DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Tampilkan postingan dengan label TBIG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBIG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

TBIG Selesaikan Akuisisi 2.500 Menara Indosat


INILAH.COM, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menyelesaikan akuisisi 2.500 menara dari PT Indosat pada Jumat (3/8/2012).

Pembayaran dilakukan dalam bentuk kas dan 239.826.310 lembar saham TBIG yang baru diterbitkan. Jumlah lembar saham itu mewakili 5% kepemilikan dari modal perseroan setelah penerbitan saham baru. Pembayaran dalam bentuk kas dibiayai melalui pembiayaan internal dan pinjaman bank.

Tambahan pembayaran awal terdapat potensi tambahan earn-out hingga maksimum US$113 juta. Indosat sebagai penyewa menara pertama telah menandatangani perjanjian penyewaan space atas 2.500 menara tersebut dengan perseroan untuk jangka waktu minimum 10 tahun.

"Akuisisi ini akan segera meningkatkan pendapatan dan EBITDA untuk perseroan serta memberikan manfaat dari segi skala ekonomi bagi perseroan. Kami mengharapkan dapat menjalin kerja sama dengan Indosat dalam waktu yang panjang," tutur Chief Executive Officer TBIG Hardi Liong dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/8/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan kinerja keuangan dan operasional. Akuisisi ini sebagai pelengkap bagi perseroan untuk tumbuh secara organik. Hingga kuartal kedua 2012, perseroan menambah 904 penyewaan melalui pertumbuhan organik. Hingga 30 Juni 2012, perseroan memiliki dan mengoperasikan 5.416 sites dengan 8.584 penyewaan.

Pada perdagangan saham Jumat (3/8/2012), saham TBIG melemah 0,61% ke level Rp4.050 per saham.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1890255/tbig-selesaikan-akuisisi-2500-menara-indosat

Kamis, 02 Agustus 2012

Pendapatan dan Penyewaan Dukung Kinerja TBIG


INILAH.COM, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan kinerja yang positif pada semester pertama 2012, didukung peningkatan pendapatan dan penyewaan.

TBIG berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp647 miliar dan Rp 516 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2012. Pendapatan meningkat 47% dan Ebitda meningkat 50% jika dibandingkan dengan periode yang sama 2011.

Jika kuartal kedua ini disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp1.351 miliar, atau meningkat 39% dibanding periode penuh 2011 dan EBITDA mencapai Rp1.082 miliar, atau meningkat 42% dibanding periode penuh 2011.

Total pinjaman bersih pada 30 Juni 2012 adalah Rp3.594 miliar sehingga rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA kuartal kedua yang disetahunkan menjadi 3,3 kali. Rasio ini masih berada di bawah ketentuan program pembiayaan Perseroan, yaitu 4,5 kali.

TBIG memiliki 8.584 penyewaan dan 5.416 site telekomunasi per 30 Juni 2012. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 3.959 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 417 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 7.127, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan meningkat menjadi 1,80.

Hardy Wijaya Liong, CEO TBIGmengatakan, pada kuartal kedua 2012, jumlah penyewaan bertambah sebanyak 904 penyewaan, yang semuanya berasal dari pertumbuhan organik. “Sebagian besar dari penyewaan baru ini merupakan kolokasi pada menara-menara yang dimiliki, sehingga rasio kolokasi meningkat dari 1,71 di kuartal pertama 2012 menjadi 1,80 di kuartal dua,”katanya.

Selain pertumbuhan yang kuat dalam penyewaan dan pendapatan, TBIG juga membukukan kenaikan marjin EBITDA dari 79,2% di kuartal pertama 2012 menjadi 80,1% di kuartal ini. “Akuisisi 2.500 menara Indosat yang akan terlaksana di awal kuartal ketiga akan semakin memperkuat performa finansial kami,” ujarnya. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889810/pendapatan-dan-penyewaan-dukung-kinerja-tbig

Agustus, Menara Indosat Rampung Dibeli TBIG


INILAH.COM, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memastikan menara Indosat yang dibeli TBIG akan rampung Agustus 2012 dengan menggunakan sebagian kas internal.

"Iya (menara Indosat) rampung Agustus tahun ini dengan menggunakan sebagian dari saldo kas perusahaan Juni 2012 sebesar Rp3,6 triliun," kata Sekretaris Perusahaan TBIG, Herman Yusman Santoso di Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Rencanannya TBIG akan terus membangun menara baru pada semester kedua atau realisasi tenan (penyewaan tower) lama dengan penyewa baru melalui modal dari kas internal dan pinjaman. "Tiap bulan kita terus membangun (menara) baru atau menyewakan tower lama dengan penyewa yang baru," katanya.

Per Juni 2012 TBIG telah memiliki 8.584 penyewaan dan 5.416 site telekomunikasi. Sebanyak 1.500 tower pada kuartal satu dan dua ungkapnya dibangun dengan biaya perusahaan. "Secara keseluruhan site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 3.959 menara relekomunikasi, 1.040 shelter-only dan 417 jaringan DAS," paparnya.

TBIG per 30 Juni 2012 berhasil mencatatkan pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp647 miliar dan Ro 516 miliar, meningkat 47% dan 50% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. [ast]

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1889790/agustus-menara-indosat-rampung-dibeli-tbig

Kamis, 12 Juli 2012

Akuisisi tower TBIG rampung akhir bulan ini


JAKARTA. Rencana akuisisi menara telekomunikasi antara PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) masih belum usai. Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi pun mengungkapkan akuisisi tersebut baru akan rampung di akhir Juli ini.

"Masih ada beberapa proses administrasi yang belum selesai. Bulan inilah selesainya," kata Herman saat dijumpai di Jakarta, Kamis (12/7).
Lebih lanjut Herman pun mengungkapkan, private placement yang akan dilakukan TBIG akan bersamaan dengan selesainya proses akuisisi tersebut."Private placement bersamaan karena kami kan bayarnya tunai plus saham itu," tambahnya.
TBIG telah membayar akuisisi 2.500 menara telekomunikasi milik ISAT menggunakan uang tunai plus saham sebanyak 5% dari total sahamnya.Perusahaan tower ini akan menerbitkan 239.826 juta saham senilai Rp 2.757 per sahamnya.
Adapun nilai transaksi tersebut mencapai US$ 519 juta, terdiri dari harga akuisisi US$ 406 juta dan potensi tambahan earn-out sampai maksimum sebesar US$ 113 juta.

Dalam MoU yang sudah ditandatangani kedua perusahaan ini, ISAT akan menyewa seluruh 2.500 menara TBIG sebagai anchor tenant, untuk jangka waktu minimum 10 tahun.

Saat ini TBIG memiliki 7.680 penyewaan dan 5.100 site telekomunikasi per 31 Maret 2012. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 6.223 tenan, maka tenancy ratio perseroan meningkat menjadi 1,71.

Rabu, 06 Juni 2012

Gandeng YCAB, TBIG Dirikan Rumah Belajar


IMQ, Jakarta —  PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) meresmikan rumah belajar di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Direktur Utama TBIG, Herman Setya Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/6) mengatakan rumah belajar TBIG memberikan layanan pendidikan paket C bagi 180 anak putus sekolah berusia 15-24 tahun yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.

"Rumah belajar merupakan upaya community development perseroan sebagai bentuk kepedulian perseroan terhadap pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia," katanya.

Herman menambahkan rumah belajar ini menggunakan kurikulum yang dikeluarkan oleh Diknas dan juga berkolaborasi dengan Yayasan Bina Nusantara (BINUS) sebagai penyedia kurikulum dan sertifikat.

Disisi lain rumah belajar ini juga mengembangkan kursus komputer dan kursus bahasa Inggris yang tidak hanya diperuntukkan bagi siswa rumah belajar TBIG saja, namun juga untuk siswa sekolah regular yang berasal dari keluarga pra sejahtera.

"Dengan semakin bertambahnya kebutuhan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, TBIG akan berupaya menambah jumlah siswa atau sisei serta fasilitas rumah belajar ini," ujarnya.

Disamping itu, TBIG juga akan memberikan buku motivasi untuk anak-anak agar memupuk semangat anak-anak dalam berkreativitas dan berkarya.

"Peluncuran buku motivasi ini akan dilakukan pada 10 Juni 2012 mendatang," jelasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal YCAB Foundation, Iskandar Irwan Hukom mengatakan saat ini pihaknya telah mengelola 25 Rumah Belajar pada 9 propinsi di seluruh Indonesia yang telah kami bangun bersama dengan para donatur dari berbagai perusahaan, industri, komunitas dan pemerintah di berbagai tempat di Indonesia.

"Kami telah memberikan pelayanan pendidikan nonformal kepada lebih dari 7.000 siswa di seluruh wilayah kerja," tegasnya.

http://www.imq21.com/news/read/69398/20120606/154816/Gandeng-YCAB-TBIG-Dirikan-Rumah-Belajar.html

Minggu, 26 Februari 2012

Stock Outlook - 27/02/2012

Nippon Indosari Corpindo, Tbk. (ROTI)

LAST @ 3,500
BUY @ 3,400-3,500
TARGET @ 3,875
RESISTANCES @ 3,625 / 3,650 / 3,875 / 4,175 / 4,325 / 5,050
STOP @ < 3,150

Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (TBIG)

LAST @ 2,600
BUY @ 2,525 - 2,550
TARGET @ 2,725 - 2,950
RESISTANCES @ 2,675 / 2,700 / 2,725 / 2,875 / 2,950 / 3,050

STOP @ < 2,400