DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label Market Wrap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Market Wrap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Market Wrap - 10/10/2012

Market Review


Bursa domestik berakhir mixed dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah tipis 0.01%. Sebaliknya, indeks LQ-45 dan indeks IDX30 berakhir menguat tipis 0.05% dan 0.04%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI ditutup melemah masing-masing 1.98%, 0.08% dan 1.56%.

Sektor properti mengalami penurunan terbesar hari ini yaitu 1.04%, disusul oleh sektor pertambangan (-0.71%) dan aneka industri (-0.63%). Sektor barang konsumsi menjadi sektor terbaik dengan kenaikan 0.83% dan sektor pertanian dan industri dasar berakhir menguat masing-masing 0.74% dan 0.7%.

Walaupun melemah tipis, namun hanya 85 saham yang berhasil berakhir positif. Sebanyak 149 saham ditutup melemah dan 117 saham lainnya berakhir stagnan. Posisi transaksi asing hari ini kembali berakhir dengan net buy senilai Rp120.4 miliar.

JCI berakhir di 4,280.01 setelah sempat terpuruk pada awal-awal sesi pertama saat mencapai level terendah intraday di 4,246.45. Keadaan selanjutnya berbalik hingga indeks menanjak sampai mencatatkan level intraday tertinggi di 4,281.61. Dengan demikian, support di 4,242 tetap terjaga dan akan kembali menjadi support pada hari Kamis besok. Sebaliknya, resistance di 4,293 kembali akan menghadang upaya kenaikan indeks, disusul oleh resistance berikutnya di 4,305 dan 4,335.

Dari 10 saham terekomendasi, kenaikan terbesar dicatatkan oleh ISAT (+2.52%), disusul oleh ASGR (+0.74%)  dan CLPI (+0.54%). Sebaliknya, ADHI melemah 2.63%, CTRS dan INDS ditutup turun masing-masing 1.13% dan 0.63%. ARNA, BBCA, ESSA dan MDLN berakhir stagnan pada hari Rabu ini.

Tekanan jual pada pasar hari ini didominasi oleh faktor IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunianya kemarin. Masih belum jelasnya rencana bailout terhadap Spanyol juga menjadi katalis negatif tersendiri bagi pasar selain risaunya pasar terhadap kemungkinan terjerumusnya Amerika ke ‘jurang fiskal’ yang dapat terjadi apabila partai Demokrat dan Republik tidak berhasil mencapai kesepakatan untuk berkompromi dalam hal penetapan anggaran belanja Amerika.

Menjelang dibukanya Wall Street, sentimen negatif masih membayangi para investor seperti terlihat pada melemahnya indeks saham FTSE dan DAX. Kontrak berjangka indeks S&P sementara ini masih bergerak dalam kisaran netral.


Jumat, 05 Oktober 2012

Market Wrap - 05/10/2012

Market Review


Dengan hanya dua sektor yang mengalami penurunan pada sesi perdagangan Jumat, Jakarta Composite Index (JCI) kembali mencatatkan level all-time high di 4,320.59 sebelum akhirnya ditutup di 4,311.31, atau naik 0.93%. Dua indeks acuan lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga berhasil menguat masing-masing 1.15%. Di tingkat regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga ditutup positif, demikian pula halnya dengan indeks KOSPI. Ketiganya masing-masing mencatatkan kenaikan 0.44%, 0.5%, dan 0.12%.

Sektor industri dasar dan keuangan gagal ditutup menguat dan masing-masing terpuruk 0.32% dan 0.18%. Sektor aneka industri menjadi yang terbaik hari ini dengan kenaikan 4.89%, didukung oleh naiknya ASII sebesar 5.81%. Sektor manufaktur juga menguat signifikan sebesar 1.8% diikuti oleh sektor infrastruktur dan perdagangan yang masing-masing mencatatkan kenaikan 1.35% dan 1.2%.

Posisi net buy asing juga mencatatkan nilai yang signifikan yaitu Rp.641.48 miliar.

Indeks mencapai angka tertinggi di 4,320.59, namun masih terbuka ruang untuk penguatan lebih lanjut hingga target resistance berikutnya di 4,335. Sementara itu di sisi support indeks akan ditopang oleh supportnya di 4,273 yang sebelumnya merupakan resistance bagi indeks.

Dari tujuh saham yang tersisa dari daftar rekomendasi, ARNA, BBCA, dan ESSA berakhir melemah dengan masing-masing penurunan sebesar 0.98%, 0.63% dan 0.89%. INDS dan MDLN tidak mengalami perubahan, sedangkan KLBF berhasil mencapai level tertinggi di 4,975 sehingga rekomendasi ini mencapai target akhir yang berada di 4,900. Pada akhirnya, KLBF mencatatkan gains sebesar 25.64% sedangkan rekomendasi lain yang tersisa adalah ASGR yang menguat 0.71%.

Malam ini data nonfarm payrolls akan dirilis di Amerika dengan dimana data ini akan memberikan indikasi arah indeks setidaknya awal pekan mendatang. Payrolls diperkirakan bertambah 130 ribu di bulan September sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 8.2%.

Kamis, 04 Oktober 2012

Market Wrap - 04/10/2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) sempat melemah hingga mencapai titik terendah di 4,248.30 sebelum akhirnya ditutup menguat 19.95 poin atau 0.47%. JCI kembali mencatatkan rekor harga tertinggi di 4,275.75 sementara indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing juga berakhir positif dengan menguat 0.78% dan 0.8%. Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir positif dengan masing-masing menanjak 0.89% dan 0.09%. Sebaliknya, indeks KOSPI berakhir melemah 0.17%.

Empat sektor mengalami penurunan: sektor pertambangan dan sektor pertanian kembali tergerus dan masing-masing mencatatkan penurunan 0.63% dan 0.31%. Sektor terbaik pada perdagangan hari Kamis adalah sektor aneka industri yang menguat 4.04%, diikuti oleh sektor manufaktur (+1.66%) dan sektor industri dasar (+0.86%).

Sebanyak 141 saham menopang kenaikan indeks hari ini, sedangkan 108 saham berakhir melemah dan 119 lainnya ditutup stagnan dibandingkan dengan angka penutupan hari Rabu kemarin. Transaksi asing berhasil mencatatkan posisi net buy dengan nilai Rp.282.47 miliar.

Satu lagi saham terekomendasi tereliminasi dari daftar setelah DART menyentuh level stopnya di 590. Dengan demikian, rekomendasi DART berakhir dengan capital loss sebesar 10.61% dari harga entrynya. Pada penutupan pasar harga DART kembali ke posisi awal di 640. Kenaikan terbesar dari 7 saham yang tersisa dicatatkan oleh KLBF yang kembali mencapai satu lagi target pricenya yaitu di 4,800. Di harga ini dapat dilakukan profit taking dengan alternative hold untuk pencapaian berikutnya di 4,900 yang juga merupakan level resistance akhirnya. ESSA menjadi kedua terbaik dengan kenaikan 1.82% diikuti oleh ASGR yang menguat 0.72%. ARNA, INDS, dan MDLN ditutup di posisi penutupan hari Rabu.

Data ekonomi Amerika semalam memberikan andil positif bagi kenaikan bursa global hari ini. Malam ini akan dirilis keputusan dari hasil pertemuan Bank of England dan European Central Bank mengenai kebijakan moneter di Inggris dan zona euro. Untuk sementara, indeks Eropa masih bergerak mixed dengan FTSE melemah 0.09% dan DAX stagnan tidak berubah dibandingkan penutupan Rabu.

Tercapainya resistance indeks di 4,273 membuka jalan bagi indeks untuk melanjutkan kenaikannya hingga target berikutnya di 4,335. Sementara, support untuk JCI tetap berada di 4190-4200 dengan support terdekat di 4250 dan 4220.



Rabu, 03 Oktober 2012

Market Wrap - 03/10/2012

Market Review


Setelah sempat menguat hingga mencapai 4267.84, Jakarta Composite Index (JCI) akhirnya ditutup melemah 5.33 poin atau 0.13% di 4251.51. Penurunan JCI ini juga diikuti oleh turunnya indeks LQ-45 sebesar 0.01% meskipun indeks IDX30 berhasil menguat tipis 0.02%. Sementara itu, indeks Nikkei juga ditutup melemah 0.45% namun indeks Hang Seng sebaliknya menanjak tipis 0.23%.

Sebanyak 107 saham berhasil mencatatkan kenaikan sedangkan 151 saham berakhir melemah. Sisanya sebanyak 104 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net sell senilai Rp.28.28 miliar.

Anjloknya harga CPO dunia berdampak pada penurunan tajam pada sektor pertanian yaitu sebesar 3.8%. Selain itu, sektor pertambangan juga berakhir melemah 2.1% setelah data PMI China kembali memicu pesimisme pasar setelah dilaporkan turun dari 56.3 menjadi 53.7 untuk periode September.

Dari Eropa juga dilaporkan bahwa indeks PMI sektor jasa untuk Italia, Jerman, Perancis dan zona euro tetap berada di zona kontraksi (< 50), sementara di Inggris indeks PMI sektor jasa juga dilaporkan melemah. Data penjualan ritel zona euro yang juga dirilis pada hari ini menunjukkan masih lesunya tingkat konsumsi di zona euro pada bulan Agustus lalu. Penjualan dilaporkan hanya naik 0.1% dari bulan sebelumnya, namun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan 1.3%.

Malam ini, angka ADP employment akan dirilis dengan ekspektasi adanya penambahan 140 ribu lapangan kerja di sektor swasta, turun dari 201 ribu yang dilaporkan bulan sebelumnya.

Sembilan saham terekomendasi hari ini mencatakan hasil yang mixed. ARNA, ASGR, INDS, dan SMCB berhasil menguat sementara BBCA, DART, ESSA dan MDLN melemah. KLBF berakhir stagnan setelah sempat menguat hingga 4600. SMCB yang ditutup di 3150 berhasil mencapai target akhirnya di 3175 dan ditutup dengan gain sebesar 23.3%. Dengan berakhirnya rekomendasi SMCB maka ada delapan saham yang tersisa.

Pergerakan pasar Amerika dan Eropa malam ini  akan menentukan arah pergerakan indeks pada hari Kamis besok. Isu yang masih mendapatkan perhatian pasar adalah Spanyol dimana PM Mariano Rajoy kemarin mengatakan tidak berencana untuk mengajukan permintaan bailout ke Eropa dalam waktu dekat, sementara pergerakan saham Apple, Inc. berdampak pada sentimen pasar Amerika pada Selasa malam lalu.

Data ekonomi yang akan dirilis hari ini di Amerika juga akan menentukan arah sentimen pasar besok dimana angka ADP akan menjadi acuan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.

Sementara, support untuk JCI tetap berada di 4190-4200 dan resistance berada di 4273 dan 4335.

Selasa, 02 Oktober 2012

Market Wrap - 02/10/2012

Market Review


Menjelang penutupan sesi perdagangan hari Selasa, Jakarta Composite Index (JCI) berhasil ditutup di area positif dengan membukukan kenaikan sebesar 0.48%. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga berakhir positif sebesar masing-masing 0.65% dan 0.44%. Sementara itu, di bursa regional indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing melemah tipis sebesar 0.12% dan 0.01%. Bursa di China dan Hong Kong masih tutup karena adanya hari libur nasional.

Indeks sektor pertanian dan perdagangan menjadi dua sektor terlemah hari ini dengan penurunan masing-masing 0.55% dan 0.19%. Industri dasar menjadi sektor terkuat dengan kenaikan 1.38% diikuti oleh sektor manufaktur yang menguat 1.01% dan sektor aneka industri yang naik 0.93%.

Kenaikan hari ini didukung oleh menguatnya 114 saham, sementara 141 saham berakhir melemah. Sisanya sebanyak 107 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing pada hari ini berakhir pada net buy senilai Rp.18.56 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, kenaikan terbesar dialami oleh SMCB yang sempat mencapai 3,125 sebelum akhirnya ditutup di 3,100 (+4.2%). ESSA kembali melanjutkan kenaikannya hingga mencapai 2,900 meskipun akhirnya ditutup di 2,800 (+2.75%). Dua saham lainnya yang berakhir positif adalah BBCA (+0.64%) dan KLBF (+0.55%). Sebaliknya, INDS berakhir melemah 3.07% dan MDLN ditutup turun 1.79%. ASGR dan ARNA juga melemah dengan masing-masing turun 0.72% dan 0.99%. DART dan MNCN berakhir stagnan, namun MNCN sempat menguat hingga mencapai target akhirnya di 2,675. Dengan demikian, rekomendasi MNCN berakhir dengan gain sebesar 35.1%.

Kenaikan pada hari Selasa ini sebagian disebabkan oleh membaiknya sektor manufaktur di Amerika yang seperti diberitakan semalam indeks ISM dilaporkan melebihi ekspektasi para analis dan menanjak kembali di atas level 50 yang merupakan zona ekspansi.

Dari dalam negeri, paparan publik oleh BUMI dan BRAU mendapatkan perhatian khusus oleh pasar sehubungan dengan investigasi yang dilakukan oleh Bumi Plc. terhadap laporan keuangannya yang melibatkan BUMI dan juga BRAU.

Sementara itu, di Eropa bursa masih bergerak positif dengan indeks FTSE dan DAX bergerak di kisaran +0.12% hingga +0.34%. Moody’s Investors Service menyebutkan bahwa hasil audit terhadap keuangan Spanyol pekan lalu yang mengestimasi bahwa senilai 53.7 miliar euro akan dibutuhkan untuk menutup kekurangan dana pada sektor keuangan Spanyol berpotensi meleset. Moody’s memperkirakan dana yang dibutuhkan akan berjumlah antara 70 miliar hingga 105 miliar euro untuk menyerap kerugian perbankan dan juga untuk mempertahankan rasio modal di atas ambang batas yang ditetapkan dalam undang-undang tahun lalu. Menurut Moody’s, apabila para pelaku pasar meragukan hasil stress test ini, sentimen negatif pasar akan menghambat upaya pemerintah untuk sepenuhnya mengembalikan kepercayaan investor terhadap likuiditas dari perbankan Spanyol.

Arah pergerakan JCI untuk hari Rabu akan ditentukan oleh pergerakan bursa Amerika dan Eropa malam nanti. Selain itu, respon pasar terhadap paparan public BRAU dan BUMI juga akan mewarnai pergerakan hari Rabu. Secara teknikal potensi kenaikan indeks tetap terjaga dengan resistance terdekat berada di 4264.78 (intraday high Selasa) dan 4273 diikuti oleh 4335. Support tetap terdapat di 4190-4200.

Senin, 01 Oktober 2012

Market Wrap - 01/10/2012

Market Review


Kembalinya indeks PMI untuk sektor manufaktur di China untuk periode bulan September ke zona kontraksi menjadi katalis negatif pada sesi perdagangan Asia hari Senin.

Jakarta Composite Index (JCI) mengawali bulan Oktober dengan penurunan 0.62%, diikuti oleh indeks LQ-45 dan IDX30 yang masing-masing melemah 0.79% dan 0.88%. Di Hong Kong dan Korea, indeks Hang Seng dan KOSPI tutup karena libur, namun di Jepang, indeks Nikkei ditutup melemah 0.83%.

Tiga sektor menguat hari ini adalah sektor perdagangan (+0.29%), sektor pertanian (+0.26%) dan sektor barang konsumsi (+0.08%). Sektor yang lainnya melemah dengan dipimpin oleh sektor pertambangan (-1.7%), diikuti oleh sektor aneka industri (-1.2%) dan sektor keuangan (-1%).

Walaupun ditutup di zona merah dengan 148 saham melemah, 102 saham menguat dan 102 saham lainnya berakhir stagnan, posisi transaksi asing berakhir dengan net buy senilai Rp22.92 miliar.

Kinerja terbaik dari sepuluh saham yang terekomendasi diraih oleh ESSA yang melesat hingga mencapai 2850 namun ditutup di 2725 (+5.83%). SMCB juga berhasil menguat hingga 2975 (+4.39%) sedangkan MNCN kembali melanjutkan kenaikannya hingga ditutup di 2650 (+1.92%). Sebagai catatan, untuk SMCB saat ini tersisa target di 3175, demikian pula dengan MNCN yang menyisakan target di 2675. Target  berikutnya untuk ESSA berada di 3225. Di zona negatif, KLBF terpuruk 3.19% setelah pekan lalu melesat hingga mencapai 4700. BBCA, DART, dan INDS juga ditutup melemah sementara ARNA, ASGR dan MDLN ditutup stagnan.

Data PMI China untuk bulan September dilaporkan membaik dari 49.2 menjadi 49.8 meskipun angka ini masih berada di zona kontraksi (<50). Diperkirakan GDP China selama triwulan ketiga akan kembali melambat menjadi 7.4%, triwulan ketujuh berturut-turt sebelum nantinya pada triwulan keempat terakselerasi menjadi 7.6% menurut perkiraan para analis.

Di Indonesia, angka inflasi bulan September dilaporkan melambat dari 4.58% menjadi 4.31%, perlambatan pertama sejak Mei lalu. Sebelumnya, para analis memperkirakan inflasi akan meningkat 4.6%.

Meskipun melemah, penurunan indeks pada hari ini masih mampu bertahan di atas level 4200 dan dengan ditutup di 4236.29 indeks diperkirakan masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya pada hari Selasa besok. Sore ini di Eropa indeks FTSE dan DAX juga berada di zona hijau dengan masing-masing menguat 1%. Kontrak berjangka indeks S&P yang merupakan indikator kinerja Wall Street malam nanti juga masih berada dalam zona positif dengan kenaikan 0.4%. Support tetap berada di 4190-4200 sedangkan resistance tetap berada di area 4273 dan berikutnya di 4335.

Data ISM untuk sektor manufaktur di Amerika rencananya akan dirilis nanti malam dengan ekspektasi indeks naik dari 49.6 menjadi 49.8 yang serupa dengan indeks PMI China masih berada di zona kontraksi. Apabila ternyata indeks ISM berhasil melewati level 50, hal ini akan menjadi katalis positif bagi kinerja JCI besok.

Sesi Selasa esok juga akan menghadirkan penjelasan isu BUMI dan BRAU oleh pihak manajemen BUMI dan BRAU. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak Bumi Plc. tengah melakukan investigasi mengenai pelaporan kinerja keuangan BUMI yang juga melibatkan BRAU.

Jumat, 28 September 2012

Market Wrap - 28/09/2012

Market Review


Positifnya sambutan pasar terhadap rancangan anggaran belanja Spanyol menjadi katalis positif utama menguatnya saham-saham di bursa regional pada hari Jumat ini.

Terkecuali indeks Nikkei yang melemah 0.89%, Jakarta Composite Index, LQ-45 dan IDX30 beserta indeks Hang Seng dan KOSPI berakhir di zona hijau.

Seluruh sektor JCI yang ada juga mencatatkan kenaikan dengan dipimpin oleh sektor properti (+1.73%) dan barang konsumsi (+1.72%). Sektor dengan kenaikan terkecil adalah sektor keuangan (+0.06%) dan sektor pertanian (+0.4%).

Posisi transaksi asing berakhir pada posisi net BUY senilai Rp.534.13 miliar. Sebanyak 158 saham ditutup naik, sementara 89 saham berakhir melemah dan 119 saham berakhir stagnan.

Diantara sepuluh saham terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh KLBF yang melesat 9.3% sehingga mencapai level tertinggi di 4700. Dengan demikian KLBF semakin mendekati dua target terakhirnya di 4800 dan 4900. MNCN juga melonjak sebesar 4% hingga mencapai titik tertinggi di 2600 dan menyisakan 2675 sebagai target akhirnya. Di urutan ketiga, MDLN yang baru saja masuk daftar rekomendasi menguat 3.7% hingga menyentuh targetnya yang pertama di 580 sebelum ditutup di 560.

Sebaliknya, dua saham berakhir melemah yaitu ASGR (-1.43%) dan DART (-1.49%). ARNA dan BBCA ditutup di harga yang sama dengan penutupan Kamis.

Sentimen positif di bursa Asia datang dari Eropa dimana pasar menyambut positif rancangan anggaran belanja Spanyol untuk tahun 2013. Secara keseluruhan, apabila disetujui maka pengeluaran pemerintah Spanyol akan berkurang senilai 40 miliar euro. Meskipun demikan, investor masih mewaspadai hasil evaluasi dari Moody’s seputar kemungkinan diturunkannya peringkat utang Spanyol. Di sisi lain, pasar juga menantikan hasil stress test independen terhadap perbankan Spanyol yang akan dirilis hari Jumat. Sementara ini diperkirakan hasil audit perbankan tersebut akan menunjukkan adanya kekurangan modal sebesar 60 miliar euro. Dari Perancis, pemerintah Perancis akan mengumumkan anggaran belanjanya dengan pengurangan pengeluaran pemerintah senilai 10 miliar euro dan juga adanya kenaikan pajak senilai 20 miliar euro yang ditujukan untuk mengurangi defisit menjadi 3% dari GDP 2013 dibandingkan dengan 4.5% yang diproyeksikan sebelumnya tahun ini.

Hingga sore ini indeks FTSE dan DAX masing-masing masih menguat tipis sebesar 0.22% dan 0.13% sedangkan kontrak berjangka indeks saham Amerika juga tidak berubah banyak dan cenderung stabil menjelang pembukaan sesi perdagangan New York nanti malam.

JCI yang ditutup di 4262 diperkirakan masih berpotensi menguat pada sesi perdagangan Senin depan dengan resistance selanjutnya di 4273 dan 4335. Support sementara ini berada di sekitar 4190-4200.

Kamis, 27 September 2012

Market Wrap - 27/09/2012

Market Review


Spekulasi para pelaku pasar akan dikeluarkannya stimulus ekonomi lanjutan oleh China menjadi katalis positif bagi pasar pada sesi perdagangan hari Kamis.

Meskipun sebelumnya diperkirakan melemah, Jakarta Composite Index justru berakhir positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1.28%, diikuti oleh indeks LQ-45 yang menguat 1.15% dan IDX 30 yang naik 1.16%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, KOSPI dan Hang Seng serentak berakhir menguat masing-masing 0.48%, 0.42% dan 1.14%.

Seluruh sepuluh sektor berakhir positif dengan dipimpin oleh sektor barang konsumsi (+1.36%), diikuti oleh sektor industri dasar (+1.29%). Sebaliknya, sektor perdagangan dan properti mencatatkan kenaikan terkecil yaitu masing-masing sebesar 0.63% dan 0.68%.

Sebanyak 184 saham berakhir positif sedangkan 65 saham ditutup melemah. Sementara itu, 104 saham berakhir stagnan pada angka penutupan hari Rabu lalu. Posisi asing kembali berada di area positif dengan net buy senilai Rp.194.72 miliar.

Dua rekomendasi tambahan untuk hari ini adalah INDS (-1.22%) dan MDLN (+0.0%) yang menggantikan rekomendasi TRIM dan BBKP. Kinerja terbaik diantara kesepuluh saham terekomendasi dibukukan oleh ESSA yang naik 3.09%, diikuti oleh MNCN (+2.04%) dan ARNA (+2.02%). ARNA mencapai target selanjutnya di 1020, sehingga menyisakan satu target lagi yaitu di 1150.

JCI berhasil melewati resistancenya di area 4220-4225 dan sempat mencatatkan level tertinggi di 4235.86 meskipun sempat mencapai titik terendah di 4179.36. Kenaikan indeks hari ini kembali membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikannya menuju level resistance berikutnya di 4253 dan 4273.

Sentimen pasar hari Jumat akan ditentukan oleh perkembangan situasi di Spanyol dimana pemerintah Spanyol berencana mengumumkan anggaran pemerintahnya dengan program-program austerity yang akan ditempuh. Sehubungan dengan permintaan bailout diperkirakan masih akan cenderung belum diputuskan oleh PM Mariano Rajoy. Faktor politik diduga menjadi penyebab tertundanya keputusan ini. Aksi unjuk rasa juga terus berlangsung di Spanyol dan Yunani guna menolak program austerity yang dianggap memberatkan baik rakyat Spanyol dan rakyat Yunani.

Data output industri dari China sebaliknya merupakan katalis positif pada sesi nanti malam karena hal ini diharapkan bakal mendorong pemerintah China untuk kembali memberikan stimulus guna memacu pertumbuhan ekonomi China dan juga mencegah terjadinya skenario hard-landing di China.

Menjelang sesi perdagangan di Amerika, indeks S&P memberikan indikasi awal positif seiring dengan positifnya pasar Eropa yang hingga saat ini masing-masing naik 0.37% dan 0.47% untuk indeks FTSE dan DAX.

Rabu, 26 September 2012

Market Wrap - 26/09/2012

Market Review


Kekhawatiran akan prospek terlaksananya program austerity di Spanyol menjadi katalis negatif yang menyeret bursa regional hingga ditutup di zona merah pada sesi perdagangan Rabu.

Jakarta Composite Index ditutup melemah 1.11%, indeks LQ-45 dan IDX 30 masing-masing berakhir turun 1.21% dan 1.12%. Sementara itu, indeks Nikkei terpuruk 2.03% dan indeks Hang Seng beserta KOSPI juga turut melemah masing-masing 0.83% dan 0.55%.

Dari sepuluh sektor yang ada, hanya sektor keuangan yang berhasil mencatatkan kenaikan pada hari ini. Sektor terburuk hari ini adalah aneka industri (-2.55%), sektor manufaktur (-1.99%) dan sektor pertanian (-1.81%).

Sebanyak 196 saham melemah sedangkan 86 saham lainnya menguat. Sementara itu 78 saham berakhir stagnan pada harga penutupan hari Selasa kemarin. Walaupun JCI melemah, posisi transaksi asing berakhir pada net buy senilai Rp.192.98 miliar.

TRIM mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 4.35%, diikuti oleh ARNA yang menguat 1.02%. Sementara itu, ASGR, BBKP, KLBF, dan MNCN ditutup stagnan. Penurunan terbesar dialami oleh DART (-4.35%), SMCB (-2.68%) dan BBCA (-0.64%).

Terpuruknya JCI berlanjut setelah indeks menembus level support sebelumnya di 4190 dan sempat menembus support selanjutnya di 4169 hingga mencatat level terendah di 4153.45 sebelum akhirnya ditutup di 4180.16. Support selanjutnya untuk JCI berada di 4125 dan 4090 sedangkan untuk resistance berada di 4190 (level support sebelumnya) dan 4220-4230.

Memasuki sesi perdagangan di Eropa, baik indeks FTSE dan DAX keduanya saat ini tengah berada di zona merah dengan penurunan masing-masing 1.15% dan 1.58%. Kekhawatiran akan prospek pemulihan ekonomi di Spanyol menjadi faktor negatif bagi sentimen pasar saat ini. Pekan ini Spanyol akan mengumumkan rancangan anggaran belanjanya dan juga program reformasi yang akan dilakukan untuk memulihkan perekonomiannya.

Disebutkan bahwa PM Mariano Rajoy berencana menunda keputusan pengajuan bantuan bailout dari Eropa guna menantikan persyaratan yang lebih mudah bagi Spanyol. Spanyol kemungkinan akan menunggu hingga Italia terdesak hingga perlu mengajukan permintaan bailout pada Uni Eropa sehingga Spanyol ditempatkan pada posisi yang lebih baik dalam hal tawar-menawar kondisi bailout yang harus diturutinya. Sebelumnya, Rajoy mengatakan bahwa dirinya tidak dapat memutuskan apakah Spanyol akan mengajukan permintaan bailout atau tidak sebelum segala persyaratan dari Eropa diketahui secara detil. Selain itu, Rajoy juga sempat mengatakan bahwa menurutnya bukanlah suatu keharusan bagi Spanyol saat ini untuk mengajukan permintaan bailout.

Selasa, 25 September 2012

Market Wrap - 25/09/2012

Market Review


Setelah terpuruk pada sesi perdagangan Senin, Jakarta Composite Index (JCI) berbalik menguat menjelang saat-saat terakhir penutupan sesi perdagangan hari Selasa.

JCI ditutup menguat 0.62%, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing berakhir menanjak 0.74% dan 0.65%. Indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir positif yaitu masing-masing menguat 0.25% dan 0.02% sementara indeks KOSPI melemah 0.6%.

Sektor pertambangan masih menjadi sektor terlemah dengan mencatatkan penurunan tipis 0.06%, satu-satunya sektor yang berakhir melemah. Sembilan sektor lainnya berakhir positif dengan kenaikan terbesar dibukukan oleh sektor properti (+1.37%) diikuti oleh sektor aneka industri (+0.94%) dan sektor infrastruktur (+0.85%).

Posisi asing pada hari ini berakhir pada net sell senilai Rp.158.46 miliar meskipun sebanyak 163 saham berakhir positif. Sebanyak 92 saham mengalami penurunan sedangkan 104 lainnya berakhir stagnan pada harga penutupan hari Senin kemarin.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh ARNA yang melonjak 6.52%. DART dan ESSA juga berakhir positif dengan masing-masing menguat 1.47% dan 2.08%. Sebaliknya, ASGR dan BBCA berakhir melemah yaitu sebesar 0.71% dan 0.63%. BBKP, MNCN, SMCB dan TRIM berakhir stagnan.

Tekanan terhadap JCI pada hari ini berhasil ditahan oleh support di 4190, sama seperti pergerakan indeks hari Senin kemarin. Kenaikan indeks hari ini terhadang di area 4226-4228 dan meskipun berakhir positif masih menyimpan potensi melemah lagi, terutama apabila sektor pertambangan kembali terpukul oleh pemberitaan negatif seputar saham BUMI.

Seperti diberitakan sebelumnya, BUMI terpukul oleh pemberitaan bahwa Nat Rothschild yang merupakan salah satu pendiri Bumi Plc. mengadakan penyelidikan seputar kejanggalan yang terdapat pada laporan keuangan Bumi Plc. yang melibatkan BUMI dan BRAU. BUMI hari ini sempat tertekan hingga 590 sebelum pada penutupan berbalik menguat dan ditutup di 690, naik 1.47%. Lain halnya dengan BRAU yang masih berakhir melemah (-3.23%), beberapa saham grup Bakrie juga mengalami rebound seperti ENRG (+7.14%), ELTY (+1.47%) dan UNSP (+3.76%).

Menjelang sesi perdagangan di Amerika, indeks FTSE dan DAX hingga sore ini masih berada di posisi mixed dengan indeks FTSE menguat 0.07% sementara indeks DAX melemah 0.29%. Kontrak berjangka indeks S&P sebaliknya menguat tipis, mengindikasikan bahwa indeks acuan saham-saham di Amerika ini berpotensi bergerak positif malam nanti.

Senin, 24 September 2012

Market Wrap - 24/09/2012

Market Review


Berita dilakukannya pemeriksaan terhadap BUMI oleh salah satu pemegang saham utamanya yaitu Bumi Plc. (29%) menggulingkan Jakarta Composite Index (JCI) pada awal pekan ini.

Seiring dengan rontoknya saham BUMI beserta saham-saham grup Bakrie lainnya, secara sektoral hanya sektor properti yang berhasil lolos dari zona merah. Sektor properti mencatatkan kenaikan 0.31% sedangkan sembilan sektor lainnya mengalami penurunan dengan dipimpin oleh sektor pertambangan (-3.56%). Selain itu, sektor barang konsumsi juga terpuruk 2.03% dan sektor perdagangan melemah 1.37%.

Sebanyak 171 saham melemah, sedangkan 86 saham berhasil menguat. Sisanya sebanyak 94 saham ditutup stagnan pada harga penutupan hari Jumat lalu.

Posisi asing sebaliknya berada pada net buy senilai IDR235.35 miliar.

Pada penutupan JCI melemah 1.03%, indeks LQ-45 dan IDX30 terkoreksi masing-masing 1.36%. Di tingkat regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir melemah yaitu masing-masing 0.45% dan 0.19% sedangkan indeks KOSPI berhasil naik tipis 0.05%.

Titik intraday terendah untuk JCI pada hari ini berada di 4190, sempat menembus support terdekatnya di 4194 sehingga hal ini membuka potensi penurunan lebih lanjut hingga 4169. Di sisi resistance, indeks akan menghadapi resistance di 4245 dan 4272 sebelum membuka peluangnya untuk menanjak hingga 4300.

Badai yang menghantam BUMI kembali berlanjut setelah salah seorang pendiri Bumi Plc. yaitu Nathaniel Rothschild memulai penyelidikan secara independen terhadap transaksi yang dilakukan oleh BUMI dan juga aset-aset yang berada di Berau Coal yang disebut-sebut mengalami mark-down menjadi nol pada pembukuan Bumi Plc. Pemberitaan ini juga berdampak pada saham-saham grup Bakrie lainnya seperti BTEL (-16.85%), ENRG (-12.5%) dan ELTY (-11.86%) serta UNSP (-8.9%). Sektor pertambangan juga terpuruk tajam akibat pemberitaan yang sama. BRAU yang tersangkut dalam perkara ini juga melemah hingga 9.27%.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, ASGR dan DART berhasil lolos dari zona merah dan menguat masing-masing 2.92% dan 4.62%. ASGR mencapai 1460 sebelum akhirnya ditutup di 1410 sedangkan DART bertahan di zona hijau setelah sempat mencapai level tertinggi di 710. Saham-saham yang stagnan hari ini antara lain BBKP, ESSA, SMCB dan TRIM. Di zona merah, KLBF, ARNA dan MNCN masing-masing melemah 1.16% , 1.08% dan 1.01%.

Faktor Eropa juga menjadi katalis pada hari Senin ini setelah dilaporkan bahwa terdapat perbedaan pendapat antara Kanselir Angela Merkel dan Presiden Francois Hollande sehubungan dengan rencana pembentukan lembaga pengawasan bersama atas sektor perbankan Eropa. Merkel dilaporkan menolak proposal Hollande yang mengatakan bahwa aktivasi lembaga ini akan lebih baik apabila dilakukan lebih awal. Merkel berpendapat bahwa perlu dilakukan persiapan yang menyeluruh sebelum dilakukan aktivasi dari lembaga ini. Hal ini menjadi batu sandungan bagi saham-saham di Eropa yang hingga sore ini masih cenderung berada di zona merah dan juga ikut menekan kinerja saham-saham domestik.

Pergerakan indeks Dow Jones malam nanti akan menentukan apakah melemahnya indeks akan kembali berlanjut pada Selasa besok.

Jumat, 21 September 2012

Market Wrap - 21/09/2012

Market Review


Berita bahwa Spanyol tengah menyiapkan program reformasi ekonomi yang akan diikuti oleh pengajuan bailout menyeluruh ke Uni Eropa menjadi pemicu kenaikan bursa saham regional pada penghujung pekan ini.

Indeks domestik ditutup menguat dengan Jakarta Composite Index naik 0.64%, indeks LQ-45 menguat 0.68%, sementara IDX30 juga berakhir naik 0.62%. Di tingkat regional, ketiga indeks utama Asia juga mengakhiri sesi perdagangan Jumat di zona hijau. Indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI masing-masing menanjak 0.25%, 0.70% dan 0.60%.

Meskipun JCI menguat, tiga sektor mengalami penurunan: sektor pertanian (-0.68%), barang konsumsi (-0.27%) dan infrastruktur (-0.14%). Sebaliknya, sektor terbaik pada hari ini adalah sektor pertambangan dan aneka industri yang masing-masing menguat 1.72%. Sektor properti dan perdagangan juga menguat masing-masing 1.51% dan 1.33%.

Sebanyak 144 saham berakhir menguat dengan 105 saham ditutup melemah, sedangkan 103 saham berakhir stagnan. Posisi asing pada akhir sesi perdagangan ditutup dengan posisi net sell senilai Rp.148.29 miliar.

Diantara sepuluh saham terekomendasi, kinerja terbaik dibukukan oleh MNCN yang naik 7.61% hingga mencapai 2550 sebelum akhirnya ditutup di 2475. Dengan demikian, target terakhir MNCN di 2675 menjadi target berikutnya. Terbaik berikutnya adalah kenaikan 2.75% dari SMCB yang membawanya hingga ditutup di 2800. ARNA, ASGR, BBKP, DART, ESSA, dan TRIM berakhir stagnan sedangkan BBCA dan KLBF ditutup melemah masing-masing 0.63% dan 1.15%.

Posisi JCI yang mampu bertahan di atas 4200 berhasil membawa indeks mengalami rebound hingga 4245.25. Dengan demikian, indeks tetap menjaga peluangnya untuk kembali menguji resistance berikutnya di 4272 awal pekan mendatang. Support untuk indeks berada di area 4194-4200 dimana apabila support ini gagal bertahan akan mendorong indeks hingga terpuruk lebih lanjut menuju 4169.

Menjelang sesi perdagangan di New York malam ini sentimen diperkirakan akan ditopang oleh kabar bahwa Spanyol tengah menyiapkan program reformasi ekonomi yang nantinya akan berlanjut pada pemberian bailout bagi Spanyol. Berdasarkan laporan dari Financial Times hari ini, rencana ini akan dipusatkan pada langkah-langkah struktural yang diminta oleh Uni Eropa, bukan pada pengenaan pajak baru ataupun pemotongan pengeluaran pemerintah. Apabila persyaratan yang diminta oleh Uni Eropa dapat diterima, Spanyol akan mempertimbangkan untuk menerimanya. Sebelumnya disebutkan bahwa Italia dan Spanyol tidak akan mengajukan permintaan bailout kecuali mereka tidak mampu mendapatkan pinjaman dari pasar akibat naiknya imbal hasil obligasi pemerintah.

Diperkirakan bahwa pada akhirnya Spanyol akan mengajukan permintaan bailout dengan persyaratan yang tidak terlalu memberatkannya. Apabila terealisasi, langkah ini akan menjadi katalis positif bagi sentimen pasar pekan mendatang, terutama setelah Federal Reserve dan Bank of Japan mengeluarkan paket stimulus mereka baru-baru ini. Isu Eropa pun juga diperkirakan akan mereda. China juga akan menjadi salah satu isu penting bagi sentimen pasar pekan mendatang setelah data terakhir menunjukkan bahwa sektor manufaktur China masih berada dalam zona kontraksi.

Kamis, 20 September 2012

Market Wrap - 20/09/2012

Market Review


Data ekonomi China yang mengindikasikan tetap tertekannya sektor manufaktur China di bulan September menjadi faktor negatif yang menjadi sandungan bagi bursa regional pada sesi perdagangan hari Kamis.

Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 0.64% sementara indeks LQ-45 dan IDX30 juga terpuruk masing-masing 0.77% dan 0.83%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI ketiganya berakhir di zona negatif dengan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 1.57%, 1.2% dan 0.87%.

Sebanyak 121 saham berakhir menguat sedangkan 123 saham ditutup melemah. Sisanya sebanyak 108 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net sell senilai 183.55 miliar.

Penurunan secara sektoral terjadi pada tujuh sektor dengan sektor pertambangan mencatatkan penurunan terbesar yaitu 2.49% diikuti oleh sektor barang konsumsi yang melemah 2%. Sektor aneka industri berada di peringkat tiga terburuk dengan penurunan sebesar 1.55%. Tiga sektor yang berakhir menguat adalah sektor properti (+0.74%), sektor industri dasar (+0.69%) dan sektor keuangan (+0.09%).

BBCA menjadi bagian terbaru dari sepuluh saham terekomendasi setelah mencapai entry pricenya di 7850. Sementara itu, kenaikan terbesar diraih oleh ASGR (+3.01%) diikuti oleh BBCA (+1.91%) dan MNCN (+1.1%). Sebaliknya, di zona merah terdapat DART (-2.99%) dan KLBF (-1.14%). KLBF sempat mencatatkan harga tertinggi di 4500 sebelum terkoreksi menjadi 4350. Saham-saham yang stagnan antara lain ARNA, BBKP, ESSA, SMCB dan TRIM.

Dua isu yang menjadi katalis negatif hari ini adalah data PMI untuk sektor manufaktur China yang dirilis oleh HSBC untuk periode September dan juga penawaran obligasi pemerintah Spanyol dengan tenor tiga dan 10 tahun yang mengincar terkumpulnya dana hingga 4.5 miliar euro.

Data PMI menunjukkan bahwa sektor manufaktur China tetap berada di zona kontraksi yaitu di bawah 50 atau tepatnya di 47.8, naik tipis dari 47.6 yang diraih bulan Agustus lalu. Dengan demikian, indeks PMI berada di zona kontraksi (<50) untuk bulan kesebelas secara berturut-turut. Dikhawatirkan apabila sektor manufaktur China terus tertekan akan berdampak pada makin melambatnya pertumbuhan ekonomi China. Perekonomian China sendiri saat ini dianggap sebagai motor penting bagi pertumbuhan ekonomi global yang tengah dilanda krisis, terutama di Eropa.

Di Eropa, hasil penawaran obligasi Spanyol yang solid justru dapat berdampak negatif bagi sentimen para investor karena hal ini jika terjadi akan semakin menjauhkan Spanyol dari permintaan penyaluran dana bailout menyeluruh dari Eropa. Sebagian pelaku pasar meragukan kemampuan Spanyol untuk melepaskan diri dari krisis tanpa dana bailout menyeluruh dari Eropa dan apabila hasil penawaran obligasi hari ini gagal mencapai targetnya justru berpotensi mendesak PM Mariano Rajoy untuk mengajukan permintaan dana bailout menyeluruh dari Eropa.

JCI yang terpuruk hari ini masih mampu bertahan di atas level supportnya di 4194 sehingga penurunan hari ini masih bias dikategorikan sebagai koreksi dari kenaikan kemarin. Namun, apabila indeks berhasil menembus 4194 dikhawatirkan indeks dapat melemah lebih lanjut hingga support berikutnya yang berada di 4169. Sebaliknya, resistance untuk indeks berada di level tertinggi indeks yaitu di 4272.

Rabu, 19 September 2012

Market Wrap - 19/09/2012

Market Review


Paket stimulus yang diumumkan oleh Bank of Japan pada hari Rabu menjadi katalis positif bagi kinerja bursa saham regional. Di dalam negeri, Jakarta Composite Index manguat 0.49%, indeks LQ-45 naik 0.48% dan indeks IDX30 juga menanjak 0.37%. Di Jepang sendiri indeks Nikkei berakhir dengan kenaikan sebesar 1.19% sementara indeks Hang Seng dan KOSPI masing-masing berakhir naik 1.16% dan 0.15%.

Posisi asing pada sesi perdagangan hari Rabu berakhir di posisi net BUY dengan nilai Rp.281.44 miliar. Kenaikan indeks hari ini ditopang oleh 153 saham yang menguat, sementara sebanyak 94 saham berakhir melemah. Jumlah saham yang stagnan pada hari ini berjumlah 110 saham.

Sebagian besar sektor berakhir menguat, kecuali sektor aneka industri (-0.38%), sektor pertanian (-0.23%) dan sektor keuangan (-0.2%). Sektor pertambangan membukukan kenaikan terbesar yaitu sebesar 2.81% diikuti oleh sektor barang konsumsi (+0.84%) dan sektor infrastruktur (+0.8%).

Dari sembilan saham yang terekomendasi, penurunan terbesar dialami oleh TRIM (-4.17%) yang tertekan hingga mencapai 115. Sementara itu ASGR juga melemah hingga turun 1.48%. ARNA, BBKP, ESSA, MNCN dan SMCB mengakhiri sesi perdagangan Rabu di harga penutupan Selasa atau stagnan. DART dan KLBF mencatatkan kenaikan masing-masing 1.52% dan 2.33%. Sementara itu, BBCA masuk ke daftar rekomendasi untuk menggantikan posisi MAPI yang tereliminasi kemarin.

JCI yang sebelumnya sempat melemah hingga mencapai 4198.90 mengalami rebound dan menguat hingga mencapai 4253.25 sebelum akhirnya ditutup di 4244.71. Posisi support dan resistance indeks tidak mengalami perubahan, tetap berada di 4194 dan 4169 untuk support dan 4272 untuk posisi resistance.

Hingga sore ini kinerja pasar Eropa masih berada di zona positif dan hal ini juga mengindikasikan bursa saham Amerika pun akan bergerak positif setelah pemerintah Jepang secara tak terduga mengeluarkan paket stimulusnya dengan menambah jumlah pembelian assetnya menjadi 55 triliun yen dari 45 triliun yen.

Data ekonomi dari Amerika hari ini akan menghadirkan angka konstruksi rumah baru yang diperkirakan naik dari 746 ribu menjadi 767 ribu di bulan Juli.

Selasa, 18 September 2012

Market Wrap - 18/09/2012

Market Review



Meskipun investor asing membukukan net buy senilai Rp.5,415.06 miliar, hal ini tidak mampu menghindarkan Jakarta Composite Index (JCI) dari penurunan sebesar 0.74%. Hal serupa juga dialami oleh indeks LQ-45 dan IDX30 yang melemah masing-masing sebesar 0.72% dan 0.71%.

Di sisi regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga melemah 0.39% dan 0.27% walaupun indeks KOSPI berhasil mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0.13%.

Penurunan hari ini dialami oleh seluruh sektor yang ada dengan sektor pertambangan mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar 1.43%, diikuti oleh sektor industri dasar (-1.09%) dan sektor barang konsumsi (-0.97%).

Melemahnya indeks hari ini berdampak pada terpuruknya MAPI hingga mencapai level stopnya di bawah 6700 sehingga saham ini keluar dari daftar rekomendasi. Sebaliknya, kinerja terbaik ditunjukkan oleh SMCB yang menguat 0.93%. ASGR, MNCN dan TRIM berakhir stagnan sedangkan KLBF, ESSA, DART, BBKP dan ARNA berakhir melemah.

JCI sempat melemah hingga 4,198.90 sebelum akhirnya ditutup di 4,223.89. Saat ini support terdekat berada di 4,194 dan 4,169 sedangkan untuk level resistance berada di 4,272 yang merupakan level all-time high indeks. Kinerja bursa Eropa dan Amerika malam ini akan memberikan indikasi arah pergerakan indeks pada sesi Rabu besok.

Isu QE3 yang berhasil mengangkat kinerja saham global baru-baru ini mulai tergeser oleh isu Eropa dimana Spanyol hingga saat ini masih belum memutuskan apakah akan menerima dana bailout menyeluruh dari Eropa atau tidak. Para investor mengkhawatirkan kondisi dimana Spanyol berupaya menghindari keputusan yang dianggap tidak popular jika menerima paket bailout IMF/Uni Eropa. Apabila keputusan Spanyol terus tertunda, diperkirakan hal ini akan menjadi katalis negatif bagi sentimen global. Rencana penjualan obligasi 3 tahun dan 10 tahun Spanyol pada hari Kamis mendatang akan menjadi ujian terhadap kepercayaan pasar atas Spanyol.

Senin, 17 September 2012

Market Wrap - 17/09/2012

Market Review



Pegerakan saham pada hari Senin ini berakhir mixed dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 0.04%, sementara indeks LQ-45 dan IDX30 ditutup masing-masing menguat 0.05% dan 0.09%. Di tingkat regional, dengan ditutupnya bursa di Jepang menjadikan indeks Hang Seng dan indeks KOSPI yang menjadi penggerak regional. Keduanya berakhir mixed dengan indeks Hang Seng naik 0.14% sedangkan indeks KOSPI ditutup melemah 0.26%.

Dari sepuluh sektor yang ada, empat sektor ditutup melemah dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar yaitu 1.69%. Sektor barang konsumsi dan sektor keuangan juga berakhir turun masing-masing 0.25% dan 0.08%. Sektor terbaik hari ini adalah sektor pertambangan yang menguat 1.58% diikuti oleh sektor industri dasar (+0.72%) dan sektor aneka industri (+0.41%).

Pergerakan indeks hari ini diwarnai oleh kenaikan 128 saham dan turunnya 121 saham, sementara 108 saham lainnya berakhir stagnan. Pihak asing mencatatkan net buy senilai Rp.602.59 miliar.

Kenaikan hari ini mencapai level tertinggi terbaru di 4,272.83 sebelum akhirnya terkoreksi hingga 4,236.83, mendekati posisi support di 4235 yang sebelumnya merupakan level resistance. Apabila indeks berhasil menembus level support ini, indeks berpotensi terkoreksi lebih dalam hingga 4203.27. Sebaliknya, resistance terdapat di level intraday tertinggi hari ini di 4272.83, diikuti oleh target medium hingga long-term di 4652.06.

Dari sepuluh saham yang terekomendasi, MAPI berhasil mencatatkan harga tertinggi di 7300, sesuai dengan target kedua rekomendasi namun kemudian terkoreksi tajam hingga 6,850, menjadikannya yang terburuk pada hari ini. DART dan MNCN juga melemah masing-masing 1.47% dan 1.09%. Posisi terbaik hari ini diraih oleh ESSA yang menanjak 3.16%, diikuti oleh BBKP (+1.61%) dan SMCB (+0.93%). ARNA, KLBF dan TRIM berakhir stagnan.

Sementara ini, indeks saham di Eropa juga berada di zona negatif, menandakan adanya potensi aksi profit-taking pada sesi perdagangan malam nanti. Walaupun dalam jangka pendek pergerakan saham akan cenderung melemah karena aksi profit taking, minimnya katalis negatif yang ada cenderung mengindikasikan bahwa penurunan kali ini cenderung sementara dan nantinya akan diikuti oleh kenaikan lanjutan.

Jumat, 14 September 2012

Market Wrap - 14/09/2012

Market Review



Langkah QE3 yang diambil oleh Federal Reserve menjadi katalis positif utama yang memicu kenaikan tajam pada saham-saham regional pada Jumat ini.

Jakarta Composite Index (JCI) pada saat penutupan berada 2.07% lebih tinggi dari angka penutupan Kamis, sementara indeks LQ-45 dan IDX30 juga melonjak cukup signifikan masing-masing 2.32% dan 2.38%.

Di tingkat regional, indeks Hang Seng dan KOSPI melesat masing-masing hampir sebesar 3% sedangkan indeks Nikkei menanjak 1.83%.

Kenaikan tajam pada indeks secara keseluruhan tidak dialami oleh sektor barang konsumsi yang turun tipis 0.03%. Sebaliknya, kinerja sektor pertambangan merupakan yang terbaik hari ini dengan kenaikan tajam sebesar 4.48% diikuti oleh sektor pertanian (+3.88%) dan sektor industri dasar (+3.47%).

Posisi asing hari ini berakhir pada net BUY dengan jumlah cukup signifikan, yaitu Rp.1356.51 miliar. Sebanyak 209 saham ditutup menguat, 52 saham berakhir melemah dan 100 saham lainnya tidak beranjak dari harga penutupan hari Kamis.

Kenaikan JCI hari ini berhasil menembus level tertingginya di 4235 dan mencapai 4269.05 level tertinggi sejak dimulainya indeks JCI. Tembusnya level resistance ini membawa indeks melewati target Fibonacci di 4263.65 sebelum terkoreksi menjelang penutupan. Berdasarkan struktur zigzag yang terbentuk oleh JCI, target Fibonacci berikutnya berada di 4652.06, suatu potensi kenaikan 10% untuk jangka waktu menengah hingga panjang. Sebaliknya, support bagi indeks saat ini berada di 4235 yang sebelumnya berfungsi sebagai level resistance.

Dimulainya QE3 diperkirakan akan menggairahkan pasar dalam jangka pendek, namun masih perlu diwaspadai potensi berkembangnya isu-isu negatif dari Eropa maupun China. Hingga sore ini indeks saham di Eropa juga menyambut positif langkah Federal Reserve. Indeks FTSE 100 dan DAX masing-masing menanjak 1.52% dan 1.42%, dan untuk kontrak berjangka indeks S&P juga bergerak positif, indikasi bahwa indeks saham Amerika akan melanjutkan kenaikannya malam nanti.

Kamis, 13 September 2012

Market Wrap - 13/09/2012

Market Review



Menjelang diumumkannya hasil pertemuan FOMC malam nanti, bursa domestik cenderung menunggu dengan pergerakan hari ini diwarnai oleh aksi profit-taking setelah pasar menanjak pada hari Rabu kemarin. Jakarta Composite Index (JCI) ditutup turun 0.08%, sedangkan indeks LQ-45 dan IDX 30 juga berakhir melemah masing-masing 0.18% dan 0.20%.

Di tingkat regional, indeks Nikkei dan KOSPI berhasil ditutup menguat masing-masing 0.39% dan 0.03% sementara sebaliknya indeks Hang Seng ditutup turun 0.14%.

Dari sepuluh sektor yang ada, empat sektor ditutup menguat dengan kinerja terbaik terjadi di sektor perdagangan (+0.83%) diikuti oleh sektor pertanian (+0.76%) dan sektor pertambangan (+0.57%). Sektor industri dasar menjadi sektor terlemah dengan penurunan sebesar 0.79% sementara sektor aneka industri tergelincir 0.56% diikuti oleh sektor manufaktur yang melemah 0.49%.

Sebanyak 106 saham mencatatkan kenaikan, sedangkan 147 saham mengalami penurunan. Sementara itu sebanyak 98 saham berakhir stagnan. Posisi asing pada hari Kamis ini berakhir dengan net BUY senilai 480.38 miliar.

Dari sepuluh saham yang terekomendasi, kenaikan terbesar dibukukan oleh MAPI yang menguat 1.43%, sedangkan ARNA dan MNCN masing-masing ditutup naik 1.18% dan 1.12%. BBKP, TRIM, ASGR, dan ESSA berakhir stagnan sedangkan DART, KLBF dan SMCB masing-masing melemah 2.99%, 0.57% dan 3.74%.

Kenaikan hari ini didukung oleh 163 saham sedangkan sebanyak 93 saham berakhir stagnan. Sementara itu, 88 saham berakhir melemah. Posisi asing pada akhir perdagangan berakhir dalam kondisi net sell sebesar 4.08 miliar.

ASGR dan SMCB merupakan dua dari sepuluh rekomendasi yang berakhir melemah pada hari ini. ASGR turun 1.45% sedangkan SMCB melemah 0.93%. BBKP, TRIM, ESSA, KLBF, MAPI, dan MNCN ditutup stagnan, dan di lain sisi kinerja positif dibukukan oleh ARNA (+2.41%) dan DART (+1.52%).

Pertemuan FOMC yang akan berakhir malam nanti akan menjadi fokus pasar pada sesi perdagangan hari Jumat. Pasar menantikan adanya petunjuk baru dari Federal Reserve mengenai QE3 dimana Fed diperkirakan akan menambah pembelian obligasi yang ditujukan untuk memacu kembali perekonomian Amerika. Namun, ada kemungkinan dimana Fed akan kembali mengundur dimulainya QE3 atau Fed hanya akan memperpanjang periode suku bunga rendah hingga 2015.

Statement dari Fed inilah yang akan menjadi penggerak utama pasar pada sesi perdagangan hari Jumat besok.

Rabu, 12 September 2012

Market Wrap - 12/09/2012

Market Review



Jakarta Composite Index (JCI) berakhir menguat 0.45% pada sesi perdagangan hari Rabu. Dua indeks acuan lainnya yaitu LQ-45 dan IDX30 juga masing-masing berhasil menguat 0.38% dan 0.36%. Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga berakhir positif dengan masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 1.73%, 1.1%, dan 1.56%.

Hanya sektor keuangan dari sepuluh sektor yang ada yang berakhir melemah (-0.48%). Sisanya sebanyak sembilan sektor berakhir naik dengan dipimpin oleh sektor pertambangan (+1.8%), sektor pertanian (+1.45%) dan sektor aneka industri (+1.18%).

Kenaikan hari ini didukung oleh 163 saham sedangkan sebanyak 93 saham berakhir stagnan. Sementara itu, 88 saham berakhir melemah. Posisi asing pada akhir perdagangan berakhir dalam kondisi net sell sebesar 4.08 miliar.

ASGR dan SMCB merupakan dua dari sepuluh rekomendasi yang berakhir melemah pada hari ini. ASGR turun 1.45% sedangkan SMCB melemah 0.93%. BBKP, TRIM, ESSA, KLBF, MAPI, dan MNCN ditutup stagnan, dan di lain sisi kinerja positif dibukukan oleh ARNA (+2.41%) dan DART (+1.52%).

Sore ini juga diumumkan bahwa pengadilan konstitusi Jerman mendukung dana bantuan Eropa sehingga hal ini setidaknya meragukan peran serta Jerman dalam upaya Eropa mengatasi krisis fiskal yang tengah berlangsung. Sementara ini indeks FTSE dan DAX menanjak dengan masing-masing mencatatkan kenaikan 0.25% dan 0.96% setelah kabar dari Jerman beredar.

JCI untuk hari Kamis diperkirakan berpeluang untuk menanjak hingga resistance berikutnya di 4183 dan 4215, meskipun hari Rabu ini kenaikan indeks masih tertahan di 4177. Support untuk indeks tetap berada di 4126, 4115 dan 4103. Level terendah hari Rabu ini juga akan berperan sebagai support untuk sesi Kamis besok.

Malam ini pertemuan FOMC akan dimulai dan hasil dari FOMC baru akan diumumkan pada sesi perdagangan Kamis. Saat ini, para investor masih berspekulasi bahwa Federal Reserve bakal mengeluarkan program stimulus baru untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi Amerika yang tengah tersendat. Faktor data payrolls yang dirilis Jumat lalu disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang dapat memicu dikeluarkannya QE3 dalam waktu dekat.



Selasa, 11 September 2012

Market Wrap - 11/09/2012

Market Review



Jakarta Composite Index (JCI) berakhir melemah pada sesi perdagangan hari Selasa bersamaan dengan minimnya katalis positif yang ada. Sebaliknya, pasar menantikan keputusan pengadilan konstitusional Jerman dan hasil pertemuan FOMC pada hari Rabu dimana keputusan mengenai peran Jerman dalam dana darurat Eropa beserta arah kebijakan moneter Federal Reserve akan diumumkan.

JCI berakhir melemah 0.13%, sementara indeks LQ-45 berakhir turun 0.17%. Indeks IDX30 juga melemah sebesar 0.22%. Di tingkat regional, indeks Nikkei dan KOSPI berakhir melemah masing-masing 0.7% dan 0.24% sedangkan indeks Hang Seng masih mampu bertahan di zona positif dengan ditutup naik 0.15%.

Sebanyak enam sektor melemah dengan penurunan terbesar terjadi di sektor aneka industri (-1.71%) diikuti oleh sektor manufaktur (-0.72%) dan sektor barang konsumsi (-0.56%). Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 0.97%, sedangkan sektor perdagangan menguat 0.33% dan sektor industri dasar naik 0.22%.

Sebanyak 98 saham berakhir positif, sedangkan 121 saham lainnya berakhir stagnan. Penurunan hari ini didorong oleh melemahnya 123 saham. Sementara itu, posisi asing pada hari ini berakhir pada net sell senilai 0.05 miliar.

Penurunan indeks hari ini tertahan di support Fibonacci di sekitar 4126, sehingga indeks berpotensi melanjutkan kembali kenaikannya pada sesi perdagangan hari Rabu apabila bursa Eropa dan Amerika berhasil membukukan kinerja yang positif pada malam ini. Sebaliknya, apabila indeks kembali melemah hingga menembus support di 4126, indeks terancam tertekan hingga support berikutnya di 4115 dan 4103. Di sisi sebaliknya, indeks tetap menghadapi resistance di 4183 dan 4215.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, kinerja terbaik dibukukan oleh ARNA yang menguat 3.75%, diikuti oleh SMCB (+1.89%) dan KLBF yang mencapai titik tertinggi di 4425, melewati resistancenya. Untuk KLBF, resistance berikutnya berada di 4800 dan 4900. Sebaliknya, CLPI terdesak keluar dari daftar rekomendasi setelah sempat turun hingga 1720, melewati stopnya. Dengan demikian, rekomendasi CLPI ditutup dengan kondisi -1.71%.  BBKP dan TRIM kembali berakhir stagnan, sedangkan DART, MAPI dan MNCN ditutup melemah.

Hingga menjelang sesi pasar Amerika, indeks saham di Eropa masih berada di kisaran negatif, sementara kontrak berjangka indeks S&P bergerak positif, mengindikasikan bahwa indeks Dow Jones, S&P dan NASDAQ berpotensi mengalami rebound setelah penurunan kemarin.