DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 04 Juli 2012

Enam bulan, kredit Bank Ekonomi cuma tumbuh 10%


JAKARTA. Tak salah jika PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) menyalurkan kredit ke bank lain. Bank milik HSBC Group itu membutuhkan bank mitra (channeling)karena pertumbuhan kredit selama semester I 2012 tidak menggembirakan.
Sepanjang enam bulan pertama, bank ini hanya menyalurkan kredit baru Rp 1,04 triliun alias tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai pembanding, industri perbankan mencatatkan pertumbuhan kredit di atas 25% pada periode yang sama.
Mereka beralasan kredit tumbuh rendah karena permintaan belum terlampau tinggi. Situasi tersebut wajar di Bank Ekonomi karena siklusnya seperti itu. Banyak debitur yang belum mencairkan kredit lantaran belum memulai ekspansi pada awal tahun. Paruh kedua nanti, mereka menjanjikan kondisinya bakal berbeda.
Maka itu, Bank Ekonomi tidak berencana menurunkan target kredit tahun ini, yakni tumbuh 25% - 30%. Jika tercapai, outstanding kredit akan mencapai Rp 18,28 triliun pada Desember 2012.
Presiden Direktur Bank Ekonomi, Tony Turner, mengklaim tengah memproses persetujuan kredit (pipeline) ke beberapa korporasi dalam jumlah besar. Tapi ia belum mau mengungkap identitas debitur karena proses masih berlangsung.
Permintaan kredit bakal lebih banyak dari sektor transportasi. Sedangkan penyerapan kredit di sektor komoditas akan menurun, seiring turunnya produktivitas dan penjualan. Untuk penyaluran kredit korporasi, bank ini ikut beberapa sindikasi. "Sekitar 20% dari portofolio kredit korporasi dilakukan dengan cara sindikasi," katanya.
Meski kredit bakal tumbuh 30%, Bank Ekonomi tidak berencana menambah modal lagi. Hingga Juni 2012, rasio kecukupan modal (CAR) masih sebesar 15% alias jauh di atas ketentuan BI. "Kami juga tidak membagi dividen ke pemegang saham selama tiga tahun," katanya.
Mengutip data BI, Bank Ekonomi mencatat pertumbuhan kredit tahun 2011 sebesar 22%, dari Rp 11,4 triliun menjadi Rp 14,062 triliun. Meskipun setara dengan industri, laba justru turun 18%. Ini disebabkan kenaikan beban karyawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar