalisasi pasar saham BEI menjadi Rp3.916 triliun pada akhir Juli 2012 dari akhir Desember 2011 sebesar Rp3.537 triliun. Namun rata-rata nilai transaksi harian saham periode Januari-Juli 2012 turun sebesar 11,70% menjadi Rp4,47 triliun dibandingkan 2011 sebesar Rp5,06 triliun. Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/8/2012).
Rata-rata frekuensi transaksi harian saham periode Januari-Juli 2012 mencapai 117.920 kali atau mengalami kenaikan sebesar 9,23% dibandingkan periode sama pada 2011 sebanyak 107.960 kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian saham periode Januari-Juli 2012 mengalami penurunan 15,76% menjadi 4,04 miliar saham dibandingkan periode sama 2011 sebanyak 4,80 miliar saham.
Selain itu, total dana yang berhasil dihimpun dari pasar modal mencapai Rp19,1 triliun yang berasal dari penawaran umum saham perdana sebesar Rp5,8 triliun, rights issue sebesar Rp12,1 triliun, dan waran sebesar Rp1,2 triliun. Ada 13 emiten yang telah tercatat selama periode Januari-Juli 2012.
Hingga Juli 2012, terdapat 38 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi senilai Rp42,47 triliun yang diterbitkan oleh 33 emiten dan dicatatkan di BEI. Pencatatan baru ini terdiri dari 34 emisi obligasi senilai Rp40,99 triliun dan 4 emisi sukuk senilai Rp1,475 triliun. Instrumen sukuk pada 2012 juga naik 100% dari sisi jumlah emisi dan naik sebesar 638% dari sisi nilai dibandingkan 2011. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893287/kenaikan-ihsg-hanya-838-sepanjang-2012
Tahun Ini, Bank Ekonomi Incar Kredit Naik 35%
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 35% tahun 2012 ini.
Direktur Credit & Operational Risk Bank Ekonomi, Endy Abdurrahman mengutarakan kredit Bank Ekonomi saat ini masih didominasi kredit investasi yang besarnya mencapai 80%. "Kredit ke UMKM cukup besar, mencapai 60-65 persen," tuturnya usai acara buka puasa bertema "Bersama Menebar Kasih" di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Dia mengakui Bank Ekonomi tidak terlalu konsentrasi ke ritel saat ini. "Ritel di kita lebih kepada untuk mendukung kebutuhan nasabah yang ada," tuturnya.
Pada Semester I 2012, Bank Ekonomi berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20% dibanding periode yang sama 2011.
Sementara dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), bank yang diakuisisi HSBC Asia Pacific Holding pada 2009 lalu ini membukukan kenaikan sebesar 20% pada Semester I 2012. DPK ini sendiri berasal dari deposito sebesar 40% dan CASA (tabungan dan giro) sebesar 60%.
"Kami juga menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 20% untuk menunjang pertumbuhan kredit yang kami harapkan bisa tumbuh 15% lagi hingga akhir tahun," tegasnya.
Bank Ekonomi juga sudah berhasil memperbesar Loan to Deposit Ratio (LDR) hingga mencapai 82% dari waktu diakuisisi yang hanya 38%. "Ini berakibat kepada membesarnya BOPO (beban operasional) kita yang saat ini sudah mendekati 70%," tukasnya.
Untuk pendapatan fee base Bank Ekonomi saat ini, dia mengakui masih kecil. "Tapi potensi fee base income ini sangat besar ke depan, terutama dari sisi ekspor impor dan cash management. Cash management saat ini hanya untuk mendukung kebutuhan nasabah saja dan ini baru akan menjadi proyek kita dalam 5 tahun ke depan," katanya.
Dia mengutarakan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Bank Ekonomi sangat kecil berada di bawah level 0,34%.
Pada Semester I 2012, rasio kecukupan modal (CAR) Bank ekonomi sebesar 15%, dan kemungkinan akan turun sampai akhir tahun karena besarnya investasi yang dilakukan perseroan setelah diakuisisi HSBC. "Tapi setidaknya kita akan tetap mempertahankan CAR ini tidak berada di bawah aturan BI sebesar 12%," tandasnya.
Bank Ekonomi menargetkan pembukaan 10 cabang baru dan 15 relokasi cabang tahun ini. Dari 10 cabang baru, perseroan sudah membuka 3 cabang, yaitu di Jambi, Bekasi, dan Seragen. Sementara untuk relokasi cabang telah dilakukan di 6 cabang, di antaranya Bandung dan Surabaya.
Rencananya ke depan Bank Ekonomi juga akan membuka cabang barunya di Magelang, Pati, Purwokerto, Mangga Dua Jakarta, Bengkulu, Pantai Indah Kapuk (PIK).
Saat ini Bank Ekonomi memiliki 122 ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Sedang Net Interest Margin (NIM) Bank Ekonomi berada di bawah 5%. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1893191/tahun-ini-bank-ekonomi-incar-kredit-naik-35
Kamis, 09 Agustus 2012
Eskpor timah bulan Juli turun 16,2%
JAKARTA. Ekspor timah batangan bulan Juli turun 16,2% menjadi 8.298,5 metrik ton ketimbang realisasi ekspor bulan Juni sebesar 9.647 ton.
Data dari Kementerian Perdagangan itu menyebutkan, ekspor timah bulan Juli tersebut masih lebih baik ketimbang dua bulan sebelumnya yang sempat terpuruk dengan realisasi ekspor 7.866 ton.
Kinerja ekspor timah turun karena krisis utang yang melilit Eropa. Begitu juga permintaan timah dari China yang ikut turun karena melambatnya ekonomi di Negara Tirai Bambu tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)