DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 11 Desember 2012

After-hours - 11 Desember 2012

Market Review

Sebanyak 129 saham berakhir menguat sementara 124 saham lainnya ditutup melemah dan 101 saham berakhir stagnan pada sesi perdagangan hari Selasa. Jakarta Composite Index (JCI) kembali berfluktuasi di sekitar 4,300 dengan level terendah yang dicapai hari Selasa ini di 4,290.29 sedangkan level tertinggi yang dicapai indeks hari ini adalah 4,325.55. Dua indeks acuan lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga berakhir menguat yaitu masing-masing sebesar 0.67% dan 0.64%, sedangkan di tingkat regional indeks Nikkei berakhir melemah tipis 0.09% dan sebaliknya indeks Hang Seng dan KOSPI ditutup naik 0.21% dan 0.37%.


Posisi transaksi asing pada hari ini ditutup pada net sell senilai Rp120.06 miliar dengan hanya tiga sektor yang berakhir melemah: properti (-1.02%), infrastruktur (-0.67%) dan sektor industry dasar (-0.57%). Sektor pertambangan menjadi sektor terbaik hari ini dengan kenaikan sebesar 1.9%, disusul oleh sektor barang konsumsi sebesar 1.25% dan sektor perdagangan sebesar 0.62%.
Beradunya katalis positif dan negatif menjadikan pasar cenderung fluktuatif. Di satu sisi data-data ekonomi dari Amerika dan China serta Eropa cenderung mixed sementara di sisi lain berita seputar Italia dan Amerika cenderung menghambat laju indeks menuju 4,400.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengunduran diri PM Italia Mario Monti dikhawatirkan akan menarik kembali Italia ke dalam situasi krisis kembali dengan potensi kembalinya Silvio Berlusconi ke panggung politik Italia. Di Amerika, negosiasi anggaran belanja Amerika masih belum menemukan titik temu sementara batas waktu yang tersisa hanya kurang dari satu bulan lagi.

Menjelang sesi perdagangan di Amerika, indeks FTSE dan DAX untuk sementara ini masih berfluktuasi di zona positif dengan masing-masing menguat 0.2% dan 0.46%.

Di antara sembilan saham terekomendasi, ASGR, INDS dan MDLN mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0.71%, 4.49% dan 2% sedangkan ISAT, SSIA, dan CPIN melemah masing-masing sebesar 0.81%, 3.6% dan 2.31%. ESSA, BBNI dan PGAS di sisi lain berakhir stagnan.

Data ekonomi yang akan dirilis malam ini di Amerika yaitu neraca perdagangan untuk periode bulan Oktober yang diprediksi akan mengalami kenaikan pada defisitnya menjadi $42.6 miliar dari $41.5 miliar yang dibukukan pada bulan September.

Pergerakan JCI pada hari Rabu esok diperkirakan masih akan cenderung tetap dalam rentang konsolidasinya yaitu antara 4,250-4,350. Apabila bursa Eropa dan Amerika berhasil mencatatkan kinerja positif pada sesi perdagangan hari Selasa ini, bursa regional diperkirakan juga akan mencatatkan kinerja positif pada Rabu besok.


Senin, 10 Desember 2012

Morning Dew - 11 December 2012

Market Preview

Bursa saham di Eropa cenderung berakhir menguat pada sesi perdagangan hari Senin dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing berakhir naik 0.12% & 0.17%. Seperti halnya bursa Eropa, bursa saham di Amerika juga cenderung mengakhiri sesi awal pekan ini dengan kenaikan tipis dimana indeks Dow Jones menguat 0.11%, indeks S&P 500 naik tipis 0.03%, disusul oleh indeks NASDAQ yang mencatatkan kenaikan sebesar 0.30%.


Data ekonomi China yaitu output industrial dan penjualan ritel yang dirilis hari Minggu berhasil mengimbangi melemahnya sentimen pasar yang terpukul oleh rencana pengunduran diri PM Italia Mario Monti. Monti yang menggantikan Silvio Berlusconi menjabat sebagai PM Italia hingga dilangsungkannya pemilu di Italia. Monti menyebut tidak adanya dukungan terhadap dirinya sebagai alasan pengunduran dirinya. Berlusconi yang mengkritisi program pemerintahan Monti diperkirakan akan berupaya untuk kembali memimpin Italia dan hal ini dikhawatirkan bakal menggagalkan program reformasi ekonomi di Italia yang berpotensi buruk terhadap upaya pengendalian utang negara ini.

Kekhawatiran pasar akan ketidakpastian politik dan ekonomi di Italia setidaknya terimbangi oleh data ekonomi yang dirilis di China. Produksi industrial di China dilaporkan menanjak sebesar 10.1% di bulan November dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini berhasil melewati ekspektasi pasar yaitu 9.8%. Data lainnya dari China adalah penjualan ritel yang dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 14.9%. Meskipun demikian, tidak semua data ekonomi China berdampak positif. Neraca perdagangan China yang pada bulan Oktober lalu dilaporkan berada di level $31.99 miliar mengalami penyusutan hingga menjadi $19.63 miliar pada bulan November. Stagnannya impor tidak mampu diimbangi oleh perlambatan tajam pada ekspor yang meningkat 2.9%, jauh di bawah kenaikan ekspor yang terjadi pada bulan sebelumnya yaitu 11.6%.

Di Eropa, data neraca perdagangan Jerman juga dirilis. Seperti halnya di China, Jerman juga mengalami penyusutan surplus pada neraca perdagangannya. Per Oktober jumlah surplus neraca perdagangan dilaporkan turun dari €16.9 miliar menjadi €15.8 miliar setelah impor meningkat 2.5%, jauh dari kenaikan ekspor yang hanya mengalami peningkatan sebesar 0.3%.

Hari Selasa ini di Amerika akan dirilis data neraca perdagangan yang diperkirakan memburuk dari defisit senilai $41.5 miliar menjadi $42.6 miliar. Jerman juga akan merilis indeks ZEW yang merupakan barometer sentimen iklim usaha di Jerman. Indeks ZEW untuk situasi terkini periode Desember diperkirakan naik tipis dari 5.4 menjadi 6.0 sementara indek ZEW untuk sentimen ekonomi pada bulan Desember diperkirakan membaik dari -15.7 menjadi -11.5.

Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan kembali bergerak dalam rentang yang relatif sama dengan hari Senin dengan bias positif. Pasar diperkirakan akan tetap memusatkan perhatiannya pada isu jurang fiskal di Amerika selain pada ketidakpastian politik dan ekonomi di Italia paska rencana pengunduran diri Mario Monti.


After-hours - 10 Desember 2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) menutup sesi perdagangan pada awal pekan ini dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0.28% atau 11.81 poin saat ditutup di 4302.61. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berhasil menguat masing-masing sebesar 0.58% dan 0.59% dan ditutup di 731.66 dan 370.34. Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir menguat yaitu masing-masing sebesar 0.07% dan 0.39% sedangkan indeks KOSPI melemah tipis sebanyak 0.03 poin.

Kenaikan pada hari Senin ini didukung oleh 113 saham yang menguat dan 98 saham lainnya yang stagnan. Namun, sebaliknya terdapat 149 saham yang berakhir melemah. Sementara itu, posisi transaksi asing berakhir dengan net sell senilai Rp239.48 miliar.

Di antara sepuluh sektor yang diperdagangkan, sebanyak empat sektor berakhir menguat dengan dipimpin oleh sektor keuangan (+1.02%), disusul oleh sektor infrastruktur (+0.86%), dan sektor aneka industri (+0.59%). Sektor dengan penurunan terbesar adalah sektor industri dasar yang melemah 0.79%, diikuti oleh sektor properti yang turun 0.67%.

Dua saham yang baru masuk rekomendasi hari ini yaitu CPIN dan PGAS berhasil mencapai level entrynya masing-masing di 3300 dan 4550. Rekomendasi-rekomendasi lainnya berakhir mixed dengan ESSA (+0.84%) dan INDS (+0.65%) berakhir menguat, sementara sebaliknya ASGR (-2.1%), MDLN (-7.41%), ISAT (-1.6%), dan SSIA (-2.63%) ditutup melemah. BBNI menjadi satu-satunya yang berakhir stagnan.

Data ekonomi yang dirilis pada hari ini adalah neraca perdagangan China untuk periode November yang menunjukkan penurunan surplus dari $31.99 miliar menjadi $19.63 miliar, lebih buruk dari ekspektasi pasar yaitu $26.85 miliar. Posisi neraca yang menurun ini dipicu oleh perlambatan ekspor yang signifikan dari 11.6% yang dicatatkan pada bulan Oktober menjadi 2.9% di bulan November. Sementara posisi impor stagnan dibandingkan impor pada bulan sebelumnya yang mengalami kenaikan 2.4%.

Berita bahwa PM Italia Mario Monti akan mengundurkan diri setelah pemilu di Italia juga ditanggapi negatif oleh pasar, terutama pasar Eropa. Tanpa adanya figure Mario Monti dikhawatirkan prospek Italia akan dipenuhi ketidakpastian, terutama dengan ambisi mantan PM Silvio Berlusconi untuk kembali memimpin Italia. Berlusconi dikhawatirkan akan menggagalkan program pengetatan anggaran di Italia yang tengah dilakukan oleh pemerintahan PM Mario Monti. Saham-saham di Eropa untuk sementara berada di zona negatif dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing melemah 0.31% dan 0.57%.

Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis di sesi New York malam ini, sehingga fokus pasar akan terpusat pada respon Wall Street terhadap data China dan rencana pengunduran diri Mario Monti. Selain itu, perdebatan anggaran antara partai Demokrat dan Republik tetap menjadi pusat perhatian pasar hingga masalah ini dapat terselesaikan.


Minggu, 09 Desember 2012

Morning Dew - 10 December 2012

Market Preview


Saham-saham di Amerika cenderung berakhir mixed pada sesi perdagangan hari Jumat lalu. Indeks Dow Jones ditutup menguat 81.09 poin atau 0.62% ke 13155.10 sementara indeks S&P 500 ditutup naik 4.13 poin atau 0.29% di 1418.07. Sebaliknya, indeks NASDAQ kembali terjungkal oleh lemahnya saham Apple Inc. hingga berakhir melemah 0.36% atau 11.23 poin di 2978.04.

Sebelumnya, pada sesi perdagangan di Eropa, indeks FTSE dan DAX berakhir mixed. FTSE ditutup menguat 12.98 poin atau 0.22% di 5914.4, sementara indeks DAX yang sehari sebelumnya menguat tajam terkoreksi sebanyak 16.74 poin atau 0.22% di 7517.80.

Indeks Dow mengawali sesi perdagangan hari Jumat dengan positif setelah data nonfarm payrolls Amerika untuk periode bulan November dilaporkan naik 146 ribu dibandingkan dengan angka payrolls bulan Oktober yang berjumlah 138 ribu. Rata-rata analis sebelumnya memperkirakan payrolls hanya akan bertambah sebanyak 85 ribu. Tingkat pengangguran juga dilaporkan membaik dari 7.9% menjadi 7.7%, terbaik sejak Desember 2008 lalu.

Sentimen positif dari payrolls ini pada akhirnya tergerus oleh data indeks kepercayaan konsumen yang dirilis oleh Universitas Michigan & Thomson Reuters untuk periode bulan Desember. Indeks sentimen ini dilaporkan mengalami penurunan dari 82.7 menjadi 74.5, sementara konsensus sebelumnya memperkirakan indeks akan berada di level 82 di bulan Desember. Salah satu pemicu memburuknya sentimen adalah prospek adanya kenaikan pajak pada tahun mendatang meskipun antara partai Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sehubungan dengan penyusunan anggaran belanja Amerika untuk 2013.

Pekan mendatang, pusat perhatian pasar diperkirakan masih akan tertuju pada perundingan antara Kongres Amerika yang didominasi oleh partai Republik dan Presiden Barack Obama sehubungan dengan penetapan anggaran belanja Amerika tahun 2013. Diperkirakan hingga masalah ini terselesaikan dengan kompromi antara dua belah kubu, hal ini akan terus menerus membebani sentimen para investor.

Dari Amerika, data neraca perdagangan akan dirilis pada hari Selasa dengan perkiraaan defisit akan meningkat dari $41.5 miliar menjadi $42.6 miliar di bulan Oktober. Pertemuan Federal Reserve juga akan dilangsungkan pekan mendatang, namun diperkirakan tidak akan ada perubahan pada tingkat suku bunga di Amerika. Indeks harga produsen Amerika akan dirilis pada hari Rabu dimana indeks diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 1.8% di bulan November, melambat dibandingkan 2.3% yang dicatatkan pada bulan Oktober lalu. Di luar harga makanan dan energi, indeks diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 2.2%, sedikit terakselerasi dari kenaikan sebesar 2.1% yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Data lainnya yang dirilis di Amerika adalah data penjualan ritel dan juga data jobless claims pada hari Kamis. Pada hari Jumat, data indeks harga konsumen dan juga data produksi industrial akan dirilis pada penghujung pekan mendatang.

Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan akan kembali bergerak di antara kisaran 4,250 hingga 4,350 dengan support signifikan didapat di 4,242 dan resistance di 4,350 diprediksi akan sulit dilalui pada kondisi saat ini.

Namun, untuk awal pekan sentimen regional akan ditopang oleh data-data ekonomi China yang dirilis pada hari Minggu dimana produksi industry untuk bulan November lalu dilaporkan meningkat 10.1% dari periode yang sama tahun sebelumnya, lebih baik dari data bulan Oktober yang menunjukkan peningkatan sebesar 9.6% dan juga melebihi ekspektasi para analis yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 9.8%. Penjualan ritel untuk bulan November juga berhasil melebihi ekspektasi. Penjualan dilaporkan mengalami akselerasi dari 14.5% menjadi 14.9%, sementara konsensus berada di 14.6%. Sementara itu, data inflasi China menunjukkan terjadinya kenaikan indeks harga konsumen sebesar 2.0% di bulan November dibandingkan kenaikan 1.7% di bulan Oktober. Di tingkat produksi, indeks harga produsen masih mengalami penurunan yaitu sebesar 2.2% setelah sebulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 2.8%. Para analis sebelumnya memperkirakan CPI dan PPI masing-masing naik 2.1% dan turun 2%.

Inflasi yang terkendali disertai oleh membaiknya data industrial dan juga penjualan ritel mengindikasikan bahwa kondisi perekonomian di China mulai membaik walaupun masih harus dilihat konsistensi data-data ekonomi tersebut.


Click here to download the full update (PDF)

Jumat, 07 Desember 2012

After-hours - 7 Desember 2012

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Kamis dengan mencatatkan kenaikan sebesar 5.76 poin atau 0.13%, sementara dua indeks acuan utama lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 berakhir mixed dengan masing-masing naik 0.05% dan turun 0.05%. Bursa regional juga cenderung berakhir positif dengan indeks Nikkei dan KOSPI berakhir menguat masing-masing 0.81% dan 0.13%, sedangkan indeks Hang Seng terkoreksi 0.09% setelah sehari sebelumnya menguat tajam.


Sebanyak 135 saham ditutup menguat, 130 saham ditutup melemah dan sisanya sebanyak 104 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir dengan net sell senilai Rp171.52 miliar.

Empat sektor ditutup melemah: sektor keuangan (-0.33%), sektor pertanian (-0.32%), sektor aneka industri (-0.13%) dan sektor infrastruktur (-0.04%). Sektor properti mencatatkan kenaikan terbaik yaitu sebesar 1.12%, diikuti sektor barang konsumsi (+0.84%), sektor manufaktur (+0.39%) dan sektor pertambangan (+0.37%).

Dampak positif dari pernyataan pimpinan Partai Komunis China pada hari Rabu kemarin dan juga data ISM untuk sektor jasa periode November yang dilaporkan melebihi ekspektasi masih belum mampu mengangkat sentimen pasar secara signifikan karena masih dibayang-bayangi oleh risiko terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal.

Negosiasi antara Kongres Amerika yang didominasi oleh partai Republik dengan presiden Barack Obama masih belum mencapai titik temu sementara waktu yang tersisa untuk mencapai kesepakatan anggaran hanya kurang dari sebulan.

Malam ini di sesi perdagangan New York akan dirilis data jobless claims untuk pekan yang berakhir 1 Desember. Jumlah klaim yang diajukan diperkirakan sejumlah 380 ribu, turun dari 393 ribu yang tercatat pada pekan sebelumnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa badai Sandy yang menghantam Amerika bulan lalu dapat berpengaruh pada data ini sebagaimana data-data ekonomi lainnya untuk periode bulan November.

Selain data ekonomi Amerika, pertemuan dua bank sentral utama dunia yaitu Bank of England dan European Central Bank juga akan dilangsungkan pada hari Kamis ini. Diperkirakan kedua bank sentral ini tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter mereka masing-masing. Saat ini suku bunga di Inggris berada di 0.5% dan suku bunga di zona euro berada di 0.75%. 

Pergerakan JCI untuk hari Jumat besok diprediksi masih akan berada di kisaran 4,250 hingga 4,300, namun masih terbuka peluang untuk kembali ke rentang sebelumnya antara 4,300 hingga 4,350 apabila muncul perkembangan baru sehubungan dengan negosiasi anggaran belanja Amerika.


Kamis, 06 Desember 2012

Morning Dew - 7 December 2012

Market Preview

Sesi perdagangan pada hari Kamis di Eropa berakhir positif dengan indeks FTSE menanjak 0.16% atau 9.34 poin di 5901.42 sementara indeks DAX Jerman melesat 79.99 poin atau 1.07% di 7534.54. Kenaikan tajam pada indeks DAX dipicu oleh data pesanan pabrik di Jerman pada bulan Oktober yang mengalami lonjakan sebesar 3.9% dari bulan sebelumnya. Di bulan sebelumnya terjadi penurunan pesanan sebesar 2.4%, sementara para analis sebelumnya memprediksi kenaikan pesanan hanya sebesar 1%. Kepercayaan bisnis di Jerman juga dilaporkan membaik di bulan November walaupun pertumbuhan ekonomi melambat di triwulan ketiga. Pada saat yang bersamaan zona euro yang merupakan sasaran utama ekspor Jerman tergelincir ke dalam resesi.


Di Amerika, indeks Dow Jones kembali berakhir positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0.3%, sedangkan indeks S&P 500 juga berhasil menguat sebesar 0.33%. Indeks NASDAQyang sehari sebelumnya terpuruk akibat tekanan jual pada Apple Inc, berhasil mengalami rebound sebesar 0.52% pada sesi perdagangan hari Kamis.

European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BOE) pada hari Kamis mempertahankan tingkat suku bunganya masing-masing di 0.75% dan 0.5%. ECB lebih lanjut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasinya serta mengeluarkan pernyataan bahwa zona euro masih akan terjebak dalam keterpurukan ekonominya hingga paruh pertama 2013. Di paruh kedua, menurut presiden ECB Mario Draghi, perekonomian zona euro baru akan memulai pemulihannya. Pernyataan dari Draghi ini oleh pasar diartikan sebagai peluang bagi suku bunga zona euro untuk dipangkas lebih lanjut apabila kondisi perekonomian zona euro memburuk.

Proyeksi ECB terhadap pertumbuhan ekonomi zona euro direvisi dari kontraksi sebesar 0.4% yang diprediksikan bulan September lalu menjadi kontraksi sebesar 0.5%. Untuk tahun 2013, ekonomi yang sebelumnya diprediksikan tumbuh sebesar 0.5% kini diprediksikan mengalami kontraksi sebesar 0.3%. Baru pada tahun 2014 perekonomian diproyeksikan tumbuh sebesar 1.2%. Di sisi inflasi, ECB menurunkan ekspektasi inflasi untuk 2013 dari 1.9% menjadi 1.6% dan untuk 2014 inflasi diperkirakan berada di 1.4%.

BOE yang juga melangsungkan pertemuannya hari Kamis juga mempertahankan suku bunga Inggris di 0.5% tanpa menambah jumlah pembelian asetnya.

Data jobless claims yang dirilis oleh Depnaker Amerika menunjukkan bahwa jumlah klaim pengangguran turun sebanyak 25 ribu menjadi 370 ribu sepanjang pekan yang berakhir 1 Desember lalu.Angka ini lebih baik daripada ekspektasi para analis yang memperkirakan jumlah klaim turun menjadi 380 ribu. Dampak dari badai Sandy yang sebelumnya berimbas pada data-data ekonomi Amerika sepanjang bulan November lalu mulai mereda seiring dengan pulihnya perekonomian di daerah-daerah yang terkena badai. Selain itu, para pengusaha diperkirakan akan cenderung mengurangi rekrutmen untuk sementara waktu di tengah risiko perlambatan perekonomian global dan juga risiko terjerumusnya Amerika ke dalam jurang fiskal.

Sesi perdagangan hari Jumat akan cenderung bertahan di rentang konsolidasi antara 4,250 hingga 4,300 dengan potensi pelebaran rentang ini hingga 4,350. Konsolidasi yang terjadi lebih cenderung dipicu oleh masih belum tercapainya kesepakatan antara Obama dan partai Republik sehubungan dengan penetapan anggaran belanja dan selain itu juga dikarenakan oleh akan dirilisnya data nonfarm-payrolls pada sesi perdagangan di New York hari Jumat malam besok. Konsensus memprediksikan angka payroll berada di 86 ribu di bulan November dengan tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 7.9%. Data ekonomi lainnya adalah indeks kepercayaan konsumen dari Universitas Michigan yang diperkirakan melemah dari 82.7 menjadi 82 di bulan Desember.


Click here to download the full update (PDF)

After-hours - 6 Desember 2012

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Kamis dengan mencatatkan kenaikan sebesar 5.76 poin atau 0.13%, sementara dua indeks acuan utama lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 berakhir mixed dengan masing-masing naik 0.05% dan turun 0.05%. Bursa regional juga cenderung berakhir positif dengan indeks Nikkei dan KOSPI berakhir menguat masing-masing 0.81% dan 0.13%, sedangkan indeks Hang Seng terkoreksi 0.09% setelah sehari sebelumnya menguat tajam.


Sebanyak 135 saham ditutup menguat, 130 saham ditutup melemah dan sisanya sebanyak 104 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir dengan net sell senilai Rp171.52 miliar.

Empat sektor ditutup melemah: sektor keuangan (-0.33%), sektor pertanian (-0.32%), sektor aneka industri (-0.13%) dan sektor infrastruktur (-0.04%). Sektor properti mencatatkan kenaikan terbaik yaitu sebesar 1.12%, diikuti sektor barang konsumsi (+0.84%), sektor manufaktur (+0.39%) dan sektor pertambangan (+0.37%).

Dampak positif dari pernyataan pimpinan Partai Komunis China pada hari Rabu kemarin dan juga data ISM untuk sektor jasa periode November yang dilaporkan melebihi ekspektasi masih belum mampu mengangkat sentimen pasar secara signifikan karena masih dibayang-bayangi oleh risiko terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal.

Negosiasi antara Kongres Amerika yang didominasi oleh partai Republik dengan presiden Barack Obama masih belum mencapai titik temu sementara waktu yang tersisa untuk mencapai kesepakatan anggaran hanya kurang dari sebulan.

Malam ini di sesi perdagangan New York akan dirilis data jobless claims untuk pekan yang berakhir 1 Desember. Jumlah klaim yang diajukan diperkirakan sejumlah 380 ribu, turun dari 393 ribu yang tercatat pada pekan sebelumnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa badai Sandy yang menghantam Amerika bulan lalu dapat berpengaruh pada data ini sebagaimana data-data ekonomi lainnya untuk periode bulan November.

Selain data ekonomi Amerika, pertemuan dua bank sentral utama dunia yaitu Bank of England dan European Central Bank juga akan dilangsungkan pada hari Kamis ini. Diperkirakan kedua bank sentral ini tidak akan melakukan perubahan kebijakan moneter mereka masing-masing. Saat ini suku bunga di Inggris berada di 0.5% dan suku bunga di zona euro berada di 0.75%. 

Pergerakan JCI untuk hari Jumat besok diprediksi masih akan berada di kisaran 4,250 hingga 4,300, namun masih terbuka peluang untuk kembali ke rentang sebelumnya antara 4,300 hingga 4,350 apabila muncul perkembangan baru sehubungan dengan negosiasi anggaran belanja Amerika.