DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Minggu, 08 Juli 2012

ADHI Peroleh Kontrak Baru Rp4,5 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memperkirakan meraih kontrak baru sekitar Rp4,5 triliun hingga Juni 2012 dari target kontrak sekitar Rp13,5 triliun pada 2012.

"Kontrak baru mencapai Rp4,5 triliun hingga semester pertama 2012 tetapi itu masih dalam rekonsiliasi. Kami tetap menargetkan kontrak baru mencapai Rp13,5 triliun pada 2012," ujar Sekretaris Perusahaan ADHI Amrozi Hamidi, saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia menuturkan, proyek baru yang didapatkan pada Jui 2012 antara lain proyek pembangunan jalan pangkalan Susu-Tanjung Pura, Aceh senilai Rp140 miliar, pembangunan beberapa rumah sakit sekitar Rp95 miliar, dan beberapa pembangunan gedung universitas sebesar Rp53 miliar.

Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp13,5 triliun pada 2012. Adapun kontrak baru tersebut sekitar 92% dari kontrak baru dari pemerintah dan sisanya swasta. Selain itu, perseroan juga menggarap proyek di luar negeri seperti di Asia Tenggara.

Hingga kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan usaha turun menjadi Rp591,62 miliar dari kuartal pertama 2011 senilai Rp625,25 miliar. Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp5,53 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp2,48 miliar.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1880327/adhi-peroleh-kontrak-baru-rp45-triliun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar