DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 02 Juli 2012

Benakat mengerem penambangan mangan


JAKARTA. Meski sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksploitasi mangan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menyatakan belum akan memulai kegiatan produksi. Tidak ada alasan yang jelas mengapa emiten dengan kode BIPI itu tidak melakukan kegiatan produksi mangan.

Sekretaris Perusahaan Benakat, Dina Andini Rohali hanya menjelaskan bahwa saat ini perusahaannya belum memprioritaskan bisnis di sektor pertambangan mangan. Padahal saat ini, melalui anak usahanya PT Nusa Energy Raya (NER), Benakat memiliki izin konsesi pertambangan mangan dengan luas area hingga 2.691 hektare yang berlokasi di Kabupaten Manggarai, NTT.

Dari lahan konsesi tersebut, NER telah melakukan eksplorasi di atas 173,1 hektare lahan dan telah ditingkatkan menjadi IUP operasi produksi. Hasil eksplorasi menemukan adanya kandungan mangan sebanyak 900.000 metrik ton.

Saat ini, kata Dina, perseroan tidak lagi aktif melakukan kegiatan pertambangan di lokasi tersebut. "Belum dilepas, tapi sudah tidak aktif lagi," ujarnya pekan lalu.

BIPI, kata dia saat ini masih fokus mengembangkan bisnis di lini produksi minyak dan gas bumi. "Kalau ada perpanjangan akan kami lakukan. Tapi fokus BIPI sekarang masih di gas bumi, mangan untuk sementara akan ditahan dulu," ujarnya.

Perlu diketahui, Benakat memang harus memikirkan matang-matang untuk terus melanjutkan kegiatan pertambangan di NTT. Pasalnya, aktivitas pertambangan di daerah itu memang mendapat penolakan yang cukup massif dari masyarakat.

http://industri.kontan.co.id/news/benakat-mengerem-penambangan-mangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar