DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Selasa, 22 Januari 2013

After-hours - 22 January 2013

Market Review

Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Selasa di 4,416.55, melemah 23.43 poin atau 0.53%. Indeks sempat melemah hingga 4,399.76 dan juga sempat mencapai level tertinggi di 4,441.61 sebelum akhirnya ditutup di 4,416.55.  Sementara itu, dua indeks domestik lainnya, LQ-45 dan IDX30 masing-masing juga ditutup melemah 0.62% dan 0.68%.


Di bursa regional, indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat masing-masing sebesar 0.29% dan 0.49% sementara indeks Nikkei terkoreksi 0.35%.

Sebanyak empat sektor berakhir positif dengan kenaikan terbesar dialami oleh sektor properti (+0.94%), diikuti oleh sektor industri dasar (+0.49%) dan sektor aneka industri (+0.39%). Sebaliknya, sektor pertambangan terpuruk 1.84%, diikuti oleh sektor keuangan (-1.14%) dan sektor pertanian (-0.96%).

Jumlah saham yang ditutup menguat mencapai 113 berbanding dengan 158 saham yang berakhir melemah dan 97 lainnya yang ditutup stagnan atau sama dengan harga penutupan hari Senin lalu.

Transaksi asing pada hari ini berakhir pada net sell senilai Rp58.84 miliar.

Setelah masuknya rekomendasi PTPP, kali ini giliran rekomendasi SMCB mencapai entry pointnya di 3,000. Sebaliknya, rekomendasi ASGR berakhir setelah saham ini terpuruk melewati level stopnya di bawah 1,520. Meskipun terkena stopnya, namun rekomendasi ASGR ini masih mencatatkan keuntungan sebesar 9.42% (harga entry di 1,380).

Di antara saham-saham terekomendasi lainnya, MDLN mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 4.23% hingga mencapai level 740. PTPP yang baru kemarin mencapai entry pricenya hari ini menanjak 3.53% dan ditutup di 880. CPIN juga bergerak positif dengan naik 0.67% sedangkan PGAS stagnan di 4,575. Sisanya ditutup melemah dengan LSIP terkoreksi 3.3%, INDS melemah 1.83% bersama dengan ISAT dan BBNI yang masing-masing melemah 1.48% dan 1.3%. ESSA juga tergelincir 0.83% dan ditutup di 2,975.

Rentang pergerakan indeks diperkirakan masih akan terjadi antara 4,400 hingga 4,500 dengan resistance terdapat di 4,445, 4,450, 4,455, dan 4,460. Support di 4,000 diperkirakan masih akan bertahan.

Meskipun demikian perlu diwaspadai data-data dari Amerika malam nanti dimana data existing home sales dan indeks manufaktur dari Federal Reserve cabang Richmond akan dirilis.


Senin, 21 Januari 2013

Morning Dew - 22 January 2013

Market Preview

Bursa saham Amerika libur untuk memperingati hari Martin Luther King, namun bursa Eropa tetap dibuka dengan normal. Indeks saham Inggris yaitu FTSE 100 ditutup menguat 0.43% sementara indeks saham Jerman DAX 30 berakhir menguat 46.63 poin atau 0.61%. Sebelumnya, di Asia bursa regional melemah setelah pekan lalu mencatatkan kenaikan signifikan terutama untuk Jakarta Composite Index (JCI).


Mengawali aktivitasnya tahun ini, para menteri keuangan Eropa bertemu di Brussels untuk membahas mengenai krisis utang negara-negara anggota euro.

Minimnya katalis dari sisi fundamental menjadikan faktor teknikal sebagai acuan utama bagi pergerakan JCI pada awal pekan ini. Setelah mencapai level supportnya kemarin di 4,427, indeks mengalami rebound hingga ditutup di 4,439.97. Resistance bagi indeks saat ini berada di 4445, 4450, 4455 dan 4460. Sebaliknya, support berikut setelah 4427 berada di 4400.

Positifnya bursa Eropa dan diliburkannya bursa Amerika mengindikasikan bahwa pergerakan JCI pada hari Selasa masih akan cenderung positif dan indeks diprediksi akan bergerak dalam kisaran 4,400 hingga 4,500.

Data ekonomi yang akan dirilis pada hari Selasa ini antara lain indeks ZEW yang mengukur sentimen ekonomi di Jerman dan juga beberapa dari Amerika. Indeks ZEW untuk sentimen ekonomi di bulan Januari diperkirakan mencatatkan kenaikan dari 6.9 menjadi 12, sementara untuk indeks situasi terkini dilaporkan juga naik dari 5.7 menjadi 6.2.

Malam nanti data existing home sales akan dirilis untuk periode bulan Desember dimana penjualan diperkirakan mengalami perlambatan pertumbuhan dari 5.9% menjadi 1.2%. Indeks manufaktur dari Federal Reserve Richmond yang diperkirakan menurun tipis dari 5 menjadi 4.

Untuk sepuluh rekomendasi yang ada semuanya masih hold. Dua rekomendasi yang masih belum mencapai entry pointnya adalah PTPP dan SMCB.


After-hours - 21 January 2013

Market Review



Bursa domestik ditutup melemah dengan Jakarta Composite Index (JCI) terkoreksi 25.51 poin atau 0.57% saat ditutup di 4,439.97. Indeks sempat mencapai level terendah di 4,427.77 setelah sempat menanjak hingga mencapai 4,472.11. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir melemah masing-masing sebesar 0.9% dan 0.93% sementara bursa regional juga mengawali pekan ini dengan penurunan. Indeks Hang Seng dan KOSPI maisng-masing ditutup melemah 0.05%, sementara indeks Nikkei terpuruk 1.52%.

Hanya tiga dari sepuluh sektor yang ada berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini. Sektor barang konsumsi menanjak 1.33%, sektor manufaktur naik 0.17% sedangkan sektor pertanian menguat tipis 0.03%. Sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar yaitu 1.25%, diikuti oleh sektor properti (-1.15%) dan sektor keuangan (-1.03%).

Nilai transaksi asing pada hari pertama pekan ini mencapai net sell senilai Rp102.01 miliar. Jumlah saham yang berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini adalah sebanyak 120 saham , sementara 147 saham ditutup melemah dan 108 lainnya berakhir stagnan.

PTPP yang dimulai rekomendasinya pada hari ini berhasil mencapai entry pointnya di 850 sehingga total keseluruhan rekomendasi yang telah terkonfirmasi ada 10. Dua rekomendasi lainnya yang masih belum mencapai entry pricenya adalah SMCB dan KLBF.

Dari sepuluh rekomendasi tersebut, hanya LSIP yang berhasil mencatatkan kenaikan yaitu sebesar 1.11%. PTPP ditutup di harga entry (850), sementara BBNI dan ESSA berakhir stagnan. Penurunan terbesar dialami oleh ASGR (-1.85%), diikuti oleh ISAT (-1.46%), MDLN (-1.39%), INDS (-1.2%) dan CPIN (-0.66%) beserta PGAS (-0.54%).

Terkoreksinya JCI pada hari ini masih tergolong koreksi yang wajar dengan support yang berada di 4,427 telah tercapai (intraday low di 4,427). Apabila indeks gagal bertahan di atas 4,427 maka koreksi berikutnya diperkirakan akan mencapai support di 4,400. Pergerakan indeks pada hari Selasa besok diperkirakan masih dalam kisaran 4,400 hingga 4,500, namun kinerja bursa Eropa dan Amerika malam ini akan memberikan indikasi lebih lanjut.


Minggu, 20 Januari 2013

Morning Dew - 21 January 2013

Market Preview


Bursa global ditutup cenderung menguat dengan Jakarta Composite Index (JCI) mencatatkan rekor tertinggi yang baru di 4,465.48, ditutup di level tertinggi ini atau menguat 3.71% selama sepekan terakhir. Sementara itu, indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham bluechip juga menguat secara signifikan selama sepekan sebesar 4.79% atau 35.04 poin dan ditutup di 766.92.

Bursa regional juga menguat walaupun tidak sebesar kenaikan yang dialami oleh bursa domestik. Indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing menguat sebesar 1.03% dan 1.45%.

Di Eropa dan Amerika, indeks Dow Jones mencatatkan kenaikan 1.2% selama sepekan terakhir dan ditutup di 13,649.7 sementara indeks S&P 500 dan NASDAQ masing-masing berakhir menguat 0.95% dan 0.29%. Indeks FTSE di Inggris ditutup naik 0.54% sedangkan indeks DAX Jerman merupakan satu-satunya yang berakhir melemah yaitu 0.17%.

Dalam sepekan terakhir sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang gagal mencatatkan kenaikan sementara sembilan sektor lainnya mengalami kenaikan. Sektor pertanian melemah 1% sementara sektor aneka industri merupakan sektor terbaik dengan kenaikan sebesar 5.54% diikuti oleh sektor keuangan yang mengalami kenaikan sebesar 5.47%.

Di antara sembilan saham yang terekomendasi, dalam sepekan terakhir kenaikan terbesar diraih oleh CPIN yang ditutup di 3,775 disusul oleh BBNI yang menguat 4.76%. ISAT dan LSIP tidak mengalami perubahan angka penutupan dibandingkan pekan sebelumnya, sementara ASGR menjadi satu-satunya yang melemah yaitu sebesar 3.57%. Sisanya menguat yaitu ESSA (+1.69%), INDS (+2.47%), MDLN (+2.86%), dan PGAS (+2.79%). SMCB yang belum berhasil mencapai angka entrynya dalam sepekan mencatatkan kenaikan sebesar 5.17%.

Tiga rekomendasi saham baru telah ditambahkan untuk pekan mendatang. SMCB dengan entry dan exit yang baru yaitu di 2900-3000 dengan stop di bawah 2850; PTPP dengan entry di 830-850 dan stop di bawah 760; dan KLBF dengan entry di 1020-1030 dan stop di bawah 950. Selengkapnya dapat dilihat di halaman 3.

Data ekonomi yang dirilis sepanjang pekan lalu didominasi oleh data dari China dan Amerika. Dari China dilaporkan pertumbuhan ekonomi di triwulan keempat mencapai 2% dibandingkan triwulan sebelumnya, dan 7.9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan ketiga, namun angka GDP ini naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Produksi industrial China di bulan Desember dilaporkan naik 10.3%, lebih baik dari ekspektasi 10.2% dan juga lebih baik dari angka sebelumnya yaitu 10.1%. Di sisi ritel, penjualan ritel untuk bulan Desember mencatatkan kenaikan sebesar 15.2% dibandingkan tahun lalu, lebih baik dari ekspektasi dan juga lebih tinggi kenaikannya dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di Amerika, penjualan ritel di bulan Desember lalu dilaporkan naik 0.5%, lebih baik dari kenaikan pada bulan sebelumnya yaitu 0.4% dan juga melebihi ekspektasi kenaikan sebesar 0.2%. Data lainnya yaitu Producer Price Index (PPI) atau indeks harga produsen yang merupakan salah satu indikator inflasi dilaporkan melambat dari 1.5% menjadi 1.3% di bulan Desember. Angka ini berada di bawah ekspektasi yaitu 1.4%. Di luar harga makanan dan bahan bakar PPI mengalami kenaikan sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya, lebih lambat dari periode sebelumnya yaitu 2.2%. Sementara itu, CPI atau indeks harga konsumen di bulan Desember dilaporkan melambat dari 1.8% menjadi 1.7% sedangkan di luar harga makanan dan bahan bakar CPI mengalami kenaikan sebesar 1.9%, sama dengan data periode sebelumnya dan juga sesuai dengan ekspektasi para analis. 

Federal Reserve pada pekan lalu juga merilis data produksi industrial untuk periode bulan Desember dimana dilaporkan produksi melambat dari 1% menjadi 0.3%. Jobless claims untuk periode sepekan yang berakhir 12 Januari lalu dilaporkan mengalami penurunan cukup tajam yaitu dari 372 ribu menjadi 335 ribu, sementara pasar sebelumnya memprediksikan angka klaim mencapai 368 ribu. 

