DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 05 Juli 2012

Listing perdana, Kobexindo kantongi Rp 118 miliar


JAKARTA. Pembeli saham Initial Public Offering (IPO) PT Kobexindo Tractors Tbk boleh bersorak. Pada hari pertama perdagangannya di bursa, Kamis (5/7), harga saham Kobexindo yang menyandang ticker KOBX bergerak cepat.
Dalam sesi intraday, harga saham KOBX sempat melonjak hingga Rp 480 per saham, naik 20% daripada harga IPO, yaitu Rp 400 per saham. Saham KOBX ditutup menguat 8,75% menjadi Rp 435 per saham.
Kobexindo melepaskan 272,5 juta saham perdana ke publik. Jumlah itu setara dengan 12% dari modal disetornya, setelah penawaran umum digelar. Jika dihitung dari harga penutupan, maka dana Kobexindo dari IPO sekitar Rp 118 miliar.
Direksi Kobexindo berharap harga KOBX terus melejit seiring ekspansi perseroan. Martio, Direktur Keuangan dan Administrasi Kobexindo, menuturkan, emiten itu menargetkan laba bersih di tahun ini tumbuh 50% year-on-year. "Menjadi Rp 123 miliar, dari sekitar Rp 80 miliar," ujar dia.
Untuk mengejar target itu, perusahaan ketujuh yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, berambisi mencetak penjualan senilai Rp 1,6 triliun. "Penjualan tahun ini ditargetkan mencapai 1.100 unit alat berat," ujar Humas Saputro, Direktur Utama Kobexindo.
Tahun lalu, Kobexindo mencetak pendapatan bersih Rp 1,3 triliun. Volume penjualan alat berat mencapai 975 unit. Hingga akhir semester 
I-2012, Kobexindo sudah menjual 580 unit alat berat, dengan nilai pendapatan Rp 752 miliar. Angka pendapatan itu naik 43,4% year on year.
Pengelola Kobexindo optimistis, mampu mencetak pertumbuhan kinerja, agar investor saham KOBX untung. Target perseroan, laba per saham KOBX tahun ini mencapai Rp 54 per saham.
Setelah Kobexindo, masih ada enam perusahaan lagi yang akan melakukan IPO di BEI dalam waktu dekat. Tiga di antaranya PT Toba Bara Sejahtra, PT MNC Sky Vision, dan PT Global Teleshop. Tiga yang lain adalah PT Tri Banyan Tirta, PT Gading Development, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur.
Jumlah perusahaan yang berniat IPO akan bertambah. Hoesen, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menuturkan, ada dua perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan perkapalan, yang telah menyerahkan dokumen prapendahuluan IPO.
"Minggu depan, mereka mini expose," paparnya. Target nilai IPO dari kedua perusahaan itu, masing-masing sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar