DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 18 Juni 2012

Mayora Siap Antipasi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah


IMQ, Jakarta —  Perusahaan consumer goods, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) siap mengantisipasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dengan menggenjot kinerja penjualan pada sektor luar negerinya.

Presiden Direktur MYOR, Andre Sukendra Atmadja mengatakan ekspansi penjualan ekspor ini dilakukan seiring potensi kerugian dari posisi kurs valas.

“Pada tahun ini secara total kami menargetkan penjualan senilai Rp11,46 triliun, dimana 30% dari penjualan ini ditargetkan 30% berasal dari ekspor,” katanya dalam paparan publik di Tanggerang, Senin (18/6).

Dari target ini, hingga April 2012 emiten berkode saham MYOR ini telah berhasil mencatatkan nilai ekspor senilai Rp1,06 triliun atau setara 31% dari total penjualan sebesar Rp3,43 miliar.

“Nilai ini tumbuh 23% dibanding porsi ekspor pada hingga April 2010 senilai Rp2,6 triliun,” tambahnya.

Seiring peningkatan penjualan, pada tahun ini perseroan juga membidik laba bersih menjadi Rp627,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp471,02 miliar.

Sebagai perusahaan makanan olahan dalam menjalankan kegiatan usahanya MYOR didukung oleh enam bisnis usaha antara lain biscuit, kembang gula, wafer, coklat, kopi dan makanan kesehatan dengan merek dagangan yang telah dikenal oleh masyarakat antara lain Roma, Danisa, Better, Slai Olai, Coffe Joy, Sari Gandum, Kopiko, Kis, Beng-Beng, Astor, Torabika, Energen dan banyak lainnya.

Produk ini selain dipasarkan di dalam negeri, juga telah diekspor ke berbagai negara meliputi Asean, Arab Saudi, Bahrain, China, Hongkong, India, Jepang, Jordania,Kuwait, Mauritius, Afrika Selatan, Ghana, Libya, Mesir, Nigeria, Uganda, Amerika Suriname, Kanada, Prancis, Italia, Jerman, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia dan Australia.

“Hingga saat ini tujuan ekspor kami telah tersebar hingga 80 negara di berbegai kawasan,” jelasnya.

Tercatat pada penutupan perdagangan Senin (18/6), saham MYOR mengalami kenaikan sebesar Rp1.400 menjadi Rp25.800.

http://www.imq21.com/news/read/71956/20120618/180546/Mayora-Siap-Antipasi-Pelemahan-Nilai-Tukar-Rupiah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar