DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 01 Agustus 2012

Morning Brief - 2 Agustus 2012

Market Preview


Pertemuan FOMC dari Federal Reserve berlalu tanpa menghasilkan suatu keputusan yang signifikan, sehingga hal ini mengecewakan sebagian investor yang sebelumnya mengharapkan bakal adanya keputusan mengenai pemberian stimulus bagi perekonomian Amerika. Sebelumnya, harapan pasar terhadap adanya stimulus muncul setelah data-data ekonomi dari Amerika gagal menunjukkan adanya kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, justru diindikasikan bahwa bursa tenaga kerja di Amerika memburuk disertai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0.25%, S&P 500 turun 0.29%, sedangkan indeks NASDAQ berakhir melemah 0.66%. Di Eropa, indeks berakhir mixed dengan indeks FTSE menanjak 1.38%, tetapi indeks DAX turun 0.26%.

Kamis ini giliran bank sentral Eropa (European Central Bank) yang akan melangsungkan pertemuannya. Pasar menantikan langkah apakah yang akan ditempuh oleh ECB sehubungan dengan pernyataan dari presiden ECB Mario Draghi pekan lalu yang mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin mempertahankan eksistensi euro. Diperkirakan pada pertemuan kali ini ECB memiliki beberapa alternatif yang dapat dikeluarkannya. Salah satunya adalah dengan memperbesar nilai obligasi yang dibelinya di pasar untuk menahan semakin menanjaknya yield obligasi, terutama obligasi Spanyol dan Italia. Alternatif lainnya adalah dengan memangkas suku bunga kembali, namun ada pula alternatif lainnya yaitu tidak mengambil tindakan apapun.

Dikhawatirkan apabila ECB gagal merealisasikan komitmennya dalam upayanya mempertahankan euro, pasar akan kembali melakukan aksi jual seperti yang terjadi sebelumnya pekan lalu.

Data ekonomi yang dirilis baru-baru ini cenderung mixed. Angka penciptaan lapangan kerja di sektor swasta berhasil melebihi ekspektasi dimana 163 ribu lapangan kerja berhasil ditambahkan di bulan Juli, sementara ekspektasi pasar berada di angka 120 ribu. Meskipun demikian, angka ini masih berada di bawah bulan sebelumnya yaitu 172 ribu. Cukup solidnya angka ADP ini mengindikasikan bahwa angka nonfarm payrolls pun berpotensi untuk berada di level yang cukup solid. Sebaliknya, data indeks ISM untuk sektor manufaktur kembali berada di zona kontraksi untuk dua bulan berturut-turut. Di bulan Juli indeks memang sempat naik dari 49.7 menjadi 49.8, namun angka ini selain berada di bawah ekspektasi (50.2) juga berada di bawah level 50. Apabila indeks di bawah 50 maka terjadi kontraksi pada aktivitas manufaktur sedangkan di atas 50 berarti terjadi ekspansi atau peningkatan pada aktivitas manufaktur.

Paska ECB, perhatian pasar akan tertuju pada dirilisnya data nonfarm payrolls di Amerika. Berdasarkan prediksi pasar, payrolls di bulan Juli meningkat dari 80 ribu menjadi 100 ribu, sementara angka pengangguran diperkirakan tetap berada di 8.2%.

Koreksi JCI diperkirakan bakal berlanjut di hari Kamis ini dengan rentang pergerakan JCI diperkirakan berada di antara 4100 hingga 4150. Di bawah 4100 support berada di 4080 sedangkan jika berhasil menembus 4150 indeks akan melanjutkan kenaikannya dimana target berikutnya berada di 4200.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar