DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Senin, 02 Juli 2012

Nilai impor Mei 2012 naik menjadi US$ 17,21 miliar


JAKARTA. Berbeda dengan kinerja ekspor yang menurun, laju impor justru semakin kencang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Mei 2012 naik 16,09% ketimbang periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar US$ 17,21 miliar.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan impor Mei 2012 naik 1,61% ketimbang impor April 2012 yang sebesar US$ 16,94 miliar. "Impor migas turun 12,44% dari April ke Mei dan impor non migas naik 6,13% pada periode yang sama," ujarnya Senin (2/7).

Selama Januari - Mei 2012 total impor Indonesia mencapai US$ 79,9 miliar atau naik 16,62% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sedangkan impor non migas dalam lima bulan pertama tahun ini US$ 61,65 miliar naik 17,39% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Dilihat dari pangsa impor non migas selama Januari - Mei 2012, negara asal impor Indonesia yang terbesar dari China sebesar US$ 11,89 miliar, disusul Jepang dan Thailand dengan nilai masing-masing US$ 9,66 miliar dan US$ 4,73 miliar. Pangsa ketiga negara ini sebesar 42,63%.

Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto bilang laju impor lebih tinggi ketimbang perlambatan ekspor. "Tingginya laju impor ini karena masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku penolong dari luar negeri," ujarnya.

Berdasarkan data BPS, dari total impor Januari - Mei 2012 yang sebesar US$ 79,9 miliar, sebanyak US$ 58,36 miliar (73,05%). Sedangkan impor barang modal tercatat sebeasr US$ 15,95 miliar (19,96%) dan impor barang konsumsi sebesar US$ 5,59 miliar (6,99%).

http://nasional.kontan.co.id/news/nilai-impor-mei-2012-naik-menjadi-us-1721-miliar/2012/07/02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar