DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label SMRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMRA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Pendapatan Summarecon Capai Rp1,5 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada kuartal kedua 2012 mencapai Rp1,51 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp938,57 miliar.

Dalam keterangan resmi perseroan, Sel;asa (31/7/2012) tercatat kinerja tersebut telah mendorong pencapaian laba bersih mencapai Rp307,10 miliar atau melonjak 97,69% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp155,34 miliar.

Beberapa penopang pendapatan untuk perseroan mulai dari hasil penjualan produk rumah, rukan, kapling, perkantoran dan apartemen yaitu senilai total Rp1,07 triliun. Sedangkan dari properti investasi seperti mal dan ritel, perkantoran, hunian, komersial senilai total Rp346,23 miliar serta pendapatan lain-lainnya senilai Rp89,33 miliar.

Namun beban pokok penjualan dan beban langsung juga naik menjadi Rp759,37 miliar, meningkat dari Rp486,93 miliar. Perseroan berhasil menaikkan laba bersih per saham menjadi Rp45 dari Rp23 per saham. Untuk total aset menjadi dari Rp8,09 triliun per 31 Desember 2011.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889218/pendapatan-summarecon-capai-rp15-triiun

Senin, 23 Juli 2012

2012, SMRA Baru Realisasikan Belanja Modal 14%


INILAH.COM, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) baru merealisasikan belanja modal 14% atau sekitar Rp250 miliar dari rencana belanja modal senilai Rp1,7 triliun pada 2012.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johanes Mardjuki saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (22/7/2012)."Dari rencana belanja modal Rp1,7 triliun yang baru terealisasi sekitar Rp250 miliar antara lain untuk fly over Bekasi sekitar Rp200 miliar dan Summarecon Mal Bekasi sekitar Rp50 miliar," ujar Johanes.

Lebih lanjut ia mengatakan, Summarecon Mal Bekasi dalam semester kedua dan semester pertama tahun depan baru akan mengeluarkan dana sekitar Rp500 miliar. Sedangkan dana sekitar Rp700 miliar digunakan untuk belanja modal hotel di Bali. Saat ini masih dalam tahap perijinan dan desain.

Hingga kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp814,29 miliar dari kuartal pertama 2011 senilai Rp399,42 miliar. Laba bersih kepada pemilik entitas induk sebesar Rp149,66 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp58,24 miliar.

Kewajiban perseroan mencapai Rp6 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp5,62 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp2,71 trililiun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp2,47 triliun.

Aset perseroan mencapai Rp8,72 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp8,09 triliun. Kas dan setara kas perseroan sebesar Rp1,39 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp1,49 triliun.

Pada perdagangan saham Senin (23/7/2012) pukul 10.32 WIB, saham SMRA terpantau melemah 0,62% ke level Rp1.600 per saham. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1885561/2012-smra-baru-realisasikan-belanja-modal-14

Minggu, 22 Juli 2012

SMRA Raih Marketing Sales Rp2 Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan marketing sales sekitar Rp2 triliun hingga semester pertama 2012.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johanes Mardjuki lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Minggu (22/7/2012)."Marketing sales sekitar Rp2 triliun hingga Juni 2012," tutur Johanes.

Lebih lanjut ia mengatakan, marketing sales tersebut disumbangkan dari Summarecon Serpong sekitar 45%, Summarecon Bekasi sekitar 35%, dan sisanya Summarecon Kelapa Gading sekitar 20%. Hingga kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp814,29 miliar dari kuartal pertama 2011 senilai Rp399,42 miliar. Laba bersih ke pemilik entitas induk mencapai Rp149,66 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 sekitar Rp58,24 miliar.

Kewajiban perseroan mencapai Rp6 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp5,62 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp2,71 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 Rp2,47 triliun. Pada perdagangan saham Jumat (20/7/2012), saham SMRA ditutup naik 1,26% ke level Rp1.610 per saham.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1885360/smra-raih-marketing-sales-rp2-triliun

Kamis, 31 Mei 2012

SMRA tebar dividen Rp 23 per saham


JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan membagikan dividen total Rp 155,6 miliar dari laba bersih 2011. Dividen kali ini mencerminkan pay out ratio sekitar 40% dari laba bersih tercatat sebanyak Rp 389 miliar.

"Dividen yang akan dibagikan senilai Rp 23 per saham," kata Direktur Utama SMRA Johanes Mardjuki di Jakarta, Kamis (31/5). Hal ini telah disepakati dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini.

Disisi lain, tahun ini SMRA menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,6 triliun. Dana capex tersebut digunakan untuk infrastruktur Summarecon Bekasi termasuk fly over sebesar Rp 250 miliar. Pembangunan Summarecon Bekasi sebesar Rp 550 miliar, Scientia Square di Serpong sebesar Rp 180 miliar, dan pembangunan dua hotel di Bali yang dianggarkan Rp 750 miliar.

Lebih lanjut, Johanes bilang, pendanaan capex tersebut mayoritas dari pinjaman perbankan sebesar 80%, dan sisanya 20% berasal dari kas internal.

Sementara itu, di kuartal pertama lalu, perusahaan properti ini mencetak laba bersih sebesar Rp 150 miliar. Sedangkan pendapatan SMRA sebesar Rp 840 miliar. "Properti development menjadi penyumbang terbesar, dari Serpong berkontribusi 40%, Kelapa Gading dan Bekasi masin-masing 30%," pungkasnya.

Minggu, 20 Mei 2012

April, Marketing Sales SMRA Capai Rp1,4Triliun


INILAH.COM, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan marketing sales senilai Rp1,4 triliun hingga April 2012. Hal itu didorong dari tiga proyek yaitu Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Johannes Mardjuki lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM, akhir pekan ini."Marketing sales hingga April 2012 mencapai Rp1,4 triliun. Target marketing sales kami
sebesar Rp3,5 triliun pada 2012," ujar Johannes.

Lebih lanjut ia mengatakan, marketing sales tersebut didukung dari proyek perumahan di Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi. Saat ditanya mengenai, penerapan aturan down payment minimal sebesar 30% untuk KPR properti yang mulai berlaku 15 Juni 2012, Johannes menuturkan, penerapan aturan tersebut tidak terlalu berpengaruh kepada perseroan. Hal itu mengingat perseroan telah menerapkan down payment sebesar 20%-30%.

Hingga Maret 2012, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan naik menjadi Rp147,85 miliar pada kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp58,39 miliar. Pendapatan bersih perseroan naik menjadi Rp814,29 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp399,42 miliar. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp358,23 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp181,59 miliar. Laba usaha perseroan naik menjadi Rp210,40 miliar pada kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp91,20 miliar.

Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi 22 pada kuartal pertama 2012 dari periode sama sebelumnya 8.Kewajiban perseroan naik menjadi Rp6 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp5,62 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp2,71 triliun pada kuartal pertama 2012 dari periode Desember 2011 senilai Rp2,47 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp1,39 triliun pada kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp1,49 triliun.

SMRA Kaji Bagi Dividen 30% dari Laba Bersih 2011


INILAH.COM, Jakarta - Manajemen PT Summarecon Agung Tbk kemungkinan membagikan dividen 2011 sebesar 30%. Namun hal itu masih diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Dividen baru akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), beberapa tahun terakhir dividen 30% dari laba bersih," tutur Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki, lewat pesan singkat yang diterima INILAH.COM, akhir pekan ini.

Saat ditanya mengenai, penerapan aturan down payment minimal sebesar 30% untuk perusahaan properti yang mulai berlaku 15 Juni 2012, Johannes menuturkan, penerapan aturan tersebut tidak terlalu berpengaruh kepada perseroan. Hal itu
mengingat perseroan telah menerapkan down payment sebesar 20%-30%.

Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 67,99% menjadi Rp392,02 miliar pada 2011 dari periode tahun 2010 senilai Rp233,48 miliar. Pertumbuhan laba bersih juga didukung dari pendapatan naik menjadi Rp2,36 triliun atau tumbuh 38,76% pada 2011 dari tahun 2010 senilai Rp1,7 triliun.

Minggu, 26 Februari 2012

Stock Outlook - 24/02/2012

Summarecon Agung, Tbk. (SMRA)

LAST @ 1,300
BUY @ 1,230-1,280
TARGET @ 1,370-1,380
RESISTANCES @ 1,330 / 1,350 / 1,370 / 1,450
STOP @ <1,100

Holcim Indonesia, Tbk. (SMCB)

LAST @ 2,375
BUY @ 2,250 - 2,350
TARGET @ 2,950
RESISTANCES @ 2,400 / 2,575 / 2,725 / 2,950

STOP @ <2,200