DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Kamis, 05 Juli 2012
KOBX Buka Peluang Rights Issue
INILAH.COM, Jakarta - PT Kobexindo Tractors (KOBX) membuka kemungkinan akan melakukan rights issue dan pinjaman bank dengan revisi pelepasan perdana sahamnya ke publik.
"Dengan direvisinya pelepasan perdana saham ke publik dari tadinya 30% menjadi hanya 12% memang akan mengurangi perolehan dana dari IPO. Untuk itu kekurangan biaya modal nantinya akan dibiayai dari pinjaman bank dan dana internal. Tidak tertutup kemungkinan kami juga akan melakukan rights issue," tutur Direktur Utama KOBX Humas Saputro di Jakarta, Kamis (5/7/2012).
Namun, lanjutnya, meskipun terjadi revisi terhadap jumlah saham yang dilepas, Earning Per Share (EPS)-nya tetap senilai Rp54 per saham.
Dengan revisi tersebut, Humas juga mengungkapkan perseroan menunda pembayaran utang dan akan dirollover. Adapun jumlah utang KOBX yang akan dirollover tersebut mencapai US$10,5 juta, yang terdiri dari utang kepada DBS sebesar US$7 juta dan ke Bank Resona US$3,5 juta. Adapun bunga utang perseroan ini sebesar 5%-6%.
Martio, Direktur KOBX menambahkan saat ini perseroan juga berencana melakukan pinjaman baru dari beberapa bank. Namun, dia mengakui hingga saat ini perseroan masih belum melakukan pembicaraan dengan pihak bank.
"Rencana placement juga sangat terbuka untuk menambah modal di kemudian hari. Tapi itu baru bisa dilakukan setelah 8 bulan ke depan sesuai aturan," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, PT Kobexindo Tractors merevisi jumlah saham yang akan dilepas pada moment penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari 30% (858 juta lembar saham) menjadi hanya 12% (272,5 juta lembar saham) dari modal disetor setelah penawaran perdana.
Menurut Humas Soputro, Presiden Direktur PT Kobexindo Tractors, revisi target saham IPO lebih dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang masih bergejolak.
Dia mengatakan, berkurangnya target saham IPO otomatis memangkas target perolehan dananya. Jika dari rencana awal pelepasan saham IPO hingga 30% bisa meraup dana sekitar Rp500 miliar, pasca revisi saham IPO menjadi 12%, dana perolehan menjadi hanya Rp109 miliar.
"Dengan perolehan dana yang berkurang, alokasi dana IPO kita fokuskan untuk modal kerja 70% dan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 30%. Untuk pembayaran utang kita tunda, karena itu rollover," ujar Humas.
Dia menjelaskan, capex senilai 30% dari hasil IPO atau senilai Rp30 miliar itu berkurang dari rencana awal yang sebesar Rp120 miliar. Pengurangan capex juga disesuaikan dengan target pendapatan perseroan. "Jika sebelumnya pendapatan ditargetkan Rp2 triliun hingga akhir tahun, mungkin terkoreksi ke Rp1,6 triliun. Itu batas atas. Hingga Maret pendapatan kita sudah tercatat Rp445 miliar," ungkap Humas.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1879520/kobx-buka-peluang-rights-issue
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar