DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

Yield obligasi Spanyol kembali menanjak


MADRID. Memiliki kondisi keuangan yang tak sehat harus dibayar malah oleh Spanyol. Surat utang negara bertenor 10 tahun milik Negeri Matador ini melonjak saat menteri keuangan zona euro berkumpul hari ini.
Yield obligasi Spanyol menjulang di atas 7% dan surat utang milik Italia dengan tenor yang sama naik ke 6,1%.
Pemerintah berharap, imbal hasil tersebut tak terus meningkat signifikan.Bailout perbankan Spanyol diharapkan bisa meredam lonjakan biaya yang harus ditanggung pemerintah saat menerbitkan surat utang.
Sebelumnya, para pemimpin Eropa sepakat memberikan pinjaman senilai 100 miliar euro atau US$ 123 miliar dan akan diaudit secara independen.

Minggu, 17 Juni 2012

Morning Brief - 18 Juni 2012

Market Outlook


Yunani Memilih

Hari Minggu Yunani melangsungkan pemilihan umumnya yang kedua kalinya setelah pemilihan umum sebelumnya gagal membentuk pemerintahan karena cenderung berimbangnya kekuatan masing-masing partai di Yunani.

Pemungutan suara berakhir pada pukul 19:00 waktu setempat (atau 17:00 waktu London dan 12:00 siang waktu New York). Hasil akan diketahui paling cepat sekitar 21:30 waktu setempat, sementara hasil yang lebih akurat akan diketahui pada pukul 23:00 waktu setempat.

Berdasarkan jajak pendapat terakhir pada tanggal 1 Juni lalu, partai Demokrasi Baru memimpin dengan perolehan suara 22.7%, sedangkan partai Syriza yang anti-bailout mencatat perolehan 22%. Partai Pasok yang sebelumnya berkuasa memperoleh 11.2% suara. Masing-masing memiliki rencana yang meskipun berbeda namun sebenarnya mengindikasikan bahwa Yunani tidak berniat keluar dari euro.

Partai Demokrasi Baru yang dipimpin oleh Antonis Samaras menegaskan bahwa partai-partai yang ada harus mencapai kesepekatan dalam penyusunan pemerintahan sehingga pemilu ulang untuk kedua kalinya dapat dihindari; Alexis Tsipras yang memimpin partai Syriza mengatakan bahwa para pejabat di Eropa tidak akan mendorong Yunani keluar dari euro meskipun apabila Tsipras mampu menegosiasikan ulang ketentuan-ketentuan program austerity yang telah disetujui sebelumnya; Partai berkuasa sebelumnya, partai PASOK juga mengingatkan para pesaing politiknya untuk mengupayakan terwujudnya koalisi dan juga PASOK menginginkan Yunani harus menghadiri pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada akhir bulan ini.

Berikut adalah beberapa kemungkinan yang bisa terjadi sehubungan dengan pemilu kedua di Yunani:

Tidak ada pemenang mutlak, sehingga kembali harus diadakan negosiasi untuk membentuk koalisi, hasil yang sama dengan pemilu sebelumnya. Dengan total 300 kursi yang ada, diperlukan 151 kursi untuk berhasil membentuk pemerintahan baru.

Sub-skenario dari hasil pemilu ini ada dua: partai Demokrasi Baru membentuk koalisi dengan Pasok, namun belum bisa dipastikan apakah gabungan dari kedua partai ini dapat memenangi minimal 151 kursi. Jika demikian, mereka akan menguasai pemerintahan namun partai-partai lainnya akan memiliki insentif minimal untuk bergabung dengan mereka. Jika tidak mampu mendapatkan 151 kursi, mereka harus mencari salah satu partai lainnya untuk bergabung dalam koalisi dan hal ini lebih mungkin terjadi mengingat urgensi dari situasi saat ini.

Sebaliknya, jika Syriza memenangi pemilu, mereka akan menghadapi tekanan untuk membentuk koalisi. Namun, koalisi dengan partai Demokrasi Baru ataupun Pasok diperlukan untuk mendapatkan kursi yang cukup. Untuk itu, kemungkinan besar langkah ini akan memaksa Syriza untuk tetap menjaga komitmen Yunani terhadap program Troika, sesuatu yang berlawanan dengan apa yang selama ini dikampanyekan oleh Syriza.

Apabila pemerintahan terbentuk, masih ada beberapa kemungkinan lagi yang dapat terjadi:

Yunani akan tetap dalam euro, namun mereka akan menolak program reformasi yang telah disepakati sebelumnya. Akibatnya, Troika akan menghentikan penyaluran bantuannya walaupun ECB akan tetap mendukung sektor perbankan Yunani (kecuali diputuskan secara politis untuk menarik kembali fasilitas perbankan yang diberikan pada Yunani). Keanggotaan Yunani di euro akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menerima persyaratan Troika. Skenario ini dinilai paling mungkin oleh Goldman Sachs Group, Inc. pada analisanya tanggal 28 Mei kemarin.

Yunani keluar, tapi perlahan dengan dimulainya proses ‘pengasingan’ Yunani dari zona euro. Proses ini akan berlangsung bersamaan dengan dibangunnya firewall di masing-masing negara anggota zona euro. Pengasingan ini dapat dilakukan melalui penghentian aliran dana dari fasilitas beserta sistem pembayaran ECB. Sisi negatif dari skenario ini adalah akan adanya asumsi bahwa keanggotaan euro dapat dibatalkan, menurut Goldman Sachs.

Yunani meninggalkan euro dalam waktu dekat dan menggunakan mata uang lainnya. Langkah ini jika terjadi akan berpotensi menimbulkan kepanikan, terutama karena menurut Goldman Sachs belum cukup persiapan yang ada untuk menghadapi kemungkinan ini. Resiko terbesar adalah pecahnya zona euro dan dinilai merupakan alternatif dengan probabilitas terkecil untuk saat ini.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila setelah pemilu kedua ini masih belum mampu terbentuk suatu pemerintahan baru yang fungsional? Apakah akan dilakukan pemilu ulang lagi? Menurut konstitusi Yunani, jika koalisi tidak dapat terbentuk, presiden kembali harus menengahi proses pembentukan pemerintahan baru dan jika hal ini gagal dicapai, maka pemilu ulang harus diadakan seperti apa yang terjadi sebelumnya.

Catatan riset dari BofA/Merrill menyebutkan bahwa apabila Syriza memenangi pemilu namun gagal membentuk koalisi maka kemungkinan besar akan diperlukan pemilu ulang lagi dimana pada saat itu Yunani akan telanjur kehabisan uang dan akibatnya Troika akan menghentikan aliran dananya. Dukungan ECB terhadap sistem perbankan Yunani pun akan terancam terhenti. Pada akhirnya, tingkat kerusakan pada perekonomian Yunani akan memaksa dilakukannya negosiasi ulang dengan Troika dengan uang yang dibutuhkan akan menjadi lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan sebelumnya.

Di sisi lain, menurut analisa Citigroup Inc., peluang Yunani untuk terdesak keluar dari euro jika partai Demokrasi Baru yang memenangi pemilu adalah 50 hingga 70 persen dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Sementara itu, peluang Yunani bertahan atau menempuh jalan “managed exit” diprediksi sebesar masing-masing 40% dan peluang terjadinya “disorderly exit” sebesar 20%.

Menurut pandangan analis lainnya, yaitu dari Berenberg Bank, meskipun menurutnya hasil pemilu kali ini sangatlah sulit diprediksi, terdapat beberapa skenario yaitu partai Demokrasi Baru memenangi pemilu dan menggandeng Pasok dalam pemerintahan koalisi; kemenangan partai Syriza yang apabila terjadi akan mendorong munculnya permintaan dari Uni Eropa pada Yunani untuk menyepakati rencana bailout yang telah disetujui oleh Eropa sebelumnya. Diperkirakan bahwa Yunani akan tetap berada di dalam euro hingga akhir 2012 dengan probabilitas 30%; namun apabila tidak didapatkan hasil pemilu yang mutlak, maka Yunani diperkirakan tetap dalam euro pada akhir tahun ini dengan probabilitas 50% atau kurang.

Lalu, apakah euro dapat mempertahankan eksistensinya apabila Yunani melepaskan keanggotaan euronya? Walaupun tingkat pesimisme cukup tinggi, namun pasar sepertinya jauh lebih siap saat ini dibandingkan tahun lalu saat Yunani menantikan apakah Troika akan memberikan bantuan kepada mereka atau tidak. Pasar pun telah mengantisipasi kemungkinan Yunani keluar dari euro seperti terlihat pada melorot tajamnya euro baru-baru ini. Yang patut dikhawatirkan bukanlah Yunani keluar dari euro, namun apabila krisis di Spanyol merambat hingga Italia dimana pada saat itu dana yang dimiliki oleh Uni Eropa belum tentu mampu cukup untuk melakukan bailout bagi Italia.

Reaksi pasar terhadap hasil pemilu di Yunani juga diprediksi akan berfluktuasi. Aviva memprediksi bahwa bursa Eropa dapat menguat 5 hingga 10 persen dengan euro kembali ke $1.32; jika terjadi ‘managed exit’, bursa diprediksi turun dahulu sekitar 15% dan setelah para pejabat di Eropa melakukan tindakan untuk menyelamatkan euro, bursa diprediksi akan berbalik naik antara 20 hingga 30 persen dengan euro akan cenderung berada di sekitar pertengahan $1.20; tapi apabila terjadi ‘disorderly exit’ maka bursa Eropa dapat melemah tajam hingga 30%, menembus level terendah 2009 dan euro terpuruk hingga level $1.10.

Salah satu skenario yang diajukan oleh Deutsche Bank AG adalah dimana Troika dapat menghentikan aliran dana bantuannya bagi Yunani jika Yunani melanggar komitmen mereka yang telah disepakati sebelumnya. Pemerintah Yunani dapat menerbitkan mata uang baru yang berlaku paralel dengan euro sehingga Yunani dapat melakukan devaluasi tanpa harus meninggalkan EMU (European Monetary Union) dan hal ini juga berarti tetap terbukanya pintu bagi Yunani untuk kembali mengadopsi euro.

Pada akhirnya, seandainya Yunani lolos kali ini dan tetap berada dalam euro, Uni Eropa tetap harus terus mengupayakan kesatuan fiskal sebagai faktor pendukung utama kesatuan moneter (dalam bentuk euro dan ECB) yang sudah ada saat ini. Kesatuan fiskal ini diharapkan dapat menjaga disiplin fiskal di zona euro, sesuatu yang sebenarnya merupakan akar dari segala permasalahan di zona euro saat ini. Upaya pembentukan institusi terpisah untuk mengawasi penyusunan anggaran di negara-negara anggota ini juga diasumsikan akan sulit dicapai karena untuk mencapai hal ini masing-masing negara anggota Uni Eropa harus melepaskan haknya untuk menyusun anggaran negara masing-masing, sesuatu yang ditolak oleh Inggris selama ini. Namun, hal ini bukan tidak mungkin saat ini terutama jika dibandingkan dengan alternatif pecahnya euro apabila sumber permasalahan ini tidak segera dieliminasi.

Hingga saat ini partai Demokrasi Baru bersama Pasok diproyeksikan mampu memenangi pemilu kedua dengan jumlah kursi yang cukup untuk mencapai tingkat mayoritas. Hasil inilah yang ditunggu oleh pasar karena implikasi negatifnya yang paling minimal dan memberikan harapan bahwa Yunani akan tetap berada dalam euro. Proyeksi perolehan suara terkini menunjukkan bahwa partai ND Antonis Samaras mendapatkan 29.5% suara (128 kursi), Pasok 12.3% (33 kursi) dan partai Syriza yang mengupayakan negosiasi ulang ketentuan-ketentuan bailout mendapatkan 27.1% suara (72 kursi).