DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Rabu, 01 Agustus 2012
TRIS Naikkan Target Penjualan 2012
INILAH.COM, Jakarta - PT Trisula International Tbk (TRIS) menaikkan target penjualan 2012 dari Rp500 miliar menjadi Rp600 miliar.
"Secara forecash di tangan sudah 85% dari target tersebut sudah tercapai," ujar Presiden Direktur TRIS Lisa Tjahjadi dalam acara paparan kinerja Semester I 2012 di Jakarta, Selasa (31/7/2012) malam.
Per Juni 2012, penjualan TRIS mencapai Rp150 miliar atau naik 2% dibanding periode yang sama 2011. Dia memprediksi penjualan retail apparel beberapa brand ternama, antara lain Jack Nicklaus, JOBB, UniAsia dan Man Club ini, menjelang lebaran akan ikut mendongkrak penjualan tahun ini. "Kita targetkan penjualan domestik akan naik 3-3,5 kali dari hari biasanya menjelang lebaran ini atau sekitar Rp8-9 miliar,"katanya.
Menurut Lisa, pertumbuhan penjualan perseroan masih didominasi oleh konsumsi domestik. Hal ini terlihat dari sales growth domestik retail yang memberikan kontribusi sekitar 32%.
Adapun merek yang memberikan kontribusi pertumbuhan penjualan terbesar, menurut Lisa adalah JOBB yang mencapai sekitar 43%, diikuti Jack Nicklaus 14% dan Uni Asia 325%.
"Sales domestik retail ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan lebih besar lagi di semester kedua karena adanya event Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Saat ini penjualan menjelang Lebaran sudah mulai dirasakan," ungkap Lisa.
Sementara untuk ekspor, kata Lisa lebih lanjut, kendati penjualannya menunjukkan angka yang stabil, namun secara value ada sedikit penurunan sebesar 2%. "Dalam keadaan market global, khususnya pasar Eropa seperti saat ini, kita sangat bersyukur dapat mempertahankan customer kita, bahkan ada beberapa customer dari negara tertentu seperti Jepang menunjukkan peningkatan yang cukup baik," katanya.
Melihat begitu baiknya perkembangan hasil retail domestik, Lisa mengatakan bahwa perseroan sesuai janjinya akan terus mengembangkan retail domestik ini dengan terus akan menambah gerai-gerai baru.
Dia menyebutkan, total titik penjualan hingga akhir Juni lalu mencapai 194 titik penjualan yang masih tersebar di daerah Jabodetabek dan Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan pertumbuhan titik penjualan baru sebesar 18% dari jumlah pada akhir tahun 2011 yang sebesar 165 titik penjualan.
"Dua gerai yang baru dibuka pada 28 Juli yang lalu adalah di Kota Casablanka dengan merek Jack Nicklaus dan JOBB. Berikutnya yang sudah pasti akan dibuka sebelum akhir tahun yaitu di Alam Sutera, Mal EXION di Kemang Village, Taman Anggrek dan Mal Hartono di Solo," kata Lisa.
Perseroan juga berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 310% pada Semester I 2012 menjadi Rp6,48 miliar dari Rp2,09 miliar pada periode yang sama 2012. Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp30 miliar tahun ini.
Seperti diketahui, Trisula pada akhir Juni lalu secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pada Juli lalu, setelah transaksi mengakuisisi PT Trisco Tailored Apparel. Perseroan akan terus menambah jumlah titik penjualan hingga mencapai 350 titik di akhir 2015 dan penjualan diharapkan akan mencapai Rp1 triliun di 2016. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889299/tris-naikkan-target-penjualan-2012
Indocement Baru Realisasikan Capex 15%
INILAH.COM, Jakarta- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk baru merealisasikan belanja modal (capital expentidure/capex) sebesar 15% pada semester pertama 2012.
"Namun kita akan menggenjot capex pada semester dua 2012 nanti, terutama untuk pembangunan pabrik di Citeureup yang akan dimulai tahun ini," ujar Direktur Keuangan Indocement Tjulie Sukanto, Selasa (31/7/2012) malam.
Tahun ini, perseroan rencananya akan membangun pabrik semen (brown field) dengan kapasitas 4,4 juta ton per tahun di Citeureup dan diharapkan akan beroperasi pada 2015 mendatang.
Untuk mengantisipasi permintaan domestik yang akan terus tumbuh dalam jangka menengah, terlebih lagi dengan adanya pembangunan infrastruktur, perseroan juga sedang membangun sebuah penggilingan semen baru di Citereup berkapasitas 1,9 juta ton per tahun yang diperkirakan selesai 2013.
Selain itu, lanjut Tjulie, perseroan juga sedang dalam tahap akhir studi kelayakan untuk membangun dua pabrik semen baru (green field) dengan kapasitas produksi masing-masing 2,5-2,5 juta tom per tahun, satu pabrik di Jawa Tengah dan yang lainnya di luar Jawa. "Jadi capex kita akan kita genjot ke sana," tuturnya. Adapun kapasitas produksi Indocement saat ini mencapai 18,6 juta ton.
Pada semester pertama 2012, Indocement mencatatkan kenaikan total volume penjualan sebesar 17,5% menjadi 8,75 juta ton. Adapun volume penjualan domestik sebesar 8,69 juta ton atau naik 21,8% dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp7,1 juta ton.
Sementara untuk volume ekspor terjadi penurunan sebesar 81,5% menjadi hanya 57 ribu ton dari sebelumnya 310 ribu ton. "Ini karena kami ingin mengutamakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang tinggi," tukas Tjulie.
Pendapatan bersih perseroan naik 29,4% menjadi Rp8,19 triliun yang didukung penjualan domestik yang kuat dan kenaikan harga domestik sebesar 6% pada semester pertama 2012.
Marjin laba kotor sedikit turun menjadi 46,1% dari 47,4%, meskipun laba kotor dalam jumlah absolut naik 25,9% menjadi Rp3,78 triliun dari sebelumnya Rp3 triliun. Beban usaha naik 28,8% menjadi Rp1,15 triliun terutama karena biaya logistik yang lebih tinggi sebagai dampak dari volume penjualan yang tinggi dan kenaikan tarif distribusi.
Marjin laba usaha juga turun dari 33,5% menjadi 32,5%, namun dalam jumlah absolut laba usaha masih naik 25,7% menjadi Rp2,66 triliun. EBITDA naik 25% menjadi Rp3,03 triliun. Sementara laba bersih perusahaan pada semester pertama 2012 naik 25,3% menjadi Rp2,18 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp1,73 triliun. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889333/indocement-baru-realisasikan-capex-15
Ekspor TRIS ke Eropa dan AS Turun 15%
INILAH.COM, Jakarta -PT Trisula International Tbk (TRIS) mengalami penurunan ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat sebesar 15%.
"Memang perusahaan kita mengalami sedikit tekanan dalam menjalankan usahanya di Eropa dan Amerika Serikat akibat krisis yang terjadi di sana," ungkap Presiden Direktur TRIS Lisa Tjahjadi dalam paparan kinerja Semester I 2012 di Jakarta, Selasa (31/7/2012) malam.
Namun, lanjutnya, penurunan usaha di Eropa dan AS ini bisa ditopang kenaikan ekspor ke Jepang dan Australia. "Khususnya ke Jepang, kita mengalami kenaikan penjualan sebesar 25%," tuturnya.
Lisa yakin tertahannya order-order di Eropa dan AS ini masih terjaga mengingat perseroan memiliki pelanggan (customer) besar yang sudah cukup lama di sana dan masih bertaham hingga saat ini.
Sedang penjualan ke Australia dan Jepang akan menjadi penopang pertumbuhan perseroan ke depan yang akan dilakukan melalui anak usahanya PT Trisco Tailored Apparel.
PT Trisula International Tbk, adalah retail apparel beberapa brand ternama, antara lain Jack Nicklaus, JOBB, UniAsia dan Man Club. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889335/ekspor-tris-ke-eropa-dan-as-turun-15
EXCL Catatkan Penurunan Laba Bersih Jadi Rp1,46 T
INILAH.COM, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan penurunan laba bersih periode berjalan sebesar 4,07% menjadi Rp1,46 triliun hingga semester pertama 2012, dari periode yang sama 2011 (YoY) sebesar Rp1,52 triliun.
Pendapatan perseroan naik 12,59% menjadi Rp10,17 triliun pada semester pertama 2012 YoY dari Rp9,03 triliun. Beban perseroan naik menjadi Rp2,43 triliun YoY dari Rp2,31 triliun. Demikian seperti dikutip dari keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/8/2012).
Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp1,97 triliun pada paruh pertama 2012, ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,06 triliun. Alhasil, laba bersih per saham dilusian turun menjadi Rp171 per saham pada semester pertama 2012 Yoy dari Rp179 per saham.
Total liabilitas dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp34,26 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp31,17 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp883,38 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp998,11 miliar.
Pada perdagangan saham Rabu (1/8/2012), saham EXCL naik tipis 0,81% ke level Rp6.200 per saham. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889344/excl-catatkan-penurunan-laba-bersih-jadi-rp146-t
Adaro Turunkan Target Produksi 2012
INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menurunkan target produksi menjadi 48-51 juta ton dari 50-53 juta ton pada 2012.
Hal itu disampaikan Head of Investor Relation PT Adaro Enery Tbk Cameron T. dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/8/2012).
Penurunan target produksi tersebut dengan pertimbangan kondisi pasar yang sulit. Hingga yoy, volume produksi perseroan sebesar 12,05 juta ton sehingga volume produksi tengah tahun mencapai 23,01 juta ton."Volume curah hujan yang rendah pada kuartal kedua 2012 terutama di Mei dan jumlah hari hujan normal juga mempengaruhi produksi perseroan," ujar Cameron.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah pada jalur yang tepat dalam memenuhi target pemindahan lapisan penutupan tahun ini dengan peningkatan sebesar 26% yoy sehingga mencapai 87,29 Mbcm. Selain itu, perseroan mengawasi pengeluaran kas dan mempertahankan marjin.
Pihaknya akan terus melanjutkan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan pertumbuhan andal, aman dan berjangka panjang. Adapun seluruh volume penjualan telah dikontrak dan sebagian besar merupakan kontrak dengan harga tetap dan terkait dengan indeks.
Pada kuartal kedua 2012, manajemen telah mengeluarkan biaya sebesar US$52,2 juta untuk proyek infrastruktur dan peningkatan kapasitas kelanis. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889380/adaro-turunkan-target-produksi-2012
Semester I, Bakrieland Rugi Rp81,1 Miliar
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) tidak dapat mengulang perolehan laba semester I 2011, namun mengalami kerugian Rp81,16 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Rabu (1/8/2012). Pada semester I 2011, perseroan masih dapat mengumpulkan keuntungan mencapai Rp180,8 miliar.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, perseroan mengalami penutunan pendapatan usaha menjadi Rp962,9 miliar dari Rp1,04 triliun di tahun lalu. Beban pokok penghasilan turun menjadi Rp509,70 miliar dari beban pokok penghasilan sebelumnya Rp650,49 miliar.
Laba kotor naik menjadi Rp453,22 miliar dari laba kotor di periode sebelumnya yang Rp394,38 miliar. Perseroan mencatat beban lain-lain sebesar Rp492,83 miliar hingga Juni 2012 dari beban lain-lain sebelumnya yang Rp230,03 miliar.
Perseroan mengalami kerugian sebelum pajak mencapai Rp39,6 miliar dari laba sebelum pajak sebelumnya Rp164,3 miliar. Total aset perseroan per Juni 2012 naik menjadi Rp17,81 triliun dari total aset per Desember 2011 yang Rp17,7 triliun.
Saham ELTY pada pukul 13:20 WIB stagnan di Rp61 dengan volume 403.313 saham senilai Rp12,3 miliar sebanyak 979 kali transaksi.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889444/semester-i-bakrieland-rugi-rp811-miliar
Inginkan Laba, Garuda Andalkan Citilink
INILAH.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 20% pada 2012. Pertumbuhan kinerja tersebut akan didorong dari Citilink.
"Kami memprediksikan pertumbuhan sekitar 20%-21% termasuk capacity growth. Citilink sebagai low cost carrier akan diperbesar. Selain itu, strategi Garuda tetap full service dan middle up market," tutur Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, saat konfrensi pers paparan kinerja perseroan, Rabu (1/8/2012).
Lebih lanjut ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia meski dikoreksi menjadi 6,5% pada 2012 namun tetap menunjukkan pertumbuhan ekonomi cukup baik. Hal itu juga berdampak terhadap bisnis penerbangan. Jumlah penumpang dan industri penerbangan diprediksikan tumbuh baik pada 2012.
Sementara itu, Direktur Utama Citilink, M. Arif Wibowo menuturkan, pihaknya menargetkan jumlah penumpang Citilink sebesar 4 juta penumpang pada 2012. Hingga kini passanger capacity telah mencapai 1,184 juta penumpang.
Selain itu, saat ini perseroan telah memiliki 15 pesawat dari 8 pesawat pada 2011. Pendapatan perseroan pun diprediksikan telah mendekati Rp1 triliun hingga kini.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) selama semester pertama 2012 mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 18% YoY. Kendati mengalami kemajuan, namun bottom line masih tercatat rugi sebesar US$2 juta. Pendapatan perseroan naik 18% menjadi US$1,51 miliar dari semester pertama 2011 sebesar US$1,28 miliar.
Laba usaha perseroan mencapai US$10,79 juta pada paruh pertama 2012 yoy dari rugi sebesar US$34,75 juta. Sedangkan rugi periode berjalan menjadi US$2,02 juta hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar US$22,33 juta. Kendati laba usaha positif, biaya pajak yang lebih besar menggerus kinerja perseroan menjadi rugi bersih. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889451/inginkan-laba-garuda-andalkan-citilink
Langganan:
Postingan (Atom)