DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Minggu, 11 November 2012

Morning Dew - 12 November 2012

Market Preview


Bursa saham di Amerika ditutup di area positif pada hari Jumat kemarin setelah dalam beberapa sesi sebelumnya melemah cukup signifikan. Indeks DJIA naik tipis 0.03%, indeks S&P 500 juga menguat tipis 0.17% demikian pula dengan indeks NASDAQ yang naik 0.32%. Sebelumnya, di Eropa indeks DAX dan FTSE berakhir melemah dengan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 0.58% dan 0.11%.

Data kepercayaan konsumen yang dirilis hari Jumat menunjukkan membaiknya kepercayaan konsumen ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Data ini setidaknya mengimbangi kekhawatiran pasar akan kemungkinan terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal (fiscal cliff). Data sementara dari Thomson Reuters/University of Michigan untuk periode bulan November menunjukkan kenaikan dari 82.6 menjadi 84.9, melebihi ekspektasi para analis yang sebelumnya memprediksikan indeks naik tipis menuju 82.9.

Di sisi lain, pasar tetap mengkhawatirkan sulitnya kompromi antara partai Demokrat dan Republik sehubungan dengan penetapan anggaran pemerintah. Jika hingga akhir tahun Kongres tidak berhasil mencapai kesepakatan, akan dilakukan pemangkasan otomatis pada pengeluaran pemerintah sebesar $607 miliar disertai dengan kenaikan pajak yang akan mulai diberlakukan bulan Januari.

Para pelaku pasar juga mengamati perkembangan krisis di Eropa dimana Yunani tengah menantikan dicairkannya dana bantuan berikutnya oleh pihak Troika (EU, ECB dan IMF). Namun, keputusan ini diperkirakan baru akan dikeluarkan pada akhir bulan November karena pihak Troika masih menantikan dirilisnya laporan mengenai kelayakan Yunani untuk menerima pencairan dana bantuan berikutnya.

Menjelang sesi perdagangan pekan mendatang, Jakarta Composite Index (JCI) kembali diperkirakan bakal berfluktuasi antara 4,300 hingga 4,350 karena hingga akhir tahun ini diprediksi perhatian pasar akan tertuju pada kompromi antara partai Demokrat dan Republik mengenai penetapan anggaran.

Data ekonomi yang akan dirilis pekan mendatang mencakup data inflasi yaitu CPI dan PPI, data penjualan ritel dan business inventory, data Empire manufacturing dan Philadephia Fed survey, serta data produksi industrial. Berita acara dari pertemuan FOMC terakhir juga akan dirilis pekan mendatang.

Penjualan ritel di Amerika diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0.2% di bulan Oktober setelah pada periode sebelumnya meningkat 1.1%. Diluar penjualan otomotif, penjualan ritel diprediksi naik tipis 0.2% sementara diluar penjualan otomotif dan bahan bakar kenaikan penjualan ritel di bulan Oktober diprediksi mencapai 0.4%.

Data inflasi Amerika untuk bulan Oktober diperkirakan bakal menunjukkan sedikit akselerasi. Indeks harga produsen diprediksi naik 2.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara dibandingkan periode September indeks harga produsen melambat dari 1.1% menjadi 0.2%. Diluar harga makanan dan bahan bakar indeks juga mengalami akselerasi dari 2.3% menjadi 2.4%. Di sisi konsumen, indeks harga konsumen juga mengalami akselerasi dari 2.0% menjadi 2.1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, indeks harga konsumen naik 2%, sama dengan kenaikan pada bulan sebelumnya.

Di sisi bursa tenaga kerja, pengajuan klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 10 November diperkirakan naik dari 355 ribu menjadi 375 ribu, namun kenaikan ini diasumsikan lebih cenderung dipengaruhi oleh badai Sandy yang menghantam Amerika baru-baru ini.

Dua indeks lainnya, yaitu Empire Manufacturing dan Philadelphia Fed Index diperkirakan memburuk di bulan November. Indeks Empire Manufacturing diprediksi turun dari -6.16 menjadi -7.35, sedangkan indeks Philadelphia Fed turun dari 5.7 menjadi 1.5.


Jumat, 09 November 2012

After-hours - 9 November 2012

Market Review

Di tengah terpuruknya bursa regional, Jakarta Composite Index (JCI) berhasil mencatatkan kenaikan tipis pada sesi perdagangan hari Jumat. JCI ditutup naik 0.13%, seiring dengan menguatnya indeks LQ-45 dan IDX30 yang masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.05% dan 0.15%.


