DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label MTDL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTDL. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Agustus 2012
Metrodata Bukukan Penjualan Rp2,36 Triliun
IMQ, Jakarta — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada enam bulan pertama 2012 mencatatkan penjualan senilai Rp2,36 triliun atau tumbuh 27,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp1,85 triliun.
Sekretaris Perusahaan MTDL, Randy Kartadinata mengatakan peningkatan penjualan ini terutama ditopang kondisi bisnis dan ekonomi Indonesia yang kondusif, meski dampak pelemahan mata uang Rupiah sedikit banyak menekan laju penjualan.
“Pertumbuhan penjualan ini terutama karena meningkatnya kebutuhan Teknologi Informasi (TI) dari perusahaan skala menengah yang terus bertumbuh di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/8).
Randy menjelaskan perseroan juga melakukan ekstensifikasi produk TI serta melakukan diversifikasi produk dengan menjadi distributor smart phone sejak akhir tahun lalu.
Selama semester I-2012, perseroan juga terus melanjutkan pengendalian terhadap biaya-biaya operasional, sehingga pertumbuhan biaya operasional sebesar 17,6% lebih rendah dari peningkatan penjualan sebesar 27,8%.
“Dari langkah ini laba bersih perseroan mencapai Rp29,83 miliar atau tumbuh 68,5% dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp17,71 miliar,” terangnya.
Hingga akhir Juni 2012, jumlah aset tercatat senilai Rp1,63 triliun, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,27 triliun.
Sementara untuk komposisi saham sebesar 25,13% dimiliki PT Ciputra Corpora, sebesar 13,64% dimiliki Hiskak Secakusuma, sebesar 1,77% dimiliki Candra Ciputra dan masyarakat umum sebesar 59,46%.
http://www.imq21.com/news/read/81435/20120801/150458/Metrodata-Bukukan-Penjualan-Rp2-36-Triliun.html
Senin, 25 Juni 2012
MTDL Segera Menuju Rp250 per Lembarnya
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Metrodata Electronics (MTDL) dikabarkan akan ditarik ke level Rp250 per lembarnya.
Beredar kabar bahwa salah satu perusahaan komputer terkenal asal Amerika Serikat (AS) sedang mengincar saham MTDL.
Selain adanya rencana perseroan membagikan dividen sebesar Rp 8,89 miliar atau setara 20,7% dari laba bersih 2011 yang mencapai Rp 43,4 miliar. Ini setara dengan Rp 4 per saham.
Perusahaan mengalokasikan 77% dari laba bersih 2011 untuk dicatat sebagai laba ditahan. Sementara Rp 1 miliar atau setara 2,3% digunakan sebagai cadangan.
Dengan rencana tersebut, dalam waktu dekat, saham MTDL akan dikerek naik ke level Rp250.
Pada Jumat (22/6/2012) akhir pekan lalu, saham MTDL ditutup di level Rp129, turun Rp1 (0,76%). Total nilai transaksi mencapai Rp829 juta. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1875716/mtdl-segera-menuju-rp250-per-lembarnya
Rabu, 20 Juni 2012
Beli gedung, Metrodata siapkan capex Rp 70 miliar
JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 70 miliar di tahun ini.
Direktur MTDL Randy Kartadinata menjelaskan, capex di tahun ini memang terbilang lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar. "Tingginya capex di tahun ini, karena perseroan memerlukan dana untuk pembiayaan pembelian gedung baru untuk kantor pusat baru," jelasnya, Rabu (20/6).
Rencananya, pihak perseroan akan pindah kantor pusat dalam waktu dekat ini. "Dahulu kami menyewa gedung, namun di kantor yang baru kami membeli seharga Rp 62,5 miliar. Lalu kebutuhan pendanaan lainnya lebih pada pembiayaan bisnis kami," lanjut Randy.
Untuk kebutuhan pendanaan, pihak perseroan akan mengguanakan kas internal sebesar 30%. "Kekurangannya, kami menggunakan fasilitas pinjaman bank," imbuh Randy.
http://investasi.kontan.co.id/news/beli-gedung-metrodata-siapkan-capex-rp-70-miliar/2012/06/20
Bayar Dividen, Metrodata Sisihkan Rp8,98 M
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Electronic Tbk menyetujui membagikan dividen 2011 sebesar 20,7% atau setara Rp8,98 miliar.
Dividen tunai tersebut Rp4 per saham yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham Perseroan atas 2,24 miliar saham. Sisa laba bersih 2011 akan digunakan sebagai cadangan senilai Rp1 miliar, dan sisanya sebesar Rp33,44 miliar atau 77% dari laba bersih 2011 akan digunakan sebagai laba ditahan. Demikian mengutip siaran resmi perseroan, Rabu (20/6/2012).
Perseroan mencatatkan laba bersih 2011 senilai Rp43,4 miliar dari tahun 2010 senilai Rp30,4 miliar. Penjualan perseroan naik 11,5% menjadi Rp4,4 triliun pada 2011 dari tahun 2010 senilaai Rp3,9 triliun.
Dalam RUPST perseroan juga mengangkat Lulu Terianto sebagai Komisaris Independen menggantikan Cahyono Halim. Sehingga susunan dewan komisaris antara lain Presiden Komisaris dijabat oleh Candra Ciputra, Wakil Presiden Komisaris dijabat oleh Ben Widyatmodjo, dan Komisaris Independen dijabat oleh Lulu Terianto. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1874181/bayar-dividen-metrodata-sisihkan-rp898-m
Metrodata Baru Gunakan Dana Pinjaman US$300 Juta
INILAH.COM, Jakarta - PT Metrodata Electronics Tbk baru menyerap dana pinjaman sebesar US$30 juta dari total pinjaman sebesar US$100 juta.
Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja menuturkan, pihaknya memiliki fasilitas pinjaman sebesar US$100 juta. Pinjaman yang digunakan baru US$30 juta. Dana tersebut dinilai cukup untuk membiayai modal kerja perseroan. Adapun total utang jatuh tempo sekitar US$15 juta.
Selain itu, Susanto mengatakan, pihaknya lebih memilih pinjaman dibandingkan melaksanakan rights issue karena kondisi bursa saham volatile. "Pada Juni kurang tepat untuk mengeluarkan instrumen bersifat ekuitas sehingga kami memprioritaskan perbankan," ujar Susanto.
Perseroan juga menganggarkan belanja modal senilai Rp62,5 miliar ditambah belanja modal rutin senilai Rp5 miliar pada 2012. Belanja modal itu digunakan untuk pembelian strata title kantor seluas 2.453 m2. "Dana belanja modal sebesar 30% kas dan sisanya pinjaman," tutur Direktur Keuangan PT Metrodata Electronics Tbk, Randy Kartadinata.
Pendapatan perseroan ditargetkan tumbuh 15,5% menjadi Rp5,1 triliun dan laba bersih menjadi Rp56,5 miliar pada 2012. "Kinerja perseroan akan didukung 4 bisnis kami di bidang distribusi yang tumbuh 14% menjadi Rp3,6 triliun, solusi tumbuh 15,9% menjadi Rp1,5 triliun, konsultasi tumbuh 12,5% menjadi Rp134 miliar, dan ritel tumbuh 428% menjadi Rp51 miliar," kata Randy. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1874238/metrodata-baru-gunakan-dana-pinjaman-us300-juta
Senin, 11 Juni 2012
Batal rights issue, saham MTDL rontok
JAKARTA. Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pagi ini memerah. Pada pukul 10.06, saham MTDL merosot 3% menjadi Rp 126.
Investor memandang negatif pembatalan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue MTDL. Dalam keterbukaan informasi perseroan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/6) menyebutkan, alasan pembatalan tersebut adalah situasi dan kondisi perekonomian global yang memburuk disertai gejolak mata uang dunia.
Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, batalnya rencana right issue MTDL bukanlah hal yang positif. "Batalnya rencana right issue tersebut dapat diartikan sebagai batalnya tambahan modal MTDL sekitar Rp 150 miliar yang akan digunakan untuk modal kerja perusahaan," jelasnya.
http://investasi.kontan.co.id/news/batal-rights-issue-saham-mtdl-rontok/2012/06/12
Investor memandang negatif pembatalan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue MTDL. Dalam keterbukaan informasi perseroan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/6) menyebutkan, alasan pembatalan tersebut adalah situasi dan kondisi perekonomian global yang memburuk disertai gejolak mata uang dunia.
Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, batalnya rencana right issue MTDL bukanlah hal yang positif. "Batalnya rencana right issue tersebut dapat diartikan sebagai batalnya tambahan modal MTDL sekitar Rp 150 miliar yang akan digunakan untuk modal kerja perusahaan," jelasnya.
http://investasi.kontan.co.id/news/batal-rights-issue-saham-mtdl-rontok/2012/06/12
Jumat, 08 Juni 2012
Pasar global bergejolak, MTDL tunda rights issue
JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menunda rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Manajemen MTDL dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (8/6) menyebut, pelaksanaan rights issue ditunda hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan.
"Aksi korporsi itu ditunda, karena pertimbangan situasi dan kondisi ekonomi global yang memburuk. Apalagi, ada gejolak pada mata uang," sebut Manajemen MTDL. Dengan begitu, manajemen tidak akan meminta persetujuan rights issue dalam RUPSLB yang akan digelar 20 Juni mendatang.
Sebelumnya, 21 Mei 2012, Perseroan mengumumkan rencananya untuk menerbitkan sebanyak 1,35 miliar saham baru atau setara 37,5% dari modal ditempatkan. Harga penawaran rights issue ditetapkan Rp 115 per saham. Dari hajatan itu, semula diperkirakan perusahaan bisa meraih dana sekitar Rp 154,97 miliar.
Adapun, hingga penutupan perdagangan sore ini, saham MTDL bertahan di level Rp 120 per saham.
http://investasi.kontan.co.id/news/ekonomi-global-bergejolak-mtdl-tunda-rights-issue/2012/06/08
Senin, 21 Mei 2012
AAA Sekuritas menjadi pembeli siaga MTDL
JAKARTA. PT Andalan Artha Adivisindo (AAA) Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) II PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL).
Dalam prospektus yang terbit Senin (21/5), MTDL berniat menerbitkan 1,35 miliar saham baru.
Saham baru itu ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 115 per saham. "Harganya diskon dari harga pasar saat ini, Rp 130 per saham," kata Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL, Senin (21/5). Jika pelaksanaan PUT II maksimal, MTDL akan menghimpun dana senilai Rp 154,97 miliar.
Saham baru itu akan juga diserap oleh dua pemegang saham mayoritas MTDL, yaitu PT Ciputra Corpora (CC) dan Hiskak Secakusuma. CC akan membeli 25,13% dari total saham PUT II. Sedang Hiskak menyerap 13,64%. Porsi itu sesuai dengan kepemilikan saham dua pihak tersebut di MTDL sebelum pelaksanaan PUT II.
Selain dua pihak tersebut, sebenarnya ada pemilik saham MTDL lain yaitu Candra Ciputra dengan porsi kepemilikan 1,77% saham. Namun Susanto tidak menginformasikan apakah Candra Ciputra akan mengeksekusi jatahnya di PUT II atau tidak.
Sisa saham PUT II akan ditawarkan ke publik. Maklum, porsi saham MTDL yang dikuasai publik tercatat sebanyak 59,46%. "Kalau pemegang saham publik tidak mengeksekusi haknya, maka AAA Sekuritas yang akan membelinya," ujar Susanto, Senin (21/5). Jika nantinya, AAA Sekuritas yang membeli, porsi saham yang dikuasai publik terdilusi menjadi 37,5%.
Hasil penjualan saham baru akan dimanfaatkan MTDL untuk menambah kepemilikannya di PT Mitra Integrasi Informatika (MII). MTDL berniat menyuntikkan dana segar Rp 110 miliar. Uang itu akan digunakan MII untuk menutup kebutuhan modal kerja.
MTDL tak enggan menginjeksi MII dengan modal baru karena menilai usaha sang anak, yaitu solusi bisnis, menuai keuntungan yang besar. MII diklaim bisa menikmati margin laba bersih hingga 15%. "Kalau bisnis distribusi paling hanya memberi margin 6% hingga 7%," ujar Susanto.
MTDL juga mengalokasikan Rp 40 miliar dari hasil PUT II, untuk menambah modal di PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI). Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi teknologi informasi dan komunikasi tersebut, akan menggunakan suntikan dana dari MTDL sebagai modal kerja.
MTDL mengincar laba bersih, tahun ini, tumbuh 25%-30% dari realisasi tahun lalu, Rp 43,4 miliar. Namun, Susanto enggan menyebut target penjualan. Namun, di kuartal I-2012, MTDL mencetak penjualan senilai Rp 1,4 triliun, atau naik 41,07% year-on-year.
Langganan:
Postingan (Atom)