DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 15 Januari 2013

After-hours - 15 January 2013

Market Review


Bursa domestik kembali ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Selasa dengan Jakarta Composite Index (JCI) menguat 0.42% dan ditutup di 4,400.82. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 berakhir menguat masing-masing 0.67% dan 0.79%.

Di tingkat regional, indeks Nikkei berhasil menguat 0.72% sedangkan indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir melemah 0.14% dan 1.16%.

Tiga sektor berakhir melemah sementara tujuh sektor ditutup menguat. Sektor pertambangan melemah 0.45%, sektor perdagangan juga terkoreksi 0.13% dan sektor industri dasar melemah tipis 0.01 poin. Kinerja terbaik dihasilkan oleh sektor aneka industri (+1.15%), diikuti oleh sektor infrastruktur (+1.05%) dan sektor keuangan (+0.74%).

Posisi transaksi asing pada hari ini ditutup dengan net buy senilai Rp347.37 miliar dengan 123 saham berakhir menguat, 142 lainnya ditutup melemah dan 104 berakhir stagnan.

Sembilan saham yang terekomendasi berakhir mixed dengan BBNI dan LSIP masing-masing menguat 2.01% dan 1.1% sementara PGAS, ISAT, INDS dan ESA ditutup stagnan. ASGR mencatatkan penurunan terbesar yaitu sebesar 2.99% sedangkan MDLN dan CPI berakhir melemah masing-masing 1.39% dan 0.69%. SMCB ditutup di 2,925 namun masih belum berhasil mencapai entry pricenya di 2,850.

Secara teknikal, kenaikan indeks hari ini tertahan oleh resistance Fibonacci di level 76.4%. Apabila pada sesi Rabu besok indeks dapat kembali menguat dan berakhir menembus level resistance ini kemungkinan besar koreksi yang terjadi baru-baru ini telah berakhir dan indeks akan kembali menanjak hingga target resistance berikutnya di 4,450.

Sebaliknya, level support bagi indeks didapati di 4,340-4,360 dimana apabila terjadi penurunan di bawah level support ini dapat berdampak pada terjadinya koreksi yang lebih dalam hingga kembali ke 4,300.

Hingga pertengahan sesi Eropa indeks FTSE masih menguat 0.03% sementara indeks DAX masih terkoreksi 0.12%. 


Senin, 14 Januari 2013

Morning Dew - 15 January 2013

Market Preview

Bursa Asia ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Senin sementara di Eropa dan Amerika perdagangan saham pada awal pekan ini berakhir mixed.


Sesi perdagangan hari Senin di bursa domestik ditutup menguat tajam dengan Jakarta Composite Index (JCI) melesat 76.59 poin atau naik 1.78% saat ditutup di 4,382.50. Dua indeks acuan lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga berakhir menguat masing-masing 2.4%.

Seluruh sektor berakhir positif dengan sektor properti mencatatkan kinerja terbaik (+2.48%) diikuti oleh sektor keuangan (+2.41%) dan sektor aneka industri (+2.31%).

Sebanyak 163 saham ditutup menguat sementara 106 saham berakhir melemah dan 106 lainnya ditutup stagnan. Posisi transaksi asing pada hari Senin mencapai net buy senilai Rp461.92.

Di antara sembilan saham terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh MDLN yang menguat 2.86%, diikuti oleh PGAS yang ditutup naik 2.23% dan ESSA yang naik 1.69%. Satu-satunya yang berakhir melemah adalah ASGR yang ditutup turun 0.6%. SMCB hingga saat penutupan masih belum mencapai entry pricenya sehingga rekomendasi ini masih akan berlanjut pada hari Selasa ini.

JCI mengalami rebound tajam setelah menyentuh level supportnya di 4,270 pada sesi perdagangan sebelumnya, dan berhasil mencapai target resistancenya di 4,378 pada sesi perdagangan hari Senin. Indeks diprediksi akan bergerak dalam kisaran konsolidasi antara 4,340-4,400. Namun, masih perlu diwaspadai risiko terjadinya kembali penurunan pada indeks karena selama indeks masih berada di bawah 4,400 maka masih terdapat risiko penurunan tajam seperti beberapa sesi sebelumnya. Resistance berada di 4,400 diikuti oleh 4,427.65. Support berada di sekitar 4,355 dan 4,340.


Minggu, 13 Januari 2013

Morning Dew - 14 January 2013

Market Preview


Bursa saham di Eropa dan Amerika ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Jumat dan dengan demikian menutup perdagangan sepekan dengan mencatatkan kenaikan.

Indeks Dow Jones ditutup di 13,488.43, menguat 0.13% dibandingkan penutupan hari Kamis sementara dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya indeks Dow ditutup menguat 0.4%. Indeks S&P 500 juga berakhir menguat dengan ditutup di 1,472.05, naik 0.4% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya meskipun melemah tipis dibandingkan angka penutupan hari Kamis. Indeks NASDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi juga ditutup menguat 0.12% dari level penutupan hari Kamis dan naik 0.8% dibandingkan angka penutupan pekan sebelumnya.

Dua indeks utama Eropa juga berakhir positif. Indeks FTSE 100 ditutup naik 0.33% di 6121.58 sedangkan indeks DAX 30 ditutup menguat 0.09% di 7715.53. Dibandingkan dengan angka penutupan pekan sebelumnya, indeks FTSE 100 membukukan kenaikan sebesar  0.5% namun indeks DAX Jerman justru melemah sebesar 0.8%.

Bursa domestik pada hari Jumat kembali terkoreksi dengan Jakarta Composite Index berakhir melemah 0.27% diikuti oleh indeks LQ-45 dan IDX30 yang masing-masing melemah 0.28% dan 0.31%. Dalam sepekan, JCI terpuruk 2.4% sementara indeks LQ-45 juga terkoreksi 2.9%.

Beberapa katalis positif dari Wall Street gagal memberikan dampak positif bagi saham-saham domestik dan sebaliknya setelah mencapai rekor tertinggi di 4,427 pekan lalu, JCI akhirnya dilanda aksi profit-taking. Hingga akhir pekan, JCI sempat terkoreksi 61.8% di sekitar level supportnya di 4,300. Penurunan lebih lanjut di bawah 4,300 dikhawatirkan akan menekan indeks hingga level support selanjutnya di 4,270.

Awal pekan yang baru ini diprediksi JCI akan mengalami rebound menuju level resistancenya di 4,348, 4,363, hingga 4,378. Ancaman penurunan masih akan membayangi kinerja JCI pekan ini dan hanya kenaikan melebihi 4,400 akan mampu meredakan tekanan jual yang baru-baru ini melanda indeks.

Berikut beberapa update dari rekomendasi yang ada:

ESSA – Stop direvisi naik dari yang sebelumnya di bawah 2250 menjadi di bawah 2700. Meskipun masih bertahan di dekat area tertingginya, chart weekly ESSA membentuk pola bearish engulfing sehingga risiko terjadi koreksi lebih lanjut meningkat di pekan yang baru ini.

ISAT mencatatkan level tertinggi yang baru di 7150 pada pekan lalu. Untuk mengurangi risiko kerugian, maka level stop untuk ISAT direvisi dari <5150 menjadi <6250. Pola candlestick pada chart weekly yang terbentuk dikhawatirkan berpotensi memicu terjadinya koreksi pada pekan yang baru ini.

CPIN berhasil mencapai level tertinggi di 3725 pekan lalu sebelum akhirnya ditutup di 3600. Stop yang sebelumnya ditempatkan di <3100 direvisi naik menjadi <3400 untuk menghindarkan terjadinya potensi kerugian di pekan yang baru ini.

ASGR pekan lalu berhasil mencapai level tertingginya di 1760 sebelum akhirnya tersungkur di akhir pekan di 1680. Meskipun masih bersifat korektif, namun untuk meminimalkan risiko terjadi penurunan tajam lebih lanjut stop ASGR digeser dari <1230 menjadi <1520.

MDLN hanya menyisakan satu target yang tersisa yaitu di 940.  Stop level yang ditetapkan sebelumnya di <395 direvisi menjadi <590. Sejauh ini penurunan yang terjadi pada MDLN masih cenderung bersifat korektif dan justru dianggap sebagai peluang untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi yaitu 940.

Untuk rekomendasi lainnya tidak ada perubahan sementara rekomendasi buy untuk SMCB masih belum mencapai entry pricenya.



Jumat, 11 Januari 2013

After-hours - 11 January 2013

Market Review

Jakarta Composite Index ditutup melemah 11.45 poin atau 0.27% di 4,305.91 setelah hanya mampu mencatatkan kenaikan hingga 4,341.76 dan sempat kembali menguji level supportnya di 4,300 saat melemah hingga 4,301.49.  Indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah yaitu masing-masing sebesar 0.28% dan 0.31%.


Sebanyak 119 saham berakhir menguat dan 119 saham lainnya ditutup melemah. Sisanya sebanyak 125 saham berakhir stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan angka penutupan pada sesi perdagangan hari Kamis.

Posisi jual asing pada akhir sesi perdagangan mencapai Rp259.71 miliar dimana hanya dua sektor yang berhasil lolos dari penurunan: infrastruktur (-0.08%) dan properti (-0.46%). Sisanya sebanyak delapan sektor ditutup melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor pertambangan (-1.19%) dan pertanian (-1.01%).

Dari delapan rekomendasi yang ada, MDLN dan CPIN berhasil mencatatkan kenaikan 1.45% dan 0.7% sementara penurunan terbesar dialami oleh ASGR (-3.45%) diikuti oleh ISAT (-2.14%) dan ESSA (-1.67%). Sementara itu, LSIP berhasil mencapai entry levelnya di 2250 dan ditutup juga di angka yang sama. Jadi, saat ini terdapat sembilan rekomendasi saham yang aktif.

Menjelang dibukanya bursa Wall Street, indeks FTSE dan DAX masih bergerak di area positif dengan masing-masing menguat 0.09% dan 0.02%, sementara dari kontrak berjangka indeks S&P diperkirakan perdagangan di bursa Amerika akan berlangsung netral.

Data ekonomi yang akan dirilis malam ini adalah neraca perdagangan Amerika yang diperkirakan bakal membaik dari defisit sebesar $42.2 miliar menjadi $41.3 miliar.


Kamis, 10 Januari 2013

Morning Dew - 11 January 2013

Market Preview


Saham-saham di Amerika dan Eropa cenderung menguat pada hari Kamis setelah data ekonomi China dan juga pandangan presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi menjadi katalis positif bagi para investor di tengah minimnya data-data Amerika yang signifikan.

Data ekonomi China yang dirilis hari Kamis menunjukkan penjualan ritel di China meningkat 14.1% di bulan Desember dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, hampir tiga kali lipat dari ekspektasi pasar yang berada di 5%.

Sementara itu, di Eropa presiden ECB Mario Draghi mengeluarkan pernyataan bahwa pemulihan ekonomi secara bertahap akan dimulai tahun ini di zona euro seiring dengan mulai terasanya dampak kebijakan-kebijakan dari ECB pada perekonomian.

Di samping itu, investor juga mencermati dimulainya earnings season di Amerika dimana emiten-emiten di Wall Street mulai merilis laporan keuangan mereka untuk periode triwulan yang berakhir Desember tahun lalu.

Pergerakan Jakarta Composite Index (JCI) pada sesi perdagangan terakhir pekan ini diperkirakan bakal berada di dalam rentang 4,300 hingga 4,400 setelah pada sesi perdagangan Kamis sempat menguji level supportnya di 4,300. Apabila indeks berhasil menembus level support ini dikhawatirkan indeks akan kembali ke rentang harga sebelumnya yaitu antara 4,250 hingga 4,350 yang terjadi pada akhir tahun 2012.

Data ekonomi yang dijadwalkan akan dirilis pada hari ini adalah indeks harga konsumen China beserta indeks harga produsen China. CPI untuk bulan Desember diprediksi mengalami kenaikan sebesar 2.3%, naik dari kenaikan 2% di periode sebelumnya, sementara itu PPI China untuk periode yang sama diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1.8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada November lalu PPI dilaporkan turun 2.2%.

Data dari Amerika yang akan dirilis pada Jumat malam ini adalah neraca perdagangan untuk periode bulan November dimana defisit neraca perdagangan Amerika diprediksi menyusut dari $42.2 miliar menjadi $41.3 miliar.


After-hours - 10 January 2013

Market Review



Bursa domestik kembali dilanda aksi jual dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 45.56 poin atau 1.04% di 4,317.37. Indeks sempat melemah hingga 4,298.61 dan sempat menyentuh titik tertinggi di 4,377.14. Dua indeks acuan lainnya, LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah masing-masing sebesasr 1.01% dan 1.59%. Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat masing-masing sebesar 0.7%, 0.59% dan 0.75%.

Dua sektor berhasil mencatatkan kenaikan yaitu sektor infrastruktur (+0.08%) dan properti (+0.01%). Sementara itu, delapan sektor lainnya ditutup melemah dengan sektor aneka industri terpuruk 3.85% disusul oleh sektor manufaktur (-2.14%) dan sektor pertanian (-1.87%).

Sebanyak 87 saham ditutup menguat sementara 182 lainnya berakhir melemah. Sisanya, sebanyak 103 saham ditutup stagnan. Posisi jual asing pada hari ini mencapai Rp230.82 miliar.

Di antara delapan saham yang terekomendasi, hanya MDLN dan ASGR yang berhasil menguat yaitu masing-masing sebesar 1.47% dan 2.35%. ESSA dan ISAT ditutup stagnan sedangkan penurunan terbesar dialami oleh BBNI (-1.99%). INDS (-0.61%), CPIN (-0.69%), dan PGAS (-0.55%) berakhir melemah. Dua rekomendasi terbaru yaitu SMCB dan LSIP masih belum mencapai angka entrynya.

Penurunan yang dialami oleh bursa domestik hingga saat ini masih cenderung bersifat profit-taking dengan support di 4,300 telah diuji oleh indeks. Apabila indeks gagal bertahan diatas support ini, dikhawatirkan tekanan jual berikutnya akan membawa indeks hingga kembali ke area konsolidasi sebelumnya yaitu antara 4,250-4,300.

Menjelang dibukanya bursa Amerika, indeks saham FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.08% dan 0.23% di Eropa. Data jobless claims akan dirilis hari ini di sesi perdagangan New York dan diprediksi akan mengalami penurunan dari 372 ribu menjadi 365 ribu. Dua pertemuan bank sentral di Eropa juga akan dilangsungkan pada hari ini yaitu antara Bank of England dan European Central Bank. Pasar akan mencermati opini dari masing-masing bank sentral tersebut sehubungan dengan prospek ekonomi di Eropa dan juga di Inggris.


Rabu, 09 Januari 2013

Morning Dew - 10 January 2013

Market Preview


Setelah terpuruk selama dua sesi berturut-turut, saham-saham di Amerika akhirnya bergerak menguat pada sesi perdagangan hari Rabu. Optimisme terhadap laporan keuangan yang dirilis oleh Alcoa menjadi katalis positif bagi pasar di tengah minimnya katalis yang ada.

Alcoa pada Selasa malam melaporkan hasil penjualan triwulan terakhir yang berhasil melebihi ekspektasi para analis meskipun mengalami penurunan dibandingkan perolehan di tahun sebelumnya. Selain itu pihak Alcoa juga memberikan proyeksi positif bagi perekonomian China yang diperkirakan akan mengalami kebangkitan di tahun 2013 ini. Menurut Alcoa, pertumbuhan permintaan aluminum di dunia akan mengalami akselerasi pertumbuhan menjadi 7% di tahun ini.

Dimulainya earnings season di Amerika untuk sementara akan mengalihkan fokus para investor dari ekonomi makro menuju ke ekonomi mikro dan hasil-hasil individual para emitenlah yang akan cenderung menjadi penggerak indeks Dow, S&P dan NASDAQ.

Di Eropa, indeks FTSE dan DAX ditutup menguat masing-masing 0.74% dan 0.32% di 6,098.65 dan 7,720.47 sedangkan indeks Dow, S&P 500 dan NASDAQ masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.46%, 0.27% dan 0.45%.

Sesuai perkiraan kemarin, Jakarta Composite Index (JCI) bergerak menuju ke level supportnya di 4,380 hingga 4,350 sebelum mengalami rebound dan ditutup di 4,362.93. Hari Kamis ini diperkirakan indeks akan bergerak antara 4,350 hingga 4,380 meskipun tidak tertutup kemungkinan indeks akan menanjak lebih tinggi menjadi 4,400. Masih perlu diwaspadai pula peluang terjadinya penurunan karena jika support di 4,350 terlewati maka indeks dikhawatirkan akan tertekan hingga support-support berikutnya yang berada di 4,325 dan 4,300.

Hari ini, event penting yang dijadwalkan berlangsung adalah pertemuan Bank of England dan pertemuan European Central Bank di Eropa. Kedua bank sentral ini diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga masing-masing, namun perlu dicermati apabila terdapat perubahan-perubahan pada opini mereka terhadap perekonomian Eropa maupun global. 

Data ekonomi yang akan dirilis hari ini adalah jobless claims yang diprediksi akan mengalami penurunan dari 372 ribu menjadi 365 ribu pada pekan yang berakhir 5 Januari lalu.