DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 17 Desember 2012

After-hours - 17 Desember 2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) mengawali pekan ini dengan mencatatkan kenaikan tipis sebesar 6.99 poin atau 0.16% saat ditutup di 4,315.86. Indeks sempat menguat hingga 4,326.06 namun sempat pula melemah hingga 4,294.38. Posisi dua indeks acuan utama lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga berakhir menguat masing-masing 0.23% dan 0.26% sementara indeks Hang Seng dan KOSPI ditutup melemah 0.41% dan 0.6%. Indeks Nikkei sebaliknya ditutup menguat 0.94% setelah kemenangan telak partai democrat liberal di Jepang memicu ekspektasi pasar terhadap dikeluarkannya stimulus fiskal oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh Shinzo Abe.

Sebanyak 123 saham ditutup menguat dengan 145 saham lainnya berakhir melemah, sementara 90 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing juga berakhir dengan net buy senilai Rp66.29 miliar.

Empat dari sepuluh sektor yang ada berakhir melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor barang konsumsi (-0.76%) diikuti oleh sektor pertanian (-0.63%) dan sektor perdagangan (-0.59%). Sektor aneka industri sebaliknya mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 1.32%, diikuti oleh sektor pertambangan dan infrastruktur yang masing-masing berakhir menguat 0.69%.

Di antara sembilan saham yang terekomendasi, ESSA (+0.84%), INDS (+1.25%), MDLN (+1.96%), dan ISAT (+0.79%) berakhir menguat sementara CPIN ditutup stagnan. Di sisi lainnya, ASGR (-0.72%), SSIA (-1.79%), BBNI (-0.69%) dan PGAS (-0.55%) berakhir melemah.

Pergerakan JCI pada hari ini masih berkisar antara 4,250-4,350 yang merupakan rentang konsolidasi indeks. Kisaran ini diprediksi akan bertahan hingga antara kubu presiden Barack Obama dan Kongres mampu mencapai kesepakatan anggaran belanja Amerika untuk 2013.

Hingga pertengahan sesi perdagangan di Eropa, indeks FTSE dan DAX untuk sementara masih dalam kondisi tertekan. Indeks FTSE melemah 0.58% sedangkan indeks DAX melemah 0.22%. Kebuntuan dalam perundingan anggaran belanja Amerika disebut-sebut sebagai penyebab lemahnya sentimen pada awal pekan ini di Eropa. Kondisi yang serupa diperkirakan akan melanda sesi perdagangan di Amerika meskipun penurunan yang mungkin terjadi diprediksi tidak akan signifikan.

Bagi JCI, pergerakan hari Selasa besok diperkirakan masih akan berada dalam rentang yang sama yaitu antara 4,250 hingga 4,350.


Minggu, 16 Desember 2012

Morning Dew - 17 December 2012

Market Preview

Bursa saham di Eropa dan Amerika cenderung ditutup melemah pada sesi perdagangan hari Jumat seiring dengan masih belum tercapainya kesepakatan anggaran antara pihak Obama dan partai Demokrat dengan pihak Kongres yang didominasi oleh partai Republik. Tanpa adanya kesepakatan di antara kedua pihak ini, perekonomian Amerika terancam terjerumus ke dalam jurang fiskal pada pergantian tahun mendatang dimana lebih dari $600 miliar nilai anggaran dalam bentuk kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran pemerintah akan terpicu secara otomatis sehingga dikhawatirkan hal ini akan berdampak negatif pada perekonomian Amerika di tahun 2013 mendatang.

Di Eropa, indeks FTSE 100 dan DAX berakhir mixed dengan indeks FTSE ditutup melemah 0.13% dan indeks DAX berakhir dengan kenaikan sebesar 0.19%. Bagi Eropa sendiri, isu lain yang membebani sentimen pasar selain masalah anggaran belanja Amerika adalah krisis kepemimpinan di Italia. Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, PM Mario Monti berencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri Italia. Disebutkan bahwa tidak adanya dukungan dari partai PDL yang merupakan partai mantan PM Silvio Berlusconi. Di dalam partai PDL ini pun terdapat perpecahan dimana Franco Frattini yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dari kabinet Berlusconi memberikan dukungannya pada Mario Monti.

Di sisi data ekonomi, beberapa data ekonomi yang dirilis hari Jumat antara lain indeks PMI untuk sektor manufaktur China dari HSBC untuk periode bulan Desember dimana dilaporkan terjadi peningkatan indeks dari 50.5 menjadi 50.9, sedikit lebih baik dari ekspektasi para analis yang memperkirakan indeks ini mengalami peningkatan menjadi 50.8. Sementara itu data PMI yang dirilis di Eropa menunjukkan indeks PMI untuk sektor manufaktur di Perancis menunjukkan peningkatan dari 44.5 menjadi 44.6,sedangkan di sektor jasa indeks ini juga membaik dari 45.8 menjadi 46.0. Di Jerman, PMI untuk sektor manufaktur mengalami penurunan dari 46.8 menjadi 46.3 sedangkan untuk sektor jasa mengalami peningkatan dari 49.7 menjadi 52.1. Secara keseluruhan, indeks PMI untuk sektor manufaktur zona euro membaik dari 46.2 menjadi 46.3 sedangkan untuk sektor jasa juga terjadi peningkatan dari 46.7 menjadi 47.8 dan untuk kedua sektor ini indeks gabungan PMI menunjukkan peningkatan dari 46.5 menjadi 47.3.

Indeks harga konsumen juga dirilis di zona euro dan Amerika. Di zona euro, inflasi di bulan November dilaporkan meningkat 2.2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sama dengan kenaikan yang terjadi pada bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi para analis. Di luar harga-harga makanan dan bahan bakar, inflasi di zona euro dilaporkan melambat dari 1.5% menjadi 1.4%. Sementara itu, di Amerika, indeks harga konsumen mengalami kenaikan sebesar 1.8%, lebih lambat dari 2.2% yang terjadi pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini sedikit di bawah ekspektasi para analis yaitu 1.9%. Di luar harga-harga bahan bakar dan makanan, CPI dilaporkan melambat dari 2% menjadi 1.9%.

Produksi industrial di Amerika juga dilaporkan membaik yaitu dari yang sebelumnya turun 0.7% di bulan Oktober menjadi naik 1.1% di bulan November. Kenaikan ini juga disertai oleh meningkatnya utlisasi kapasitas yaitu dari 77.7% menjadi 78.4%.

Menjelang dibukanya sesi perdagangan hari Senin, Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan kembali cenderung stabil. Rentang pergerakan harga diperkirakan bertahan dalam dua lapis sebagaimana halnya yang terjadi sepanjang pekan terakhir: 4,250-4,300 dan 4,300-4,350. Selama isu jurang fiskal belum dapat terselesaikan akan terus menjadi katalis negatif atau penghambat bagi indeks untuk melaju hingga level 4,400. 

Click here to download the full update (PDF)

Jumat, 14 Desember 2012

After-hours - 14 Desember 2012

Market Review


Sesi perdagangan pada hari Jumat ditutup dengan Jakarta Composite Index melemah 11.33 poin atau 0.26% di 4308.86, sementara indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir melemah sebesar 0.38% dan 0.37%. Di bursa regional, indeks Nikkei dan KOSPI ditutup melemah 0.05% dan 0.39% sedangkan indeks Hang Seng berhasil menguat sebesar 0.71%.

Sektor barang konsumsi yang sebelumnya beberapa kali mengalami penurunan berhasil ditutup menguat 2.31%, diikuti oleh sektor manufaktur yang ditutup naik 1.07%. Sektor properti dan industri dasar juga berhasil menguat yaitu masing-masing sebesar 0.32% dan 0.38%. Sebaliknya, sektor infrastruktur ditutup melemah 1.72%, diikuti oleh sektor pertanian (-1.18%) dan pertambangan (-1.03%).

Sebanyak 108 saham ditutup menguat, sedangkan 137 saham lainnya berakhir melemah dan 111 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing pada hari Jumat ini ditutup pada net sell senilai Rp14.07 miliar.

Di antara sembilan saham yang terekomendasi, ESSA, ASGR, MDLN, ISAT, PGAS dan CPIN berakhir melemah, sedangkan INDS dan BBNI berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0.63% dan 1.4%. SSIA pada akhir sesi ditutup stagnan, tidak berubah dibandingkan harga penutupan hari Kamis kemarin.

Pergerakan JCI pada sesi Jumat juga masih berada dalam rentang konsolidasinya yaitu antara 4,250 hingga 4,350 dengan kisaran jangka pendeknya yaitu 4,280-4,320. Meskipun ditutup melemah, namun posisi JCI masih berada dalam fase konsolidasi dan masih terbuka peluang untuk menguji resistancenya di area 4,400.

Fokus pasar pada hari Jumat ini masih cenderung tertuju pada isu jurang fiskal Amerika yang hingga saat ini masih belum menemui titik temu. Namun, diperkirakan hal ini akan terselesaikan sebelum batas waktu terakhir yaitu pada saat pergantian tahun mendatang.

Pergerakan pekan mendatang diprediksi masih akan cenderung serupa dengan apa yang telah terjadi pada sepanjang pekan ini, yaitu masih dalam fase konsolidasi yang lebar antara 4,250-4,350. Support paling krusial bagi indeks berada di 4,242 dimana apabila support ini gagal bertahan dapat menekan indeks lebih lanjut hingga mendekati 4,200 atau bahkan melewatinya.

Menjelang sesi perdagangan di New York, bursa Eropa cenderung bergerak mixed dengan indeks FTSE untuk sementara melemah tipis 0.01% dan indeks DAX menguat 0.27%. Data ekonomi dari China yang dirilis pada hari ini membantu menopang sentimen para investor. Berdasarkan prakiraan HSBC/Markit, indeks PMI China untuk sektor manufaktur China membaik dari 50.5 menjadi 50.9 di bulan Desember. Konsensus pasar sebelumnya berada di 50.8. Walaupun indeks saham di Amerika juga diprediksi akan mengalami rebound setelah melemah pada hari Kamis, rebound yang mungkin terjadi diprediksi tidak akan terlalu signifikan.


Kamis, 13 Desember 2012

Morning Dew - 14 December 2012

Market Preview

Sesi perdagangan pada hari Kamis berakhir dengan melemahnya Jakarta Composite Index (JCI) sebesar 17.34 poin atau 0.4% hingga ditutup di 4,320.19. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah masing-masing sebesar 0.54% dan 0.63%. Sebanyak 111 saham ditutup menguat, sedangkan 154 saham lainnya berakhir melemah. Sisanya, sebanyak 102 saham ditutup stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan harga penutupan hari Rabu kemarin.


Posisi transaksi asing ditutup dengan posisi net buy senilai Rp648.62 miliar dengan sektor barang konsumsi kembali terpukul 3.98%. Sektor manufaktur juga melemah cukup signifikan sebesar 1.2% diikuti oleh sektor pertanian (-0.53%) dan keuangan (-0.52%). Sementara itu, sektor pertambangan dan industri dasar mencatatkan kenaikan tajam masing-masing sebesar 1.9% dan 1.78%.

Diantara sembilan saham terekomendasi, CPIN mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 5.47% diikuti oleh SSIA (+4.67%) dan ISAT (+3.23%). Sebaliknya, INDS dan BBNI masing-masing melemah 0.63% dan 0.69%. ESSA dan MDLN ditutup stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan harga penutupan hari Rabu kemarin.

Pergerakan JCI pada hari Kamis masih berkisar dalam rentang konsolidasinya antara 4,300 hingga 4,350 dengan harga tertinggi yang sempat dicapai hingga 4,335.92 dan harga terendah di 4,299.72. Diperkirakan rentang ini akan terus bertahan hingga isu jurang fiskal Amerika dapat terselesaikan. Meskipun demikian, isu krisis kepemimpinan di Italia diprediksi akan menjadi katalis negatif hingga Italia mampu mendapatkan figur pengganti Mario Monti untuk bersaing dengan Silvio Berlusconi.

Di sisi korporasi, saham UNVR kembali terjungkal pada sesi perdagangan hari Kamis seiring dengan merebaknya kekhawatiran terhadap tingkat keuntungan perseroan setelah adanya kesepakatan untuk membayar biaya royalti kepada perusahaan induknya sebesar 5% ditambah dengan maksimal 3% dari pemulihan biaya aktual dibandingkan dengan biaya saat ini sebesar 3.5%. Menanggapi keputusan ini, CIMB Equity Research menurunkan outlook UNVR dari OUTPERFORM menjadi  UNDERPERFORM dan juga memangkas target harganya menjadi 20,000 rupiah dari 31,000 rupiah. Selain CIMB, JP Morgan menurunkan target harga UNVR dari 22,000 rupiah menjadi 20,000 rupiah dengan outlook tetap di UNDERWEIGHT; Credit Suisse juga memangkas target harga UNVR menjadi 15,725 rupiah dari 18,000 dengan peringkat UNDERPERFORM dipertahankan. Tergerusnya harga UNVR berdampak pada indeks JCI, terutama pada sektor barang konsumsi.

Dua calon emiten pada hari Kamis menggelar due diligence meeting dalam rangka penawaran saham perdana. Multi Agro Gemilang Plantation Tbk. menawarkan saham perdananya pada kisaran harga Rp100-120. Sebanyak 4 miliar lembar saham baru akan dilepas oleh perseroan dimana hasil IPO ini akan digunakan untuk mendanai ekspansi perseroan ditambah dengan pelunasan utang perseroan. Brent Securities dan Valbury Asia Securities merupakan dua underwriter yang ditunjuk oleh perseroan untuk aksi IPO ini.

Calon emiten lainnya adalah PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. yang merupakan pemilik RS Omni Pulomas dan Alam Sutera. Harga yang ditawarkan oleh Sarana Meditama adalah Rp375 hingga Rp425 per saham. Dengan 180 juta saham yang dilepas oleh perseroan, diperkirakan dana yang dapat terhimpun hanyalah sebesar Rp76.5 miliar. Separuh dari dana IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang perseroan sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembiayaan ekspansi dan modal kerja.

Selanjutnya, bursa Eropa dan Amerika pada hari Kamis berakhir melemah dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing mengalami penurunan sebesar 0.27% dan 0.43% sedangkan indeks Dow Jones, S&P 500 dan NASDAQ ditutup melemah masing-masing 0.56%, 0.63% dan 0.72%.

Kebuntuan dalam negosiasi antara presiden Barack Obama dan pimpinan partai Republik di Kongres yaitu John Boehner menjadi pemicu terjadinya penurunan pada hari Kamis di bursa Eropa dan Amerika. Boehner disebutkan mengatakan bahwa Gedung Putih tidak serius dalam memangkas pengeluaran sedangkan dari sisi Obama sendiri disebutkan bahwa negosiasi masih dalam proses. Kedua pihak hari ini dijadwalkan akan bertemu kembali di Gedung Putih.

Data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa penjualan ritel di Amerika mengalami kenaikan 0.3% di bulan November setelah pada bulan sebelumnya dilaporkan turun sebesar 0.3%. Sementara itu, klaim pengangguran sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebesar 29,000 menjadi 343,000 dibandingkan 369,000 yang sebelumnya diperkirakan para analis.

Hari Jumat ini perdagangan di bursa domestik diperkirakan cenderung melemah setelah memburuknya kinerja pada bursa Eropa dan Amerika semalam. Meskipun demikian, indeks diprediksi akan tetap bertahan atas support kuncinya di 4,242 dan bergerak antara 4,280-4,330. Kenaikan indeks diprediksi akan terbatas pada area resistance di sekitar 4,330 untuk hari terakhir pekan ini. 


Rabu, 12 Desember 2012

Morning Dew - 13 December 2012

Market Preview


Bursa saham di Eropa cenderung berakhir menguat pada sesi perdagangan hari Rabu sementara di Amerika, bursa saham ditutup mixed. Optimisme pasar yang sebelumnya muncul setelah Federal Reserve melalui pertemuan FOMCnya memutuskan untuk menambah jumlah pembelian aset per Januari tahun depan berangsur hilang setelah pasar kembali memusatkan perhatian mereka pada isu utama yang terdapat di pasar saat ini, yaitu isu jurang fiskal yang mengancam perekonomian Amerika.

Indeks FTSE 100 ditutup menguat 0.35% di 5,945.85 sedangkan indeks DAX berakhir di 7,614.79, naik 0.33%.Di Amerika, indeks Dow Jones dan NASDAQ berakhir melemah tipis yaitu masing-masing sebesar 0.02% dan 0.28% sementara sebaliknya indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0.04%.

Pada awalnya, pernyataan pimpinan Federal Reserve Ben Bernanke bahwa Federal Reserve memutuskan untuk menambah jumlah pembelian asetnya menjadi $45 miliar per bulannya mulai Januari 2013 disambut positif oleh pasar. Namun hal ini berangsur hilang setelah Bernanke mengatakan bahwa stimulus moneter saja tidak akan mampu mengimbangi efek dari terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal apabila tidak ada kesepakatan antara partai Demokrat dan Republik yang dapat diraih sebelum pergantian tahun nanti. Sehubungan dengan suku bunga, Federal Reserve mengatakan bahwa suku bunga akan tetap berada di tingkat yang rendah selama tingkat pengangguran tetap berada di atas 6.5% dan jika inlasi antara satu hingga dua tahun ke depan diperkirakan tidak lebih dari 2.5%.

Perundingan antara Obama dan partai Republik mengenai anggaran Amerika masih menemui kebuntuan. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Obama telah menurunkan permintaannya menjadi $1.4 triliun dalam bentuk kenaikan pajak, dibandingkan dengan tuntutan sebelumnya yaitu $1.6 triliun. 

Sementara itu di Eropa, data produksi industri untuk zona euro dilaporkan melemah di bulan Oktober yaitu dari -2.3% menjadi -1.4%. Hasil ini lebih buruk  dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan tidak ada perubahan dalam output. Namun, penurunan output di Jerman dan Prancis tidak mampu diimbangi oleh kenaikan output industrial di Spanyol dan Portugal.

Ganjalan lainnya selain isu jurang fiskal adalah krisis kepemimpinan di Italia setelah PM Mario Monti mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini membuka jalan kembali bagi mantan PM Silvio Berlusconi yang dikhawatirkan dapat menggagalkan reformasi ekonomi di Italia apabila terpilih kembali sebagai PM.

Memasuki sesi perdagangan hari Kamis, Jakarta Composite Index diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran 4,300-4,350 dengan potensi penurunan lebih lanjut hingga 4,250 dan sebaliknya kenaikan lebih lanjut diprediksi dapat mendorong JCI hingga mencapai level resistance berikutnya di 4,400. Namun dengan masih belum adanya kesepakatan antara kubu Demokrat dan Republik potensi kenaikan untuk sementara ini masih sulit terwujud ditambah dengan krisis kepemimpinan di Italia yang masih membayangi sentimen investor.


After-hours - 12 Desember 2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu dengan kenaikan sebesar 0.45% atau 19.61 poin dan ditutup di 4,337.53. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berhasil mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0.83% dan 0.89%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga berakhir menguat yaitu masing-masing sebesar 0.59%, 0.8%, dan 0.55%.

Sektor aneka industri mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 3.43% diikuti oleh sektor pertanian (+2.83%) dan pertambangan (+2.4%). Sementara itu, sektor barang konsumsi mencatatkan penurunan tajam sebesar 3.31% diikuti oleh sektor properti (-0.73%) dan sektor manufaktur (-0.51%).

Sebanyak 127 saham berakhir menguat dan 130 saham ditutup melemah sementara 112 saham lainnya ditutup stagnan. Posisi asing pada hari Rabu ini berakhir dengan net buy senilai Rp116.68 miliar.

Di antara sembilan saham terekomendasi, MDLN (+1.96%), ISAT (+1.64%), BBNI (+0.7%) dan CPIN (+0.79%) mencatatkan kenaikan sedangkan ASGR (-1.42%), INDS (-1.84%), dan PGAS (-0.54%) ditutup melemah. ESSA dan SSIA mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu stagnan di harga penutupan hari Selasa.

Fokus perhatian pasar saat ini masih tertuju pada dua isu utama yang cenderung negatif: jurang fiskal di Amerika dan pengunduran diri Mario Monti dari posisi PM Italia.

Isu lain yang juga mendapat perhatian pasar adalah pertemuan FOMC dimana pasar menantikan update proyeksi ekonomi Amerika dari Federal Reserve, terutama atas kondisi pertumbuhan ekonomi, inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja Amerika.

Hingga hari Rabu ini masih belum ada titik temu dalam penetapan anggaran belanja Amerika antara presiden Obama dengan John Boehner dari Kongres yang didominasi oleh partai Republik. Namun, isu ini diperkirakan akan terselesaikan meskipun pada saat-saat menjelang akhir tahun ini.

Di Italia, potensi kembalinya Silvio Berlusconi akan menjadi katalis negatif bagi pasar setelah PM Mario Monti mengundurkan diri akibat tidak adanya dukungan politik dari partai Berlusconi. Krisis kepemimpinan di Italia ini dikhawatirkan dapat membahayakan proses reformasi ekonomi yang tengah dilaksanakan di Italia dan hal ini akan menjadi batu sandungan utama bagi pasar pada awal tahun 2013.

Kinerja bursa Eropa dan Amerika akan menjadi kunci bagi pergerakan bursa Asia pada hari Kamis besok. Sementara, indeks saham di Eropa bergerak dalam kisaran positif dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.23%.


Selasa, 11 Desember 2012

Morning Dew - 12 December 2012

Market Preview


Bursa saham di Eropa mengakhiri sesi perdagangan hari Selasa dengan mencatatkan kenaikan pada indeks DAX Jerman dan indeks FTSE Inggris yaitu masing-masing sebesar 0.78% dan 0.06% hingga kedua indeks utama Eropa ini ditutup di 7589.75 dan 5924.97.

Kenaikan indeks DAX ini dipicu oleh melonjaknya indeks ZEW yang merupakan indikator kepercayaan investor di Jerman. Indeks ZEW dilaporkan naik dari -15.7 di bulan November menjadi 6.9 di bulan Desember. Angka ini jauh melampaui ekspektasi para analis yang sebelumnya memperkirakan indeks ZEW hanya membaik menjadi -11.5. Sementara indeks ZEW yang mengukur situasi ekonomi terkini dilaporkan naik dari 5.4 menjadi 5.7 di bulan Desember. Presiden ZEW Wolfgang Franz dalam pernyataannya mengatakan bahwa perekonomian Jerman mungkin akan melambat pada tahun 2013, namun selama krisis di Eropa tidak memburuk, Jerman tidak akan sampai mengalami resesi.

Di Asia, data dari bank sentral China menunjukkan bahwa jumlah pinjaman baru yang disalurkan oleh sektor perbankan China mengalami penurunan dari 562.2 miliar yuan di bulan November tahun lalu menjadi 522.9 miliar yuan pada bulan November tahun ini. Angka ini berada di bawah konsensus para analis yang berada di 550 miliar yuan. M2 yang merupaka indikator supply uang dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 13.9% dari tahun lalu, lebih lambat dibandingkan ekspektasi para analis yang memperkirakan kenaikan sebesar 14.1%.

Di New York, indeks Dow Jones berhasil ditutup menguat 78.56 poin atau 0.6% di 13248.4. Indeks S&P 500 dan NASDAQ juga ditutup dengan kenaikan yaitu masing-masing sebesar 0.65% dan 1.18%. Kenaikan pada saham-saham di Amerika ini dipicu oleh data Jerman selain oleh adanya ekspektasi positif akan kemungkinan dicapainya kesepakatan antara presiden Barack Obama dengan pimpinan partai Republik yaitu John Boehner. Data ekonomi yang dirilis di Amerika justru mengecewakan.

Defisit neraca perdagangan Amerika dilaporkan membengkak di bulan Oktober menjadi $42.2 miliar dari $40.3 miliar yang dibukukan di bulan September. Meskipun demikian, angka ini masih lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis yang sebelumnya memperkirakan defisit membengkak menjadi $42.7 miliar. Penurunan ekspor sebesar 3.6% masih belum mampu mengimbangi penurunan impor sebesar 2.1%. Sebagai catatan, perdagangan merupakan salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi Amerika yaitu sebesar 0.14%.

Pihak Federal Reserve juga akan melangsungkan pertemuan rutinnya selama dua hari pekan ini. Fed diperkirakan akan menambah jumlah pembelian asetnya menjadi $45 miliar, dibandingkan $40 miliar yang dilakukan saat ini. Sementara itu, tingkat suku bunga di Amerika diperkirakan akan tetap dipertahankan sedangkan Fed juga akan mengeluarkan proyeksi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja dan juga inflasi dan suku bunga.

Positifnya kinerja bursa saham Eropa dan Amerika diperkirakan akan membawa dampak positif bagi kinerja bursa regional. Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan aman menguat kembali hingga menguji batas atas rentang konsolidasinya di sekitar 4,350. Namun perlu diwaspadai pula kemungkinan terjadinya penurunan terutama karena pada dasarnya ganjalan utama pasar untuk melonjak adalah isu jurang fiskal yang menghantui outlook ekonomi Amerika. Support utama bagi indeks tetap di 4,242, dan juga support minor di area 4,270-4,280.