DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Minggu, 17 Februari 2013

Morning Dew - 18 February 2013

Global Market Review


Sepanjang sepekan Jakarta Composite Index (JCI) berhasil membukukan kenaikan sebesar 3.71%, sehingga meluncurkan indeks ke level all-time highnya di atas 4,600 dimana pada akhirnya ditutup di 4,609.79. Indeks acuan lainnya, yaitu LQ-45 juga berakhir positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 4.79%.

Di bursa regional, indeks Hang Seng dan Nikkei juga berakhir menguat meskipun indeks Nikkei hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0.2% sementara indeks Hang Seng melonjak 1%. Bursa Eropa sebaliknya berakhir mixed dengan indeks FTSE ditutup di 6,328.26 di London, naik 1% dibandingkan posisi penutupan sepekan sebelumnya. Indeks DAX Jerman justru terjungkal hingga ditutup di 7,593.51, turun 0.8% setelah data pertumbuhan ekonomi di Eropa yang dinilai mengecewakan.

Indeks Dow Jones juga terkoreksi tipis sebesar 0.1%, demikian pula indeks NASDAQ yang terdiri dari saham-saham teknologi, turun tipis 0.1%. Indeks S&P 500 sebaliknya masih mampu menguat tipis sebesar 0.1%.

Secara sektoral, sembilan dari sepuluh sektor yang ada berakhir positif. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor industri dasar yang menguat 3.7%, diikuti oleh sektor pertambangan yang kembali menguat 3.6%, disusul oleh sektor keuangan yang naik 3%. Satu-satunya sektor yang gagal mencatatkan kenaikan adalah sektor aneka industri yang melemah tipis 0.47 poin atau hampir%.

Di antara saham-saham terekomendasi, kinerja terbaik masih dibukukan oleh MDLN yang hingga penutupan hari Jumat masih mencatatkan gains sebesar 38.89% disusul oleh CPIN yang melesat menuju 4,300 sehingga total gains dari CPIN sementara ini mencapai 28.03%, tidak jauh berbeda dari gains yang juga telah diakumulasikan oleh ISAT (+28.03%). Sementara itu LSIP masih berada di posisi breakeven dengan penutupan di 2,250.

Dalam seminggu terakhir, data-data ekonomi yang dirilis di Amerika hanya terdiri dari penjualan ritel bulan Januari, jobless claims mingguan dan juga produksi industrial untuk bulan Desember.

Penjualan ritel dilaporkan naik melambat dari 0.5% menjadi 0.1% di bulan Januari, namun hal ini sesuai dengan konsensus pasar. Diluar penjualan otomotif, penjualan ritel melambat dari 0.3% menjadi 0.2%. Angka ini masih lebih baik dari ekspektasi pasar. Diluar komponen bahan bakar dan otomotif, penjualan ritel melambat tajam dari yang sebelumnya naik 0.7% menjadi naik 0.2%, lebih lambat dari ekspektasi pasar yang berada di 0.4%. Data jobless claims yang dirilis hari Kamis mengindikasikan adanya penurunan tajam pada pengajuan klaim pengangguran dari 368 ribu menjadi 341 ribu, lebih baik dari ekspektasi 360 ribu. Data lainnya yang dirilis yaitu produksi industrial dilaporkan mengalami penurunan 0.1% setelah sebelumnya meningkat 0.4% di bulan Desember. Pasar sebelumnya memprediksikan data ini melambat menjadi 0.2%.

Selain data ekonomi juga ada beberapa anggota dewan FOMC yang menyampaikan pidato-pidato mereka mengenai perekonomian secara terpisah sepanjang pekan. Presiden Obama juga menyampaikan pidatonya di hadapan State of Union sedangkan pertemuan G20 di Moskow juga berakhir dengan kesepakatan bahwa tidak ada negara anggota G20 yang secara sengaja memanipulasi mata uangnya untuk kepentingan perdagangan.

Market Preview

Pekan mendatang, beberapa data ekonomi yang akan dirilis dan diperkirakan dapat berimbas pada sentimen pasar global antara lain survey ZEW di Jerman untuk periode bulan Februari dimana indeks ZEW diprediksi membaik dari 31.5 menjadi 35.

Data perumahan di Amerika yang akan dirilis pekan mendatang dengan housing starts diperkirakan mengalami penurunan sebesar 3% di bulan January dibandingkan bulan sebelumnya setelah pada bulan Desember melonjak 12.1%. Perijinan pendirian bangunan atau building permits sebaliknya diprediksi mengalami kenaikan sebesar 1.2%, terakselerasi dari kenaikan 0.3% di bulan sebelumnya. Data indeks harga produsen untuk bulan Januari yang merupakan salah satu indikator inflasi diperkirakan naik 0.4% setelah sebulan sebelumnya mengalami penurunan 0.2%. Diluar harga-harga makanan dan bahan bakar, PPI diperkirakan naik 0.2% dibandingkan kenaikan 0.1% di bulan sebelumnya. Dibandingkan data pada periode yang sama tahun lalu, PPI keseluruhan naik 1.6%, sama dengan kenaikan pada PPI di luar harga bahan bakar dan makanan.

Berita acara dari rapat FOMC tanggal 29-30 Januari lalu akan dirilis juga pekan mendatang. Pasar akan mencermati pernyataan-pernyataan yang terdapat pada pertemuan tersebut sehubungan dengan arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya. Namun, diperkirakan tidak akan ada kejutan yang signifikan dari berita acara ini.

Selain data PPI, indeks harga konsumen atau CPI Amerika untuk periode bulan Januari juga akan dirilis pada hari Kamis mendatang. Dibandingkan tahun sebelumnya, CPI total kembali mengalami kenaikan 1.7% sementara terjadi perlambatan pada kenaikan CPI di luar harga makanan dan bahan bakar dari 1.9% menjadi 1.8%. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, CPI total mengalami akselerasi dari yang sebelumnya stagnan menjadi naik 0.1% sementara CPI diluar harga makanan dan bahan bakar diprediksi terakselerasi dari kenaikan 0.1% menjadi kenaikan 0.2%. Pada hari yang sama, data jobless claims mingguan juga akan dirilis bersama dengan data existing home sales dan indeks Philadelphia Fed.

Data dari Jerman kembali akan dirilis pada hari Jumat dengan indeks Ifo yang mengukur iklim bisnis di Jerman pada bulan Februari diperkirakan mengalami kenaikan tipis dari 104.2 menjadi 104.6. Selain itu, data pertumbuhan ekonomi atau GDP Jerman untuk triwulan keempat kemarin diprediksi mengalami kontraksi 0.6% dari triwulan sebelumnya namun masih mengalami kenaikan 0.4% dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya.

Menanjaknya Jakarta Composite Index (JCI) hingga sempat melewati resistance psikologis di 4,600 mendekatkan indeks pada target berikutnya di 4,625 setelah pada hari Jumat lalu berhasil mencatatkan angka tertinggi di 4,616. Walaupun peluang tercapainya target tersebut masih ada pekan mendatang, namun perlu diperhatikan pula adanya risiko indeks akan terjebak dalam fase konsolidasi setelah kenaikan yang cukup signifikan pekan lalu. Setelah 4,625 target selanjutnya bagi indeks berada di 4,631 dan 4,652.


Kamis, 14 Februari 2013

Morning Dew - 15 February 2013

Global Market Review

Melanjutkan penguatannya pekan ini, Jakarta Composite Index (JCI) kembali mencatatkan rekor tertinggi di 4,601.95 sebelum akhirnya ditutup menguat 17.1 poin atau 0.37% di 4,588.67. Kenaikan JCI juga disertai oleh naiknya indeks LQ-45 dan IDX30 yang masing-masing naik 0.18% dan 0.17%.


Bursa regional juga ditutup positif dengan indeks  Nikkei dan Hang Seng menanjak 0.5% dan 0.85% sementara di Korea indeks KOSPI ditutup naik 0.18%.

Di Eropa dan Amerika kinerja bursa berakhir mixed dengan bursa Eropa ditutup melemah akibat buruknya data pertumbuhan ekonomi di triwulan keempat kemarin. Indeks FTSE dan DAX ditutup melemah masing-masing 0.5% dan 1.05% sedangkan indeks Dow juga terkoreksi tipis 0.07%. Sebaliknya, indeks S&P 500 dan NASDAQ menguat tipis yaitu masing-masing sebesar 0.07% dan 0.06%.

Di bursa domestik, kenaikan pada hari Kamis didukung oleh menguatnya 136 saham sementara sebanyak 129 saham ditutup melemah dan 114 lainnya berakhir stagnan. Posisi beli asing berakhir dengan nilai Rp359.74 miliar.

AISA yang sehari sebelumnya mencatatkan kenaikan yang signifikan berakhir stagnan di 1,250 sementara CPIN melaju hingga mencapai 4,150 atau naik 4.4% dan mendekati target selanjutnya di 4,325 dan target akhirnya di 4,375. Selain CPIN, saham terekomendasi lainnya yang berhasil mencatatkan kenaikan adalah ISAT (+2.19%), BBNI (+1.16%), INDS (+1.15%) dan LSIP (+1.12%). Di sisi lain, MDLN terkoreksi 2.6%, IMAS terpuruk 1.87%, PGAS melemah 1.05%, dan SMCB turun 0.78%. PTPP bersama AISA stagnan di harga penutupan hari sebelumnya. Rekomendasi JSMR hingga penutupan hari Kamis masih belum mencapai entry pricenya di 5,500.

Menanjaknya JCI hingga sempat melewati resistance psikologis di 4,600 mendekatkan indeks pada target berikutnya di 4,625. Walaupun peluang tercapainya target tersebut masih ada pekan ini, namun perlu diperhatikan pula mulai tersendatnya laju kenaikan indeks saham global lainnya seperti indeks Dow yang mulai menghadapi tekanan jual. Support paling krusial tetap berada di 4,500.

Berita terpenting dari bursa domestik pada sesi perdagangan kemarin datang dari BUMI yang selanjutnya berhasil mendongkrak kinerja saham-saham grup Bakrie. Optimisme para pelaku pasar merebak menjelang digelarnya RUPS Bumi Plc. yang merupakan pemegang saham terbesar dari BUMI. Diprediksikan bahwa hasil rapat ini nantinya akan mengakhiri perselisihan kepemilikan perusahaan yang telah berlarut-larut. BUMI melesat 26% hingga mencapai 910/lembarnya, kenaikan terbesar sejak 11 Desember 2003 sedangkan Bumi Plc. turun 3.1% menjadi 431p di London setelah sehari sebelumnya melesat 10%. Dijadwalkan akan dilakukan voting pada 21 Februari 21 mendatang pada RUPSLB untuk menentukan apakah proposal yang diajukan oleh Nat Rothschild mengenai penggantian dewan direksi saat ini akan diterima atau ditolak. Proposal dari Bakrie sendiri terdiri dari pertukaran 23.8% kepemilikan saham mereka di Bumi Plc. dengan 10.3% saham BUMI yang dimilki oleh Bumi Plc. Selain itu, dalam proposal ini juga disebutkan bahwa Bumi Plc. akan menjual kembali sisa dari 18.9% kepemilikannya  di Grup Bakrie dengan kas senilai $278 juta. Perlu dipertimbangkan bahwa kedua proposal ini pun belum dapat dipastikan akan disetujui oleh RUPSLB dan berisiko tidak menghasilkan keputusan apapun nantinya. Namun saat ini para pelaku pasar cenderung mengantisipasi berhasilnya separasi antara Bumi Plc. dan BUMI sehingga sentimen terhadap grup Bakrie setidaknya masih akan cenderung mampu menopang kinerja saham-saham dalam grup Bakrie.

Data ekonomi yang dirilis di Eropa kemarin menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jerman mengalami kontraksi sebesar 0.6% di triwulan keempat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, namun masih mencatatkan kenaikan sebesar 0.4% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini pun juga lebih lambat dari periode sebelumnya. Italia juga melaporkan kontraksi pada pertumbuhan GDPnya sebesar 2.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, memburuk dari GDP periode sebelumnya yaitu -2.4%, sedangkan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, GDP Italia mengalami kontraksi sebesar 0.9%. Tak hanya di Italia dan Jerman, GDP zona euro pun tak luput dari kontraksi. Dibandingkan 4Q11, GDP mengalami penurunan 0.9%, sedangkan dibandingkan dengan 3Q12 GDP dilaporkan turun 0.6%. Seluruh data GDP dari Eropa ini berada di bawah ekspektasi para analis sehingga berdampak pada melemahnya kinerja indeks saham Eropa.

Sebaliknya di Amerika data jobless claims berhasil mencatatkan penurunan dari 368k menjadi 341k, lebih baik dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memprediksikan angka klaim turun ke 360k. 

Market Preview

Data produksi industrial Amerika, survey kepercayaan konsumen dari Universitas Michigan serta data penjualan ritel dari Inggris dan pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 akan menjadi poin-poin yang akan mendapatkan perhatian pasar pada hari Jumat ini.

Pasar domestik juga akan terus mengikuti perkembangan terakhir sehubungan dengan prospek separasi antara Bumi Plc dan BUMI. Meskipun sentimen diperkirakan masih akan tetap positif namun perlu diperhatikan bahwa semuanya masih akan bergantung pada hasil RUPLB beberapa pekan mendatang.

Sesi perdagangan terakhir pekan ini JCI diperkirakan akan kembali mencoba menanjak melewati resistancenya di 4,600 menuju resistance berikutnya di 4,625. Namun, mulai tersendatnya kenaikan pada bursa global terutama di Amerika dan Eropa akan menjadi faktor risiko yang berpotensi memicu terjadinya profit-taking. Support bagi JCI tetap berada di 4,500 dengan support minornya di 4,528 (yang merupakan resistance sebelumnya). 


Rabu, 13 Februari 2013

Morning Dew - 14 February 2013

Global Market Review


Jakarta Composite Index kembali melaju mencetak level all-time high terbarunya di 4,586.98. Indeks kemudian berakhir di 4,571.57, naik 23.32 poin atau 0.51% sementara indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing juga mencatatkan kenaikan sebesar 0.56% dan 0.62%. Di bursa regional, indeks Nikkei berakhir melemah 1.04% sebaliknya indeks Hang Seng dan KOSPI masing-masing menanjak 0.16% dan 1.56%.

Di Eropa dan Amerika saham-saham cenderung berakhir positif meskipun indeks Dow Jones ditutup melemah 0.26%. Indeks S&P 500 dan NASDAQ berhasil menanjak 0.06% dan 0.33% sementara indeks FTSE dan DAX meningkat 0.33% dan 0.67% di sesi perdagangan Eropa.

Minimnya katalis positif dan negatif kembali membatasi pergerakan bursa global sehingga berdampak pada pergerakan bursa regional dan domestik. Kenaikan JCI sendiri juga didukung oleh transaksi beli asing yang mencapai net buy senilai Rp470.03 miliar pada sesi perdagangan hari Rabu. Faktor teknikal juga mendukung kenaikan JCI dimana target selanjutnya bagi JCI berada di 4,625.

Secara sektoral, hanya sektor infrastruktur yang mencatatkan penurunan yaitu sebesar 0.44% sementara sektor properti melonjak 1.28%, diikuti oleh barang konsumsi (+1.24%) dan sektor manufaktur (+0.91%).

Kenaikan pada hari Rabu didukung oleh positifnya kinerja 146 saham dibandingkan 102 saham yang ditutup melemah. Sementara itu, 133 saham berakhir stagnan.

Pidato State of the Union yang disampaikan oleh Obama pada hari Rabu kemarin berisikan tentang permintaan Obama untuk adanya kenaikan upah minimum menjadi $9 per jam dan juga permintaan untuk meningkatkan perdagangan dengan Eropa. Pengeluaran senilai $50 miliar juga diajukan untuk berbagai proyek infrastruktur yang mendesak sementara memuji langkah-langkah yang telah ditempuh oleh perusahaan-perusahaan seperti Apple, Caterpillar dan Ford Motor untuk mengembalikan lapangan kerja di sektor manufaktur kembali Amerika.

