DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 05 Juli 2012

PENINGKATAN PRODUKSI Charoen genjot produksi pakan dan anak ayam


JAKARTA. Kian besarnya potensi pasar produk peternakan di dalam negeri memacu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Charoen Pokphand) terus berekspansi. Selain menambah produktivitas pabrik pakan ternak, perusahaan yang memiliki kode saham CPIN ini juga berencana menggenjot produksi DOC (day old chicken).

Government Relations Charoen Pokphand Suparman S. menjelaskan, setidaknya ada dua ekspansi perusahaan tahun lalu. "Satu dari dua pabrik yang kami bangun tahun lalu, sudah selesai dibangun dan siap dioperasikan," kata Suparman, Rabu (4/7).

Dua pabrik pakan unggas yang didirikan itu berlokasi di Lampung dan Cirebon, Jawa Barat. Kapasitas terpasang dari masing-masing pabrik itu sekitar 300.000 ton per tahun. Namun, pembangunan pabrik di Cirebon hingga kini baru berjalan 30%-40%.

Molornya pembangunan pabrik tersebut lantaran terjadi pergeseran pembangunan pabrik karena persoalan cuaca. Pembangunan pabrik yang dijadwalkan bisa dimulai Agustus atau Oktober 2011, terpaksa mundur hingga awal tahun ini.
Hingga saat ini Charoen telah memiliki tujuh pabrik pakan ternak yang berlokasi di Medan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Makassar. Total kapasitas produksi dari ketujuh pabrik pakan tersebut mencapai 3 juta ton.

Tentu saja, kapasitas produksi dari masing-masing pabrik pakan itu beragam. Pabrik pakan yang terbesar berada di Jawa Barat dengan kapasitas mencapai 700.000 ton per tahun.
Suparman bilang, ke depan, pihaknya masih akan terus melakukan ekspansi dengan membangun pabrik pakan. "Kami berencana bangun pabrik pakan di Bali, namun masih terkendala lahan," ujar Suparman.

Charoen memandang penting membangun pabrik pakan di Bali demi memenuhi kebutuhan pakan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini masih didatangkan dari pabrik pakan di Surabaya.

Selain di sektor pakan, Charoen juga berencana menggenjot produksi DOC. Selama ini, produksi DOC Charoen mencapai 10 juta ekor per minggu. Meski bertahap, kedepan, perusahaan berharap produksi dapat meningkat hingga 30%.
Walaupun sampai saat ini produksi DOC sudah merata ke hampir seluruh wilayah Indonesia, tapi Charoen masih tetap ingin mengembangkan produksi di Maluku.

Produsen pakan ternak lainnya, yaitu PT Cheil Jedang Superfeed (CJ Superfeed) juga berniat ekspansi dengan membangun pabrik pakan baru, dengan nilai investasi US$ 20 juta. Pabrik baru tersebut diperkirakan mampu memproduksi pakan sekitar hingga sebesar 10.000 sampai 20.000 ton per bulan.

http://industri.kontan.co.id/news/charoen-genjot-produksi-pakan-dan-anak-ayam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar