DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label UNSP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNSP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2012

UNSP bagi-bagi dividen Rp 4,5 per saham


JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) akan membayar dividen senilai Rp 4,5 per saham atau total Rp 62,5 miliar.
Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen 8,7% dari laba bersih 2011 yang mencapai Rp 745,5 miliar. Pembagian dividen itu sudah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tanunan (RUPST) yang digelar Kamis (14/6).
"Kami masih butuh capex yang cukup besar di tahun ini, jadi porsi dividen kecil," kata Bambang Aria Wisena, Direktur Utama UNSP di Jakarta, Kamis (14/6).

Sebagai informasi, tahun ini, UNSP menganggarkan belanja modal senilai US$ 40 juta. Sekitar US$ 20 juta dari anggaran itu dialokasikan untuk pengembangan bisnis oleochemical. Sementara sisanya buat pengembangan bisnis lain seperti kelapa sawit dan karet.

Bambang Aria Wisena pimpin UNSP

JAKARTA. Jajaran direksi PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) mengalami perombakan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan(RUPST) yang digelar Kamis (14/6), Bambang Aria Wisena dipercaya sebagai direktur utama emiten perkebunan Grup Bakrie tersebut, menggantikan Ambono Januarinto.

Bambang bukan orang baru di jajaran direksi UNSP. Pada periode sebelumnya, Bambang sudah menjabat sebagai Direktur Divisi Karet UNSP.

Jabatan direktur keuangan UNSP juga berpindah tangan dari Harry M. Nadir kepada Cholil Hasan. Sebelumnya, Cholil juga menjabat sebagai Executive Vice Presiden di PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Direktur Keuangan PT Bakrie Power.

"Dengan jajaran baru ini, kami berharap bisa meningkatkan kinerja UNSP," kata Bambang, di Jakarta, Kamis (14/6).

Selain perombakan direksi, RUPS juga menyetujui penambahan anggota komisaris dengan mengangkat Anindya Bakrie sebagai komisari UNSP.

Berikut jajaran direksi dan komisaris UNSP hasil RUPST 2012.

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Soedjai Kartasasmita
Komisaris Independen: Bungaran Saragih
Komisaris Independen: Anton Apriyantono
Komisaris: Bobby Gafur
Komisaris: Eddy Soeparno
Komisaris: Anindya Bakrie

Dewan Direksi:

Direktur Utama: Bambang Aria Wisena
Direktur: Howard J. Sargeant
Direktur: M. Iqbal Zainuddin
Direktur: Rudi Suwarno
Direktur: Cholil Hasan


http://investasi.kontan.co.id/news/bambang-aria-wisena-pimpin-unsp

Selasa, 15 Mei 2012

Laba UNSP Jadi Rp84,6 M Tertekan Angka Penjualan


INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) per 31 Maret 2012 mencatatkan laba sebesar Rp84,6 miliar atau turun 63% dari Rp229,6 miliar pada periode yang sama tahun 2011.

Demikian seperti dikutip perseroan dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/5/2012). Kondisi tersebut disebabkan oleh penjualan bersih yang turun Rp1,01 triliun dari Rp1,14 triliun. Dengan demikian laba bruto perseroan turun Rp615,37 miliar dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp718,75 miliar.

Selanjutnya laba sebelum beban pajak penghasilan perusahaan yang merupakan bagian dari kelompok usaha Grup Bakrie ini tercatat Rp109,9 miliar per akhir Maret 2012. Jumlah tersebut turun dari Rp325,8 miliar pada periode yang sama 2011.

Penurunan juga terjadi pada posisi kas dan setara kas perseroan yang menjadi Rp165,69 miliar pada akhir Maret 2012 dari periode yang sama tahun lalu Rp329,7 miliar. Pada kuartal pertama tahun ini, perseroan mengalami peningkatan aset menjadi Rp19,1 triliun.