Sehubungan dengan berbagai poin pada anggaran Amerika, Obama tetap bertahan pada proposalnya untuk mengurangi pengeluaran pada pos asuransi kesehatan Medicare bagi para manula dengan memangkas pembayaran pada perusahaan-perusahaan produsen obat-obatan. Selain itu Obama juga tetap mempertahankan proposalnya untuk menaikkan premi bagi kaum menengah atas dan juga mengubah prosedur penebusan biaya medis.

Menurut Obama, pihak Republik harus menerima kenaikan pendapatan pajak seiring dengan pemotongan pengeluaran sebagai bagian dari pendekatan berimbang yang bertujuan untuk mengurangi defisit senilai $1.5 triliun dalam waktu satu dekade. Menurut Obama, hal ini dapat dicapai melalui penghapusan kebocoran pajak dan juga pengurangan-pengurangan untuk kaum menengah atas.

Data ekonomi yang dirilis pada Rabu malam menunjukkan penjualan ritel pada bulan Januari meningkat 0.1%, melambat dibandingkan periode sebelumnya yaitu 0.5% namun sesuai dengan ekspektasi para analis. Di luar penjualan otomotif, penjualan ritel naik 0.2%, melebihi ekspektasi 0.1% walaupun melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu 0.3%. Diluar komponen otomotif dan bahan bakar, penjualan ritel melambat tajam dari 0.7% bulan lalu menjadi 0.2%, dan hal ini berada di bawah ekspektasi pasar yang berada di 0.4%.

Di antara saham-saham terekomendasi, AISA mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 6.84%, diikuti oleh BBNI (+1.76%) dan CPIN (+1.27%). MDLN (-1.28%) dan SMCB (-0.77%) berakhir melemah sementara IMAS, ISAT, PGAS dan LSIP berakhir stagnan.

Market Preview

Data GDP dari Jerman, Prancis dan Italia akan menjadi indikator-indikator ekonomi yang akan dirilis pada Kamis sore ini sementara data jobless claims Amerika akan dirilis kembali pada Kamis malam dengan ekspektasi terjadi penurunan dari 366 ribu menjadi 360 ribu. Selain itu tidak ada data ekonomi yang signifikan.

Sesi perdagangan hari Kamis kembali diperkirakan akan cenderung positif meskipun tidak tertutup kemungkinan terjadi konsolidasi mengingat kenaikan pada indeks Dow Jones tersendat pada Rabu malam tadi. Indeks JCI diperkirakan akan kembali melaju menuju resistance berikutnya di 4,586.98 dan 4,625. Support tetap berada di 4,500. 


Selasa, 12 Februari 2013

Morning Dew - 13 February 2013

Global Market Review

Aksi beli masih mewarnai sesi perdagangan hari Selasa kemarin dengan Jakarta Composite Index kembali mencatatkan level tertinggi di 4,548.54. Indeks kemudian berakhir di 4,548.24, naik 45 poin atau 1%. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga melanjutkan penguatannya masing-masing sebesar 1.19% dan 1.2%.


Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir positif, yaitu masing-masing naik 1.94% dan 0.16% sementara indeks KOSPI ditutup melemah 0.26%.

Bursa Eropa juga didominasi oleh sentimen positif dengan indeks FTSE menanjak 0.98% dan indeks DAX naik 0.35%. Di New York, indeks Dow Jones dan S&P berakhir menguat masing-masing sebesar 0.34% dan 0.16%, namun indeks NASDAQ ditutup melemah 0.17%.

Sebanyak 158 saham ditutup menguat di bursa domestik dengan 95 saham berakhir melemah sementara 125 lainnya ditutup stagnan. Posisi asing masih berada di net buy dengan nilai Rp312.48 miliar.

Di antara saham-saham terekomendasi, SMCB mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 4% yang membawanya mencapai level target resistance di 3250. Hal serupa dialami PGAS yang mencapai 4800 sebelum akhirnya ditutup di 4775, naik 3.8%. AISA yang baru saja masuk jajaran rekomendasi saham berhasil menguat 3.54% dan ditutup di 1170 setelah sempat menanjak hingga 1180. Sebaliknya, PTPP melemah 2.22%, disusul oleh ISAT sebesar 1.44%, serta IMAS dan INDS sebesar masing-masing 0.93% dan 0.57%. BBNI stagnan di 4250 sedangkan beberapa saham lainnya yang juga berakhir positif antara lain MDLN (+1.3%), CPIN (+0.64%) dan LSIP (+1.14%). Khusus rekomendasi EXCL dibatalkan karena EXCL sudah naik terlalu jauh dari level entry yang direkomendasikan.

Minimnya katalis positif maupun negatif yang ada menyebabkan para investor cenderung berhati-hati dan kenaikan yang terjadi pun cenderung terbatas dan hal ini diprediksi akan kembali terjadi di hari Rabu.

Market Preview

Sesi perdagangan hari Rabu diprediksi akan kembali berlangsung positif meskipun ada peluang harga bergerak dalam fase konsolidasi. JCI yang pada akhirnya mampu memantapkan posisinya di atas 4,500 diprediksi akan bergerak menuju target selanjutnya di 4,625. Sebaliknya, support di 4,500 diperkirakan mampu bertahan untuk sementara ini meskipun perlu diwaspadai apabila indeks tergelincir di bawah support ini dapat menyeret JCI kembali ke area support berikutnya di antara 4,400-4,450.

Pidato Obama di hadapan State of Union akan menjadi fokus dari pasar pada hari ini. Pasar akan memantau apakah yang akan disampaikan Obama sehubungan dengan potensi terjadinya pemangkasan otomatis dari anggaran belanja Amerika pada awal Maret mendatang. Selanjutnya, sikap dari pihak Kongres dan partai Republik juga akan dicermati oleh para pelaku pasar.



Click here to download the full update (PDF)

Senin, 11 Februari 2013

Morning Dew - 12 February 2013

Global Market Review


Bursa Eropa berakhir mixed dengan indeks FTSE ditutup menguat 0.21% namun indeks DAX berakhir melemah 0.24%. Sementara itu di New York indeks-indeks saham utama Amerika ditutup melemah tipis dengan indeks Dow melemah 0.16%, dan indeks S&P 500 dan NASDAQ berakhir masing-masing terkoreksi 0.06%. Sebelumnya di Asia, indeks Nikkei tersungkur 1.8% meskipun indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat 0.16% dan 0.99%.

Jakarta Composite Indeks mengawali pekan ini dengan kenaikan 0.27%, diikuti oleh indeks LQ-45 dan IDX 30 yang masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.32% dan 0.39%.

Jumlah saham yang menguat dan melemah berimbang yaitu sebanyak 117 saham sementara untuk saham-saham yang stagnan berjumlah 131 saham. Kenaikan pada hari Senin ini didukung oleh posisi transaksi asing yang berakhir pada net buy senilai Rp157.26 miliar.

Di Eropa, para pemimpin Eropa pada hari Jumat mencapai kesepakatan untuk menetapkan anggaran Uni Eropa untuk periode 2014-2020 pada level 960 miliar euro, turun dari apa yang diajukan sebelumnya yaitu 1.047 triliun euro dan juga lebih rendah dari anggaran yang masih berlaku sekarang yang nilainya mencapai 994 miliar euro. 

Kondisi pasar yang cenderung jenuh beli mendorong indeks Dow Jones terkoreksi. Absennya data ekonomi yang dirilis semalam menjadikan perdagangan Senin malam cenderung flat. Sejak awal tahun 2013 indeks Dow cenderung menguat setelah para pembuat kebijakan di Amerika mencapai kompromi anggaran dan emiten-emiten di indeks Standard and Poor’s berhasil melaporkan kinerja yang mampu melebihi ekspektasi para analis.

Market Preview

Sesi perdagangan hari Selasa diperkirakan berlangsung flat di bursa domestik, dipicu oleh minimnya katalis yang ada dari bursa global. Jakarta Composite Index (JCI) kembali mencatatkan harga penutupan di atas 4,500, namun hal ini kembali akan diuji pada hari ini apakah indeks mampu kembali mengakhiri sesi perdagangan di atas 4,500. Dikhawatirkan kondisi jenuh beli berpotensi memicu terjadinya koreksi yang mampu membawa indeks kembali ke area 4,400-4,450.

Sebaliknya, apabila kenaikan hari Senin berlanjut dan bahkan mampu melewati level all-time high sebelumnya yaitu di 4,528, indeks akan mengincar target selanjutnya di 4,625.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, sebagian besar stagnan pada hari Senin. ESSA seperti direncanakan sebelumnya, keluar pada awal perdagangan di 2,825, sehingga secara keseluruhan rekomendasi ini berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 15.31%. AISA yang mulai direkomendasikan kemarin berhasil mencapai level entrynya di 1140.

EXCL, JSMR dan IMAS masih belum mampu mencapai level entry masing-masing, namun ketiga rekomendasi ini masih berlaku.

Perlu diperhatikan kembali bahwa beberapa level resistance dan target dari rekomendasi-rekomendasi yang adalah telah mengalami revisi. Untuk selengkapnya dapat dilihat di tabel halaman 2. Keluarnya ESSA dan masuknya AISA tidak mengubah jumlah rekomendasi yang tengah berjalan yaitu 10 saham.


Click here to download the full update (PDF)

Minggu, 10 Februari 2013

Morning Dew - 11 February 2013

Global Market Review


Bursa Eropa dan Amerika kembali mengakhiri sesi perdagangannya di zona positif. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0.35% atau 48.92 poin di 13,993.00, indeks S&P 500 dan NASDAQ juga ditutup menguat masing-masing 0.57% dan 0.91%.

Di Eropa, indeks FTSE ditutup naik 0.57% atau 35.51 poin menjadi 6,263.93 sementara indeks DAX 30 berakhir naik di 7,652.14, menguat 61.29 poin atau 0.81%.

Data neraca perdagangan Amerika yang dirilis semalam mengindikasikan terjadinya penurunan defisit neraca perdagangan di bulan Desember lalu dari $48.6 miliar menjadi $38.5 miliar. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan perkiraan para analis yang berada di $46.0 miliar. Data wholesale inventories bulan Desember menjadi data terakhir yang dirilis pada sesi perdagangan sepekan. Tingkat persediaan dilaporkan mengalami penurunan sebesar 0.1% meskipun sebelumnya diprediksi naik 0.4%, sama dengan kenaikan yang terjadi pada periode sebelumnya.

Sebelumnya, di Eropa juga dirilis data neraca perdagangan Jerman untuk periode Desember. Neraca perdagangan ini dilaporkan mengalami penurunan dari 16.9 miliar euro menjadi 12.0 miliar euro, di bawah ekspektasi para analis yang memprediksikan posisi neraca pada angka 15.0 miliar euro. Setelah mengalami penurunan tajam sebesar 2.2% di bulan sebelumnya, ekspor Jerman dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 0.3%, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan sebesar 1.4%. Di sisi impor, kenaikan sebesar 1.6% yang diprediksikan oleh pasar ternyata meleset karena nilai ekspor di bulan Desember masih mengalami penurunan sebesar 1.3% setelah di bulan sebelumnya dilaporkan turun 3.8%.

Di China, neraca perdagangan untuk periode bulan Januari dilaporkan mengalami penurunan dari $31.62 miliar menjadi $29.15 miliar. Meskipun turun, namun angka ini masih berada di atas ekspektasi para analis yang memprediksikan tingkat surplus senilai $24.7 miliar. Ekspor melonjak tajam pada bulan Januari yaitu sebesar 25%, hampir dua kali kenaikan yang dibukukan pada periode sebelumnya yaitu 14.1% dan juga melampaui ekspektasi para analis yaitu di 17.5%. Impor juga melonjak tajam, yaitu dari 6% yang dicatatkan tahun lalu menjadi 28.8%, melebihi 23.5% yang diprediksikan oleh pasar. Data inflasi di China juga dilaporkan melambat seperti indeks harga komsumen yang melambat dari 2.5% menjadi 2% di bulan Januari, sesuai dengan ekspektasi para analis. Indeks harga produsen yang di periode sebelumnya dilaporkan menurun 1.9% pada bulan Januari melemah 1.6%, sesuai dengan ekspektasi para analis.

Di Eropa, para pemimpin Eropa pada hari Jumat mencapai kesepakatan untuk menetapkan anggaran Uni Eropa untuk periode 2014-2020 pada level 960 miliar euro, turun dari apa yang diajukan sebelumnya yaitu 1.047 triliun euro dan juga lebih rendah dari anggaran yang masih berlaku sekarang yang nilainya mencapai 994 miliar euro. 

Market Preview

Pekan mendatang akan menghadirkan beberapa data ekonomi yang dijadwalkan untuk rilis di Amerika seperti penjualan ritel untuk bulan Januari dan angka jobless claims serta tingkat produksi industrial dan tingkat kepercayaan konsumen dari Universitas Michigan. Data-data ini diperkirakan cenderung tidak signifikan terhadap sentimen para investor, namun demikian tetap perlu diwaspadai apabila data meleset terlalu jauh dari ekspektasi para analis/investor.

Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan akan kembali bergerak dalam rentang konsolidasinya antara 4,450-4,558 pada awal pekan mendatang. Hingga Jumat, indeks masih belum mampu memantapkan posisinya di atas 4,500 sehingga hal ini justru akan meningkatkan risiko terjadinya koreksi pada indeks. Apabila terus menerus gagal mencatatkan harga penutupan di atas 4,500 maka indeks diprediksi akan terpuruk kembali hingga kembali ke supportnya di 4,450 dan bahkan berpotensi membawa indeks ke rentang konsolidasi berikutnya di 4,400-4,450.

Risiko penurunan ini baru akan berkurang apabila indeks kembali berhasil ditutup di atas 4,500 sehingga akan membuka kembali peluang bagi JCI untuk menuju target-target all-time high baru di 4,558.

Beberapa rekomendasi baru telah ditambahkan dan beberapa perubahan pada resistance/target masing-masing rekomendasi juga mulai berlaku. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada tabel rekomendasi di halaman 3.

Khusus untuk ESSA, rekomendasi ini akan diakhiri hari Senin mengingat outlook technical ESSA mulai memburuk sehingga risiko terjadinya koreksi meningkat.



Click here to download the full update (PDF)

Jumat, 08 Februari 2013

After-hours - 8 February 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) kembali berakhir di bawah level psikologisnya di 4,500. Indeks ditutup di 4,491.27, melemah 11.88 poin atau 0.26%. Sementara itu, indeks LQ-45 dan IDX30 ditutup masing-masing melemah 0.2% dan 0.14%, sedangkan di tingkat regional bursa Asia ditutup mixed dengan indeks Nikkei ditutup melemah 1.8% dan sebaliknya indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir menguat 0.16% dan 0.99%.

Hanya dua sektor yang berhasil ditutup menguat: sektor infrastruktur (+0.11%) dan sektor aneka industri (+1.08%). Sektor barang konsumsi ditutup melemah 0.93% sedangkan sektor pertambangan ditutup terkoreksi 0.76%. Sektor keuangan juga melemah sebesar 0.53%.

Sebanyak 103 saham berakhir menguat, namun 156 saham ditutup melemah sedangkan 114 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing mengakhir pekan ini pada net sell senilai Rp1,124 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, hanya ISAT dan CPIN yang berhasil mencatatkan kenaikan. ISAT mengaut 0.73% dan CPIN kembali menanjak hingga mencapai 3,900 atau naik 1.3%. INDS, MDLN, dan PTPP ditutup stagnan sedangkan kinerja terburuk ditampilkan oleh PGAS (-1.61%), diikuti oleh LSIP (-1.12%), dan ESSA (-0.86%).

Setelah beberapa kali gagal mencapai target selanjutnya di 3,225, ESSA akan diakhiri rekomendasi pada harga pembukaan hari Senin mendatang yang diperkirakan berada di 2,875, sehingga hasil rekomendasi ini adalah gains sebesar 17.35%. Pengganti ESSA akan ditentukan kemudian.

Gagalnya indeks mempertahankan posisinya diatas resistance psikologis 4,500 meskipun sempat mencapai resistance berikutnya di 4,525 kembali membuka potensi terjadinya koreksi pada awal pekan mendatang. Untuk mempertahankan prospek penguatan lebih lanjut ke resistance berikutnya di 4,558 hingga 4,625 indeks perlu kembali menembus level 4,500 dan mempertahankan posisinya di atas level ini. Sebaliknya, support JCI tetap berada di area 4,452-4,458.