DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 07 Februari 2013

Morning Dew - 8 February 2013

Global Market Review

Bursa saham Amerika kembali terkoreksi setelah sehari sebelumnya menguat bersama dengan bursa Eropa. Indeks Dow Jones mengakhiri sesi perdagangan hari Kamis di 13,944, melemah 42.47 poin atau 0.3%. Sementara itu, indeks S&P 500 juga ditutup melemah 0.18% dan indeks NASDAQ terkoreksi 0.11%. Di Eropa, indeks FTSE ditutup melemah 1.06% namun indeks DAX Jerman justru menguat tipis 0.13%.


Data ekonomi yang dirilis di Amerika Kamis malam menunjukkan adanya penurunan pada jumlah jobless claims untuk periode yang berakhir 3 Februari lalu menjadi 366 ribu dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berjumlah 371 ribu. Namun, angka ini lebih buruk dari ekspektasi pasar yang berada di 360 ribu. Data lainnya yang dirilis adalah produktivitas di luar sektor pertanian pada triwulan keempat lalu. Dilaporkan produktivitas mengalami penurunan sebesar 2% setelah pada periode sebelumnya meningkat 3.2%. Data ini juga lebih buruk dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksi produktivitas akan mengalami kontraksi sebesar 1.4%. Sebaliknya, biaya tenaga kerja per unit yang pada triwulan keempat diprediksi naik 3%, ternyata mengalami peningkatan hingga 4.5% setelah pada periode sebelumnya menurun 2.3%.

Sebelumnya, di Eropa dilaporkan bahwa produksi industrial Jerman mengalami kenaikan sebesar 0.3%, lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan 0.2% yang diproyeksikan oleh pasar dan juga membaik dari penurunan yang terjadi pada periode sebelumnya sebesar 0.2%.

Dari pertemuan European Central Bank (ECB) Kamis kemarin dilaporkan bahwa presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa para pembuat kebijakan di Eropa mengkhawatirkan kenaikan pada nilai tukar mata uang euro akan berpotensi menekan inflasi dan nantinya akan menghambat pemulihan ekonomi di zona euro. Walaupun nilai tukar bukanlah sasaran kebijakan dari ECB, namun faktor ini menurut Draghi merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan stabilitas harga. ECB sendiri pada pertemuan semalam mempertahankan tingkat suku bunganya di 0.75%, sesuai dengan prediksi para analis. Draghi juga menambahkan bahwa ECB akan memantau perkembangan apresiasi euro ini dan menimbang apakah hal ini akan mampu mengubah penilaian ECB terhadap risiko sehubungan dengan stabilitas harga.

Peringatan dari Draghi disertai dengan beberapa rilis laporan keuangan di Amerika yang dinilai tidak memuaskan dan juga data-data ekonomi yang tidak mampu menjadi katalis positif bagi sentimen investor mendorong indeks saham utama di Amerika cenderung tertekan meskipun menjelang penutupan di sesi perdagangan di New York indeks Dow mengalami rebound hingga mengurangi besar penurunan yang terjadi sebelumnya di awal sesi.

Market Preview

Dampak dari kinerja bursa Eropa dan Amerika diprediksi akan memberikan implikasi negatif ke bursa domestik dan regional pada sesi perdagangan hari Jumat.

Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan akan kembali bergerak dalam rentang konsolidasinya antara 4,450-4,520, dengan bias negatif. Level 4,500 yang kemarin berhasil dilewati perlu diwaspadai karena apabila kembali ditembus oleh tekanan jual maka indeks diprediksi akan terpuruk kembali hingga kembali ke supportnya di 4,450 dan bahkan berpotensi membawa indeks ke rentang konsolidasi berikutnya di 4,400-4,450.
Risiko penurunan ini baru akan berkurang apabila indeks kembali berhasil ditutup di atas 4,500 ditambah dengan melewati level all-time high sebelumnya di 4,519 sehingga akan membuka kembali peluang bagi JCI untuk menuju target-target all-time high baru di 4,525 dan 4,558.


Click here to download the full update (PDF)

After-hours - 7 February 2013

Market Review


Kenaikan yang dibukukan oleh Jakarta Composite Index (JCI) pada sesi perdagangan hari Kamis pada akhirnya berhasil menempatkan indeks di atas level resistance psikologis 4,500. Meskipun demikian, indeks masih belum mampu menembus level all-time high di 4,519. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.07% dan 0.15%.

Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI berakhir melemah dengan masing-masing ditutup turun 0.93%, 0.34% dan 0.23%.

Secara sektoral kenaikan dan penurunan pada hari ini berlangsung berimbang dengan lima sektor berakhir positif dipimpin oleh sektor aneka industri (+1.23%) sedangkan sektor barang konsumsi menguat 0.79% diikuti oleh sektor manufaktur yang menguat 0.68%. Sektor infrastruktur ditutup melemah 1.14%, diikuti oleh sektor pertambangan (-0.97%) dan sektor pertanian (-0.29%).

Sebanyak 136 saham ditutup menguat dan 121 saham lainnya berakhir melemah. Sementara 122 saham lainnya ditutup stagnan, sama dengan harga penutupan hari Rabu lalu. Posisi asing mencatatkan nilai net buy yang melonjak signifikan yaitu senilai Rp2,071.31 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, PTPP mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 3.45% diikuti oleh BBNI (+1.79%) dan MDLN (+1.32%). Di zona negatif, penurunan terbesar dibukukan oleh ISAT (-2.14%) diikuti oleh PGAS (-0.53%). ESSA, CPIN dan LSIP ditutup stagnan.

Meskipun berakhir di atas level psikologis, prospek JCI masih akan diuji pada sesi perdagangan hari Jumat dimana indeks diprediksi masih berpeluang untuk menguat hingga resistancenya di 4,525 hingga 4,558 apabila berhasil melewati level all-time highnya di 4,519. Sebaliknya, support JCI tetap berada di area 4,452-4,458.

Menjelang sesi perdagangan di New York, bursa Eropa masih bergerak di kisaran positif dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.07% dan 0.24%. Pasar tengah menantikan hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB) yang dilangsungkan sore ini. Meskipun diperkirakan tidak akan terjadi perubahan pada tingkat suku bunga zona euro, namun acara konferensi pers yang dijadwalkan setelah rapat ECB akan mendapat sorotan investor, terutama sehubungan dengan tindakan lebih lanjut dari ECB terhadap isu krisis fiskal yang terjadi di Eropa. Lebih lanjut, pasar juga akan menantikan respon ECB terhadap proposal yang diajukan oleh Irlandia sehubungan dengan restrukturisasi utang.


Rabu, 06 Februari 2013

Morning Dew - 7 February 2013

Global Market Review


Bursa Eropa dan Amerika berakhir mixed pada perdagangan hari Rabu menyusul kenaikan yang terjadi pada mayoritas bursa Asia. Optimisme para investor terhadap kinerja laporan keuangan yang mampu melampaui ekspektasi di Wall Street berhasil mengimbangi faktor negatif yang muncul dari Eropa, terutama salah satunya mengenai proposal restrukturisasi utang Irlandia.

Indeks Dow Jones kembali ditutup menguat meskipun tipis, yaitu sebesar 0.05%, bersamaan dengan menguatnya indeks S&P500 sebesar 0.05%. Sebaliknya indeks NASDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi mengalami penurunan sebesar 0.1%. Di Eropa, indeks FTSE mencatatkan kenaikan sebesar 0.2% namun indeks DAX berakhir dengan penurunan sebesar 1.09%.

Terpuruknya indeks saham di Jerman ini dipicu oleh melemahnya tingkat pemesanan produk-produk pabrikan di Jerman di bulan Desember kemarin sebesar 1.8%, jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan  hanya terjadi penurunan sebesar 1.2%. Di periode sebelumnya, tingkat pemesanan mengalami penurunan sebesar 0.9%.

Minimnya data ekonomi yang dirilis di Wall Street mengalihkan perhatian para investor ke Eropa, dimana dikabarkan bahwa Irlandia telah mengajukan proposal untuk melakukan restrukturisasi bailout Anglo Irish Bank Corp., perbankan yang berbasiskan di Irlandia yang menjalani program bailout Eropa beberapa waktu lalu. Proposal yang diajukan pada bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) ini diperkirakan tidak akan terselesaikan dengan mudah karena dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi Eropa.

Market Preview

Hari Kamis ini, presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan untuk memimpin pertemuan rutin ECB di Frankfurt, sedangkan para pembuat kebijakan zona euro pada hari Kamis ini juga akan menjalani pertemuan di Brussels. Agenda pertemuan ini diperkirakan akan didominasi oleh isu krisis fiskal di zona euro.

Data ekonomi yang dijadwalkan rilis pada sesi perdagangan hari Kamis antara lain data jobless claims mingguan di Amerika dan tingkat produksi industrial di Jerman. Jobless claims diprediksi akan membaik dari 368 ribu menjadi 360 ribu, sementara produksi industrial di Jerman diprediksi mengalami penurunan sebesar 0.5% setelah di periode sebelumnya mengalami penurunan tajam sebesar 2.9%.

Memasuki sesi perdagangan hari Kamis, JCI diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasinya antara 4,450-4,500. Perlu diwaspadai pula apabila indeks terpuruk kembali hingga melewati supportnya di 4,450 ini karena hal ini akan membawa indeks ke rentang konsolidasi berikutnya di 4,400-4,450.
Risiko penurunan ini baru akan berkurang apabila indeks berhasil ditutup di atas 4,500 sehingga akan membuka kembali peluang bagi JCI untuk menuju target-target all-time high baru di 4,525 dan 4,558.


Click here to download the full update (PDF)

After-hours - 6 February 2013

Market Review



Jakarta Composite Index kembali mencapai level 4,500 pada sesi perdagangan hari Rabu meskipun pada akhirnya ditutup di 4,498.98, naik 19.54 poin atau 0.44%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing ditutup naik 0.39% dan 0.27%. Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga menguat dengan masing-masing membukukan kenaikan 3.77% dan 0.47%. Indeks KOSPI sebaliknya ditutup melemah 0.1%.

Kenaikan indeks hari ini didukung oleh menguatnya 158 saham, sementara sebanyak 93 saham ditutup melemah dan 126 lainnya berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net buy dengan nilai Rp457.65 miliar.

Dua sektor mengalami penurunan, yaitu sektor keuangan yang melemah tipis 0.02% dan sektor aneka industri yang turun 0.56%. Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan tajam sebesar 1.85% sedangkan sektor perdagangan ditutup naik 1.32% disusul oleh sektor barang konsumsi.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, SMCB mencatatkan kenaikan terbesar yaitu sebesar 1.64% sementara MDLN naik 1.33% dan INDS menguat 1.17%. LSIP dan BBNI ditutup stagnan sementara ESSA terjungkal 1.69% diikuti oleh PTPP, ISAT, CPIN dan PGAS yang masing-masing berakhir melemah 1.14%, 0.71%, 0.65% dan 0.53%.

Pergerakan JCI pada hari ini masih sebatas rentang konsolidasi antara 4,450 hingga 4,500. Seperti disebutkan sebelumnya, JCI perlu mencatatkan harga penutupan di atas 4,500 untuk meningkatkan peluangnya untuk menanjak lebih lanjut. Apabila indeks berhasil menguat melewati level tertinggi sebelumnya di 4,519, indeks diperkirakan akan menuju ke level resistance berikutnya di 4,525 hingga 4,558. Sebaliknya, support untuk indeks saat ini tetap berada di sekitar 4,452-4,458.

Menjelang sesi perdagangan di Amerika, bursa Eropa masing bergerak di area positif. Indeks FTSE naik 0.46% dan indeks DAX menguat 0.04%. Kontrak berjangka indeks S&P juga menguat menjelang dibukanya perdagangan di New York, sehingga mengindikasikan bahwa bursa Amerika pun juga akan mengawali malam nanti dengan positif.


Selasa, 05 Februari 2013

Morning Dew - 6 February 2013

Global Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) terkoreksi pada sesi perdagangan hari Selasa dengan ditutup pada level 4,479.44, turun 11.12 poin atau 0.25%. Indeks sempat menyentuh level 4,492.53 dan 4,458.69 sebelum akhirnya ditutup melemah. Penurunan pada JCI ini juga disertai oleh melemahnya indeks LQ-45 dan juga IDX30 dimana masing-masing indeks ini terkoreksi 0.18% dan 0.12%.

Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga ditutup melemah mengikuti terpuruknya indeks Dow Jones pada hari sebelumnya. Indeks Hang Seng bahkan terpuruk signifikan yaitu sebesar 2.27%, sedangkan indeks Nikkei dan KOSPI berakhir melemah 1.9% dan 0.77%.

Sektor industri dasar mencatatkan kinerja positif bersama sektor barang konsumsi dan manufaktur pada akhir sesi perdagangan hari Selasa. Sektor industri dasar menguat 0.64%, sementara masing-masing sektor barang konsumsi dan manufaktur ditutup dengan penguatan 0.29%. Sebaliknya, sektor pertambangan dan pertanian membukukan kinerja terburuk dengan terkoreksi masing-masing sebesar 0.9%.

Penurunan sebanyak 170 saham ini disertai oleh naiknya 82 saham dan stagnannya 130 saham lainnya. Porsi transaksi asing mencapai angka net buy senilai Rp794.85 miliar.

Di bursa Eropa dan Amerika saham-saham sebaliknya berbalik menguat setelah sehari sebelumnya berguguran. Indeks FTSE dan DAX membukukan kenaikan masing-masing sebesar 0.58% dan 0.35% sedangkan indeks Dow ditutup menguat 0.71%. Indeks S&P 500 dan NASDAQ juga berakhir positif dengan masing-masing menanjak 1.04% dan 1.29%.

Data ekonomi yang dirilis pada hari Selasa yaitu indeks ISM untuk sektor non-manufaktur mengalami penurunan di bulan Januari, dari 55.7 menjadi 55.2. Meskipun mengalami penurunan, indeks ISM ini berhasil melampaui ekspektasi para analis yang berada di 55. Sektor non-manufaktur mencakup 90% dari ekonomi Amerika secara keseluruhan.

Di antara saham-saham terekomendasi, hanya INDS dan CPIN yang berhasil bertahan di zona hijau. INDS naik 1.18% sementara CPIN naik 0.65%. PTPP berakhir stagnan di 880 sedangkan penurunan terbesar dialami oleh SMCB dan LSIP yang masing-masing terjungkal 2.4% dan 2.2%. ESSA, MDLN, ISAT, BBNI, dan PGAS juga berakhir melemah pada akhir sesi perdagangan hari Selasa.

Saham MLPL dan MPPA yang mengalami kenaikan tajam pada hari Senin berakhir mixed pada hari Selasa. MPPA melanjutkan kembali kenaikannya hingga mencapai resistancenya di 1,720 dan bahkan mencatatkan level intraday tertinggi di 1,810 sebelum akhirnya ditutup di 1,740. Resistance berikutnya untuk MPPA berada di 1,930 yang merupakan level tertingginya pada Desember 2010 sementara support berada di 1,630 yang sebelumnya merupakan resistance bagi saham ini. Sebaliknya, MLPL yang mencapai angka tertinggi di 520 pada Selasa kemarin ditutup di 415 atau melemah 5.68%.  Lebih lanjut MLPL diperkirakan akan ditopang oleh area supportnya di antara 370 hingga 400 sementara resistance tetap berada di 600, ditambah dengan level 520 yang merupakan intraday tertinggi hari Selasa.

Minimnya data ekonomi pada Rabu malam ini akan menjadikan earnings sebagai acuan para investor di bursa Eropa dan Amerika, sementara itu pasar juga masih akan menantikan perkembangan lebih lanjut dari skandal korupsi yang mengguncang PM Spanyol Mariano Rajoy.

Di Amerika, Presiden Barack Obama menghimbau Kongres untuk segera bertindak untuk mengesahkan paket kebijakan jangka pendek mengenai pemotongan pengeluaran dan reformasi pajak yang mampu meningkatkan pendapatan untuk menggantikan berbagai pemangkasan otomatis senilai $1.2 triliun yang dijadwalkan akan efektif pada 1 Maret mendatang. Pemangkasan otomatis yang diperdebatkan pada akhir tahun lalu ini dipandang berpotensi membawa dampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi Amerika pada tahun ini apabila tidak dapat dihindarkan lagi. Namun, himbauan Obama ini ditolak oleh para petinggi partai Republik. Dikhawatirkan isu ini akan menyeret kembali sentimen pasar ke stagnasi dalam penyusunan anggaran Amerika seperti yang terjadi pada akhir tahun lalu. 

Bersama dengan pemilu Italia, isu anggaran Amerika diperkirakan akan semakin intens diperdebatkan di bulan Februari ini dengan tendensi berdampak negatif bagi sentimen pasar, terutama di tengah minimnya faktor fundamental yang ada dan juga mengingat posisi indeks saham global dan domestik yang rentan terhadap koreksi.

Market Preview

Memasuki sesi perdagangan hari Rabu, JCI diperkirakan masih berpotensi positif dengan penurunan hari Selasa masih dapat diasumsikan sebagai koreksi yang wajar. Level support di 4,468 terlewati sehingga indeks selanjutnya bergerak menuju 4,452 meskipun penurunan ini terhenti di 4,458.69 sebelum akhirnya indeks ditutup di 4,479.44. Dengan demikian, 4,452 tetap berlaku sebagai support ditambah dengan 4,458.69 yang merupakan level intraday terendah hari Selasa. Resistance untuk sementara ini berada di 4,482, 4,489 dan 4,496 diikuti oleh 4,505.

Walaupun JCI diprediksi juga akan mengalami rebound, namun indeks masih rentan terhadap potensi penurunan lebih lanjut. Risiko penurunan ini baru akan berkurang apabila indeks berhasil ditutup di atas 4,500 sehingga akan membuka kembali peluang bagi JCI untuk menuju target-target all-time high baru di 4,525 dan 4,558.



Click here to download the full update (PDF)

Senin, 04 Februari 2013

Morning Dew - 5 February 2013

Global Market Review


Eropa kembali menjadi tema utama pada sesi perdagangan di bursa Eropa dan Amerika. Skandal korupsi di Spanyol dan isu pemilu di Italia menjadi faktor negatif yang menghentikan laju indeks saham di Eropa dan Amerika pada awal pekan ini. Sementara itu, sebelumnya di bursa domestik aksi korporasi yang melibatkan MLPL dan MPPA memicu kenaikan tajam pada kedua saham ini. Data factory orders dari Amerika juga gagal memenuhi ekspektasi para analis sehingga menambah faktor negatif yang mempengaruhi sentimen investor.

Skandal korupsi yang disebut-sebut melibatkan PM Spanyol Mariano Rajoy menimbulkan desakan dari berbagai pihak terhadap pengunduran dirinya dari jabatan PM. Prospek pengunduran diri Rajoy inilah yang memicu meroketnya imbal hasil obligasi Spanyol dengan jangka waktu 10 tahun ke level tertinggi dalam 6 pekan terakhir.

Di Italia, naiknya popularitas dari mantan PM Silvio Berlusconi menjelang pemilu di Italia menjadi ancaman bagi reformasi ekonomi yang saat ini tengah digarap oleh pemerintahan teknokrat Italia. Berlusconi merupakan salah satu kandidat utama dari pemilu Italia yang akan digelar pada bulan Februari tahun ini.

Imbal hasil obligasi Spanyol melonjak 23 basis poin menjadi 5.44% dan di Italia melonjak 14 poin.

Sementara itu di sisi data ekonomi, factory orders untuk periode Desember di Amerika dilaporkan menanjak 1.8%, membaik dari penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya sebesar 0.3%, namun tidak mampu memenuhi ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksikan kenaikan sebesar 2.2%.

Indeks Dow Jones, S&P 500 dan NASDAQ secara serentak melemah masing-masing sebesar 0.93%, 1.19%, dan 1.51% sementara di Eropa indeks FTSE dan DAX ditutup melemah tajam masing-masing sebesar 1.58% dan 2.49%.

Langkah Temasek Holdings membeli 26.1% saham MPPA secara tdak langsung melalui MLPL senilai $300 juta menjadi berita utama di bursa domestik pada sesi perdagangan Senin. Temasek yang berbasis di Singapore mengincar potensi dari meningkatnya konsumsi di Indonesia. Melalui Anderson Investments, Temasek akan membeli exchangeable rights yang diterbitkan oleh MLPL yang nantinya akan digunakan untuk membiayai pembelian 26.1% kepemilikan di MPPA. Apabila nanti terealisasi, Temasek akan menjadi pemilik mayoritas di MPPA, melebihi jumlah kepemilikan Wal-Mart Stores Inc. yang telah berkali-kali berupaya menambah kepemilikannya di MPPA. MLPL sendiri yang merupakan bagian dari Grup Lippo memiliki 50.2% kepemilikan atas MPPA. Sebagai catatan, Hypermart yang dimiliki oleh MPPA merupakan operator hipermarket terbesar kedua di Indonesia setelah PT Carrefour Indonesia.

Market Preview

Meskipun masih berpotensi menanjak, Jakarta Composite Index (JCI) telah membentuk pola double-top di chart harian setelah gagal menembus level tertinggi hari Jumat lalu. Seiring dengan terkoreksinya bursa Amerika dan Eropa, indeks terlihat rentan terkoreksi pada sesi perdagangan hari Selasa. Support saat ini berada di 4,468, 4,452 dan 4,436 sedangkan resistance di 4,519 masih terlihat kuat meskipun apabila berhasil dilewati indeks dapat melaju kembali hingga mencapai 4,525 dan 4,558.

Respon positif seputar aksi korporasi yang melibatkan MLPL dan MPPA diperkirakan masih berpotensi untuk berlanjut pada sesi hari Selasa ini. Resistance untuk MPPA berada di 1550 dan 1630 diikuti oleh 1720 sedangkan untuk MLPL level resistance selanjutnya berada di 600. Tetap perlu diwaspadai potensi terjadinya koreksi terhadap dua saham yang melonjak tajam ini seiring dengan adanya potensi terkoreksinya JCI pada hari Selasa ini.


Minggu, 03 Februari 2013

Morning Dew - 4 February 2013

Market Preview

Data ekonomi yang dirilis di Amerika pada Jumat malam menunjukkan adanya penambahan sebanyak 157 ribu lapangan kerja di sektor swasta dan pemerintah di bulan Januari lalu. Angka ini turun dibandingkan dengan penambahan yang terjadi pada bulan Desember sebelumnya yang dilaporkan sebesar 196 ribu. Data bulan Desember ini pun merupakan hasil revisi dari angka sebelumnya yang berada di 155 ribu sementara konsensus pasar untuk data bulan Januari berada di 165 ribu. Melesetnya angka payrolls ini disertai dengan angka tingkat pengangguran yang beranjak naik dari 7.8% di bulan Desember menjadi 7.9%. Ekspektasi pasar untuk tingkat pengangguran sendiri berada di 7.8%. 


Apabila data payrolls gagal memenuhi ekspektasi, sebaliknya hasil survey Universitas Michigan terhadap kepercayaan konsumen di bulan Januari menunjukkan terjadinya peningkatan dari 71.3 menjadi 73.8, melampaui ekspektasi yang berada di 71.5. Data lainnya yang dirilis adalah indeks ISM untuk sektor manufaktur di Amerika yang dilaporkan naik dari 50.2 menjadi 53.1 di bulan Januari.

Sebelumnya, di Eropa data PMI untuk sektor manufaktur juga dirilis di Italia, Prancis, Jerman, dan zona euro. Diantaranya hanya PMI untuk Prancis yang stagnan di 42.9. Selebihnya, PMI untuk Italia dilaporkan naik dari 46.7 menjadi 47.8 sementara PMI Jerman dan zona euro mengalami kenaikan masing-masing menjadi 49.8 dan 47.9.

Di Amerika, data nonfarm payrolls diperkirakan naik dari 155 ribu menjadi 165 ribu dengan tingkat pengangguran diprediksi tetap di 7.8%. Indeks ISM untuk sektor manufaktur di Amerika diprediksi melemah tipis dari 50.7 menjadi 50.6 di bulan Januari sedangkan indeks kepercayaan konsumen yang dirilis oleh Universitas Michigan diperkirakan turun dari 71.3 menjadi 71.5 di bulan Januari. Data lain dari Amerika adalah pengeluaran untuk konstruksi yang diprediksi meningkat 0.6% di bulan Desember setelah mengalami penurunan 0.3% di bulan sebelumnya. Selain itu, data pengeluaran untuk konstruksi dilaporkan naik 0.9% di bulan Desember, mengalami rebound dari penurunan sebesar 0.3% di bulan November.

Pekan mendatang, data ISM dan PMI untuk sektor jasa akan dirilis baik di Eropa maupun di Amerika. ISM untuk sektor jasa di Amerika diperkirakan mengalami penurunan dari 56.1 menjadi 55.0 di bulan Januari. 

Data dari Amerika meliputi neraca perdagangan pada bulan Desember yang diprediksi mengalami penurunan defisit dari $48.7 miliar menjadi $46.0 miliar. Data jobless claims yang diprediksi mengalami penurunan dari 368 ribu menjadi 360 ribu. Tingkat produktivitas sektor non-pertanian di triwulan keempat diprediksi mengalami penurunan sebesar 1% setelah mengalami kenaikan 2.9% di triwulan sebelumnya.

Di antara sepuluh rekomendasi yang ada, beberapa mengalami revisi pada level stopnya walaupun semua rekomendasi ini masih pada kondisi hold hingga tercapai antara target atau level stop. 

ISAT dinaikkan level stopnya dari <6,250 menjadi <6,500; CPIN dari <3,400 menjadi <3,550; MDLN dari <590 menjadi <640 dan BBNI menjadi <3,650 dari <3,500. Beberapa diantara rekomendasi ini semakin mendekati target akhirnya: ISAT di 7,400, CPIN di 4,375, dan MDLN di 940.

Semua rekomendasi juga masih berada di kondisi positif dengan gains terbesar saat ini dibukukan oleh MDLN (+40.74%), diikuti oleh ISAT (+30.91%) dan ESSA (+22.45%) (Selengkapnya di hal. 3).

Setelah sempat menembus level psikologis di 4,500 hingga mencapai titik tertinggi 4,519.46, JCI diperkirakan masih berpeluang untuk mencetak level all-time high terbaru di pekan yang baru ini. Hal ini didukung oleh kinerja bursa Eropa dan Amerika yang cukup solid di hari Jumat lalu yang diprediksi akan berimbas positif pada bursa regional maupun domestik pada hari Senin.

Target indeks berikutnya apabila berhasil mencatatkan angka penutupan di atas 4,500 berada di 4,525 dan 4,558 dengan resistance berada di 4,500 dan 4,519. Support krusial bagi indeks berada di 4,384.93 dengan support minor di 4,468.07, 4,452.20, dan 4,431.61.

Meskipun indikator RSI telah memasuki area jenuh beli (overbought yang > 70%), namun masih belum ada indikasi terjadinya bearish divergence. Hal ini mengindikasikan masih ada potensi untuk menguat lebih lanjut bagi indeks seperti terlihat pada indikator MACD yang baru saja berbalik kembali menjadi positif (lihat hal. 4). Di sisi lain perlu diwaspadai pula peluang akan terjadinya koreksi ke support minor di 4,468, 4,452 hingga 4,431. Acuan lainnya adalah indikator moving average 20 hari yang berada di sekitar 4,412.