INILAH.COM, Jakarta - Pada bulan Juni, kegiatan eksplorasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Bukit Patea Kabupaten Luwu Timur, Sulsel masih dalam proses penghitungan cadangan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (12/7/2012). Seluruh pengeboran untuk mendapatkan profit laterit yang lengkap. Daerah eksplorasi berada di bukit Petea Blok B1, B2, B3 dan Tower 36 Sorowako Project Area (SPA) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Selanjutnya untuk bulan Juli, perseroan yang telah berganti nama dari PT International Nickel Indonesia ini, akan melanjutkan eksplorasi di Sorowako Project Area (SPA)dengan melanjutkan pengeboran di Bukit Petea B1 dan B2. Kegiatan itu dengan menggunakan 11 mesin bor dengan jarak antar titik 50m, dan memulai pengeboran di Petea Blok CD dan EF menggunakan 24 mesin bor dengan jarak antar titik 100m Saham INCO pada perdagangan hari ini pukul 15:30 WIB turun Rp50 ke Rp2.700 dengan volume 4.748 saham senilai Rp6,4 miliar sebanyak 281 kali transaksi.
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1881910/juni-inco-hitung-cadangan-nikel-di-luwu-timur
DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label INCO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INCO. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Juli 2012
Senin, 09 Juli 2012
Renegoisasi Kontrak Karya INCO, Disambut Positif
INILAH.COM, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan merenegosiasikan kontrak karya, termasuk royalti, diversifikasi, pengembalian lahan, dan pabrik smelter nikel. Hal ini dinilai positif oleh analis.
Yualdo Yudoprawiro dari Samuel sekuritas mengatakan, rampungnya proses renegosiasi royalti dan Kontrak Karya, akan memberikan sentimen positif untuk perseroan di bawah naungan manajemen baru,”Ini ditambah produksi yang sudah kembali normal,”ungkapnya dalam riset Selasa (10/7/2012).
Saat ini, INCO diperdagangkan dengan PE 2012 sebesar 8,8 kali dan EV/EBITDA sebesar 4,5 kali. “Rekomendasi hold untuk INCO,”tambahnya.
Seperti diketahui, INCO akan merenegosiasikan kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia. Hal yang akan dibahas termasuk royalti, diversifikasi, pengembalian lahan, dan pabrik smelter nikel.
Pada Kontrak Karya I, Pemerintah menerima royalti sebesar 0.015% dari harga setiap kilogram nikel dengan biaya sewa lahan tambang US$1/ha per tahun. Pada kontrak baru yang berlaku mulai 1 Maret 2008-2025, sewa lahan menjadi US$1.5/ha per tahun dan royalti menjadi US$7/lb nikel. [ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1880971/renegoisasi-kontrak-karya-inco-disambut-positif
Mau tambah investasi, Vale Indonesia temui Hatta
JAKARTA. Presiden dan chief executive officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa terkait dengan rencana investasi baru. Dalam pertemuan itu, PT Vale Indonesia menyatakan niatnya untuk menambah investasi di Indonesia.
"Mereka siap investasi baru sebesar US$ 2 miliar - 3 miliar," ujar Hatta di kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta Senin (9/7). Dalam pertemuan tersebut, PT Vale Indonesia juga melakukan pembicaraan tentang bisnis nikel ke pemerintah Indonesia.
Mengenai rencana investasi baru itu, Hatta mengaku belum mengantongi waktunya. "Lebih cepat, lebih bagus," jelas Hatta. Mengenai pembahasan bisnis tambang nikel di Indonesia, kedua belah pihak membahas royalti, divestasi, dan masalah pengembalian sebagian lahan tambang.
Perlu diketahui, PT Vale Indonesia Tbk, sebelumnya bernama PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO). Penggantian nama perusahaan ini dilakukan menyusul akuisisi induk usaha INCO oleh Vale SA pada tahun 2007 lalu. Perusahaan ini merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia yang beroperasi sejak 1978.
Senin, 11 Juni 2012
REKOMENDASI SAHAM: Cermati MEDC, INDF, ANTM, BSDE
JAKARTA: Indeks harga saham gabungan pada hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan. Sejumlah saham diperkirakan layak dicermati antara lain: MEDC, INDF, ANTM, BBRI, INDF, INCO, dan BSDE.
Panin Sekuritas
Hari ini indeks diperkirakan bergerak konsolidasi. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.820-3.885.
Kemarin IHSG berhasil menguat signifikan didorong oleh berita positif Spanyol yang mendapat pinjaman yang lebih tinggi dari perkiraan semula sehingga memberikan rasa optimistis di pasar krisis perbankan di Eropa dapat ditanggulangi.
Di sisi lain, kami juga melihat bahwa asing masih melakukan net sell yang cukup besar di tengah kenaikan indeks.
e-Trading Securities
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan mengalami sentimen positif, namun harus cukup berhati-hati karena penguatan yang masih lemah, sekaligus resist masa konsolidasi di 3.907 telah dekat. Trading plan pendek tetap kami usulkan dalam menghadapi masa konsolidasi ini.
Berikut saham yang dapat diperhatikan, a.l. MEDC, INDF, dan ANTM.
Sinarmas Sekuritas
Secara teknikal, pada perdagangan hari ini, indeks berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada kisaran 3.850-3.910. Antisipasi akan hasil rapat Bank Indonesia yang akan memberikan gambaran terhadap kebijakan moneter dan suku bunga RI, dapat memberikan sentimen terhadap indeks.
Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading, a.l. BBRI, INDF, INCO, dan BSDE.(Faa)
Kamis, 31 Mei 2012
INCO yakin produksi membaik pada kuartal II
JAKARTA. Perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yakin produksi tambang kuartal II tahun ini lebih baik dibandingkan kuartal I lalu. "Kami yakin bisa kejar ketertinggalan produksi ," kata Presiden Direktur INCO Niccolas Kanter saat dijumpai di Jakarta, Kamis (31/5).
Sayangnya, Nico enggan menyebut berapa target produksi nikel perusahaannya di kuartal kedua ini. Walaupun yakin dengan target, tetapi Nico tetap tidak menutup kemungkinan adanya revisi target produksi tahun ini.
Perlu diketahui, perusahaan tambang nikel ini menargetkan produksi sebesar 73.000 metrik ton pada tahun ini. Sementara itu, produksi INCO kuartal I lalu turun dari 16.501 metrik ton pada kuartal I 2011 menjadi 12.431 metrik ton pada kuartal I 2012.
Kondisi ini diikuti dengan penurunan penjualan nikel dari 15.924 metrik ton pada kuartal I tahun 2011 menjadi 12.514 metrik ton kuartal I 2012. Sebelumnya, INCO melakukan pekerjaan pembangunan kembali Tanur Listrik 2 dan perbaikan Tanur listrik 1 sejak tahun lalu.
Perbaikan pada Tanur listrik 1 termasuk penggantian atap. Pekerjaan tersebut telah selesai dan pemanasan ulang tungku telah dimulai awal kuartal II tahun ini. Anak usah Vale Group ini berharap, Tanur listrik 2 mulai beroperasi pada Mei 2012 ini.
Selesainya pemeliharaan Tanur listrik ini, perseroan berharap bisa mencapai tingkat produksi penuh pada Mei ini hingga Desember mendatang. Apalagi kapasitas daya baru Tanur Listrik 2 lebih baik dari sebelumnya.
Rabu, 30 Mei 2012
Harga nikel anjlok, saham INCO sudah jatuh 2%
JAKARTA. Anjloknya harga nikel di pasar global meredupkan pamor saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Di sesi pagi ini, tak hanya asing, tapi investor domestik pun cenderung menghindari saham produsen nikel terbesar di Indonesia ini.
Bloomberg mencatat, sampai saat ini, Danareksa Sekuritas paling banyak melego saham INCO, yaitu mencapai Rp 1,201 miliar. Diikuti, BNP Paribas Securities dengan nilai penjualan sekitar Rp 591 juta.
Akibatnya, INCO tergerus 2,04% ke level Rp 2.400 per saham pada pukul 10.43 di Jakarta.
Kemarin, kontrak nikel untuk pengiriman tiga bulan tumbang 2,7% menjadi US$ 16.550 per metrik ton di bursa London. Ini merupakan koreksi terbesarnya sejak 16 April lalu.
http://investasi.kontan.co.id/news/harga-nikel-anjlok-saham-inco-sudah-jatuh-2/2012/05/30
Langganan:
Postingan (Atom)