Di tingkat regional, indeks Nikkei, Hang Seng dan KOSPI mengalami penurunan dengan masing-masing melemah sebesar 0.9%, 0.85% dan 0.52%.

Lima sektor berhasil menguat dan lima lainnya ditutup melemah. Sektor terbaik yaitu keuangan berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0.98% sementara sektor pertanian mencatatkan penurunan terbesar yaitu 1.02%.

Posisi asing kembali berakhir dengan net sell namun dengan nilai yang lebih kecil yaitu Rp13.76 miliar. Perbandingan antara jumlah saham yang menguat dan melemah adalah 115 berbanding 120 dengan 128 saham lainnya ditutup stagnan, tidak berubah dibandingkan dengan angka penutupan hari Kamis kemarin.

Dari sepuluh saham yang direkomendasikan, kenaikan terbesar dicatatkan kembali oleh ADHI yang mencapai level tertingginya di 1520 sebelum akhirnya ditutup di 1500. BBCA juga ditutup menguat sebesar 1.18% diikuti oleh CLPI yang naik 1.12%. Sebaliknya, MDLN, INDS dan SSIA ditutup melemah masing-masing 1.85%, 0.61% dan 0.85%. CTRS dan ESSA ditutup stagnan pada angka penutupan hari Kamis kemarin.

Data ekonomi yang dirilis di China menunjukkan inflasi melambat dari 1.9% di bulan September menjadi 1.7% sementara output industri tumbuh 10%, sama dengan pertumbuhan pada bulan September. Penjualan ritel juga di bulan Oktober berhasil melampaui ekspektasi yaitu tumbuh sebesar 14.5% dibandingkan ekspektasi 14.4% dan mengalami akselerasi dari pertumbuhan  bulan sebelumnya yaitu 14.2%.

Hari Sabtu besok akan dirilis juga beberapa data ekonomi dari China, antara lain ekspor dan impor serta neraca perdagangan.

Menjelang dibukanya Wall Street, kontrak berjangka indeks saham Amerika dan saham-saham di Eropa bergerak melemah seiring dengan masih pesimisnya pasar terhadap isu fiscal cliff dan pencairan dana bailout Yunani.

Indeks DAX dan FTSE masing-masing melemah 0.55% dan 0.12% pada pertengahan hari di Eropa.

Di sisi teknikal, JCI kembali bertahan dalam rentang harga 4,300-4,350 seperti yang terjadi pada sesi-sesi perdagangan sebelumnya. Hal ini menjaga peluang bagi indeks untuk kembali menguat pada minggu depan terutama apabila sentimen pasar membaik.


Kamis, 08 November 2012

Morning Dew - 9 November 2012

Market Preview

Tekanan jual mendominasi perdagangan saham global pada hari Kamis dengan pusat perhatian pasar saat ini tertuju pada Eropa dan juga potensi terjerumusnya perekonomian Amerika ke dalam fiscal cliff apabila antara partai Republik dan Demokrat tidak mampu mencapai kesepakatan mengenai penetapan anggaran belanja negara.


Indeks FTSE dan DAX masing-masing ditutup melemah 0.27% dan 0.39% dan selanjutnya diikuti oleh terpuruknya tiga indeks utama Amerika. Indeks Dow Jones berakhir melemah 0.94%, sedangkan indeks S&P dan NASDAQ ditutup melemah masing-masing 1.22% dan 1.42%.

Pertemuan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis menghasilkan pernyataan oleh presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan bahwa ECB siap untuk melakukan transaksi moneter langsung untuk membantu menstabilkan perekonomian di Eropa yang saat ini tengah dilanda oleh krisis fiskal. Menurut Draghi, prospek perekonomian di Eropa menunjukkan kondisi yang memburuk dengan terseretnya Jerman, pilar utama zona euro mulai terkena dampak dari krisis fiskal Eropa. Pernyataan ini sempat mengundang spekulasi bahwa suku bunga zona euro berpotensi untuk kembali diturunkan untuk memacu kembali perekonomian di kawasan ini. Di sisi lain, Spanyol tetap belum mengajukan permintaan untuk pemberian dana bailout oleh Eropa sehingga menghambat upaya ECB untuk memperbaiki mekanisme penerapan kebijakan moneter di zona euro.

Hasil pertemuan Bank of England (BOE) mencakup dihentikannya program pembelian obligasinya setelah para pembuat kebijakan di dewan MPC mempertanyakan efektivitas dari program ini terhadap pemulihan ekonomi di Inggris. Sehubungan dengan suku bunga, BOE kembali mempertahankan suku bunga Inggris di 0.5%.

Di Yunani, hasil voting mengenai undang-undang ketenagakerjaan akhirnya dimenangi oleh kubu PM Antonis Samaras, sehingga hal ini diperkirakan akan memuluskan dicairkannya dana bailout selanjutnya oleh Troika (ECB, Uni Eropa dan IMF). Voting berikutnya aka dilangsungkan tanggal 11 mendatang untuk menetapkan anggaran belanja negara yang juga akan menjadi kunci bagi dialirkannya dana bantuan dari Eropa bagi Yunani. Meskipun PM Samaras berhasil memenangi voting undang-undang ketenagakerjaan, sebagian pelaku pasar masih mengkhawatirkan kemungkinan ditundanya pencairan dana bailout hingga akhir bulan ini.

Di Amerika, data jobless claims menunjukkan pengajuan klaim pengangguran mengalami penurunan sebesar 8,000 klaim menjadi 355 ribu dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Berdasarkan pola yang umum terjadi, penurunan ini disebabkan oleh adanya badai Sandy yang menghantam Amerika, sehingga pengajuan klaim cenderung turun sebelum nantinya kembali menanjak. Sebelumnya, para analis memprediksi jumlah klaim stagnan di level 365 ribu dengan rentang prediksi antara 335 ribu hingga 450 ribu. Pekan sebelumnya jumlah klaim yang diajukan mencapai 363 ribu.

Data ekonomi lain yang dirilis pada hari Kamis adalah data neraca perdagangan Amerika yang secara tak terduga mengecil menjadi $41.5 miliar, terendah sejak Desember 2010.

Namun, walaupun data ekonomi membaik di Amerika kekhawatiran pasar akan potensi gagalnya tercapainya kompromi antara Demokrat dan Republik mengenai penetapan anggaran tetap membayangi sentimen pasar. Jika hingga pergantian tahun nanti masih terjadi kebuntuan dalam negosiasi anggaran, maka akan terjadi pemangkasan anggaran secara otomatis sekaligus kenaikan beberapa jenis pajak seperti pajak pendapatan, pajak capital gains dan pajak terhadap dividen. Dua pajak yang terakhir inilah yang mengancam nilai saham karena berpotensi mengurangi nilai riil saham dengan dikenakannya besaran pajak yang lebih tinggi.

Di China, pimpinan bank sentral China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa data-data ekonomi China yang rencananya dirilis pagi ini akan menunjukkan peningkatan kinerja dimana pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencatatkan peningkatan di triwulan terakhir 2012. Hal senada disampaikan secara terpisah oleh wakil gubernur PBOC yaitu Yi Gang yang mengatakan bahwa kinerja ekonomi China di triwulan keempat akan relatif baik.

Hingga Jumat pagi di Asia, indeks Nikkei telah terpangkas lebih dari 1% sementara dari Australia dikabarkan bahwa bank sentral Australia yaitu Reserve Bank of Australia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Australia seiring dengan menurunnya tingkat investasi pada bijih besi, batubara dan proyek-proyek gas alam. Selain itu, upaya pemerintah Australia menekan anggaran untuk mencapai surplus diperkirakan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan GDP rata-rata diperkirakan berada di antara 2.25% hingga 3.25% di tahun 2013, turun dari 2.75% hingga 3.25% pada proyeksi sebelumnya. Indeks harga konsumen juga diperkirakan naik antara 2% hingga 3% tahun depan. Kontribusi sumber daya alam diperkirakan akan turun dari 9% dari GDP menjadi 8%, namun penurunan harga-harga komoditi pada triwulan yang lalu mendorong perusahaan pertambangan untuk menunda beberapa proyek-proyeknya. Investasi pada sumber daya alam ini diperkirakan akan kembali mencapai titik puncaknya tahun depan namun pada level yang lebih rendah walaupun RBA telah memangkas suku bunga sebesar 1.5% sejak November tahun lalu. Di sisi fiskal, upaya pemerintah Australia untuk mencapai surplus anggaran sebesar A$44 miliar dikhawatirkan dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

Pergerakan Jakarta Composite Index (JCI) hari Jumat ini diperkirakan masih berada di kisaran 4,300 hingga 4,350 dengan support di 4,280-4,290 mampu menahan tekanan jual. Sementara itu, walaupun peluang untuk kembali menanjak menuju area 4,376 masih terjaga, buruknya sentimen pasar saat ini kemungkinan akan menahan upaya penguatan indeks di area 4,350.


After-hours - 8 November 2012

Market Review

Terpuruknya bursa Eropa dan Amerika pada hari Rabu kemarin berdampak pada kinerja bursa Asia pada sesi perdagangan Kamis. Jakarta Composite Index (JCI) ditutup melemah 0.52%, LQ-45 dan IDX30 terpuruk masing-masing 0.58% dan 0.55% sementara indeks regional Nikkei, Hang Seng dan KOSPI juga berakhir melemah dengan masing-masing mencatatkan penurunan 1.51%, 2.41% dan 1.19%.

Sektor aneka industri menjadi satu-satunya sektor yang berhasil menguat sementara sembilan sektor lainnnya berakhir melemah. Sektor pertambangan mencatatkan penurunan terbesar yaitu 1.27% disusul oleh sektor perdagangan (-1.08%) dan sektor infrastruktur (-0.94%).

Sebanyak 178 saham ditutup melemah dengan hanya 76 saham berhasil bertahan di zona hijau. Sisanya, sebanyak 107 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing kembali berakhir dengan kondisi net sell senilai Rp326.19 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, kenaikan terbesar dicatatkan oleh SSIA yang menguat 1.74%. Selain SSIA hanya ESSA yang berhasil menguat yaitu sebesar 0.89%. Sebaliknya, CTRS, ISAT dan MDLN ditutup stagnan dan INDS mencatatkan penurunan terbesar yaitu 2.98% disusul oleh ADHI (-2.01%). ASGR, BBCA, dan CLPI juga berakhir melemah pada akhir perdagangan hari Kamis ini.

Tertekannya kinerja bursa dikarenakan oleh munculnya kekhawatiran akan potensi terjungkalnya perekonomian Amerika ke dalam jurang fiskal (fiscal cliff) dimana anggaran pengeluaran pemerintah berpotensi terpangkas seiring dengan adanya kenaikan beberapa pajak, terutama pajak atas capital gains dan dividen. Apabila fiscal cliff tidak dapat dicegah dengan kompromi antara partai Demokrat dan Republik, perekonomian Amerika terancam mengalami perlambatan pada pertumbuhan ekonominya.

Sore ini pasar juga tengah menantikan keputusan dari European Central Bank dan Bank of England sehubungan dengan kebijakan moneter masing-masing. Pasar menantikan apakah ECB akan mempertahankan kebijakan moneternya di tengah krisis yang berkepanjangan di Eropa.

Di sisi teknikal, JCI kembali sempat menembus level supportnya di 4,300 dan mencapai 4,291 walaupun akhirnya ditutup di 4,327.87 pada sisi atas pergerakan intraday hari ini. Dengan bertahannya indeks di area 4,300-4,350, prospek kenaikan kembali JCI masih tetap terjaga. Pergerakan bursa Eropa dan Amerika malam ini akan kembali menentukan arah pergerakan bursa Asia pada sesi Jumat besok. 


Rabu, 07 November 2012

Morning Dew - 8 November 2012

Market Preview

Paska pemilu di Amerika para investor cenderung kembali memusatkan perhatian mereka pada potensi terjadinya fiscal cliff dan juga pada perkembangan situasi seputar krisis Eropa.


Indeks Dow Jones melemah tajam hingga 2.36%, indeks S&P 500 dan indeks NASDAQ juga turun signifikan sebesar masing-masing 2.37% dan 2.48%. Indeks FTSE dan DAX di Eropa juga tertekan dan ditutup melemah 1.58% dan 1.96% pada sesi perdagangan Rabu.

Melemahnya sentimen pada sesi Eropa dan Amerika ini diperkirakan akan berdampak negatif pada sesi perdagangan di Asia hari Kamis ini. Jakarta Composite Index yang pada hari Rabu ditutup menguat 0.84% di 4,350.42 terancam kembali melemah hingga menguji level supportnya di antara 4,270-4,280.

Pada awal sesi Asia pagi ini, indeks Nikkei telah terpangkas hingga 1% dan hal ini mengindikasikan bahwa sesi Asia hari ini cenderung akan berada dalam kisaran negatif.

Bagi pasar, kemenangan Obama menghadapkan perekonomian Amerika pada kemungkinan terdorongnya Amerika ke dalam jurang fiskal dimana tingkat pajak akan meningkat dan pengeluaran pemerintah akan terpangkas secara otomatis apabila antara partai Republik dan Demokrat tidak dapat tercapai kesepakatan dalam menentukan anggaran belanja pemerintah. Apabila terjadi, pertumbuhan ekonomi di Amerika akan terancam melambat. Tingkat pajak pendapatan marjinal dikhawatirkan akan naik dari 35% menjadi 40%, pajak atas capital gains naik dari 15% menjadi 20% sementara pajak atas dividen juga dikhawatirkan naik dari 15% menjadi jumlah yang belum dapat ditentukan. Pada dasarnya, dengan naiknya pajak-pajak tersebut, terutama pajak dividen dan capital gains, nilai saham akan menjadi menurun.

Reformasi perbankan berdasarkan aturan Dodd-Frank yang hingga ini masih tertunda juga diperkirakan tidak dapat dihindarkan lagi setelah Romney gagal memenangi pemilu. Kemenangan Romney sebelumnya diharapkan oleh sektor perbankan untuk memberikan kondisi regulasi yang lebih longgar, namun hal ini rupanya tidak dapat terpenuhi dan dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan aturan Dodd-Frank diprediksi akan mencapai tahap finalisasinya.

Sehubungan dengan masa depan Ben Bernanke sebagai pimpinan Federal Reserve, pasar berspekulasi Bernanke akan mampu mempertahankan posisinya sebagai orang nomor satu Fed setelah program stimulus ekonominya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Amerika. Romney sebelumnya sempat mengatakan bahwa apabila dirinya terpilih, Bernanke tidak akan ditunjuk kembali sebagai pimpinan Federal Reserve.

Sementara itu, di China akan diselenggarakan pertemuan Partai Komunis China yang beragendakan pemilihan para pemimpin baru China sehingga hal ini dipandang akan menentukan arah kebijakan ekonomi dan keuangan China untuk satu dekade ke depan. Wakil presiden Xi Jinping diprediksi akan menggantikan Hu Jintao sebagai sekretaris umum PKC sedangkan wakil PM Li Keqiang diperkirakan akan mengambil alih tempat PM Wen Jiabao di puncak Komite Politbiro China sekaligus menjadi kandidat pengganti Wen sebagai PM. Agenda lain dari pertemuan ini mencakup penghentian monopoli BUMN China, deregulasi tingkat bunga pinjaman dan juga penyesuaian harga sumber daya alam yang dianggap terlalu murah.



Click here to download the full update (PDF)

After-hours - 7 November 2012

Market Review

Bursa domestik menguat dengan Jakarta Composite Index (JCI) ditutup di 4,350.42, naik 36.16 poin atau 0.84%. Dua indeks acuan lainnya, yaitu LQ-45 dan IDX30 juga ditutup menguat masing-masing sebesar 1.13% dan 1.19%.

Di tingkat regional, indeks Hang Seng dan KOSPI juga berakhir positif yaitu masing-masing sebesar 0.71% dan 0.49% sedangkan sebaliknya, indeks Nikkei ditutup melemah tipis 0.03%.

Posisi asing pada hari Rabu ini berakhir pada net sell senilai 683.09 miliar meskipun sebanyak 146 saham berakhir menguat dan 91 saham berakhir melemah. Selain itu, 131 saham lainnya ditutup stagnan, tidak berubah dari harga penutupan pada sesi perdagangan hari Selasa.

Hanya sektor perdagangan yang berakhir melemah yaitu sebesar 0.14%, sedangkan sembilan sektor lainnya berhasil mencatatkan kenaikan dengan dipimpin oleh sektor industri dasar (+1.36%), diikuti oleh sektor keuangan (+1.14%) dan sektor aneka industri (+1.08%).

Di antara sepuluh saham terekomendasi, ADHI mencatatkan kenaikan terbesar yaitu 7.97% dan ditutup di 1490. Target ADHI yang selanjutnya berada di 1530 diikuti oleh 1970. BBCA yang sehari sebelumnya melesat hingga mencapai 8500 ditutup stagnan setelah sempat mencapai harga tertinggi di 8550. Saham lain yang mencatatkan kenaikan adalah INDS yaitu sebesar 1.2%. Sebaliknya, CLPI, ESSA, dan ISAT ditutup melemah masing-masing sebesar 0.55%, 0.88% dan 2.27%. ASGR, CTRS, MDLN, dan SSIA ditutup stagnan.

JCI sesuai perkiraan kembali berfluktuasi di antara 4,300 dan 4,350 dan diperkirakan hari Kamis besok indeks juga akan cenderung bertahan di rentang ini namun dengan bias menguat menuju 4,376.13. Apabila indeks berhasil menembus resistance ini akan membuka kembali peluang untuk menjajal resistance berikutnya di 4,410 hingga 4,450. Sebaliknya, support di 4,270-4,280 diperkirakan akan mampu menahan tekanan jual seperti yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Pemilu di Amerika dimenangi oleh Obama dengan meraih 303 suara elektoral dibandingkan Romney yang meraih 206 suara. Obama menjadi presiden dari Demokrat kedua setelah Franklin Roosevelt yang memenangi pemilu di tengah suramnya kondisi tingkat pengangguran di Amerika. Tiga negara bagian menjadi penentu kemenangan Obama atas Romney: Colorado, Ohio dan Virginia dimana para pendukungnya didominasi oleh wanita, kaum minoritas dan kaum muda, serupa dengan yang terjadi pada kemenangan Obama sebelumnya. Hanya Florida yang masih belum menyelesaikan perhitungan suaranya, namun Obama telah mencapai angka kemenangan yang diperlukannya yaitu di 270.

Bursa Eropa hingga pertengahan hari berfluktuasi di area positif dengan indeks FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.22% dan 0.4%. Di Amerika, kontrak berjangka indeks saham Amerika cenderung flat setelah sempat menguat.




Selasa, 06 November 2012

Morning Dew - 7 November 2012

Market Preview

Saham-saham di Eropa dan Amerika berakhir menguat pada hari Selasa seiring dengan dilangsungkannya pemilu di Amerika dimana Barack Obama dan Mitt Romney bersaing ketat mengincar kursi kepresidenan Amerika.

Indeks Dow Jones ditutup menguat 133.24 poin atau 1.02% sedangkan indeks S&P dan NASDAQ berakhir naik masing-masing sebesar 0.79% dan 0.41%. Di Eropa, indeks FTSE dan DAX juga ditutup di zona positif dengan masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.79% dan 0.7%.

Hari Rabu ini hasil pemilu di Amerika akan menjadi pusat perhatian para pelaku pasar. Apabila Obama berhasil memenangi pemilu, pajak kemungkinan akan dinaikkan bersamaan dengan pengeluaran untuk layanan kesehatan. Sebaliknya, kemenangan Romney diperkirakan akan diikuti dengan diturunkannya pajak dan juga dipangkasnya anggaran untuk pengeluaran layanan kesehatan.

Beberapa isu lain yang akan ditentukan oleh siapa yang akan memenangi pemilu kali ini adalah mengenai isu jurang fiskal (fiscal cliff) yang akan dihadapi oleh Amerika pada pergantian tahun mendatang dan juga mengenai siapa yang nantinya akan menjadi pimpinan Federal Reserve berikutnya menggantikan Ben Bernanke saat masa jabatannya selesai tahun 2014 mendatang.

Di Eropa, data ekonomi menunjukkan bahwa tingkat pemesanan produk pabrikan di Jerman mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari setahun terakhir di bulan September. Selain data dari Jerman, Yunani juga tengah menantikan pencairan dana bailout berikutnya ditengah perbedaan pendapat di antara para pemimpin Yunani mengenai reformasi ketenagakerjaan. Voting akan dilakukan hari ini untuk mencapai kesepakatan mengenai hal ini dan kemudian pada tanggal 11 untuk menetapkan anggaran pemerintah yang sesuai dengan ketentuan para kreditur internasional.

Bagi Jakarta Composite Index (JCI) menguatnya indeks saham di Amerika dan Eropa diperkirakan akan memberikan sentimen positif sehingga indeks hari ini diprediksi akan kembali bergerak dalam rentang antara 4,300 hingga 4,350 dengan bias positif. Apabila indeks berhasil menembus 4,350, resistance berikutnya berada di 4,376.13 sedangkan di sisi support, setelah 4,300 indeks akan ditopang juga oleh support berikutnya di sekitar 4,270-4,280.

Click here to download the full update (PDF)