DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Jumat, 28 Desember 2012

After-hours - 28 Desember 2012

Market Review

Menutup sesi perdagangan hari Jumat yang juga merupakan sesi perdagangan terakhir tahun ini, Jakarta Composite Index ditutup menguat 0.81% di 4,316.69. IDX30 dan LQ-45 juga ditutup menguat masing-masing 0.71% dan 0.69%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir positif dengan masing-masing mencatatkan kenaikan 0.7%, 0.21% dan 0.49%.


Sektor barang konsumsi menjadi sektor terlemah dengan penurunan sebesar 0.32%, sementara sektor properti dan pertanian masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1.59% dan 1.58%.

Posisi transaksi asing juga ditutup positif dengan net buy senilai Rp438.55 miliar. Kenaikan hari ini didukung oleh 185 saham sementara 93 saham berakhir melemah dan 96 lainnya ditutup stagnan.

CPIN menjadi saham terbaik diantara delapan saham terekomendasi dengan kenaikan sebesar 4.29%, diikuti oleh PGAS (+2.79%). ISAT, INDS dan ESSA berakhir stagnan sementara BBNI, ASGR dan MDLN ditutup melemah 1.33%, 1.46% dan 4.69%.

Pergerakan pada sesi terakhir tahun ini di Asia cenderung positif setelah semalam dikabarkan Kongres Amerika akan kembali melakukan perundingan pada tanggal 30 Desember untuk mencari resolusi anggaran guna menghindarkan perekonomian Amerika dari jurang fiskal yang berpotensi menyeret Amerika ke dalam resesi pada paruh pertama 2013.

Meskipun demikian perlu diingat bahwa perundingan tersebut masih berpotensi untuk gagal dan hal inilah yang setidaknya menahan laju kenaikan indeks. Sesi perdagangan di Eropa dan Amerika diperkirakan mixed pada sesi hari ini karena investor masih berhati-hati dalam menyikapi isu anggaran ini. Hingga pertengahan hari di Eropa, indeks FTSE naik tipis 0.03% sedangkan indeks DAX untuk sementara melemah 0.36%.

Apabila perundingan anggaran ini gagal menghasilkan kesepakatan pada tahun ini, maka akan terjadi pemotongan pengeluaran pemerintah secara otomatis disertai kenaikan pajak yang dikhawatirkan akan menghantam prospek perekonomian Amerika. Jika ini terjadi maka JCI diprediksi akan terpuruk pada awal tahun, namun sebaliknya JCI berpeluang untuk melesat menembus level 4400 apabila tercapai kesepakatan dalam penetapan anggaran Amerika.

Semuanya akan bergantung pada hasil perundingan pada tanggal 30 mendatang di Washington.


Kamis, 27 Desember 2012

Morning Dew - 28 December 2012

Market Preview


Menjelang ditutupnya tahun 2012 yang juga merupakan batas waktu terakhir bagi partai Demokrat dan Republik untuk mencapai kesepakatan untuk menghindarkan perekonomian Amerika dari jurang fiskal, kedua kubu masih belum mampu menghasilkan perkembangan positif.

Kamis malam, pimpinan partai Demokrat di Senat Harry Reid mengatakan bahwa enggannya kubu partai Republik untuk bekerja sama dalam penyelesaian isu anggaran ini berpotensi menggagalkan upaya resolusi sebelum pergantian tahun. Apabila hal ini terjadi, pada pergantian tahun nanti akan terjadi pemotongan pengeluaran pemerintah secara otomatis disertai oleh kenaikan pajak yang akan mencapai rata-rata $3,446 untuk para wajib pajak di Amerika. Selain itu, pengeluaran untuk pertahanan akan dipangkas dan hal ini berpotensi pada terjadinya resesi di Amerika pada paruh pertama 2013.

Di sisi Demokrat yang menguasai Senat diinginkan adanya perpanjangan terhadap pengurangan pajak pendapatan untuk pasangan wajib pajak dengan pendapatan hingga $250 ribu sementara di sisi partai Republik yang mengendalikan Kongres mengatakan bahwa giliran Senat yang mengambil tindakan. Namun, menurut Reid, partai Demokrat tidak akan mampu menyusun rencana sendiri tanpa adanya partisipasi positif dari pimpinan senat dari partai Republik Mitch McConnell dan pimpinan partai Republik di Kongres John Boehner. Sejauh ini menurut Reid, kedua tokoh partai Republik ini masih berdiam diri.

Selain itu, kondisi utang luar negeri Amerika juga akan mencapai limit $16.4 triliun pada akhir tahun. Menurut Menteri Keuangan Timothy Geithner pada hari Rabu kemarin Departemen Keuangan akan mengambil langkah-langkah untuk membiayai defisit senilai $200 miliar di tahun 2013. Langkah-langkah ini diperkirakan hanya mampu mencukupi pembiayaan utang tersebut hingga dua bulan sementara Geithner sendiri tidak merinci batas waktu yang ada karena ketidakpastian yang muncul dari tarif pajak dan jumlah pengeluaran pemerintah yang masih menjadi perdebatan saat ini.

Memasuki saat-saat terakhir menjelang penutupan sesi perdagangan hari Kamis, indeks S&P, Dow dan NASDAQ yang sebelumnya terpuruk berangsur membaik setelah Boehner dilaporkan mengatakan bahwa pihak DPR Amerika akan melakukan pertemuan pada tanggal 30 Desember mendatang. Tidak dirinci apa yang akan menjadi agenda pertemuan tersebut, namun pasar berbalik dari pesimis menjadi optimis bahwa kesepakatan anggaran masih dapat tercapai tahun ini.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0.14%, sedangkan indeks S&P 500 dan NASDAQ ditutup melemah 0.12% dan 0.14%. Meskipun ketiganya ditutup di zona negatif, namun masih lebih baik daripada posisi masing-masing indeks pada pada awal-awal sesi perdagangan. Sebelumnya, di Eropa indeks FTSE dan DAX cenderung berakhir flat dengan FTSE stagnan dan DAX naik 0.26%.

Data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis meliputi indeks kepercayaan konsumen yang dilaporkan turun dari 71.5 menjadi 65.1 di bulan Desember, lebih buruk dari ekspektasi para analis yang terdapat di 70; data jobless claims yang dilaporkan mengalami penurunan dari 362 ribu menjadi 350 ribu, lebih baik dari ekspektasi analis yang berada di 360 ribu; dan angka penjualan rumah baru yang dilaporkan naik 4.4% di bulan November dibandingkan dengan bulan Oktober, melebihi ekspektasi kenaikan 3.3% yang diprediksikan oleh para analis dan juga lebih baik dari angka bulan sebelumnya yang menunjukkan penurunan sebesar 3.5%.

Sesi perdagangan domestik yang terakhir tahun ini diperkirakan akan cenderung positif setelah adanya kabar bahwa akan ada pertemuan pada tanggal 30 Desember mendatang yang diprediksi akan membahas mengenai anggaran belanja Amerika untuk 2013. Optimisme bahwa kesepakatan masih dapat tercapai sebelum pergantian tahun diperkirakan akan membawa Jakarta Composite Index (JCI) kembali melewati resistancenya di 4,300. Namun, masih adanya faktor ketidakpastian mengenai berhasil tidaknya dicapainya kesepakatan antara kubu Republik dan Demokrat akan membatasi kenaikan pada JCI hari Jumat ini. Sebaliknya, di sisi support, JCI akan kembali ditopang oleh dua support utamanya di 4,222 dan 4,205.


After-hours - 27 Desember 2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) kembali ditutup menguat tipis sebesar 0.16% atau 6.77 poin dengan ditutup di 4,281.86. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga berakhir menguat tipis masing-masing sebesar 0.06% dan 0.02%.

Tiga indeks acuan regional juga berakhir menguat dengan indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI masing-masing menguat 0.91%, 0.35% dan 0.26%.

Empat sektor berakhir melemah dengan sektor properti dan perdagangan ditutup melemah 0.79% dan 0.75%. Sebaliknya, sektor pertanian ditutup naik 2.85% diikuti oleh sektor aneka industri (+1.83%).

Sebanyak 125 saham ditutup menguat, sementara 128 saham berakhir melemah dan 112 saham lainnya ditutup stagnan. Posisi transaksi asing berakhir dengan net buy senilai Rp105.05 miliar.

Di antara delapan saham yang terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh INDS (+5%), CPIN (+3.7%), diikuti oleh MDLN yang mencapai target berikutnya di 640, dan PGAS yang berhasil menanjak 1.7%. Sementara itu, BBNI, ISAT, ASGR dan ESSA berakhir stagnan.

Isu jurang fiskal yang menghantui para  investor tetap menjadi penghalang terjadinya rally pada JCI. Meskipun demikian, sentimen para investor masih tertolong oleh faktor Jepang dimana pemerintahan baru yang dipimpin oleh Shinzo Abe diharapkan mampu membangkitkan perekonomian Jepang yang terpuruk selama ini.

Hari Kamis ini di Amerika akan dirilis data jobless claims, indeks kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru untuk bulan November. Jobless claims diprediksi meningkat dari 361 ribu menjadi 366 ribu, sedangkan indeks kepercayaan konsumen diperkirakan melemah dari 73.7 menjadi 70.0 di bulan Desember dan penjualan rumah baru di Amerika diperkirakan mengalami kenaikan 3.3% dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, fokus pasar pada Kamis malam akan tertuju pada kelanjutan perundingan anggaran Amerika dimana Obama akan kembali dari liburannya dan Kongres akan kembali bertugas di Washington.

Semakin dekat batas waktu terpicunya pemangkasan pengeluaran dan kenaikan pajak secara otomatis diperkirakan akan berdampak negatif pada sentimen pasar dan apabila malam ini masih belum tercapai kesepakatan atau titik temu antara kubu Obama dan Kongres, sentimen investor untuk sesi terakhir tahun ini diprediksi akan cenderung negatif.

Menjelang sesi perdagangan di Wall Street, saham-saham di Eropa cenderung bergerak positif dengan indeks FTSE tengah menguat 0.21% dan indeks DAX juga berada dalam posisi menguat sebesar 0.26%.


Rabu, 26 Desember 2012

Morning Dew - 27 December 2012

Market Preview

Perdagangan di bursa Eropa pada hari Rabu malam berakhir mixed dengan indeks FTSE 100 ditutup menguat 0.24% atau 14.19 poin di 5,954.18 sementara indeks DAX sebaliknya melemah 35.87 poin atau 0.47% dengan ditutup di 7,636.23. Di Wall Street, ketiga indeks saham acuan utama di Amerika berakhir melemah menjelang dilanjutkannya perundingan anggaran belanja Amerika pada hari Kamis. Indeks Dow ditutup melemah 0.19%, sedangkan indeks S&P 500 ditutup turun 0.48%. Indeks NASDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi juga berakhir melemah sebesar 0.74%.


Jajak pendapat mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan antara pihak Obama dan Kongres untuk mencegah terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal menunjukkan 50% responden mengatakan 'ada kemungkinan' sedangkan 48% meragukannya. Sepekan sebelumnya hanya 40% yang meragukan tercapainya kesepakatan sedangkan 57% mengatakan percaya akan tercapainya kesepakatan.
Berkurangnya tingkat kepercayaan ini diperkirakan semakin besar setiap harinya mengingat jurang fiskal semakin dekat. Berdasarkan jajak pendapat pula diketahui bahwa 68% dari responden menginginkan adanya kompromi antara kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan, naik dari 60% yang tercatat sepekan sebelumnya.

Hari Kamis presiden Obama akan kembali dari liburannya di Hawaii sementara Kongres akan kembali bertugas di Washington.

Data ekonomi yang dirilis di Amerika pada hari Rabu menunjukkan adanya kenaikan 4.31% pada indeks S&P/Case Shiller yang mengukur nilai properti di 20 kota besar di Amerika. Kenaikan ini berhasil melebihi ekspektasi pasar yang memperkirakan terjadinya kenaikan sebesar 4% dibandingkan Oktober tahun lalu. Namun, data lainnya yaitu Richmond Fed Manufacturing Index dilaporkan mengalami penurunan dari 9 menjadi 5, lebih buruk dari ekspektasi yang berada di 8.

Data jobless claims, indeks kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru akan dirilis pada Kamis malam. Jobless claims diperkirakan naik dari 361 ribu menjadi 366 ribu, indeks kepercayaan konsumen diprediksi menurun dari 73.7 menjadi 70 di bulan Desember, sedangkan penjualan rumah baru di bulan November diprediksi naik 3.3% dari bulan sebelumnya.

Menjelang dibukanya sesi perdagangan di Asia, indeks saham regional diperkirakan akan melanjutkan konsolidasinya setelah pada hari Rabu kemarin berhasil menguat. Faktor jurang fiskal akan kembali menjadi ganjalan bagi kenaikan pasar sedangkan katalis positif muncul dari Jepang dimana pasar berharap PM Jepang yang baru, Shinzo Abe, akan mampu memperbaiki perekonomian Jepang.

Abe menunjuk Taro Aso sebagai menteri keuangan Jepang yang baru sekaligus menjabat sebagai wakil PM dan juga menteri jasa keuangan dalam kabinet Jepang yang baru. Tugas pertama Aso dalam kabinet adalah merealisasikan anggaran pelengkap berskala besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi Jepang yang diperkirakan akan mengalami penurunan untuk tiga triwulan berturut-turut. Selain mengeluarkan Jepang dari perangkap deflasi, Aso juga ditugaskan untuk melakukan koordinasi dengan Bank of Japan dalam menghadapi kuatnya yen Jepang. Untuk itu, Aso akan mengutamakan penggunaan kebijakan moneter yang agresif yang disertai oleh kebijakan fiskal yang fleksibel.

Walaupun angin perubahan di Jepang cenderung memberikan dampak positif bagi bursa regional, investor diperkirakan masih akan didominasi oleh faktor jurang fiskal. Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan bergerak dalam kisaran 4,250 hingga 4,300 untuk hari Kamis. Support krusial bagi indeks saat ini berada di 4,205 setelah pekan lalu indeks berhasil melewati support kuatnya di 4,242. Gagalnya perundingan antara Obama dan Kongres dikhawatirkan akan menekan JCI hingga menguji support di 4,205 namun sebaliknya, jika kedua pihak mampu mencapai kesepakatan indeks dapat terpacu naik hingga menguji target resistance di 4,400 sebelum akhir tahun ini.


After-hours - 26 Desember 2012

Market Review


Pergerakan saham domestik pada sesi perdagangan hari Rabu cenderung flat dengan Jakarta Composite Index ditutup pada level 4275.09, naik 24.88 poin atau 0.59%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir menguat tipis masing-masing sebesar 0.51% dan 0.49%. 

Di tingkat regional, indeks Nikkei dan Hang Seng berakhir menguat masing-masing 1.49% dan 0.16%, sementara indeks KOSPI ditutup di 1,982.25, naik 0.43 poin atau 0.02%.

Sebanyak 139 saham ditutup menguat, dibandingkan dengan 105 saham yang berakhir melemah. Sisanya sebanyak 112 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir dengan net sell senilai Rp22.91 miliar.

Sektor aneka industri menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah sebesar 0.94% sementara sektor pertanian berhasil mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 1.51% diikuti oleh sektor perdagangan (+1.26%) dan sektor keuangan (+0.97%).

Di antara delapan saham terekomendasi, MDLN mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan sebesar 5.08% diikuti oleh ASGR (+3.79%) dan ESSA (+3.33%). Sebaliknya, PGAS dan CPIN terkoreksi masing-masing 0.56% dan 1.46%, dan INDS stagnan di 4,000.

JCI sendiri masih bergerak dalam kisaran konsolidasinya yaitu antara 4,200 hingga 4,300. Rentang ini diperkirakan masih akan bertahan hingga tercapainya kesepakatan antara kubu partai Demokrat dan partai Republik sehubungan dengan anggaran belanja Amerika.

Katalis positif datang dari Asia yaitu komitmen yang dicanangkan oleh PM Jepang yang baru-baru ini terpilih, yaitu Shinzo Abe. Abe mengatakan akan melakukan berbagai pelonggaran moneter disamping mengambil langkah-langkah fiskal yang ditujukan untuk membawa Jepang menuju tingkat inflasi sebesar 2% dan pada waktu yang sama mencapai pertumbuhan GDP nominal sebesar 3%. Berbagai deregulasi akan dilakukan di sektor energi, lingkungan dan kesehatan Jepang untuk mencapai hal ini.

Sebaliknya, kenaikan indeks masih dibayangi oleh isu jurang fiskal Amerika dimana antara kubu partai Demokrat dan partai Republik masih belum mampu mencapai kesepakatan sehubungan dengan pengajuan anggaran belanja Amerika untuk tahun 2013.

Menjelang sesi perdagangan di New York Rabu ini, bursa Eropa cenderung netral dengan indeks FTSE menguat 0.24% namun indeks DAX melemah 0.47%. Kinerja bursa Amerika akan kembali ditentukan oleh perkembangan dari perundingan anggaran antara partai Demokrat dan Republik.


Selasa, 25 Desember 2012

Morning Dew - 26 December 2012

Market Preview


Outlook perdagangan saham paska libur Natal terlihat negatif setelah kebuntuan dalam perundingan antara pihak Barack Obama dan John Boehner pekan lalu dilihat meningkatkan risiko terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal yang dikhawatirkan berdampak pada terjadinya resesi sepanjang paruh pertama 2013 mendatang.

Pihak partai Republik pekan lalu menolak proposal yang diajukan oleh John Boehner sehingga kini pasar tengah menantikan langkah partai Demokrat, terutama di Senat Amerika, untuk mengajukan proposal yang dapat diterima baik di tingkat Senat yang didominasi oleh partai Demokrat, dan juga di tingkat Kongres yang didominasi oleh partai Republik.

Partai Republik hingga saat ini menolak kenaikan pajak yang diajukan oleh pihak Demokrat sementara waktu yang tersisa untuk melakukan negosiasi semakin singkat dan hal ini dapat memicu kenaikan pajak otomatis ditambah dengan pemotongan pengeluaran negara secara otomatis juga pada pergantian tahun mendatang.

Sebelum libur Natal kemarin, presiden Obama mengingatkan kedua belah pihak untuk setidaknya mengeluarkan undang-undang sementara yang mampu menghindarkan wajib pajak berpenghasilan menengah dari kenaikan pajak, setidaknya hingga kedua pihak mampu menghasilkan keputusan yang lebih mendalam.

Hingga 17 Desember lalu, baik Obama dan Boehner telah masing-masing mengajukan proposal yang mendekatkan kedua pihak kepada titik temu.  Boehner mengajukan kenaikan pajak untuk pendapatan di atas $1 juta per tahun sementara Obama menaikkan batas atas pendapatan kena pajak dari $250 ribu per tahun menjadi $400 ribu per tahunnya. Selain itu, Obama telah setuju untuk memangkas pengeluaran pada program-program tunjangan pemerintah seperti Medicare sedangkan Boehner menginginkan kenaikan pajak baru dan pemotongan pengeluaran yang seimbang. Pada dasarnya, secara keseluruhan kedua pihak telah mengajukan kenaikan pendapatan pajak sebesar $1 triliun dan pemangkasan pengeluaran sebesar $1 triliun.

Isu jurang fiskal inilah yang akan menjadi fokus pasar hingga akhir tahun nanti. Semakin pendek hari yang tersisa tanpa adanya kemajuan pada perundingan antara kedua belah pihak, semakin negatif sentimen investor terhadap pasar saham.

Di tingkat regional, faktor positif setidaknya datang dari Jepang dengan terpilihnya PM Jepang yang baru Shinzo Abe yang berencana untuk melakukan langkah-langkah pelonggaran moneter dengan mencanangkan target inflasi di level 2%. Abe yang akan mulai menjabat bulan depan mengatakan akan mengubah perundangan di Jepang yang mengatur keberadaan Bank Sentral Jepang apabila BOJ tidak menaikkan target inflasinya dari 1% menjadi 2%. Selain target di sisi moneter, Abe yang berkoalisi dengan Natsuo Yamaguchi dari partai Komeito baru juga mentargetkan pencapaian pertumbuhan GDP nominal 3% melalui paket ekstra anggaran yang diperbesar dan juga melalui deregulasi sektor energi, lingkungan dan kesehatan.

Pergerakan Jakarta Composite Index pada pekan terakhir tahun ini diperkirakan masih cenderung berkisar antara 4,200-4,300. Tergesernya kisaran ini dari kisaran sebelumnya di 4,250-4,350 disebabkan oleh makin pendeknya waktu yang tersisa untuk perundingan anggaran di Amerika yang hingga saat ini masih belum mencapai titik temu. Kongres akan bertemu pada 27 Desember besok dan Senat yang dikendalikan oleh partai Demokrat harus mampu menghasilkan proposal - meskipun proposal sementara - yang mampu disetujui oleh Kongres untuk menghindarkan perekonomian Amerika dari jurang fiskal yang menanti pada pergantian tahun mendatang. Faktor positif dari Jepang diprediksi hanya akan berdampak pada jangka pendek dan sebatas pada cakupan regional pada sentimen pasar karena dominasi yang lebih besar dari faktor jurang fiskal Amerika.


Jumat, 21 Desember 2012

After-hours - 21 Desember 2012

Market Review


Indeks saham domestik ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan hari Jumat. Jakarta Composite Index (JCI) melemah 4.6 poin atau 0.11% dan ditutup di 4,250.21, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah tipis masing-masing 0.06% dan 0.18%. Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir di zona negatif dengan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0.99%, 0.68% dan 0.95%.

Hanya sektor industri dasar (+0.17%), keuangan (+0.74%), barang konsumsi (+1.58%), manufaktur (+0.67%) dan pertambangan (+0.34%) yang berhasil menguat. Sementara itu sektor keuangan dan infrastruktur masing-masing melemah 0.74% dan 0.71%.

Sebanyak 109 saham berakhir menguat, 142 saham ditutup melemah dan sebanyak 112 saham lainnya berakhir stagnan. Posisi asing pada hari Jumat berakhir pada net sell senilai Rp53.21 miliar.

INDS menjadi satu-satunya dari delapan saham terekomendasi yang berhasil menguat pada hari ini. INDS menanjak 2.56% dan berakhir di 4,000. ESSA dan BBNI ditutup stagnan sementara penurunan terjadi pada ASGR (-0.75%), MDLN (-1.67%), ISAT (-1.56%), PGAS (-2.75%) dan CPIN (-2.14%).

Melemahnya sentimen global dipicu oleh dibatalkannya voting terhadap proposal anggaran yang diajukan oleh partai Republik sehingga hal ini dikhawatirkan mempersempit waktu yang tersisa untuk mencapai kesepakatan sekaligus mengesahkan undang-undang hasil kesepakatan ini.

Dikhawatirkan jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat, perekonomian Amerika akan terjerumus ke dalam jurang fiskal dimana akan terjadi kenaikan pajak secara otomatis ditambah dengan pemangkasan pengeluaran senilai $600 miliar pada saat pergantian tahun nanti.

Malam ini di bursa Amerika indeks Dow Jones kembali diperkirakan tertekan dengan dibatalkannya voting proposal partai Republik. Sementara ini di bursa Eropa, indeks FTSE dan DAX masing-masing melemah 0.97% dan 0.96% dan hal ini diperkirakan akan bertahan hingga penutupan sesi Eropa nanti malam.

Walaupun mengalami rebound setelah menyentuh titik terendah 4,222 pada sesi perdagangan hari Kamis, JCI masih belum mampu menguat secara signifikan dan kenaikan sementara ini masih terbatas di area resistance di 4,250-4,260. Pada pekan mendatang indeks diprediksi akan bergerak dalam kisaran 4,200 hingga 4,300, setidaknya hingga ada perkembangan signifikan dari perdebatan anggaran di Amerika.