DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label LTLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LTLS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

LTLS fokus di bisnis manufaktur


JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berniat mengokohkan bisnis manufakturnya. Demi mendukung usaha ini, perusahaan dengan bisnis inti bahan kimia dasar dan kimia khusus itu berencana menambah sejumlah armada baru dan dan mempercepat penyelesaian pabrik baru.
"Tahun ini kami fokus tambah armada dan menyelesaikan pembangunan pabrik," kata Herman Santoso, Direktur Lautan Luas, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk mendanai ekspansi itu, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 200 miliar yang bersumber dari kas internal perusahaan.
Tahun ini, Lautan Luas akan menambah sekitar 100 armada untuk menunjang keperluan distribusi. Dengan begitu, jumlah armada milik perusahaan akan mencapai 850 unit.
Menurut Herman, perusahaan membelanjakan Rp 50 miliar untuk membeli armada baru jenis trailer,dumptruck, dan tronton.
Dari ketiga unit anak usahanya yakni distribusi, manufaktur serta pendukung dan jasa, tahun ini Lautan Luas akan fokus menggenjot pertumbuhan usaha manufaktur.
Herman menjelaskan, lini usaha manufaktur akan digenjot dalam beberapa waktu ke depan. Menurut Herman, di tahun lalu, kontribusi bisnis manufaktur, distribusi, serta pendukung dan jasa masing-masing sebesar 18%, 74%, dan 8% terhadap total pendapatan sebesar Rp 5,52 triliun.
Pada 2015 nanti, perusahaan menargetkan kontribusi berubah menjadi 29%, 58%, dan 13% dari target total pendapatan Rp 12 triliun. Untuk itu, "Kami fokus membenahi dan menyelesaikan pembanguan pabrik yang kami punya," ujarnya.
Selesaikan dua pabrik
Salah satu pabrik itu adalah pabrik non-dairy creamer di Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur. Ini adalah bisnis baru perseroan di bawah anak usaha PT Lautan Natural Krimerindo. Lautan Luas menargetkan pabrik baru itu selesai dibangun pada kuartal III 2012 dan Agustus nanti sudah bisa berproduksi secara komersial," kata Herman.
Penyelesaian pabrik dengan kapasitas produksi 21.600 metrik ton per tahun ini menyedot anggaran hingga Rp 150 miliar. Adapun nilai total investasi pabrik itu mencapai US$ 22,3 juta.
Lautan Luas juga akan menyelesaikan perluasan pabrik kimia sodium metabisulphite. Perluasan pabrik ini akan menghasilkan tambahan kapasitas sebesar 30.000 metrik ton per tahun. Saat ini, produksi sodium metabisulphite Lautan Luas baru sebanyak 6.000 metrik ton per tahun.
Saat ini, pembangunan pabrik tersebut masih dalam tahap pengkajian teknologi. Perseroan memperkirakan pembangunan pabrik itu rampung di akhir tahun ini atau kuartal I 2013.
Untuk tahun ini, Lautan Luas menargetkan pendapatan mencapai Rp 6,2 triliun namun Herman enggan menyebutkan laba bersihnya. "Kami masih melihat perkembangan nilai tukar," katanya. Tahun lalu, laba bersih Lautan Luas sebesar Rp 76 miliar.

Rabu, 02 Mei 2012

Morning Brief - 3 Mei 2012

Market Outlook


IHSG berhasil menembus resistancenya di 4200-4205 dan mengakhiri sesi perdagangan hari Rabu di 4219.30, naik 23.31 poin atau 0.56%. Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham bluechip juga berakhir positif di 718.51, naik 0.57% atau 4.09 poin. Sementara itu, indeks terbaru dari BEI, yaitu IDX30, berhasil naik 2.18 poin atau 0.61% dan ditutup di posisi 362.74.

Kinerja bursa regional juga cenderung positif dengan ketiga indeks utama Asia yaitu Nikkei 225, indeks Hang Seng , dan indeks KOSPI ketiganya berhasil menguat masing-masing 0.31%, 1.02%, dan 0.86%.

Sebanyak 146 saham ditutup positif, sedangkan 122 sahan berakhir turun dan sebanyak 103 saham lainnya tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan harga penutupan hari Selasa.

Sektor aneka industri menjadi sektor terbaik pada sesi Rabu,diikuti oleh sektor infrastruktur dan manufaktur. Hanya dua sektor yang berakhir melemah, yaitu pertambangan dan keuangan.

ASRI yang masuk dalam daftar saham terekomendasi hari Rabu gagal menguat dan ditutup turun 1.64% menjadi 600 setelah sempat naik hingga 620. Sementara itu, RALS menguat tajam 8.05% saat ditutup di 940. WIKA juga menguat cukup signifikan yaitu sebesar 5.05% dan MDLN membukukan kenaikan 4.08%. WIKA ditutup di 1040 sedangkan MDLN di 510.

Berhasilnya IHSG menembus resistance di 4200-4205 membuka jalan bagi indeks untuk kembali menanjak pada sesi Kamis dengan target berikutnya berada di level tertinggi IHSG yaitu di 4232. Kenaikan IHSG ini seiring dengan naiknya indeks Dow Jones hingga melewati level tertinggi sejak Desember 2007.

Menjelang sesi hari Kamis, prospek IHSG untuk melanjutkan kenaikannya kemungkinan akan terhambat oleh kinerja bursa Amerika yang pada Rabu malam terkoreksi. DJIA melemah 10.75 poin atau 0.08% saat ditutup di 13,268.60 sementara indeks NASDAQ sebaliknya ditutup menguat 9.41 poin atau 0.31% dan ditutup di 3,059.85. Koreksi juga terjadi di bursa Eropa dan ini makin mengindikasikan bahwa sesi hari Kamis IHSG akan cenderung terkoreksi. Support terdapat di 4200-4205 yang merupakan resistance lama yang baru-baru ini berhasil ditembus. Di bawah level ini support berikutnya ada di 4170. Sebaliknya, resistance berada 4232 yang merupakan level IHSG yang tertinggi selama ini.