DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 05 Juli 2012

CIMB Niaga genjot pembiayaan rumah


JAKARTA. Unit syariah CIMB Niaga memanfaatkan penerapan aturan loan to value(LTV) kredit kendaraan kepemilikan rumah di bank umum dengan menggenjot pembiayaan dua segmen tersebut.
Dalam meningkatkan pembiayaan rumah, manajemen memperpanjang program Mortgage Fix n Fix Syariah dari semula 1 Februari – Juli 2012 menjadi hingga September 2012. Skema pembiayaan dengan akad murabahah atau jual beli itu mematok margin tahun pertama 8,75%.
Saefudin Noor, Head of Syariah Banking CIMB Niaga optimistis, pembiayaan perumahan syariah bakal mampu menjaring 60% nasabah KPR di induk usaha. "Dengan faktor uang muka ringan yang berkisar 10% - 30%, kami yakin banyak peminat," ujarnya, kemarin. Seperti bank syariah lain, UUS CIMB Niaga juga mengincar nasabah bank induk yang gagal memenuhi LTV KPR sebesar 30%
Selain rumah, Handoyo Soebali, Commercial Banking and Syariah Director CIMB Niaga, mengatakan pihaknya juga memanfaatkan aturan DP kredit kendaraan. Ia akan memperbanyak kerjasama dengan multifinance.
CIMB Niaga Syariah memiliki komitmen pinjaman dengan empat multifinancesenilai Rp 3,24 triliun. Rinciannya, CIMB Niaga Auto Finance Rp 2 triliun, FIF Rp 600 miliar, Adira Dinamika Rp 450 miliar, dan Mandala Multifinance Rp 190 miliar. "Fasilitas ini untuk meningkatkan pembiayaan konsumer," katanya.
Segmen ini memang tengah naik daun. Tengok saja, pembiayaan konsumer syariah tumbuh 151%, dari Rp 865 miliar menjadi Rp 2,2 triliun pada semester I-2012.
Pembiayaan CIMB Niaga syariah per semester I - 2012 Rp 4,24 triliun, meningkat 82% year on year (yoy). Sebanyak 60% mengalir ke konsumer. "KPR Rp 900 miliar, kendaraan Rp 1 triliun, multiguna Rp 120 miliar, kartu kredit Rp 34 miliar, dan gadai Rp 75 miliar," terang Handoyo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar