DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label SMMT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMMT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

BEI Suspensi Saham Eatertainment International


INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara perdagangan saham PT Eatertainment International Tbk (SMMT) pada perdagangan saham Kamis (9/8/2012).

Hal itu disampaikan Kadiv.Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dan Kadiv.Perdagangan Saham Andre Toelle dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis (9/8/2012).

Suspensi tersebut sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif signifikan sebesar Rp1.520 per saham atau 194,87% dari harga penutupan Rp780 per saham pada 20 Juli 2012 menjadi Rp2.300 per saham pada 8 Agustus 2012. Suspensi tersebut dilakukan dalam rangka cooling down.

Penghentian sementara perdagangan saham SMMT tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham SMMT.

Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1892526/bei-suspensi-saham-eatertainment-international

Rabu, 25 Juli 2012

Grup Rajawali Lepas 8,7 juta Saham ke Publik


INILAH.COM, Jakarta - Grup Rajawali, pengendali PT Eatertainment International Tbk (SMMT) akan menjual kembali (refloat) atas saham-saham yang diperoleh dari hasil tender offer yang dilakukan PT Mutiara Timur Pratama (MTP) pada 17 Mei 2010.

Hal itu disampaikan Direktur PT Mutiara Timur Pratama Tan Tjoe Liang dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/7/2012).

Manajemen grup Rajawali menyatakan, pelepasan saham SMMT tersebut paling sedikit setara dengan 2,02% dari seluruh modal disetor dan ditempatkan dalam SMMT. Namun pelepasan saham tersebut sepanjang kondisi pasar memungkinkan dan harga yang ditawarkan adalah wajar.

Saham-saham tersebut akan dilepaskan ke publik melalui penjualan saham-saham yang dimiliki oleh PT Mutiara Timur Pratama. "Adapun pelepasan saham ke publik akan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pasar dan harga yang berlaku," ujar Liang.

Tender offer dilakukan oleh MTP tersebut membuat grup Rajawali memiliki saham SMMT lebih dari 80% pada 2010 lalu.MTP telah melakukan penjualan 8.737.000 lembar saham di pasar reguler pada 23 Juli 2012.

Pada perdagangan saham Rabu (25/7/2012), saham SMMT menguat 6,36% ke level Rp1.170 per saham. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1886555/grup-rajawali-lepas-87-juta-saham-ke-publik

Sabtu, 21 Juli 2012

Suspensi dicabut, harga saham SMMT langsung anjlok


JAKARTA. Harga saham PT Eatertainment International Tbk langsung anjlok setelah Bursa Efek Indonesia mencabut status penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham berkode SMMT itu, Jumat (20/7).
Harga saham SMMT, Jumat (20/7) ditutup Rp 780 per saham. Nilai itu merosot 16,14% daripada harga terakhir sebelum disuspensi, 30 Juni 2010, yakni Rp 2.175 per saham. Selama transaksi kemarin, harga saham SMMT sempat menyentuh posisi tertingginya, Rp 810 per saham.
BEI membuka suspensi saham Eatertainment di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan Jumat. "Suspensi SMMT dicabut," ujar Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam pernyataan resminya, kemarin.
BEI menetapkan suspensi atas saham anak usaha Grup Rajawali itu karena terjadi lonjakan harga SMMT setinggi 866,67% di sepanjang 2010. Melesatnya harga SMMT bersamaan dengan kabar yang menyebutkan Eatertainment ingin mengubah bisnis utamanya dari usaha restoran menjadi bisnis tambang. Belakangan, manajemen tak membantah soal kabar tersebut.
Untuk mengganti lini bisnis utama, Eatertainment ingin menaikkan modal dasar dari Rp 160 miliar menjadi Rp 450 miliar. Demi memperlancar perubahan itu, Eatertainment telah menggelar rights issue dengan menerbitkan 820 juta saham di harga penawaran Rp 500 per saham. Dari aksi itu, manajemen akan meraih dana Rp 410 miliar.
Mayoritas dana hasil rights issue tersebut digunakan untuk membiayai ekspansi ke sektor pertambangan batubara. Perinciannya, dana senilai Rp 146 miliar akan dipakai untuk mengakuisisi 99,12% saham PT Naga Mas Makmur Jaya milik PT Rajawali Corpora. Perseroan juga menempatkan 99,64% saham baru senilai Rp 137 miliar yang dikeluarkan PT Rajawali Resources.
Sisa dana rights issue digunakan untuk modal kerja dan belanja modal PT Triaryani, salah satu anak usaha Eatertainment, setelah rencana akuisisi dan perubahan kegiatan usaha utama SMMT rampung. Triaryani adalah pemegang konsesi batubara seluas 2.100 ha di Sumatera Selatan.

Rabu, 27 Juni 2012

Eagle Capital lepas 15,63% saham Eatertainment Int


JAKARTA. PT Eagle Capital telah menjual saham PT Eatertainment International Tbk (SMMT) miliknya di pasar negosiasi. Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Eagle Capital menjual saham SMMT sebanyak 12,500 juta saham atau setara dengan 15,63% kepemilikan saham SMMT.

"Adapun tujuan pemilik melepas saham ini adalah tidak ingin melakukan investasi modal yang lebih besar melalui PUT I (rights issue)," demikian pernyataan Harry Wiguna, Direktur Utama Eagle Capital kepada BEI.

Adapun penjualan dilakukan secara bertahap, mulai 18 Juni hingga 25 Juni 2012 dengan kisaran harga Rp 510-Rp 530.

http://investasi.kontan.co.id/news/eagle-capital-lepas-1563-saham-eatertainment-int/2012/06/28

Senin, 25 Juni 2012

SMMT incar Rp 410 miliar dari rights issue


JAKARTA. Tekad PT Eatertainment International Tbk (SMMT) beralih ke bisnis pertambangan batubara sudah bulat. Untuk menggulirkan rencana itu, SMMT berniat menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 820 juta, dengan harga penawaran Rp 500 per saham. SMMT bisa meraih dana maksimal Rp 410 miliar dari aksi ini.
Setiap pemegang empat saham lama berhak atas 41 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Nah, setiap pemegang satu HMETD berhak membeli satu saham baru. “Masa perdagangan HMETD dimulai pada 2 Juli hingga 6 Juli 2012," ujar Susanti Nilam, Sekretaris Perusahaan SMMT, dalam keterbukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6).
Pembeli siaga aksi korporasi ini adalah Cardinal International Holdings Ltd serta Eagle Energy International Holdings Ltd. Kedua perusahaan tersebut terafiliasi dengan SMMT karena pengendalinya sama, yaitu Grup Rajawali.
SMMT akan menggunakan mayoritas dana hasil rights issue untuk membiayai ekspansi ke sektor pertambangan batubara. Perinciannya, dana senilai Rp 146 miliar akan dipakai untuk mengakuisisi 99,12% saham PT Naga Mas Makmur Jaya milik PT Rajawali Corpora. SMMT juga akan melakukan penempatan 99,64% saham baru senilai Rp 137 miliar yang dikeluarkan PT Rajawali Resources.
SMMT akan memakai sisa dana rights issue untuk modal kerja dan belanja modal PT Triaryani, salah satu entitas anak usaha, setelah rencana akuisisi dan perubahan kegiatan usaha utama SMMT rampung. Triaryani adalah pemegang konsesi batubara seluas 2.100 hektare di Sumatera Selatan.
Selama ini, SMMT menggarap usaha restoran dengan merek Papa Ron\'s Pizza. Harga terakhir saham SMMT adalah Rp 2.175 per saham.

Senin, 18 Juni 2012

Eatertainment Ubah Bisnis ke Sektor Batubara


IMQ, Jakarta —  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Eatertainment International Tbk (SMMT) menyetujui perubahan bisnis inti dari sektor industri jaringan restoran dan hiburan menjadi bisnis pada bidang pertambangan batubara.

Direktur Utama SMMT, Hendra Surya, menjelaskan untuk langkah ini pihaknya siap melepas atau melakukan divestasi atas bisnis restoran Amigos dan Pizza Papa Ron's.

"Sebagi gantinya kami siap mengakuisisi tambang batubara yang berada di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur pada tahun ini," katanya dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Senin (18/6).

Hendra menambahkan untuk membiayai ekspansi ini, perseroan akan melakukan right issue dengan menargetkan dana senilai Rp410 miliar.

“Perseroan akan menerbitkan sebanyak 820 juta saham baru dalam penawaran umum terbatas (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Hendra, pihaknya juga akan menempatkan saham baru yang dikeluarkan oleh PT Rajawali Resources (RR) yang memiliki 85% saham PT Triaryani (TRI) selaku pemegang konsesi batubara di Sumatera Selatan dengan luas 2.100 hektar.

Secara terperinci, Hendra mengungkapkan rights issue ini mulai ditawarkan pada 2-6 Juli 2012 mendatang dan diharapkan selesai pada 13 Juli 2012 bersamaan dengan pengalihan bisnis inti perseroan.

Adapun pembeli siaga dalam rights issue ini adalah Cardinal International Holding Ltd dan Eagle Energy International Holding Ltd, yang keduanya merupakan perusahaan pengendali Grup Rajawali.

http://www.imq21.com/news/read/71951/20120618/173026/Eatertainment-Ubah-Bisnis-ke-Sektor-Batubara.html

SMMT yakin, BEI cabut suspensi bulan Juli


JAKARTA. PT Eatertainment International Tbk (SMMT) optimistis, suspensi (penghentian sementara perdagangan saham) atas mereka akan dicabut Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Juli mendatang.
"Setelah right issue selesai, kami akan konsolidasi bertemu dengan BEI. Ya bulan Juli-lah bisa dicabut suspensinya," ungkap Komisaris Utama SMMT Darjoto Setyawan di Jakarta, Senin (18/6).
Sebagai catatan saja, saat ini saham SMMT tertidur pulas di harga Rp 2.175 per saham. Transaksi saham ini juga nihil. Maklum, sejak 1 Juli lalu, otoritas BEI menghentikan sementara perdagangan saham anak usaha Grup Rajawali itu.
BEI melakukan suspensi saham, karena terjadi lonjakan harga saham SMMT sebesar 866,67% di sepanjang tahun 2010.
Optimisme manajemen SMMT sendiri cukup beralasan, mengingat rencana perusahaan untuk mengganti bisnis utamanya segera terealisasi. Untuk perubahan core bisnis dari bisnis restoran menjadi bisnis tambang.
Untuk perubahan itu, perusahaan akan menaikkan modal dasar dari Rp 160 miliar menjadi Rp 450 miliar. Untuk memperlancar perubahan tersebut, SMMT akan menggelar right issue dengan menerbitkan 820 juta saham di harga penawaran sebesar Rp 500 per saham. Artinya dari hajatan ini perusahaan akan mendapatkan Rp 410 miliar.
Sementara itu, tambang yang diincar perusahaan berada di wilayah Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Dari dua tambang yang akan dimiliki itu, baru satu tambang batubara sudah berproduksi, yaitu PT Internasional Prima Coal (IPC) di Kalimantan Timur. "Produksinya sekitar 100.000 ton per bulan," kata Direktur SMMT Abed Nego di tempat yang sama.
Lebih lanjut Abed bilang, mayoritas produksi IPC dipasarkan ke luar negeri dengan pembeli terbanyak di China. "Kami sekarang sedang mengapalkan ke Filipina, dan ada juga ke India dan Thailand," lanjutnya.

Minggu, 10 Juni 2012

SMMT berganti haluan bisnis ke pertambangan


JAKARTA. Rencana PT Eatertaintment Internasional Tbk (SMMT) berubah haluan bisnis segera terealisasi. Komisaris SMMT Harry Wiguna mengungkapkan, SMMT akan masuk ke bisnis pertambangan. Dulunya, SMMT mengandalkan pendapatannya dari bisnis restoran, seperti Papa Ron's Pizza.

Sebagai catatan saja, sejak 2010 lalu manajemen SMMT memang menjanjikan sebuah perubahan sejak dikuasi oleh Rajawali Group. Bahkan di pertengahan 2010 SMMT telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk meningkatkan modal dasar dari Rp 20 miliar menjadi Rp 320 miliar.

Nah, untuk itu perusahaan sempat mempertimbangkan beberapa opsi guna mengganti bisnis utama seperti penerbitan saham baru atau rights issue, penerbitan obligasi atau penyuntikan dana dari pemegang saham mayoritas. 

Akhirnya yang dipilih adalah right issue. "Kami masih proses akan keluarkan right issue," tambah Harry.

Hal yang sama pun sempat diutarakan Komisaris Utama SMMT Darjoto Setyawan yang menyebut proses penerbitan saham baru ini tengah ditelaah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembang Keuangan (Bapepam-LK).

Sayang, Harry enggan menyebut berapa dana yang akan didapat dari hajatan tersebut. "Itu bukan kewenangan saya menyebut berapa dananya. Nanti saja kalau sudah mau keluar. Itu digunakan untuk masuk ke pertambangan," jelasnya.

Selama ini SMMT dikabarkan akan masuk ke bisnis perkebunan mengingat saat ini perusahaan tersebut dikuasai oleh kolongmerasi milik Peter Sondakh melalui Group Rajawali yang memiliki kebun kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Saat ini, 70,8% saham SMMT memang dikuasai oleh Group Rajawali melalui dua anak perusahaannya, yaitu PT Mutiara Timur Pratama yang miliki 23,39% saham dan Green Palm Resources Pte Ltd yang menguasai 47,46%..Hingga akhir pekan lalu, saham SMMT masih tertidur pulas di harga Rp 2.175 per saham. Transaksi saham ini juga nihil. Maklum, sejak 1 Juli lalu, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi (penghentian sementara) perdagangan saham SMMT.

BEI mensuspensi saham ini lonjakan harga saham SMMT sebesar 866,67% di sepanjang 2010.

Rabu, 23 Mei 2012

Kembangkan Usaha, SMMT Berharap dari Rights Issue


INILAH.COM, Jakarta - PT Eatertainment Internasional Tbk (SMMT) terus memproses pelaksanaan penawaran umum saham terbatas (rights issue). Aksi korporasi kemungkinan akan dilakukan paling lambat awal semester kedua 2012.

Hal itu disampaikan Komisaris Utama PT Eatertainment International Tbk Darjoto Setyawan, Rabu (23/5/2012). "Kami akan tetap rights issue, dan kami masukkan ke Bapepam-LK. Tunggu efektif dulu dari Bapepam-LK," ujar Darjoto.

Darjoto menuturkan, pelaksana penawaran umum terbatas itu akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Kemungkinan penawaran umum terbatas akan dilakukan pada Juni-Juli 2012. Namun Darjoto masih enggan memberitahukan lebih detil untuk penggunaaan dana hasil penawaran umum tersebut.

Sebelumnya grup Rajawali lewat PT Mutiara Timur Pratama membeli saham SMMT sebanyak 23,39% saham atau 18,71 juta saham SMMT pada 15 April 2010. Harga pembeliannya Rp225 per saham atau senilai Rp4,2 miliar.

Mutiara membeli saham SMMT dari PT AIM Trust dan pihak afiliasinya. Selain itu, grup Rajawali kembali menambah kepemilikan sahamnya pada 16 April 2010 melalui Green Palm Resources Pte Ltd. Perseroan membeli 37,96 juta saham atau setara 47,46% saham SMMT. Harga saham SMMT sebesar Rp224,67 per saham atau senilai Rp8,5 miliar.

Sejak grup Rajawali membeli saham SMMT, ada kabar grup Rajawali akan menggubah bisnis utama PT Eatertainment International Tbk. [hid]