Bursa saham Amerika berakhir mixed dengan indeks Dow Jones ditutup melemah 25.35 poin atau 0.2% sedangkan indeks S&P dan indeks NASDAQ ditutup masing-masing naik 0.14% dan 0.78%. Bursa saham di Eropa juga tidak mampu menguat signifikan dan berakhir naik masing-masing 0.22% untuk indeks FTSE dan 0.3% untuk indeks DAX.
Euphoria seputar hasil pemilu kedua di Yunani tampaknya hanya berumur pendek. Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Demokrasi Baru berhasil memenangi pemilu sehingga mampu menggandeng partai Pasok untuk mengalahkan partai anti-austerity Syriza. Hasil ini adalah hasil terbaik yang dapat terjadi walaupun pasar menantikan apakah partai Demokrasi Baru mampu membentuk pemerintahan dalam waktu singkat.
Dari sisi Eropa, Jerman kembali mengingatkan Yunani untuk tetap berkomitmen pada ketentuan-ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Walaupun menolak mengubah kesepakatan sebelumnya, Jerman mengisyaratkan terbuka pada kemungkinan untuk memberikan waktu yang lebih lama pada Yunani untuk melaksanakan komitmennya dalam melakukan reformasi ekonomi.
Perhatian pasar saat ini juga mulai beralih ke pertemuan FOMC yang akan dilangsungkan pada hari Selasa dan Rabu. Pasar menantikan apakah Federal Reserve akan mengeluarkan stimulus baru untuk melindungi perekonomian Amerika dari ancaman imbas negatif krisis Eropa ataukah kembali mengambil posisi status quo. Diprediksikan bahwa setelah pemilu Yunani berakhir dengan kemenangan partai Demokrasi Baru, Fed akan cenderung menunggu kembali sambil terus memonitor perkembangan data-data ekonomi selanjutnya, terutama data nonfarm payrolls yang pada periode Mei lalu menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Fed juga diasumsikan akan terus menahan suku bunga di tingkat yang sangat rendah hingga akhir 2014 mendatang. Setidaknya, langkah yang dapat diambil oleh Fed adalah dengan memperpanjang durasi ini hingga memasuki tahun 2015.
Ancaman terbesar justru masih dari Eropa dimana yield obligasi 10 tahun Spanyol kembali melejit hingga mencapai 7.3% sebelum akhirnya berakhir di 7.18%. Hal ini menandakan bahwa pesimisme para investor terhadap prospek penyelesaian krisis di Eropa masih ada dan selain Spanyol, Italia juga akan menjadi sorotan para investor.
Hari Selasa ini IHSG diprediksi akan cenderung kembali tertekan setelah premium dari hasil pemilu Yunani mulai terkikis oleh kerisauan akan kondisi di Spanyol dan Italia dan juga investor akan cenderung mengambil sikap menunggu hingga pertemuan FOMC usai. Level 3,909.39 merupakan level krusial bagi indeks dimana jika level ini berhasil dilewati akan membuka jalan untuk kenaikan menuju 3935-3944 hingga kembali di atas level 4000. Sebaliknya, level 3774.69 menjadi support paling signifikan bagi indeks. Support terdekat berada di 3835 dan diikuti oleh 3797.
Euphoria seputar hasil pemilu kedua di Yunani tampaknya hanya berumur pendek. Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Demokrasi Baru berhasil memenangi pemilu sehingga mampu menggandeng partai Pasok untuk mengalahkan partai anti-austerity Syriza. Hasil ini adalah hasil terbaik yang dapat terjadi walaupun pasar menantikan apakah partai Demokrasi Baru mampu membentuk pemerintahan dalam waktu singkat.
Dari sisi Eropa, Jerman kembali mengingatkan Yunani untuk tetap berkomitmen pada ketentuan-ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Walaupun menolak mengubah kesepakatan sebelumnya, Jerman mengisyaratkan terbuka pada kemungkinan untuk memberikan waktu yang lebih lama pada Yunani untuk melaksanakan komitmennya dalam melakukan reformasi ekonomi.
Perhatian pasar saat ini juga mulai beralih ke pertemuan FOMC yang akan dilangsungkan pada hari Selasa dan Rabu. Pasar menantikan apakah Federal Reserve akan mengeluarkan stimulus baru untuk melindungi perekonomian Amerika dari ancaman imbas negatif krisis Eropa ataukah kembali mengambil posisi status quo. Diprediksikan bahwa setelah pemilu Yunani berakhir dengan kemenangan partai Demokrasi Baru, Fed akan cenderung menunggu kembali sambil terus memonitor perkembangan data-data ekonomi selanjutnya, terutama data nonfarm payrolls yang pada periode Mei lalu menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Fed juga diasumsikan akan terus menahan suku bunga di tingkat yang sangat rendah hingga akhir 2014 mendatang. Setidaknya, langkah yang dapat diambil oleh Fed adalah dengan memperpanjang durasi ini hingga memasuki tahun 2015.
Ancaman terbesar justru masih dari Eropa dimana yield obligasi 10 tahun Spanyol kembali melejit hingga mencapai 7.3% sebelum akhirnya berakhir di 7.18%. Hal ini menandakan bahwa pesimisme para investor terhadap prospek penyelesaian krisis di Eropa masih ada dan selain Spanyol, Italia juga akan menjadi sorotan para investor.
Hari Selasa ini IHSG diprediksi akan cenderung kembali tertekan setelah premium dari hasil pemilu Yunani mulai terkikis oleh kerisauan akan kondisi di Spanyol dan Italia dan juga investor akan cenderung mengambil sikap menunggu hingga pertemuan FOMC usai. Level 3,909.39 merupakan level krusial bagi indeks dimana jika level ini berhasil dilewati akan membuka jalan untuk kenaikan menuju 3935-3944 hingga kembali di atas level 4000. Sebaliknya, level 3774.69 menjadi support paling signifikan bagi indeks. Support terdekat berada di 3835 dan diikuti oleh 3797.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar