DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 09 Januari 2013

After-hours - 9 January 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) terkoreksi hingga mencapai supportnya di 4,350 dan ditutup di 4,362.93, turun 0.79% atau 34.62 poin. Indeks sempat mencapai level terendah di 4,349.79 setelah pada awal sesi perdagangan hari Rabu sempat menyentuh angka tertinggi di 4,411.77.

Indeks LQ-45 dan IDX30 juga ditutup melemah masing-masing 1.01% dan 0.92% sementara di tingkat regional indeks KOSPI melemah 0.31%. Sebaliknya, indeks Nikkei dan Hang Seng ditutup menguat 0.67% dan 0.46% setelah sehari sebelumnya dilanda aksi profit-taking.

Hanya satu sektor yang berhasil ditutup menguat, yaitu sektor aneka industri yang menguat 0.37%. Sebaliknya sektor pertambangan yang sehari sebelumnya menguat menjadi sektor dengan penurunan terbesar hari ini yaitu sebesar 1.36%, diikuti oleh sektor infrastruktur (-1.25%) dan pertambangan (-1.25%).

Penurunan hari ini terjadi pada 165 saham sedangkan 97 saham lainnya berakhir menguat dan 105 saham ditutup stagnan pada angka penutupan hari Selasa. Posisi net buy asing pada hari ini mencapai Rp125.63.

Hanya ASGR dan CPIN di antara delapan saham terekomendasi yang berhasil menguat. ASGR ditutup naik 6.25% sedangkan CPIN berakhir di 3,600, naik 1.41%. INDS, ISAT,dan PGAS masing-masing berakhir stagnan dan ESSA bersama MDLN dan BBNI masing-masing terkoreksi 2.44%, 4.23% dan 2.58%.

Sebagaimana dikhawatirkan sebelumnya, JCI terkoreksi hingga menguji supportnya di 4,350. Dengan demikian support selanjutnya bagi JCI berada di 4,325 dan 4,300. Walaupun terkoreksi, JCI masih berpotensi untuk kembali menguat menuju resistance di 4,450 bulan ini. Namun, apabila support di 4,300 gagal bertahan, dikhawatirkan indeks akan kembali ke zona konsolidasi sebelumnya yaitu di 4,250-4,350.

Hingga pertengahan sesi perdagangan di Eropa, indeks FTSE dan DAX masih bergerak di zona hijau. Indeks FTSE naik 0.28% sementara indeks DAX menguat tipis 0.04%. Positifnya kontrak berjangka S&P mengindikasikan bahwa bursa Amerika juga akan bergerak menguat setelah selama tiga hari dilanda aksi jual. 

Optimisme muncul setelah Alcoa memulai earnings season dengan melaporkan penjualan untuk triwulan keempatnya di $5.9 miliar, melebihi ekspektasi $5.6 miliar meskipun turun dari perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu $5.99 miliar. Earnings per share di luar special items sesuai dengan konsensus pasar yaitu 6 sen per sahamnya. Selain itu, Alcoa juga memproyeksikan bangkitnya perekonomian China yang pada akhirnya akan mampu mengangkat kembali kinerja komoditi di tahun 2013.


Selasa, 08 Januari 2013

Morning Dew - 9 January 2013

Market Preview


Bursa saham Eropa dan Amerika kembali terkoreksi pada sesi perdagangan hari Selasa, mengikuti melemahnya sentimen regional pada sesi Asia sebelumnya.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0.41% atau 55.44 poin di 13,328.80, indeks S&P 500 dan NASDAQ turun masing-masing 0.32% dan 0.23% di 1,457.15 dan 3,091.81. Di Eropa, FTSE melemah 0.18% sementara indeks DAX berakhir di 7,695.83, atau melemah 36.83 poin.

Menjelang dimulainya pelaporan triwulanan di Amerika para investor mulai berhati-hati, terutama di tengah minimnya data ekonomi yang dijadwalkan rilis pekan ini.

Lemahnya sentimen di Eropa dan Amerika diperkirakan cenderung menekan kinerja bursa Asia pagi ini.

Jakarta Composite Index (JCI) diprediksi akan menguji supportnya di 4,380 hingga 4,350. Meskipun diprediksi terkoreksi, JCI secara keseluruhan masih berpeluang untuk menguat hingga mencapai 4,450 bulan ini. Namun, perlu diwaspadai support indeks di 4,300 karena apabila support ini terlewati indeks dikhawatirkan bakal kembali ke area 4,250-4,270.


After-hours - 8 January 2013

Market Review

Indeks saham domestik mengakhiri perdagangan hari Selasa dengan menguat tipis. Jakarta Composite Index (JCI) ditutup menguat tipis 0.12%, naik 5.17 poin menjadi 4397.55, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX30 beranjak naik tipis masing-masing sebesar 0.21% dan 0.22%.


Di bursa regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI masing-masing ditutup melemah yaitu sebesar 0.86%, 0.94% dan 0.66%, mengikuti koreksi yang terjadi di bursa Amerika pada hari Senin malam.

Sebanyak lima dari sepuluh sektor yang ada berakhir melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor aneka industri (-1.71%), diikuti oleh sektor pertanian (-1.26%) dan sektor perdagangan (-1.05%). Sebaliknya, sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah sektor pertambangan (+1.36%), diikuti oleh sektor industri dasar (+0.85%) dan sektor keuangan (+0.41%).

Konsolidasi yang terjadi pada indeks pada hari ini melibatkan naiknya 126 saham diisertai oleh melemahnya 131 saham. Sisanya sebanyak 109 saham ditutup stagnan.

Di antara saham-saham terekomendasi, ISAT membukukan kenaikan terbesar yaitu 5.26% saat ditutup di 7,000. CPIN dan ASGR menyusul di urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing menanjak 4.41% dan 3.23%. ESSA dan BBNI juga berhasil ditutup menguat yaitu di 3,075 dan 3,875. Sebaliknya, INDS, MDLN dan PGAS berakhir stagnan. Dua rekomendasi yang baru dirilis pekan ini yaitu LSIP dan SMCB berakhir mixed. SMCB stagnan di harga penutupan sebelumnya sedangkan LSIP berakhir melemah 3.03%. Meskipun demikian, kedua rekomendasi terbaru ini masih belum mampu mencapai entry areanya.

JCI yang sempat melemah hingga 4,381.65 kembali ditutup di 4,397.55, naik tipis 5.17 poin atau 0.12%. Posisi transaksi asing juga mencapai net buy sebesar Rp325.48.

Walaupun indeks JCI masih belum mampu kembali berada di atas level psikologis 4,400, namun diperkirakan indeks akan kembali menanjak menuju targetnya di 4,450 pada bulan ini. Support bagi indeks berada di 4,380 dan 4,350 untuk sementara ini dan diperkirakan dalam beberapa sesi mendatang akan cenderung mengalami konsolidasi.


Senin, 07 Januari 2013

Morning Dew - 8 January 2013

Market Preview


Bursa saham global cenderung didominasi oleh aksi jual pada hari Senin setelah sepekan sebelumnya berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.

Di dalam negeri, Jakarta Composite Index (JCI), indeks LQ-45 dan IDX30 rata-rata terkoreksi 0.4%-0.43%, sementara di tingkat regional indeks Nikkei melemah 0.83% disertai dengan penurunan tipis pada indeks Hang Seng dan KOSPI sebesar 0.01% dan 0.03%.

Bursa Eropa juga terkoreksi dengan indeks FTSE dan DAX menutup awal pekan dengan penurunan sebesar 0.41% dan 0.56%. Di Wall Street, menjelang dimulainya earnings season di Amerika indeks Dow, S&P 500 dan NASDAQ cenderung melemah. Dow dan S&P500 berakhir terkoreksi 0.38% dan 0.31% sedangkan indeks NASDAQ ditutup melemah 0.09%.

Minimnya data ekonomi yang signifikan pada hari Senin disertai dengan aksi profit-taking para investor menjadi penghambat kenaikan lebih lanjut pada JCI. Memasuki hari Selasa, lemahnya sentimen di bursa Eropa dan Amerika diperkirakan akan berdampak negatif pada JCI. Indeks diprediksi akan kembali mengalami koreksi menuju support-supportnya di 4,380, 4350, 4325, hingga 4300. Meskipun terancam koreksi, JCI masih cenderung berpeluang untuk naik hingga target berikutnya di 4,450 pada bulan ini. Support paling krusial bagi indeks terdapat di 4,300 karena apabila support ini gagal bertahan akan berpotensi menekan indeks lebih jauh hingga kembali ke area 4,250-4,270. 


After-hours - 7 January 2013

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) melemah 0.4% atau 17.64 poin saat ditutup di 4,392.38 pada sesi perdagangan Senin. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga ditutup melemah masing-masing 0.43% sementara di bursa regional baik indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga tergelincir hingga ditutup melemah.

Seluruh sepuluh sektor ditutup melemah dengan sektor aneka industri memimpin penurunan sebesar 1.1%. Sektor pertambangan dan manufaktur masing-masing berakhir melemah sebesar 0.89% dan 0.85%.

Aksi profit-taking yang melanda BEI mendorong turunnya 157 saham sementara 115 saham berhasil menguat dan 104 lainnya ditutup stagnan. Posisi asing pada sesi perdagangan awal pekan ini ditutup pada net buy senilai Rp825.21 miliar.

Di antara delapan rekomendasi saham yang ada, ESSA, ASGR, MDLN, ISAT, PGAS dan CPIN berakhir melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh CPIN (-4.9%) diikuti oleh PGAS (-3.21%) dan ISAT (-2.92%). Hanya dua saham yang berhasil lolos dari zona merah: BBNI yang stagnan di 3,800 dan INDS yang menguat 1.23%.

Dua rekomendasi terbaru yaitu SMCB dan LSIP masih belum berhasil mencapai harga-harga entrynya meskipun keduanya berakhir menguat masing-masing 1.69% dan 3.13%.

Aksi profit-taking menjadi pemicu terkoreksinya bursa regional pada awal pekan ini setelah pada pekan pertama berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan setelah isu jurang fiskal Amerika berhasil terselesaikan – setidaknya saat ini.

JCI kembali berada di bawah level psikologis 4,400, namun diperkirakan akan kembali menanjak menuju targetnya di 4,450 pada bulan ini. Support bagi indeks berada di 4,350 untuk sementara ini dan diperkirakan dalam beberapa sesi mendatang akan cenderung mengalami konsolidasi.


Minggu, 06 Januari 2013

Morning Dew - 7 January 2013

Market Preview


Bursa global mengawali tahun 2013 ini dengan kinerja yang positif setelah dalam sepekan pertama bursa Asia, Eropa dan Amerika mencatatkan kenaikan pada indeks-indeks utamanya.

Di dalam negeri, Jakarta Composite Index (JCI) tidak hanya berhasil menguat 2.2%, namun penguatan ini juga ditandai dengan tercapainya rekor baru pada JCI yaitu di 4,418.48. Indeks LQ-45 yang terdiri dari saham-saham bluechip juga berhasil menorehkan kenaikan sebesar 2.6% walaupun belum berhasil melewati rekor tertinggi sebelumnya di 757.23.

Bursa regional juga menguat dengan indeks Nikkei 225 dan Hang Seng masing-masing menanjak 2.82% dan 3.1%. Sentimen positif dari isu global dan juga masih adanya optimisme sehubungan dengan pemerintahan baru di Jepang menjadi katalis terhadap naiknya indeks Nikkei. Data-data ekonomi dari China yang dirilis mixed setidaknya tidak membebani kinerja saham-saham regional secara signifikan.

Di Eropa dan Amerika, saham-saham juga cenderung menguat pada pekan lalu. Indeks FTSE 100 dan DAX 30 ditutup masing-masing menanjak 2.8% dan 2.2%, sementara di Amerika setelah ditekan oleh isu jurang fiskal, kesepakatan akhir dari kedua belah pihak menjadi faktor pendorong utama melesatnya indeks Dow Jones sebesar 3.8%. Kenaikan tajam juga dibukukan oleh indeks S&P 500 sebesar 4.6% sedangkan untuk indeks NASDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi menguat tajam sebesar 4.8%. 

Data ekonomi yang dirilis dalam sepekan antara lain data ketenagakerjaan Amerika, data indeks ISM/PMI dari China, Eropa dan Amerika, dan beberapa data lainnya dari Eropa dan Amerika.

Data ketenagakerjaan yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan terjadinya penurunan pada jumlah lapangan kerja ditambahkan oleh sektor swasta dan pemerintah di Amerika pada bulan Desember. Payrolls dilaporkan turun dari 161 ribu menjadi 155 ribu di bulan Desember sedangkan tingkat pengangguran di bulan yang sama stabil di 7.8%, sama seperti dengan tingkat pengangguran pada bulan sebelumnya. Kedua data ini meleset dari ekspektasi dimana payrolls sebelumnya diperkirakan hanya naik 145 ribu sementara konsensus tingkat pengangguran berada di 7.7%. Data lainnya yang masih berhubungan adalah rata-rata pendapatan per jam yang kembali meningkat 0.3% di bulan Desember, lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya yaitu 0.2%.

Data PMI untuk sektor manufaktur China yang dirilis HSBC pekan lalu menunjukkan adanya kenaikan dari 50.5 menjadi 51.5 di bulan Desember, sementara data yang sama yang dirilis oleh pemerintah menunjukkan indeks tetap sama di 50.6 di bulan Desember. Data PMI untuk sektor jasa China sebaliknya menurun dari 52.1 menjadi 51.7 di bulan Desember menurut data dari HSBC, namun data dari pemerintah dilaporkan naik dari 55.6 menjadi 56.1. Bertahannya data PMI China ini setidaknya memberikan sentimen positif bagi pasar, terutama di pasar regional.

Di Amerika, indeks ISM untuk sektor manufaktur dilaporkan menguat dari 49.5 menjadi 50.7 di bulan Desember sedangkan untuk sektor non-manufaktur dilaporkan naik dari 54.7 menjadi 56.1. Kedua data ini menunjukkan bahwa perekonomian Amerika masih berpotensi untuk membaik dengan dipimpin oleh sektor non-manufaktur.

Di Eropa, PMI untuk sektor manufaktur Italia dilaporkan membaik dari 45.1 menjadi 46.7; untuk Prancis indeks PMI ini dilaporkan stagnan di 44.6 sedangkan di Jerman justru terjadi penurunan dari 46.3 menjadi 46.0. Secara keseluruhan di zona euro PMI turun dari 46.3 menjadi 46.1 di bulan Desember. Di Inggris, PMI untuk sektor manufaktur juga membaik, yaitu naik dari 49.2 menjadi 51.4 di bulan Desember.

Untuk sektor jasa, PMI bulan Desember untuk Italia meningkat dari 44.6 menjadi 45.6; untuk Prancis terjadi penurunan dari 46 ke 45.2; demikian pula dengan Jerman yang dilaporkan mengalami penurunan dari 52.1 menjadi 52.0. Untuk zona euro, PMI sektor jasa dilaporkan stagnan di 47.8 pada bulan Desember lalu sedangkan PMI gabungan dilaporkan turun dari 47.3 menjadi 47.2. Sektor jasa di Inggris sebaliknya mengalami penurunan PMI dari 50.2 menjadi 48.9.

Awal pekan yang baru ini diperkirakan JCI masih berpeluang menguat menuju 4,450 meskipun tidak tertutup kemungkinan terjadi konsolidasi di atas 4,400. Dua saham masuk ke daftar rekomendasi di awal pekan ini: SMCB dan LSIP.

SMCB sebelumnya sempat terpukul tajam, namun seiring dengan membaiknya sentimen pasar, SMCB pun diprediksi akan kembali menguat hingga target terdekatnya di 3000 dan terjauhnya di 3625. Support krusial untuk SMCB terdapat di 2550.

Membaiknya indeks sektor pertanian juga diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi LSIP untuk kembali menanjak setelah sebelumnya terpuruk bersamaan dengan saham-saham pertanian lainnya. LSIP diprediksi naik hingga 3150, namun perlu diwaspadai apabila terjadi penurunan hingga melebihi supportnya di 2100.

Data ekonomi yang akan dirilis dalam sepekan mendatang akan didominasi oleh data-data dari China yaitu antara lain: Indeks harga konsumen dan produsen, produksi industrial, investasi aset tetap dan data penjualan ritel. Semuanya akan dirilis pada hari Rabu mendatang. Data neraca perdagangan China akan dirilis pada hari Kamis. Tidak ada data signifikan dari Amerika pekan ini kecuali data jobless claims pada hari Kamis dan data neraca perdagangan pada hari Jumat.


Kamis, 03 Januari 2013

Morning Dew - 4 January 2013

Market Preview

Setelah mencapai rekor tertingginya pada hari Kamis kemarin, Jakarta Composite Index (JCI) diperkirakan akan mengalami konsolidasi atau koreksi pada hari ini setelah bursa Eropa dan Amerika didominasi oleh aksi jual pada perdagangan Kamis malam.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0.16%, sementara indeks S&P 500 dan NASDAQ berakhir melemah masing-masing sebesar 0.21% dan 0.38%.  Indeks FTSE kembali melanjutkan kenaikannya sebesar 0.33% namun sebaliknya indeks DAX ditutup melemah 0.29%.

Berita acara dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) baru-baru ini yang dirilis semalam menjadi sumber terjadinya aksi profit-taking yang menekan kinerja bursa Amerika. Disebutkan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mengakhiri pembelian obligasi mereka senilai $85 miliar yang dilakukan secara bulanan di tahun 2013. Para pelaku pasar mengkhawatirkan prospek ekonomi Amerika apabila langkah Fed untuk menopang perekonomian ini berakhir. Namun dari berita acara ini juga disebutkan bahwa masih terdapat perbedaan pendapat mengenai kebijakan Fed ini.

Sehari sebelumnya, indeks saham global melejit setelah para pembuat kebijakan di Washington berhasil mengesahkan undang-undang untuk menghindarkan Amerika dari pemotongan otomatis pada pengeluaran dan kenaikan otomatis pada pajak. Meskipun demikian, fokus pasar kini mulai beralih pada isu batas utang Amerika yang akan diperdebatkan oleh Kongres dan Gedung Putih. Pertengahan Februari mendatang akan kembali dilakukan voting untuk menentukan kenaikan batas atas utang Amerika yang saat ini berada di $16.4 triliun. Partai Republik yang berkuasa di Kongres diperkirakan akan memaksa Presiden Obama untuk menerima dipangkasnya beberapa program tunjangan pemerintah seperti Medicare. Tak hanya itu, Maret mendatang pun Kongres kembali akan membahas mengenai kelanjutan keputusan pemotongan pengeluaran pemerintah secara otomatis senilai $110 miliar yang seharusnya terjadi pada tanggal 1 Januari kemarin.

Di sisi data ekonomi, data ADP employment yang dirilis semalam menunjukkan adanya kenaikan pada rekrutmen swasta di bulan Desember lalu yaitu dari 118 ribu menjadi 215 ribu. Angka ini berhasil melampaui ekspektasi pasar yang memprediksi kenaikan sebesar 140 ribu pada bulan Desember kemarin. Data lainnya yang dirilis adalah jobless claims untuk pekan yang berakhir 29 Desember dimana jumlah klaim yanng diajukan mengalami kenaikan dari 352 ribu menjadi 372 ribu.

Mengakhiri pekan ini pertama di tahun 2013 ini, data nonfarm payrolls akan dirilis di Amerika. Setelah sebelumnya dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 146 ribu di bulan November, angka payrolls untuk periode Desember diperkirakan bertambah sebesar 145 ribu. Sementara itu, angka pengangguran diprediksi stabil di 7.7% dan rata-rata pendapatan per jam untuk pekerja kembali meningkat 0.2% dibandingkan bulan sebelumnya di bulan Desember dan naik 1.7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Data lain yang akan dirilis adalah indeks ISM untuk sektor jasa yang diprediksi mengalami penurunan dari 54.7 menjadi 54.3 di bulan Desember. Di sisi produksi, tingkat pesanan pabrikan di bulan November diperkirakan mengalami perlambatan dari 0.8% menjadi 0.4%.

Walaupun berpotensi terkoreksi JCI diprediksi masih akan cenderung positif di bulan Januari. Rentang fluktuasi hari ini diperkirakan berada di kisaran 4,350-4,400  sebelum nantinya indeks kembali bergerak naik menuju target berikutnya di 4,450.