DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Kamis, 04 Oktober 2012

Morning Brief - 5 Oktober 2012

Market Preview

Data jobless claims dan pertemuan European Central Bank menjadi dua faktor utama yang mendapat perhatian pasar pada hari Kamis. Menanggapi dua faktor ini, indeks Dow Jones berhasil menguat, sementara indeks S&P dan NASDAQ juga berakhir positif. Namun, di Eropa indeks berakhir mixed dengan indeks DAX ditutup melemah 0.23% dan indeks FTSE menguat tipis 0.03%.

Data jobless claims mingguan yang tadinya diproyeksikan pada tingkat 370 ribu ternyata dilaporkan berada di 367 ribu. Hasil yang lebih baik dari ekspektasi inilah yang kemudian mendorong sentimen pasar ke arah positif.

Sementara itu di Eropa, presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa ECB siap untuk membeli obligasi negara-negara zona euro yang bermasalah apabila diminta. Pernyataan ini kembali menggarisbawahi komitmen ECB dalam upayanya membawa zona euro keluar dari krisis.

Berita acara FOMC yang dirilis semalam tidak mendapat tanggapan signifikan dari pasar karena tidak mengandung sesuatu yang baru bagi pasar.

Acara debat calon presiden Amerika juga tidak memberikan kejutan pada pasar. Namun sempat disebutkan bahwa Mitt Romney tidak akan menunjuk Ben Bernanke untuk melanjutkan masa jabatannya untuk ketiga kalinya. Pasangannya, Paul Ryan juga berpendapat bahwa dirinya tidak menginginkan ada stimulus lanjutan yang diberikan oleh Federal Reserve.

Data ekonomi yang akan dirilis pada hari ini antara lain data nonfarm payrolls dan juga data tingkat pengangguran di Amerika. Berdasarkan data ADP employment pada pertengahan pekan ini, sektor swasta menambahkan 162 ribu lapangan kerja, turun dari 189 ribu yang ditambahkan di bulan Agustus. Namun, hasil ini melebihi ekspektasi pasar yang justru memprediksikan adanya penambahan  sebanyak 140 ribu lapangan kerja.

Berdasarkan data ADP dan jobless claims, diprediksikan bahwa nonfarm payrolls untuk bulan September berpotensi untuk naik menjadi 130K dengan tingkat pengangguran tetap berada di 8.2%.

Sedikit berbeda dengan ADP yang hanya mencakup sektor swasta, data nonfarm payrolls mencakup baik rekrutmen di sektor swasta maupun pemerintah.

Di bursa komoditas, harga CPO berakhir stagnan sehubungan dengan melimpahnya persediaan CPO di pasar. Selain itu, rencana Malaysia untuk memotong pajak ekspor CPO dipandang sebagai katalis positif bagi harga CPO. Akhir-akhir ini, melemahnya harga CPO berdampak negatif  untuk kinerja saham-saham perkebunan dan pada akhirnya menghambat kenaikan pada indeks.

Jakarta Composite Index pada Jumat ini masih akan melanjutkan penguatannya dengan resistance terdekat berada di 4335 sementara support berada di 4250, 4220-4190.

Click here to download the full update (PDF)

Market Wrap - 04/10/2012

Market Review


Jakarta Composite Index (JCI) sempat melemah hingga mencapai titik terendah di 4,248.30 sebelum akhirnya ditutup menguat 19.95 poin atau 0.47%. JCI kembali mencatatkan rekor harga tertinggi di 4,275.75 sementara indeks LQ-45 dan IDX30 masing-masing juga berakhir positif dengan menguat 0.78% dan 0.8%. Di bursa regional, indeks Nikkei dan Hang Seng juga berakhir positif dengan masing-masing menanjak 0.89% dan 0.09%. Sebaliknya, indeks KOSPI berakhir melemah 0.17%.

Empat sektor mengalami penurunan: sektor pertambangan dan sektor pertanian kembali tergerus dan masing-masing mencatatkan penurunan 0.63% dan 0.31%. Sektor terbaik pada perdagangan hari Kamis adalah sektor aneka industri yang menguat 4.04%, diikuti oleh sektor manufaktur (+1.66%) dan sektor industri dasar (+0.86%).

Sebanyak 141 saham menopang kenaikan indeks hari ini, sedangkan 108 saham berakhir melemah dan 119 lainnya ditutup stagnan dibandingkan dengan angka penutupan hari Rabu kemarin. Transaksi asing berhasil mencatatkan posisi net buy dengan nilai Rp.282.47 miliar.

Satu lagi saham terekomendasi tereliminasi dari daftar setelah DART menyentuh level stopnya di 590. Dengan demikian, rekomendasi DART berakhir dengan capital loss sebesar 10.61% dari harga entrynya. Pada penutupan pasar harga DART kembali ke posisi awal di 640. Kenaikan terbesar dari 7 saham yang tersisa dicatatkan oleh KLBF yang kembali mencapai satu lagi target pricenya yaitu di 4,800. Di harga ini dapat dilakukan profit taking dengan alternative hold untuk pencapaian berikutnya di 4,900 yang juga merupakan level resistance akhirnya. ESSA menjadi kedua terbaik dengan kenaikan 1.82% diikuti oleh ASGR yang menguat 0.72%. ARNA, INDS, dan MDLN ditutup di posisi penutupan hari Rabu.

Data ekonomi Amerika semalam memberikan andil positif bagi kenaikan bursa global hari ini. Malam ini akan dirilis keputusan dari hasil pertemuan Bank of England dan European Central Bank mengenai kebijakan moneter di Inggris dan zona euro. Untuk sementara, indeks Eropa masih bergerak mixed dengan FTSE melemah 0.09% dan DAX stagnan tidak berubah dibandingkan penutupan Rabu.

Tercapainya resistance indeks di 4,273 membuka jalan bagi indeks untuk melanjutkan kenaikannya hingga target berikutnya di 4,335. Sementara, support untuk JCI tetap berada di 4190-4200 dengan support terdekat di 4250 dan 4220.



Rabu, 03 Oktober 2012

Morning Brief - 4 Oktober 2012

Market Preview


Indeks saham Eropa dan Amerika pada sesi perdagangan hari Rabu berakhir menguat dengan indeks Dow Jones naik 0.09%, S&P 500 dan NASDAQ ditutup naik 0.36% dan 0.49% sementara indeks FTSE dan DAX masing-masing menguat 0.28% dan 0.22%.

Data ekonomi yang dirilis di Amerika semalam mengimbangi mengecewakannya data-data ekonomi dari China dan Eropa yang dirilis sebelumnya.

Indeks PMI untuk sektor jasa yang dirilis pada Rabu kemarin menunjukkan bahwa perlambatan masih berpotensi berlanjut di China dan Eropa. Di China, indeks PMI dilaporkan melambat dari 56.3 menjadi 53.7 di bulan September, sementara di Perancis PMI mencatatkan penurunan dari 46.1 menjadi 45.0. PMI Jerman yang tadinya masih berada di zona ekspansi (>50) dilaporkan memasuki zona kontraksi yaitu dari 50.6 menjadi 49.7. Sebaliknya, PMI Italia dan zona euro meskipun mencatatkan kenaikan tipis masih belum mampu keluar dari area kontraksi. Di Inggris, indeks PMI juga menunjukkan perlambatan di sektor jasa dengan indeks mengalami penurunan dari 53.7 menjadi 52.2.

Katalis negatif lainnya masih datang dari zona euro dimana angka penjualan ritel di bulan Agustus dilaporkan hanya mampu naik tipis 0.1% dari bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan justru mengalami penurunan 1.3%.

Apabila indeks PMI di China dan Eropa belum mampu menunjukkan perkembangan yang positif, data ISM untuk sektor non-manufaktur di Amerika (ekuivalen dengan PMI) justru dilaporkan naik dari 53.7 menjadi 55.1, melebihi ekspektasi para analis yang justru memprediksi penurunan menjadi 53.4. Data positif lainnya yang berhasil mengimbangi sentimen negatif pasar adalah adanya penambahan sebanyak 162 ribu lapangan kerja oleh sektor swasta yang meskipun turun dari 189 ribu di bulan sebelumnya, juga melebihi ekspektasi para analis yang memprediksikan penambahan 140 ribu lapangan kerja di bulan September.

Hari Kamis ini pasar akan menantikan hasil pertemuan Bank Sentral Inggris dan Eropa serta dirilisnya berita acara pertemuan Federal Reserve yang terakhir. Bank of England dan European Central Bank diperkirakan tidak akan mengubah tingkat suku bunga ataupun jumlah pembelian aset oleh Bank of England. Seperti biasa, data jobless claims mingguan akan dirilis malam nanti dengan prediksi terjadi kenaikan claims dalam sepekan yang lalu dari 359 ribu menjadi 370 ribu. Data pemesanan pabrik atau factory orders untuk periode Agustus juga akan dirilis hari ini dengan perkiraan para analis menunjukkan adanya penurunan pesanan sebesar 5.9% setelah sebelumnya terjadi kenaikan sebesar 2.8%.

Dari dalam negeri, setelah tertekan oleh melemahnya harga CPO sektor pertanian diperkirakan masih rentan terhadap penurunan lebih lanjut pada harga CPO. Harga CPO pada hari Rabu kemarin sempat mencapai RM 2,230/tonnya atau turun 1.1% dari hari sebelumnya di bursa berjangka Malaysia. Kontrak acuan bulan Desember pada akhirnya berhasil ditutup naik 4.3% menjadi RM 2,351/ton. Angka produksi CPO yang tinggi menjadi faktor utama merosotnya harga CPO baru-baru ini sehingga berdampak pada saham-saham perkebunan di Indonesia.

Jakarta Composite Index pada Kamis ini masih akan menghadapi support dan resistance yang sama yaitu antara 4190-4200 dan 4273-4335.


Market Wrap - 03/10/2012

Market Review


Setelah sempat menguat hingga mencapai 4267.84, Jakarta Composite Index (JCI) akhirnya ditutup melemah 5.33 poin atau 0.13% di 4251.51. Penurunan JCI ini juga diikuti oleh turunnya indeks LQ-45 sebesar 0.01% meskipun indeks IDX30 berhasil menguat tipis 0.02%. Sementara itu, indeks Nikkei juga ditutup melemah 0.45% namun indeks Hang Seng sebaliknya menanjak tipis 0.23%.

Sebanyak 107 saham berhasil mencatatkan kenaikan sedangkan 151 saham berakhir melemah. Sisanya sebanyak 104 saham ditutup stagnan. Posisi transaksi asing berakhir pada net sell senilai Rp.28.28 miliar.

Anjloknya harga CPO dunia berdampak pada penurunan tajam pada sektor pertanian yaitu sebesar 3.8%. Selain itu, sektor pertambangan juga berakhir melemah 2.1% setelah data PMI China kembali memicu pesimisme pasar setelah dilaporkan turun dari 56.3 menjadi 53.7 untuk periode September.

Dari Eropa juga dilaporkan bahwa indeks PMI sektor jasa untuk Italia, Jerman, Perancis dan zona euro tetap berada di zona kontraksi (< 50), sementara di Inggris indeks PMI sektor jasa juga dilaporkan melemah. Data penjualan ritel zona euro yang juga dirilis pada hari ini menunjukkan masih lesunya tingkat konsumsi di zona euro pada bulan Agustus lalu. Penjualan dilaporkan hanya naik 0.1% dari bulan sebelumnya, namun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan 1.3%.

Malam ini, angka ADP employment akan dirilis dengan ekspektasi adanya penambahan 140 ribu lapangan kerja di sektor swasta, turun dari 201 ribu yang dilaporkan bulan sebelumnya.

Sembilan saham terekomendasi hari ini mencatakan hasil yang mixed. ARNA, ASGR, INDS, dan SMCB berhasil menguat sementara BBCA, DART, ESSA dan MDLN melemah. KLBF berakhir stagnan setelah sempat menguat hingga 4600. SMCB yang ditutup di 3150 berhasil mencapai target akhirnya di 3175 dan ditutup dengan gain sebesar 23.3%. Dengan berakhirnya rekomendasi SMCB maka ada delapan saham yang tersisa.

Pergerakan pasar Amerika dan Eropa malam ini  akan menentukan arah pergerakan indeks pada hari Kamis besok. Isu yang masih mendapatkan perhatian pasar adalah Spanyol dimana PM Mariano Rajoy kemarin mengatakan tidak berencana untuk mengajukan permintaan bailout ke Eropa dalam waktu dekat, sementara pergerakan saham Apple, Inc. berdampak pada sentimen pasar Amerika pada Selasa malam lalu.

Data ekonomi yang akan dirilis hari ini di Amerika juga akan menentukan arah sentimen pasar besok dimana angka ADP akan menjadi acuan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.

Sementara, support untuk JCI tetap berada di 4190-4200 dan resistance berada di 4273 dan 4335.

Selasa, 02 Oktober 2012

Morning Brief - 3 Oktober 2012

Market Preview


Setelah sempat tertekan oleh isu dari Spanyol, indeks saham-saham di Amerika berbalik rebound seiring dengan terjadinya rebound pada saham Apple Inc. (AAPL) pada saat-saat terakhir menjelang penutupan sesi perdagangan hari Selasa.

Indeks FTSE dan DAX berakhir melemah masing-masing 0.19% dan 0.28%, sedangkan indeks Dow masih berada di zona merah dengan penurunan 0.24% sementara indeks S&P 500 dan NASDAQ ditutup menguat 0.09% dan 0.21%.

Pernyataan dari PM Spanyol Mariano Rajoy menjadi batu sandungan bagi sentimen investor setelah dirinya mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengajukan permintaan bailout tambahan untuk Spanyol dalam waktu dekat. Hal ini berlawanan dengan spekulasi di pasar bahwa Spanyol saat ini tengah menyiapkan permintaan bailout. Hari Selasa kemarin para pemimpin regional di Spanyol tengah bertemu untuk membicarakan apakah Spanyol akan mengajukan permintaan bailout atau tidak.

Sementara itu di Australia, bank sentral Australia Reserve Bank of Australia secara tak terduga memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin hingga menjadi 3.25%, terendah sejak 2009.

Dari paparan publik BUMI dikabarkan bahwa BUMI kemungkinan akan menjual salah satu anak usahanya dan melakukan aksi korporasi rights issue sebagai bagian dari rencana percepatan pelunasan utang perseroan.

PT Fajar Bumi Sakti, menurut CorSec Dileep Srivastava tengah dipertimbangkan untuk dijual. Sedangkan mengenai keterkaitan BUMI dengan upaya penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Bumi Plc., BUMI mengatakan masih belum mendapat kejelasan dan menambahkan bahwa laporan keuangan BUMI selalu mengikuti aturan standar pemerintah Indonesia. BRAU yang tersangkut juga dalam masalah ini dalam paparan publik yang terpisah juga mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan keterangan dari Bumi Plc. dan juga menyebutkan bahwa BRAU tidak terlibat dalam masalah ini.

Nathan Rothschild, salah seorang pendiri Bumi Plc. yang juga merupakan pemilik 29% dari saham BUMI tengah melakukan penyelidikan yang terfokus pada dana pengembangan ekstensi yang terdapat di BUMI dan juga terhadap aset dari BRAU yang disebutkan mengalami mark-down hingga nol pada salah satu laporan keuangan Bumi Plc. untuk periode yang berakhir 31 Desember lalu.

Isu Spanyol, hasil paparan publik BRAU dan BUMI dan reboundnya bursa Amerika semalam akan menjadi katalis pasar pada hari Rabu ini. Dampak dari isu Spanyol diperkirakan akan negatif sementara dampak dari pergerakan pasar Eropa dan Amerika diperkirakan cenderung mixed. Hasil paparan publik BUMI dan BRAU cenderung tidak memberikan informasi yang baru dan hal ini nantinya akan lebih dipengaruhi oleh hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Nat Rothschild terhadap BUMI (dan BRAU).

Pengganti MNCN yang keluar dari daftar rekomendasi harian setelah mencapai exit pointnya di 2,675 akan ditentukan kemudian. SMCB juga terus mendekat ke target akhirnya di 3,175, sama halnya dengan ARNA yang menyisakan target di 1,150.

Rabu ini, indeks diperkirakan bergerak mixed dengan support di 4190-4200 sementara resistance berada di 4250-4273 hingga selanjutnya di 4335.


Market Wrap - 02/10/2012

Market Review


Menjelang penutupan sesi perdagangan hari Selasa, Jakarta Composite Index (JCI) berhasil ditutup di area positif dengan membukukan kenaikan sebesar 0.48%. Indeks LQ-45 dan IDX 30 juga berakhir positif sebesar masing-masing 0.65% dan 0.44%. Sementara itu, di bursa regional indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing melemah tipis sebesar 0.12% dan 0.01%. Bursa di China dan Hong Kong masih tutup karena adanya hari libur nasional.

Indeks sektor pertanian dan perdagangan menjadi dua sektor terlemah hari ini dengan penurunan masing-masing 0.55% dan 0.19%. Industri dasar menjadi sektor terkuat dengan kenaikan 1.38% diikuti oleh sektor manufaktur yang menguat 1.01% dan sektor aneka industri yang naik 0.93%.

Kenaikan hari ini didukung oleh menguatnya 114 saham, sementara 141 saham berakhir melemah. Sisanya sebanyak 107 saham berakhir stagnan. Posisi transaksi asing pada hari ini berakhir pada net buy senilai Rp.18.56 miliar.

Di antara sepuluh saham terekomendasi, kenaikan terbesar dialami oleh SMCB yang sempat mencapai 3,125 sebelum akhirnya ditutup di 3,100 (+4.2%). ESSA kembali melanjutkan kenaikannya hingga mencapai 2,900 meskipun akhirnya ditutup di 2,800 (+2.75%). Dua saham lainnya yang berakhir positif adalah BBCA (+0.64%) dan KLBF (+0.55%). Sebaliknya, INDS berakhir melemah 3.07% dan MDLN ditutup turun 1.79%. ASGR dan ARNA juga melemah dengan masing-masing turun 0.72% dan 0.99%. DART dan MNCN berakhir stagnan, namun MNCN sempat menguat hingga mencapai target akhirnya di 2,675. Dengan demikian, rekomendasi MNCN berakhir dengan gain sebesar 35.1%.

Kenaikan pada hari Selasa ini sebagian disebabkan oleh membaiknya sektor manufaktur di Amerika yang seperti diberitakan semalam indeks ISM dilaporkan melebihi ekspektasi para analis dan menanjak kembali di atas level 50 yang merupakan zona ekspansi.

Dari dalam negeri, paparan publik oleh BUMI dan BRAU mendapatkan perhatian khusus oleh pasar sehubungan dengan investigasi yang dilakukan oleh Bumi Plc. terhadap laporan keuangannya yang melibatkan BUMI dan juga BRAU.

Sementara itu, di Eropa bursa masih bergerak positif dengan indeks FTSE dan DAX bergerak di kisaran +0.12% hingga +0.34%. Moody’s Investors Service menyebutkan bahwa hasil audit terhadap keuangan Spanyol pekan lalu yang mengestimasi bahwa senilai 53.7 miliar euro akan dibutuhkan untuk menutup kekurangan dana pada sektor keuangan Spanyol berpotensi meleset. Moody’s memperkirakan dana yang dibutuhkan akan berjumlah antara 70 miliar hingga 105 miliar euro untuk menyerap kerugian perbankan dan juga untuk mempertahankan rasio modal di atas ambang batas yang ditetapkan dalam undang-undang tahun lalu. Menurut Moody’s, apabila para pelaku pasar meragukan hasil stress test ini, sentimen negatif pasar akan menghambat upaya pemerintah untuk sepenuhnya mengembalikan kepercayaan investor terhadap likuiditas dari perbankan Spanyol.

Arah pergerakan JCI untuk hari Rabu akan ditentukan oleh pergerakan bursa Amerika dan Eropa malam nanti. Selain itu, respon pasar terhadap paparan public BRAU dan BUMI juga akan mewarnai pergerakan hari Rabu. Secara teknikal potensi kenaikan indeks tetap terjaga dengan resistance terdekat berada di 4264.78 (intraday high Selasa) dan 4273 diikuti oleh 4335. Support tetap terdapat di 4190-4200.

Senin, 01 Oktober 2012

Morning Brief - 2 Oktober 2012

Market Preview


Bursa Eropa ditutup menguat sementara bursa Amerika berakhir mixed pada sesi perdagangan hari Senin. Data ekonomi Amerika yang disertai oleh sisa optimisme dari hasil stress test perbankan Spanyol menjadi faktor positif yang menopang kinerja bursa di dua kawasan ini. Sebelumnya, di Asia indeks saham regional cenderung melemah setelah data ekonomi dari China menunjukkan bahwa sektor manufaktur di China masih berada di dalam zona kontraksi.

Indeks NASDAQ berakhir melemah tipis 0.09% meskipun indeks Dow dan S&P masing-masing menguat 0.58% dan 0.27%. Melemahnya AAPL pada hari Senin menjadi penghambat naiknya indeks di sesi New York. Di Eropa, indeks FTSE dan DAX masing-masing menanjak 1.37% dan 1.53%.

Data ISM untuk sektor manufaktur yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan yang melampaui ekspektasi para analis. Analis sebelumnya memperkirakan indeks berada di 49.7 di bulan September, namun indeks ISM ternyata berhasil kembali ke area ekspansi di atas 50 yaitu di 51.5.

Dari Eropa diberitakan bahwa Spanyol siap untuk menerima dana bailout paling cepat pada akhir pekan mendatang. Namun, dikabarkan pula bahwa Jerman menyarankan Spanyol untuk tidak menempuh jalur bailout untuk menyelesaikan masalah fiskalnya. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble sebelumnya mengatakan bahwa Spanyol telah mengambil langkah-langkah yang tepat dan tidak membutuhkan bailout karena pada waktunya investor akan menyadari hal ini.

Di satu sisi, Kanselir Jerman Angela Merkel disebut-sebut enggan menempuh jalan bailout tersendiri untuk Spanyol karena rendahnya dukungan dari dalam negeri. Di sisi lain, PM Mariano Rajoy juga terkesan menunda-nunda pengajuan dana bailout karena langkah tersebut juga dinilai tidak populer dimata rakyat Spanyol dan dapat berisiko secara politis pada dirinya.

Walaupun demikian, penyelesaian krisis Eropa setidaknya telah mengarah ke jalur yang lebih jelas setelah sebelumnya ECB menyatakan akan membeli obligasi negara-negara Eropa dalam jumlah yang tidak dibatasi guna menstabilkan imbal hasil di pasar obligasi Eropa sehingga biaya pinjaman dapat ditekan. Pengadilan tinggi Jerman pun telah menyatakan bahwa keikutsertaan Jerman dalam program dana bailout Eropa adalah legal, sehingga faktor ganjalan dari dalam negeri dapat diminimalkan saat ini.

Perbedaan pendapat yang ada pada pihak Jerman diperkirakan hanyalah sementara dan tidak akan menghalangi pemberian bailout untuk Spanyol, terlebih karena perbedaan ini timbul karena faktor politis. Sama halnya dengan penundaan permohonan bailout Spanyol yang kemungkinan besar lebih didorong oleh motif politik PM Rajoy yang ingin menghindar dari stigma politik yang dapat merugikan posisinya sebagai PM.

Selasa ini, indeks diperkirakan berbalik naik, terutama setelah tertekan pada hari Senin dan juga karena faktor ISM Amerika yang cenderung positif. Target indeks tetap berada di sekitar 4273 dan 4335. Support tetap berada di 4190-4200.