Di pasar properti Amerika, data building permits menunjukkan terjadinya peningkatan tipis dalam hal perijinan pendirian bangunan di bulan Desember yang mencapai 903 ribu, naik dari 900 ribu. Sementara itu, housing starts meningkat dari 851 ribu menjadi 954 ribu, melebihi konsensus yang berada di 890 ribu.

Data ekonomi lainnya adalah indeks aktivitas manufaktur di area New York yang dilaporkan memburuk dari -7.3 menjadi -7.8 di bulan Januari; dan data Philadelphia Fed index yang menunjukkan penurunan dari 8.1 menjadi -5.8 di bulan Januari. Data terakhir yang dirilis di Amerika adalah indeks kepercayaan konsumen dari Universitas Michigan. Indeks ini menunjukkan memburuknya kepercayaan konsumen di bulan Januari, yaitu dari 72.9 menjadi 71.3. Sebelumnya, pasar memprediksi indeks ini meningkat menjadi 75.0.

Untuk sepekan mendatang, data-data ekonomi yang akan dirilis antara lain datang dari Jerman yaitu indeks sentimen ekonomi dari ZEW, diikuti oleh indeks IFO yang mengukur iklim bisnis di Jerman. Secara keseluruhan IFO indeks diperkirakan membaik di bulan Januari. Data GDP Inggris juga akan dirilis pada Jumat mendatang dimana untuk triwulan keempat diprediksi terjadi kontraksi sebesar 0.1% dibandingkan dengan triwulan ketiga dimana masih terjadi kenaikan sebesar 0.9%. Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0.2%.

Data Purchasing Manager Index (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa Eropa dijadwalkan akan dirilis pekan mendatang. PMI Prancis diperkirakan membaik dari 44.6 menjadi 45.0 untuk sektor manufaktur sedangkan untuk sektor jasa diprediksi indeks PMI membaik pula dari 45.2 menjadi 45.4. Di Jerman, PMI untuk sektor jasa diperkirakan naik dari 46.0 menjadi 46.8 di bulan Januari sementara PMI untuk sektor jasa diperkirakan tetap berada di 52.0. Sementara itu, untuk PMI sektor manufaktur zona euro  diperkirakan membaik dari 46.1 menjadi 46.6 demikian pula dengan PMI sektor jasa yang diperkirakan naik dari 47.8 menjadi 48.

Di Amerika, beberapa data ekonomi yang akan dirilis antara lain existing home sales untuk bulan Desember yang diperkirakan melambat dari 5.9% menjadi 1.2%; indeks harga perumahan bulan November yang diperkirakan meningkat 0.6% setelah naik 0.5% di bulan Oktober; jobless claims diperkirakan kembali meningkat menjadi 360 ribu untuk periode pekan yang berakhir 20 Januari dibandingkan 335 ribu pada pekan sebelumnya. Data ekonomi lainnya adalah penjualan rumah baru untuk bulan Desember yang diperkirakan naik 2.1%, melambat dari 4.4% di bulan sebelumnya.

Minimnya faktor fundamental yang ada di pasar mengalihkan fokus investor ke faktor teknikal dimana berhasilnya JCI untuk mencapai angka all-time high di 4,465 membuka jalan untuk penguatan lebih lanjut menuju target resistance berikutnya di 4,504.13 dan 4,631.14. Support saat ini berada di 4,427 yang merupakan resistance sebelumnya dan juga 4,400.


Kamis, 17 Januari 2013

Morning Dew - 18 January 2013

Market Preview


Bursa regional berakhir melemah pada sesi perdagangan hari Kamis sementara di Eropa dan Amerika indeks-indeks saham utama ditutup menguat.

Jakarta Composite Index (JCI) mengakhiri sesi perdagangan hari Kamis dengan penurunan sebesar 0.29% atau 12.58 poin, ditutup di 4,398.38 setelah sempat menanjak hingga 4,421.34. Indeks LQ-45 dan IDX30 juga berakhir melemah yaitu masing-masing sebesar 0.62%.

Posisi transaksi asing pada hari Kamis berakhir dengan net buy sebesar Rp94.6 miliar.

Sebanyak 97 saham berakhir menguat dibandingkan dengan 130 saham yang ditutup melemah dan 127 lainnya yang berakhir stagnan. Secara sektoral, hanya tiga sektor yang berhasil ditutup menguat: sektor industri dasar (+0.45%), sektor keuangan (+0.15%) dan sektor infrastruktur (+0.06%). Sebaliknya, sektor aneka industri ditutup melemah 1.63%, terburuk dibandingkan sektor-sektor lainnya, disusul oleh sektor perdagangan (-0.83%) dan sektor manufaktur (-0.63%).

Data ekonomi yang dirilis di sesi perdagangan New York semalam menunjukkan building permits naik tipis dari 900 ribu menjadi 903 ribu di bulan Desember sementara di bulan yang sama housing starts naik 12.1%, melebihi ekspektasi 3.3% dan juga lebih baik dari periode sebelumnya dimana terjadi penurunan sebesar 4.3%. Angka jobless claims juga berhasil memberikan dampak positif dimana jumlah claims dilaporkan sebanyak 335 ribu, turun dari 372 ribu yang tercatat pada pekan sebelumnya. Data ekonomi yang cenderung positif menjadi katalis positif bagi kinerja bursa saham Eropa dan Amerika.

Di antara sembilan saham terekomendasi, kenaikan terbesar dicatatkan oleh MDLN (+4.35%) diikuti oleh ASGR (+0.63%). ESSA, CPIN dan INDS berakhir stagnan sementara LSIP (-2.15%), ISAT (-0.73%), BBNI (-0.67%) dan PGAS (-0.54%) ditutup melemah. SMCB hingga Kamis masih belum mencapai entry pricenya namun berakhir menguat 2.52% di 3,050.

Data-data ekonomi yang akan dirilis pada hari Jumat antara lain University of Michigan Confidence Index untuk periode Januari dan sejumlah data ekonomi dari China seperti GDP untuk triwulan keempat, produksi industrial, dan penjualan ritel.

Kenaikan JCI pada pekan ini berpeluang untuk kembali berlanjut pada Jumat ini. Indeks diperkirakan akan bertahan di atas 4,340-4,360 sementara target berada d 4,427.65 dan 4,450.


Rabu, 16 Januari 2013

Morning Dew - 17 January 2013

Market Preview

Jakarta Composite Index (JCI) kembali mencatatkan kenaikan pada sesi perdagangan hari Rabu, sementara di bursa regional saham-saham cenderung melemah. Di Eropa dan Amerika saham-saham berakhir mixed.


JCI ditutup di 4,410.96, naik 10.14 poin atau 0.23% sementara indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing mencatatkan kenaikan 0.33% dan 0.4%.

Sebanyak 132 saham berakhir menguat, sementara 128 lainnya ditutup melemah. Sisanya, sebanyak 121 saham berakhir mixed. Posisi asing pada hari Rabu adalah pada net buy senilai Rp470.77 miliar.

Tiga sektor mengalami penurunan sementara tujuh sektor lainnya ditutup menguat. Sektor barang konsumsi menjadi yang terbaik dengan kenaikan sebesar 0.7%, diikuti oleh sektor properti yang naik 0.62%. Sektor perdagangan juga mengalami kenaikan sebesar 0.55%. Sektor pertanian terpuruk hingga 1.5% diikuti oleh sektor pertambangan  yang melemah 0.72%. Sektor industri dasar juga melemah hingga 0.25%.

Tiga dari sembilan saham terekomendasi berhasil menguat: INDS (+0.61%), LSIP (+1.09%) dan PGAS (+1.09%). Sementara itu, ISAT (-0.72%), ASGR (-1.85%), MDLN (-2.82%) dan BBNI (-1.32%) ditutup melemah. CPIN dan ESSA tidak mengalami  perubahan atau stagnan. SMCB kembali menguat hingga 1.71%, namun untuk rekomendasi ini harga entrynya masih belum tercapai.

Hari Kamis ini Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan cenderung mengalami konsolidasi setelah pada hari Selasa dan Rabu kemarin berhasil menembus resistancenya di 4,400. Target resistance berikutnya berada di 4,427.65 – level all-time high indeks – disusul oleh 4,450. Sebaliknya, support berada di sekitar 4,400 disusul dengan 4,340-4360.


Selasa, 15 Januari 2013

Morning Dew - 16 January 2013

Market Preview


Bursa Eropa dan Amerika berakhir mixed pada sesi perdagangan hari Selasa. Indeks Dow Jones dan S&P 500 mengakhiri sesi Selasa dengan masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.2% dan 0.11% sementara indeks NASDAQ melemah 0.22%. Di Eropa, Indeks FTSE menguat 0.15% namun sebaliknya indeks DAX terkoreksi 0.69%.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar pada hari Selasa adalah data ekonomi Amerika, isu batas utang luar negeri Amerika dan juga earnings season di Wall Street.

Mendekati Februari isu batas utang luar negeri Amerika diperkirakan bakal semakin hangat diperdebatkan.  Presiden Obama telah menyampaikan peringatannya pada partai Republik yang berkuasa di Kongres untuk tidak menggunakan isu ini untuk memaksakan pengurangan pengeluaran negara yang baru. Menurutnya, dirinya tidak akan mau berkompromi dalam hal kenaikan batas atas utang luar negeri Amerika karena Amerika tidak mempunyai pilihan lain selain membayar semua pengeluaran yang telah diotorisasikan. Di sisi Republik, kenaikan batas pinjaman luar negeri Amerika harus diimbangi dengan turunnya tingkat pengeluaran. Hingga kini, sejak akhir Desember lalu Departemen Keuangan Amerika tengah menggunakan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Amerika untuk mencegah terlewatinya batas atas utang luar negeri Amerika di $16.4 triliun. Namun, menurut menteri keuangan Amerika Tim Geithner, upaya yang dilakukannya saat ini hanya akan bertahan hingga pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang. Jika batas atas utang luar negeri Amerika gagal dinaikkan, dikhawatirkan hal ini akan berujung pada dilakukannya review atas peringkat utang Amerika dengan risiko terjadi penurunan peringkat utang Amerika.

Data ekonomi yang dirilis pada sesi Selasa tidak memberikan dampak signifikan yang mampu menggerakkan pasar. Penjualan ritel pada bulan Desember dilaporkan naik 0.5%, melebihi kenaikan pada bulan November yaitu 0.4% dan lebih baik dari ekspektasi yaitu 0.2%. Indeks harga konsumen untuk periode Desember dilaporkan naik 1.3%, lebih lambat dari bulan sebelumnya dimana PPI naik 1.5% dan juga lebih lambat dibandingkan angka konsensus yang beredar di pasar. Di luar harga-harga makanan dan energi, PPI mengalami kenaikan sebesar 2%, juga lebih lambat dari ekspektasi dan periode sebelumnya. Sementara itu, aktivitas manufaktur di area sekitar New York memburuku dari -7.3 menjadi -7.8 di bulan Januari, di bawah ekspektasi yang berada di 0.

Earnings season yang baru saja dimulai di Amerika sejauh ini menghasilkan 80% dari 30 emiten S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi pasar. Laba pada emiten-emiten ini diestimasi mencatatkan pertumbuhan sebesar 2.5% di triwulan keempat lalu, pertumbuhan terendah per triwulannya sejak 2009 lalu. Pasar tengah menantikan rilis dari Intel dan General Electric dimana keduanya diperkirakan melaporkan hasil yang kurang memuaskan. Memburuknya kinerja perekonomian global dianggap menjadi faktor signifikan di balik menurunnya kinerja dua emiten ini.

Hari Rabu ini Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan cenderung mengalami konsolidasi setelah pada hari Selasa kemarin berhasil mencapai resistancenya di 4,400. Target resistance berikutnya berada di 4,427.65 – level all-time high indeks – disusul oleh 4,450. Sebaliknya, support berada di sekitar 4,400 disusul dengan 4,340-4360.