DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Senin, 18 Juni 2012
Eatertainment Ubah Bisnis ke Sektor Batubara
IMQ, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Eatertainment International Tbk (SMMT) menyetujui perubahan bisnis inti dari sektor industri jaringan restoran dan hiburan menjadi bisnis pada bidang pertambangan batubara.
Direktur Utama SMMT, Hendra Surya, menjelaskan untuk langkah ini pihaknya siap melepas atau melakukan divestasi atas bisnis restoran Amigos dan Pizza Papa Ron's.
"Sebagi gantinya kami siap mengakuisisi tambang batubara yang berada di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur pada tahun ini," katanya dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Senin (18/6).
Hendra menambahkan untuk membiayai ekspansi ini, perseroan akan melakukan right issue dengan menargetkan dana senilai Rp410 miliar.
“Perseroan akan menerbitkan sebanyak 820 juta saham baru dalam penawaran umum terbatas (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Hendra, pihaknya juga akan menempatkan saham baru yang dikeluarkan oleh PT Rajawali Resources (RR) yang memiliki 85% saham PT Triaryani (TRI) selaku pemegang konsesi batubara di Sumatera Selatan dengan luas 2.100 hektar.
Secara terperinci, Hendra mengungkapkan rights issue ini mulai ditawarkan pada 2-6 Juli 2012 mendatang dan diharapkan selesai pada 13 Juli 2012 bersamaan dengan pengalihan bisnis inti perseroan.
Adapun pembeli siaga dalam rights issue ini adalah Cardinal International Holding Ltd dan Eagle Energy International Holding Ltd, yang keduanya merupakan perusahaan pengendali Grup Rajawali.
http://www.imq21.com/news/read/71951/20120618/173026/Eatertainment-Ubah-Bisnis-ke-Sektor-Batubara.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar