Setelah tertekan sepanjang sesi pertama perdagangan hari Rabu, Jakarta Composite Index (JCI) menanjak menjelang penutupan sesi kedua hingga penurunan yang terjadi pada hari ini terpangkas menjadi 0.29% atau 11.87 poin. Dua indeks acuan lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga berakhir melemah masing-masing 0.32% dan 0.44%.
Dari sepuluh sektor yang ada, sektor industri dasar mengalami penurunan terbesar yaitu 2.04% diikuti oleh sektor barang konsumsi yang turun 1.86% dan sektor manufaktur yang melemah 1%.
Penurunan pada hari ini dialami oleh 148 saham sementara 116 saham berhasil mencatat kenaikan. Sebanyak 107 saham lainnya berakhir stagnan, tidak berubah dibandingkan harga penutupan hari Selasa kemarin.
Kenaikan terbesar di antara sembilan saham terekomendasi hari ini dialami oleh BBKP yang menguat 4.76%. LSIP dan TRIM masing-masing menguat 2.73% dan 2.42% sedangkan KLBF dan BMTR masing-masing ditutup naik 0.65% dan 1.71%. Tiga saham melemah, yaitu MNCN (-3.16%), DILD (-1.47%) dan CLPI (-1.05%) dan satu saham stagnan: BMRI (8300). ESSA yang baru masuk rekomendasi kemarin pada sesi kedua berhasil mencapai harga entrynya di 2450, sehingga dengan penutupan hari ini di 2575, posisi ESSA telah mencatatkan kenaikan 5.1%.
BMTR hari ini mencapai target pricenya di 1790 setelah sempat mencapai harga tertinggi di 1800. Dengan demikian rekomendasi BMTR berakhir dengan gains sebesar 32.59%. Sebelumnya, BMTR direkomendasikan untuk posisi BUY di 1350 dengan target akhir di 1790.
Pasar regional pada hari ini masih cenderung memilih untuk berhati-hati menjelang diumumkannya keputusan rapat FOMC yang berlangsung dari hari Selasa kemarin dan akan ditutup hari Rabu malam ini. Pasar yang tadinya berharap akan ada stimulus tambahan dari Federal Reserve untuk memacu perekonomian Amerika, namun mendekati diumumkannya hasil rapat tersebut premi dari event ini berangsur berkurang seiring dengan terjadinya aksi profit-taking oleh pasar.
Selain FOMC, pasar juga masih menantikan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh European Central Bank (ECB) setelah pada pekan lalu presiden ECB Mario Draghi mengatakan akan berupaya mempertahankan eksistensi euro. Apabila Draghi gagal membuktikan komitmennya dalam waktu dekat, dikhawatirkan para pelaku pasar akan kembali melakukan aksi jual seperti yang terjadi sebelum Draghi menyampaikan pernyataannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar