DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 18 Juni 2012

Waduh, produksi Blok Mahakam sudah 2 bulan anjlok



JAKARTA. Produksi gas di Blok Mahakam di Bontang, Kalimantan Timur, mengalami penurunan sejak dua bulan terakhir. Namun, Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yakin penurunan produksi gas itu tidak mempengaruhi produksi kilang LNG di Bontang.
Biasanya Blok migas Mahakam mampu memproduksi 2.227 juta kaki kubik per hari (mmscfd). "Tapi dalam dua bulan terakhir ini gas di Blok Mahakam turun 200 mmscfd, tentu arena lapangannya sudah agak tua," ujar Kepala BP Migas Priyono, pekan lalu.
Priyono menambahkan, untuk mendongkrak kembali produksi di blok yang dioperasikan Total EP Indonesie tersebut, harus ada eksplorasi lagi. Priyono bilang meski produksi gas turun, pasokan gas untuk keperluan LNG Bontang tidak terganggu. "So far berdasarkan laporan dari Total, tidak ada impact ke ekspor (LNG)," ujarnya.
Berdasarkan kontrak, LNG Bontang diekspor ke pembeli asal Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Sedangkan pembeli domestik yang mendapatkan gas LNG Bontang adalah FSRU Jawa Barat.
Menurut Priyono, penurunan produksi gas Blok Mahakam ini juga tidak berpengaruh pada pasokan LNG ke FSRU Jawa Barat. "Kebetulan kebutuhan FSRU turun, karena kebutuhan PLN tidak sesuai rencana," ujarnya.
Blok Mahakam merupakan penyumbang gas terbesar dalam produksi LNG Bontang. Sekitar 82% pasokan kilang LNG Bontang berasal dari Blok Mahakam.
Saat ini kepemilikan Blok Mahakam masing-masing 50% oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation. Tahun ini target produksi LNG Bontang sebesar 15,35 juta ton atau 271 kargo atau turun dari tahun lalu yang mencapai 16,48 juta ton atau 313 kargo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar