DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 09 Juli 2012

Pegadaian optimistis bisa IPO tahun depan


JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) sepertinya belum putus harapan untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Tahun depan, kami berharap bisa menggelar initial public offering (IPO)," ujar Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya, kepada KONTAN, Senin (9/7).
Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Suhwono. Dia menegaskan, pihaknya siap untuk menggelar IPO kapan saja jika memang direstui pemerintah. Karena secara administrasi, pihaknya sudah sangat siap. "Yang pasti setelah IPO, kami akan tetap konsisten terhadap visi misi kami yang melayani masyarakat menengah kebawah," terang Suhwono.
Agus menambahkan, banyak sisi positif jika Pegadaian bisa go public. "Salah satunya adalah transparansi akan lebih meningkat dan sumber permodalan kami juga akan lebih luas," ungkapnya.
Meski rencana IPO Pegadaian terjegal di tengah jalan, namun Agus memastikan, hal itu tidak akan mempengaruhi kinerja mereka. Agus mengungkapkan, pada tahun ini, Pegadaian menargetkan peningkatan omzet usaha mencapai Rp 110 triliun dari Rp 88 triliun di akhir tahun lalu. Sedangkan untuk laba bersih, Pegadaian optimistis bisa meraup Rp 1,8 triliun di tahun ini, atau naik 28% dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,4 triliun.
Agus menuturkan, 95% laba bersih kemungkinan didapat dari layanan gadai. Sementara sisanya dari lini bisnis yang lain seperti layanan jasa sertifikat dan perdagangan logam mulia, batu aji, jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, dan jasa administrasi pinjaman.
Seperti yang diketahui, niat Pegadaian untuk go public sudah diumumkan sejak tahun lalu. Namun, pada awal tahun ini, perusahaan pelat merah itu dipastikan batal IPO. Menteri BUMN Dahlan Iskan beralasan, tidak disetujuinya rencana Pegadaian karena pemerintah cemas misi perusahaan yang seharusnya menolong rakyat kecil bergeser menjadi mengejar profit.
Meski demikian, pada April lalu, sikap Kementrian BUMN mulai melunak. Waktu itu, Dahlan bilang akan mendorong Pegadaian untuk segera IPO. Kendati demikian, ada catatan khusus yang harus dipenuhi perusahaan. Pegadaian harus tetap berkomitmen menjaga tingkat suku bunga di level rendah.
"Kalau Pegadaian bersedia dan berkomitmen apa salahnya melakukan penawaran umum saham perdana. Sebelumnya Pegadaian tak direstui melakukan penawaran umum saham perdana agar bunga tidak naik terus," terang Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Kamis (12/4) silam.
Namun, lagi-lagi, Pegadaian harus menelan lagi niatannya untuk IPO. Bulan Juni lalu, surat yang memastikan bahwa IPO Pegadaian tidak jadi dimasukkan dalam Program Privatisasi Tahunan (PTP) 2012, sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar