KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) melesat ke posisi tertinggi dalam sebulan. Pemicunya yaitu kekhawatiran suplai minyak nabati global bakal surut, jika panen kedelai di AS anjlok akibat musim kering.
Kontrak CPO untuk pengiriman September di Malaysia Derivatives Exchange sempat melompat 1,7% ke level RM 3.070 atau setara US$ 970 per metrik ton. Itu merupakan harga tertinggi sejak 1 Juni lalu. Selanjutnya, kontrak yang sama menuju level RM 3.065 per metrik ton pada pukul 16.01 waktu Kuala Lumpur.
Pada 29 Juni lalu, Departemen Pertanian AS melaporkan, luas lahan kedelai yang ditanam di tahun ini kemungkinan bertambah menjadi 76,08 juta hektare, naik dari 74,976 juta hektare di tahun lalu. Tujuannya, supaya bisa mengantisipasi musim kering yang berlangsung.
Ivy Ng, analis dari CIMB Group Holdings Bhd. menyebut, meski areal penanaman lebih besar namun kemungkinan tidak akan berbuah panen yang lebih besar karena kekeringah saat ini di area utama penanaman kedelai di AS.
"Jumlah hasil panen kedelai berada di level terendah dalam bertahun-tahun. Hasil panen kedelai yang sedikit akan berimbas pada kenaikan harga minyak sawit," sebut Ivy.
http://investasi.kontan.co.id/news/harga-cpo-sentuh-level-tertinggi-dalam-sebulan
DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label CPO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CPO. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Juli 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Sepanjang Mei, harga CPO rontok 11%
KUALA LUMPUR. Memanasnya krisis utang Eropa memicu harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) terpapas, hari ini. Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Malaysia Derivatives Exchange turun 0,9% ke level RM 2.083 atau setara US$ 969 per metrik ton, sebelum mengakhiri sesi pagi di RM 3.101.
Bahkan, jika dihitung sepanjang Mei, harganya sudah rontok 11%. Ini merupakan penurunan bulan tertajam sejak September 2009.
Pasar cemas krisis Eropa akan menyurutkan permintaan minyak sawit global. Kekhawatiran ini dipicu oleh naiknya jaminan obligasi atau credit default swap (CDS) Spanyol ke level rekor. Apalagi, masih ada kekhawatiran Yunani keluar dari zona euro.
Chandran Sinnasamy, kepala perdagangan di LT Internasional (M) Sdn. menyebut, faktor-faktor eksternal, terutama prospek zona Euro, termasuk Spanyol menekan sentimen di pasar saham dan komoditas. "Fundamental untuk minyak sawit masih mendukung, tetapi faktor eksternal makro-ekonomi yang bearish menekan harga," ujarnya.
Chandran bilang, ekspor akan meningkat mulai Mei hingga Juni, karena importir akan menyiapkan stok jelang Ramadhan.
http://investasi.kontan.co.id/news/sepanjang-mei-harga-cpo-rontok-11/2012/05/31
Langganan:
Postingan (Atom)