DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label BBRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBRI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Pertumbuhan kredit menyebabkan saham BBRI melesat


JAKARTA. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pagi ini (30/7) bergerak positif. Pada pukul 09.46, saham BBRI melesat 2% menjadi Rp 6.850. 

Menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Reynaldi, aksi beli investor terhadap saham perbankan ini terkait dengan kinerja perusahaan pada kuartal II lalu. Dijelaskan, BBRI mencatat peningkatan portofolio kredit mikronya sebesar 15,03% menjadi Rp96,59 triliun pada triwulan kedua 2012 dari Rp 83,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kredit khususnya mikro tersebut didukung oleh upaya BBRI untuk mengembangkan sektor UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). "Dalam pandangan kami, BBRI berada dalam posisi yang baik dalam menjalankan fungsi intermediasinya yakni melalui penyerapan dana murah dari perkotaan dan penyaluran dana tersebut ke wilayah pedesaan," paparnya.
Dia juga memprediksi, penambahan kantor, karyawan, dan infrastruktur (misalnya jaringan ATM) di wilayah pedesaan akan mendukung ekspansi kredit UMKM BBRI ke depannya.

Sabtu, 21 Juli 2012

BRI pastikan akuisisi perusahaan sekuritas

JAKARTA. Rencana PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengakuisisi perusahaan sekuritas pada kuartal kedua 2012 belum terlaksan. Sebab, perusahaan sekuritas yang menjadi target akuisisi masih melakukan restrukturisasi.

"Kami menunggu penyelesaian (restrukturisasi) mereka. Mudah-mudahan tahun ini," ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basir, Jumat (20/7).

Sofyan masih belum mengungkapkan nama perusahaan sekuritas itu. Yang pasti, BRI ingin menguasai saham mayoritas. Sebelumnya, beredar kabar, BRI tengah membidik PT Bahana Securities.

Bahana Securities merupakan anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto pernah menyampaikan ada dua bank nasional yang akan mengakuisisi BPUI. Salah satunya adalah BRI. Menurut Parikesit, rencana tersebut bisa terealisasi akhir tahun ini.

BRI menyiapkan dana hingga Rp 300 miliar untuk melancarkan akuisisi tersebut. Sofyan mengaku tidak ada kendala soal pendanaan ini.


http://keuangan.kontan.co.id/news/bri-pastikan-akuisisi-perusahaan-sekuritas

Selasa, 17 Juli 2012

Overweight untuk Sektor Perbankan


INILAH.COM, Jakarta – Laporan keuangan bank umum ke Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pada bulan kelima 2012, beberapa perbankan pelat merah membukukan kenaikan laba bersih.

Misalkan saja Bank Negara Indonesia (BBNI) yang mencatatkan laba bersih Rp2,439 triliun per Mei 2012. Angka ini mengalami kenaikan tajam sebesar 47,8% ketimbang periode yang sama 2011 sebesar Rp1,650 triliun.

Sedangkan Bank Tabungan Negara (BBTN) juga berhasil membukukan kinerja yang positif, dengan laba bersih mencapai Rp541 miliar atau naik 47% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp368 miliar.

Di posisi selanjutnya ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan laba bersih naik 24,7% menjadi Rp6,774 triliun.

Terakhir adalah Bank Mandiri (BMRI) yang membukukan laba bersih Rp5,4 triliun pada Mei 2012 atau mengalami kenaikan 1,1%. Rendahnya kenaikan ini dikarenakan adanya pendapatan dari recovery kredit Garuda (GIAA) pada 1Q11.

Pencapaian laba bersih bank-bank tersebut sebagian besar melampaui estimasi pasar. Misalkan saja laba bersih BMRI, yang mewakiliki 40,1% dari laba bersih 2012. Kemudian BBRI dan BBTN yang masing-masing mencapai 42% dan 43,6% dari estimasi pasar. Sedangkan BBNI in line estimasi, yang mewakili 36,9% prediksi pasar.

Dikaitkan dengan estimasi Samuel Sekuritas, pencapaian laba bersih BMRI juga di atas estimasi, yakni 41,9% dari prediksi 2012. Sementara BBRI dan BBNI in line dengan estimasi, yang mewakili 39,6% dan 36,9%.

Dengan positifnya kinerja perbankan, tak heran bila Samuel sekuritas memberi rekomendasi overweight bagi sektor ini. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1883782/overweight-untuk-sektor-perbankan

Rabu, 20 Juni 2012

BRI-BNI Beroperasi Sabtu-Minggu di Priok


IMQ, Jakarta —  Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk agar membuka kantor pada Sabtu dan Minggu di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Bank Mandiri sudah buka di Tanjung Priok beberapa hari lalu, sedangkan BNI akan buka dua minggu," kata Dahlan Iskan ditemui di sela acara BUMN Marketers di Jakarta, Rabu (20/6).

Dahlan mengungkapkan pelabuhan Tanjung Priok sebagai pusat kegiatan eksportir seyogyanya didukung oleh perbankan yang beroperasi pada Sabtu-Minggu. Sebab, kegiatan eksportir akan terhambat karena tidak dapat membayar melalui sistem perbankan.

"Kapal itu kan tidak mengenal hari, karena kapal jangan sampai tertahan di situ karena urusana pembayaran belum selesai," ungkapnya.

Rencana Dahlan menyusul permintaan Direktorat Jenderal Bea Cukai agar bank, khususnya bank BUMN dapat beroperasi Sabtu-Minggu di pelabuhan, sebab eksportir tidak bisa ekspor dan akan mengalami kerugian sekitar US$10.000 atau Rp100.000 per hari.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Kushari Suprianto mengatakan pihak Bea Cukai sering disalahkan para eksportir karena tidak bisa ekspor.

"Sudah ada Peraturan Menteri Keuangan, di mana bank bisa tetap bisa melayani dengan menerbitkan nomor tanda penerimaan negara," kata Kushari.

Ia mengakui tidak beroperasinya bank membuat ekspor terhambat, sehingga eksportir harus membayar sewa kapal sesuai dengan bobot kapal tersebut.

http://www.imq21.com/news/read/72342/20120620/123840/BRI-BNI-Beroperasi-Sabtu-Minggu-di-Priok.html

Senin, 18 Juni 2012

Kredit Usaha Rakyat BRI naik 13,39%


JAKARTA. Pertumbuhan kredit mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro meningkat 241,18% sejak 2009 hingga Maret 2012.
“Ada lonjakan Rp 8,2 triliun dari Rp 3,4 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp 11,6 triliun pada Maret 2012,” ujar Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Bank BRI Djarot Kusumayakti, Minggu (18/6).
Ia menambahkan, KUR Mikro ini rata-rata diberikan kepada wirausahawan yang belum terakses perbankan (bankable) namun sudah memiliki usaha yang laik. Wirausahawan ini mendapatkan pembelajaran keuangan melalui KUR supaya bisa menjadi wirausaha komersial.
“Kalau sudah berkembang, bisa menjadi sumber bagi nasabah potensial Mikro komersial BRI di masa datang,” pungkas Djarot.
KUR Mikro ini merupakan bagian dari kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikucurkan BRI. Sampai dengan Maret 2012, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 171,6 triliun. Jumlah tersebut naik sebanyak 13,39% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 151,6 triliun. Kredit UMKM mengambil porsi 80% dari total kredit BRI.

Senin, 11 Juni 2012

REKOMENDASI SAHAM: Cermati MEDC, INDF, ANTM, BSDE


JAKARTA: Indeks harga saham gabungan pada hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan. Sejumlah saham diperkirakan layak dicermati antara lain: MEDC, INDF, ANTM, BBRI, INDF, INCO, dan BSDE.

Panin Sekuritas
Hari ini indeks diperkirakan bergerak konsolidasi. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.820-3.885.
Kemarin IHSG berhasil menguat signifikan didorong oleh berita positif Spanyol yang mendapat pinjaman yang lebih tinggi dari perkiraan semula sehingga memberikan rasa optimistis di pasar krisis perbankan di Eropa dapat ditanggulangi.
Di sisi lain, kami juga melihat bahwa asing masih melakukan net sell yang cukup besar di tengah kenaikan indeks.

e-Trading Securities
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan mengalami sentimen positif, namun harus cukup berhati-hati karena penguatan yang masih lemah, sekaligus resist masa konsolidasi di 3.907 telah dekat. Trading plan pendek tetap kami usulkan dalam menghadapi  masa konsolidasi ini.
Berikut saham yang dapat diperhatikan, a.l. MEDC, INDF, dan ANTM.

Sinarmas Sekuritas
Secara teknikal, pada perdagangan hari ini, indeks berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada kisaran 3.850-3.910. Antisipasi akan hasil rapat Bank Indonesia yang akan memberikan gambaran terhadap kebijakan moneter dan suku bunga RI, dapat memberikan sentimen terhadap indeks.
Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading, a.l. BBRI, INDF, INCO, dan BSDE.(Faa)

Jumat, 08 Juni 2012

Peringkat BBRI 'AAA', ADHI Dinaikkan Jadi 'A'


IMQ, Jakarta —  Pefindo menetapkan peringkat 'AAA' untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) serta menaikkan peringkat PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menjadi 'A' dari sebelumnya 'A-'. Outlook untuk rating perusahaan stabil.

Menurut analis Pefindo Hendro Utomo peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dan terbukti dari pemerintah Indonesia, posisi usaha yang superior, dan performa profitabilitas yang sangat baik. Akan tetapi, peringkat tersebut sedikit terbatasi oleh tingkat permodalam yang moderat.

BBRI adalah bank komersial milik negara dengan fokus usaha dibidang pembiayaan mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan operasional BBRi didukung oleh 40.044 karyawan di jaringan kantor perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pada akhir Desember 2011, pemegang saham BRI terdiri atas pemerintah Indonesia 56,76% dan publik 43,25%.

Analis Pefindo Vonny Widjaya menambahkan Pefindo juga menetapkan peringkat 'A' untuk rencana penerbitan obligasi berkelanjutan I Adhi Tahap I tahun 2012 dengan maksimal Rp1,25 triliun dan 'A(sy)' untuk rencana penerbitan sukuk mudharabah Berkelanjutan I Adhi Tahap I tahun 2012 senilai Rp250 miliar.

"Kenaikan peringkat tersebut terutama disebabkan oleh perbaikan yang signifikan pada rasio proteksi arus kas perusahaan," katanya.

Faktor lain yang mendukung peringkat tersebut adalah posisi perusahaan yang kuat di bisnis konstruksi domestik dan keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik negara. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kebutuhan pendanaan yang besar untuk modal kerja dan ekspansi bisnis, resiko terkait investasi baru, dan lingkungan bisnis yang relatif volatilitas pada industri konstruksi.

Saat ini, ADHI membagi aktivitas bisnisnya menjadi tiga kategori utama, antara lain jasa konstruksi, EPC dan investasi. ADHI adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Per akhir Desember 2011, komposisi pemegang saham perusahaan adalah pemerintah Indonesia 52,3%, publik sekitar 42,5%, ABM Amro Bank NV 5,1%, dan manajemen dewan direksi 0,1%.

http://www.imq21.com/news/read/69894/20120608/155330/Peringkat-BBRI-AAA-ADHI-Dinaikkan-Jadi-A-.html