DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label BNLI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BNLI. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Bayar Bunga Obligasi, BTPN Siapkan Rp21,8 M


INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyisihkan Rp21,8 miliar untuk membayar bunga obligasi I-2009 tahap ke-11.

Demikian mengutip keterangan resmi, Senin (9/7/2012). Pembayaran itu untuk jenis surat utang obligasi ini terdiri dua seri yakni obligasi seri A dengan pokok utang senilai Rp350 miliar dan seri B Rp400 miliar. Untuk pembayaran bunga obligasi tahap 11 seri A senilai Rp9,84 miliar dan seri B sebesar Rp12 miliar.

Untuk kedua seri obligasi ini memiliki tingkat bunga masing-masing untuk seri A sebesar 11,25% dan seri B sebesar 12% serta telah memperoleh peringkat AA (idn) dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Untuk obligasi ini bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI).

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1880821/bayar-bunga-obligasi-btpn-siapkan-rp218-m

Rabu, 13 Juni 2012

Laba Bersih PermataBank Syariah Melonjak 314%


IMQ, Jakarta —  Unit usaha syariah PT Bank Permata Tbk (BNLI), PermataBank Syariah hingga kuartal I-2012 membukukan laba bersih senilai Rp58,5 miliar atau meningkat 314% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,1 miliar.

Direktur Retail Banking BNLI, Lauren Sulistiawati mengungkapkan sebagai unit usaha PertamaBank Syariah memberikan kinerja yang sangat baik pada tiga bulan pertama di 2012.

“Kami mempunyai permodalan yang kuat dan likuiditas yang baik,” katanya di Jakarta, Rabu (13/6).

Seiring peningkatan laba bersih, kinerja operasional juga menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu naik 310% menjadi Rp59,6 miliar.

Disisi lain pembiayaan yang disalurkan PermataBank Syariah juga tumbuh 151% menjadi Rp3,98 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,58 triliun.

Sementara itu untuk jumlah total aset secara konsolidasi pada tiga bulan pertama pada 2012 tercatat mencapai Rp7,01 triliun atau melesat 166% dibanding periode yang sama pada 2011 sebesar Rp2,64 triliun.

“Jumlah aset ini mengukuhkan posisisi PermataBank Syariah sebagai unit usaha syariah terbesar pada industri perbankan syariah Indonesia pada kuartal I-2012 ini,” jelasnya.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat hingga 180% menjadi Rp4,95 triliun, dimana tabungan dan giro membukukan kenaikan yang masing-masing sebesar 219% dan 158% menjadi Rp2,45 triliun dan Rp439 miliar.

Untuk deposito juga meningkat 149% menjadi Rp2,09 triliun pada akhir Maret 2012, sehingga dengan demikian komposisi dana murah (CASA) mencapai 58% dari total simpanan dana masyarakat di PermataBank Syariah.

http://www.imq21.com/news/read/70780/20120613/103607/Laba-Bersih-PermataBank-Syariah-Melonjak-314-.html

Selasa, 22 Mei 2012

Inilah Target Kredit Industri Pilihan Permata Bank


INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (PermataBank) menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini mengucur ke industri yang sustainable atau yang terbukti tahan krisis.

Menurut Direktur PermataBank, Roy Arman Arfandy, kredit-kredit tersebut industri yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) seperti pertambangan, perkebunan, makanan dan minuman, dan suplier yang terkait dengan itu, dan industri penunjang (transportasi dan logistik). "Kita fokus kredit-kredit ke sini, tumbuh ke depan," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Saat ditanya target pertumbuhan kredit, dia mengatakan perusahaan tidak menargetkan sesuatu yang agresif. "Yang penting bagi kita adalah tetap prudent dan konservatif agar pertumbuhan dapat lebih sustainable ke depan. Jadi tidak mau terlalu agresif," tukasnya.

Untuk sektor ritel, dia mengatakan PermataBank juga akan mengembangkannya. "Kita fokus di KPR dan beberapa kredit konsumsi lainnya. SMI juga tetap kita singgung," tegasnya.

Sementara Direktur Keuangan PermataBank Giridhar S. Varadachari mengungkapkan perusahaan menargetkan CAR sebesar 20-30 persen dengan rencana penerbitan obligasi subordinasi sebesar Rp750 miliar tahap I. "Kami akan tetap menjaga level CAR yang kuat ke depan. Karena pertumbuhan kami masih akan cukup kuat dan pesat. Karena itu diperlukan penguatan permodalan," tukasnya. Per Maret 2012 posisi CAR PermataBank berada di posisi 14,1%. [hid]

Bank Permata genjot likuiditas 20% lebih tinggi


JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) optimistis bisa menggenjot perolehan Dana Pihak ketiga (DPK) 20% lebih tinggi dari perolehan tahun lalu yaitu Rp 79 triliun. Sampai akhir kuartal I kemarin, DPK bank permata sudah meningkat 28% year on year (YoY) menjadi Rp 79,7 triliun.
"Peningkatan itu akan kami pertahankan hingga akhir tahun,” tegas Lauren Sulistiawati, Direktur Retail Banking Bank Permata, Selasa (22/5).
Menurutnya, pertumbuhan DPK akan disesuaikan dengan pertumbuhan kredit (loan) Bank Permata.
"Kami ingin memiliki level Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat, yaitu tidak terlalu tinggi maupun tidak juga rendah yaitu sebesar 90%-95%," urai Lauren.
Di 2012 ini pertumbuhan kredit Bank Permata juga akan dinaikkan melebihi angka 20%. Target kredit masih akan disalurkan ke sektor komersial, korporasi dan consumer.
Sampai kuartal I kemarin, penyaluran kredit bank permata sudah tumbuh 35% YoY menjadi Rp 74,1 triliun di akhir Maret 2012. Kredit tersebut tumbuh dari semua segmen bisnis.

Senin, 21 Mei 2012

Bank Permata Jual Obligasi Subordinasi Rp2,5 T


INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menawarkan obligasi subordinasi berkelanjutan I tahun 2012 senilai Rp2,5 triliun.

Untuk tahap pertama, perseroan akan mengeluarkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp700 miliar. Tenor obligasi subordinasi PT Bank Permata Tbk 7 tahun. Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan, Senin (21/5/2012).

Obligasi subordinasi tersebut mendapatkan peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dana penerbitan obligasi subordinasi akan digunakan untuk modal pelengkap level bawah sesyai dengan ketentuan Bank Indonesia dan akan digunakan untuk penyaluran kredit dalam rangka pengembangan usaha perseroan.

Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT NISP Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia. PT Bank CIMB Niaga Tbk akan bertindak sebagai wali amanat.

Adapun perkiraan jadwal penawaran umum, yaitu masa penawaran awal pada 22 Mei-5 Juni 2012, tanggal efektif pada 12 Juni 2012, penawaran umum pada 14-18 Juni 2012, penjatahan pada 18 Juni 2012. Untuk distribusi secara elektronik pada 21 Juni 2012, pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Juni 2012. [hid]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1863085/bank-permata-jual-obligasi-subordinasi-rp25-t