DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label MTFN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTFN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Capitalinc Jual 5% Saham Aetra Air Rp9,7 M


INILAH.COM, Jakarta - PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) menjual seluruh sahamnya di PT Aetra Air Tangerang pada 16 Juli 2012 senilai Rp9,7 miliar.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (18/7/2012). Perseroan telah menandatangani akte Jual Beli Bersyarat dengan PT Water Utilities Indonesia selaku pembeli.

Penjualan mencapai 9.175.650 saham perseroan yang merupakan 5 persen dari seluruh saham yang disetor dan ditempatkan dalam PT Aetra Air Tangerang.Kedua pihak akan menyelesaikan transaksi dalam 5 hari kerja setelah dipenuhinya syarat pendahuluan atau dikesampingkannya syarat pendahuluan sejauh diperbolehkan menurut peraturan perundangan serta disepakati oleh Perseroan dan Pembeli.

Adapun harga penjualan yang telah disepakati atas saham tersebut adalah Rp9.781.242.900. Saham MTFN pada penutupan perdagangan kemarin naik Rp10 ke Rp305.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1884066/capitalinc-jual-5-saham-aetra-air-rp97-m

Rabu, 27 Juni 2012

Capitalink Fokus ke Ladang Minyak Produktif


INILAH.COM, Jakarta - PT Capitalinc Investment Tbk dalam tahun ini akan memfokuskan usahanya pada pengembangan ladang minyak yang sudah berproduksi. Salah satunya, pada Blok Tonga yang hingga akhir tahun ini diperkirakan akan memproduksi 1.000 barel minyak per hari.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Capitalinc Investment Tbk Budi Prihantoro pada publik ekspose di Jakarta, Rabu (27/6/2012). Menurutnya, dimulainya produksi di Blok Tonga itu menandai kemajuan perseroan.

Operator dalam proyek ini adalah PT Mosesa Petroleum yang merupakan perusahaan asosiasi dari perseroan. “Saat ini, perseroan memiliki investasi sebesar 40,61% di Blok Tonga PSC yang memulai produksi pertamanya sebesar 500 barel minyak per hari dari Sumur Tonga-01,” ujarnya.

Produksi tersebut dapat ditingkatkan sampai melebihi 1.000 barel minyak per hari dengan dibukanya Sumur Blok Tonga-03 pada akhir kuartal ke-3 Tahun 2012. Blok Tonga ini mempunyai cadangan minyak tersertifikasi 3P sebesar 7 juta barel dan jumlah prospek sumber daya minyak (P50) sebesar 31,2 juta barel.

Pada 2010, perseroan mengakuisisi beberapa blok Migas. Pada 2011, PT Mosesa Petroleum,berhasil melakukan pengeboran dua sumur pengembangan di blok Tonga.

Menurut Direktur PT Capitalinc Investment Tbk, Theodore Pun, pada 2012 ini perseroan menargetkan belanja modal (Capex) sekitar US20 juta, untuk pengembangan beberapa blok. Antara lain, Tonga, Blok Air Komering, dan Blok Seinangka dan Senipah.

Sementara itu RUPS PT Capitalinc Investment Tbk menyetujui sejumlah agenda, di antaranya menerima laporan direksi, mengesahkan neraca dan perhitunangan rugi/laba untuk tahun buku 2012 dan menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2011. [tjs]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1876839/capitalink-fokus-ke-ladang-minyak-produktif

MTFN siap menjual lagi dua aset non-migas


JAKARTA. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) siap menjual aset yang tidak berhubungan dengan bisnis minyak dan migas (migas). Emiten itu akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Aetra Air Tangerang (AAT) serta PT Capitalinc Finance (CF), pada tahun ini.
Direktur MTFN, Budi Prihantoro, mengemukakan, perseroan memiliki penyertaan saham di AAT sebesar 5%, sedangkan porsi kepemilikan di CF setara 94,85%. "Book value Aetra sekitar Rp 9 miliar hingga Rp 10 miliar, kalau Capitalinc Finance sekitar Rp 45 miliar," ujar dia, Rabu (27/6).
Manajemen berharap nilai transaksi penjualan saham itu bisa lebih besar dari nilai buku tersebut. Saat ini, sudah ada beberapa calon pembeli potensial yang bersedia mengambilalih kepemilikan saham AAT dan CF. Tapi Budi belum mau mengungkapkan identitas calon pembeli kedua anak usaha MTFN.
Direktur Keuangan MTFN, Theodore Pun, menambahkan, dengan penjualan kedua aset itu, maka beban perseroan bisa ditekan. "Kami berharap laba bersih bisa positif pada tahun ini," tutur dia.
Sepanjang 2011, MTFN membukukan kerugian sebesar Rp 12,89 miliar. Hal itu disebabkan beban operasional, yang melampaui pendapatan. Pendapatan tahun lalu tercatat sebesar Rp 52,63 miliar. Sementara biaya operasionalnya Rp 64,9 miliar.
Theodore menjelaskan, pemeliharaan aset-aset non-migas, terutama milik CF, memerlukan biaya yang cukup tinggi. Dengan menjual aset itu, MTFN ingin beban keuangannya bisa terpangkas.
Meski beban menurun, potensi pendapatan perseroan diperkirakan ikut menyusut. Pasalnya, perseroan hanya mengandalkan penjualan migas, khususnya minyak dari Blok Tonga. Kemampuan produksinya sekitar 500 barel per hari. "Pendapatan dari sektor migas tahun ini ditargetkan Rp 25 miliar," ujar Theodore.
Sebelumnya, manajemen MTFN menargetkan bisa membukukan pendapatan sekitar Rp 63 miliar. Menurut Theodore, target tersebut dengan asumsi ATT dan CF masih dikuasai perseroan.
MTFN memang berupaya memfokuskan bisnisnya ke sektor migas. Pada Agustus tahun lalu, perseroan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya pada PT Cimanggis Cibitung Tollways ke PT Bakrie Tol Indonesia.
Bakrie Tol merupakan anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). PT Cimanggis Cibitung Tollways adalah pengelola ruas tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km dengan masa konsesi 35 tahun. Harga saham MTFN, Kamis (27/6) anjlok 8,82% menjadi Rp 310 per saham.