DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Selasa, 19 Juni 2012
Rencanakan IPO, Inilah Fakta Soal Bank Jatim
INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) akan melakukan penawaran perdana saham (initial public offering atau IPO) sebanyak-banyaknya 2,98 miliar saham baru berupa saham Seri B atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor.
Saat ini kepemilikan saham seri A Bank Jatim antara lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 64,33%, dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Jawa Timur Pemerintah Kota 35,67%.
Direktur Utama Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit, perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi (IT) perseroan. "Sekitar 80% untuk mendukung ekspansi kredit, kemudian sekitar 10% untuk perluasan jaringan, dan sisanya 10% untuk pengembangan IT," kata Hadi dalam acara Public Expose Due Diligence Meeting terkait rencana IPO perseroan di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Adapun masa penawaran awal dilakukan 19-26 Juni 2012, dan dilanjutkan dengan penetapan harga pada 26 Juni 2012. Saat ini perseroan masih menunggu pernyataan efektif dari Bapepam-LK yang diharapkan akan diperoleh pada pada29 Juni 2012. Setelah penawaran umum, penjatahan dilakukan pada 9 Juli 2011 dan puncak prosesi IPO yakni pencatatan saham di papan B ursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Juli 2012.
Hadi juga mengungkapkan bahwa untuk memperlancar proses IPO tersebut, pihaknya telah menunjuk dua sekuritas yang akan bertindak selaku Penjamin Emisi yakni PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.
Hadi menjelaskan, aksi IPO dalam mendukung investasi perseroan didasari oleh beberapa pertimbangan. Di antaranya adalah pendapatan dan laba perseroan yang secara stabil terus meningkat sebagai cerminan kinerja keuangan yang kuat. Di sisi lain, portofolio utang perseroan berisiko rendah, dengan nilai NPL (non performing loan) di bawah 1% untuk 8 tahun terakhir. "Pendapatan bunga 2011 sebesar Rp2,8 triliun dengan laba bersih sebesar Rp900 miliar," kata Hadi.
Dia menyebutkan, total aset Bank Jatim hingga akhir 2011 sebesar Rp24,8 triliun, DPK tercatat Rp19,9 triliun, LDR Rp80,11 triliun, ROA 4,97%, NPL gross 0,97%, NIM 7,95%, dan BOPO 60,02%. Penyisihan piutang tak tertagihnya (CKPN) juga terus turun dari 2010 sebesar Rp182,12 miliar menjadi Rp101,43 miliar di akhir 2011.
"Ini menunjukkan kinerja keuangan yang baik dari Bank Jatim, terutama dalam bidang profitabilitas dan efisiensi," tegasnya.
Berdasar data 2011, portofolio kredit Bank sebesar 60% multiguna, 16% UMKM, dan 24% kredit lain-lain. Sedangkan simpanan nasabah Bank Jatim sendiri antara lain 24% deposito, 35% tabungan, dan 41% giro. [hid]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1873668/rencanakan-ipo-inilah-fakta-soal-bank-jatim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar