DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 05 Juli 2012

Kerugian Bumi Resources capai kisaran Rp 1 Triliun

JAKARTA. Pamor perusahaan batubara milik pengusaha dan politisi Aburizal Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), semakin terpuruk. Kinerja keuangan Bumi kembali terbenam kerugian pada kuartal I-2012.
Pada akhir Maret 2012, Bumi merugi hingga US$ 107,16 juta atau sekitar Rp 1 triliun. Catatan kinerja ini memperpanjang penurunan kinerja perseroan. Akhir tahun lalu, laba Bumi sudah menurun.
Terlebih jika dibandingkan capaian pada kuartal I-2011 di mana Bumi masih mampu mencetak laba bersih sebesar US$ 111,25 juta, penurunannya mencapai 196,32%.
Ari Hudaya, Direktur Utama Bumi Resources, menjelaskan beberapa penyebab kerugian perseroan di kuartal I lalu. Pertama, transaksi derivatif dan rugi kurs. Berdasarkan laporan per Maret 2012, Bumi menderita rugi atas transaksi derivatif sebesar US$ 16,21 juta. Juga, rugi nilai tukar hingga US$ 8,19 juta.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, Bumi masih membukukan laba di pos ini sebesar US$ 106,2 juta. Sedangkan laba dari selisih kurs masih tercapai US$ 80 juta. Kondisi ekonomi global yang tidak menentu mengerek risiko pasar. Penguatan USD/IDR beberapa waktu lalu juga menekan Bumi.
Kedua, penurunan kegiatan penambangan oleh Newmont Nusa Tenggara. Nilai bagian atas laba netto entitas asosiasi perseroan anjlok dari US$ 39,3 juta menjadi hanya US$ 3,52 juta. Bumi menguasai Newmont Nusa Tenggara melalui PT Multi Daerah Bersaing, dengan penguasaan saham Newmont sebesar 15,68%.
"Kami akan memperbaiki fasilitas produksi demi peningkatan kapasitas produksi dan meningkatkan efisiensi," janji Ari, Rabu malam (4/7).
Di sisi lain, beban usaha Bumi juga melonjak tajam. Pada kuartal I-2012, beban usaha perseroan tercatat sebesar US$ 172,2 juta, naik 73,4% year on year. Pengerek terbesar beban usaha adalah beban biaya eksplorasi dan evaluasi yang mencapai US$ 39,71 juta di tiga bulan pertama 2012.
Pos biaya eksplorasi itu melejit ribuan persen dibandingkan tahun lalu yang cuma US$ 344.994. Kenaikan harga minyak menjadi penyebabnya, yakni dari US$ 0,83 per liter menjadi US$ 0,98 per liter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar