DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 18 Juni 2012

Sampoerna Agro Punya Lahan Baru 40 Ribu Hektar


INILAH.COM, Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mengakuisisi 40 ribu hektar lahan di Kalimantan Barat untuk mendukung usaha perseroan di usaha sawit.

"Kami sudah akuisisi lahan seluas 40 ribu hektar di Kalimantan Barat pada kuartal pertama dan kedua 2012. Lahan sawit tersebut masih berupa lahan hijau," ujar Investor Relation PT Sampoerna Agro Tbk Michael Kesuma, Senin (18/6/2012).

Namun Michael belum dapat menjelaskan lebih detail dana akuisisi tersebut. Hal itu dikarenakan transaksi akuisisi lahan masih belum ada yang selesai. Dana akuisisi lahan tersebut di luar belanja modal 2012.

Perseroan menganggarkan belanja modal 2012 senilai Rp1,1 triliun. Hingga kuartal pertama 2012, perseroan telah merealisasikan belanja modal senilai Rp200 miliar. Belanja modal tersebut untuk penanaman lahan baru. "Dana belanja modal dari kas internal dan perbankan," tutur Michael.

Saat ini perseroan memiliki luas lahan tertanam sebesar 109 ribu hektar. Hingga Maret 2012, luas tanaman yang sudah menghasilan mencapai 7.800 hektar. Total area land bank mencapai 200 ribu hektar.

Michael menambahkan, pihaknya akan meningkatkan porsi penjualan ke domestik pada 2012. Hal itu mengingat permintaan dalam negeri meningkat."Tahun lalu penjualan ekspor mencapai 22%, dan kami akan meningkatkan penjualan domestik kemungkinan menjadi 80% dan sisanya ekspor," kata Michael.

Untuk mendukung usaha perseroan, Michael mengatakan, pihaknya akan membangun pabrik kelapa sawit paling lambat pada 2013. Kapasitas pabrik itu diperkirakan mencapai 30-60 ton per jam. "Bila kapasitas pabriknya mencapai 60 ton per jam maka nilai investasi dapat mencapai Rp100 miliar-Rp140 miliar," tutur Michael. [tjs]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1873289/sampoerna-agro-punya-lahan-baru-40-ribu-hektar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar