DISCLAIMER
This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).
Kamis, 12 Juli 2012
Blue Bird Mantap Garap Batu bara
INILAH.COM, Jakarta - Kelompok usaha Blue Bird Group siap menggarap bisnis pertambangan batu bara pada 2015 melalui Heavy Equipment Division Blue Bird Group.
Kelompok usaha itu akan mengakuisisi perusahaan tambang di Sumatera bagian Selatan atau Kalimantan yang merupakan basis pertambangan batubara.
Ardian Maddanatja, vice president of commercial Heavy Equipment Division Blue Bird Group mengatakan, jika menjadi pemilik dan operator pertambangan, Blue Bird Group akan lebih mulus dalam masuk ke bisnis penjualan alat berat bagi industri pertambangan batubara.
Saat ini, Blue Bird Group telah menjadi agen penjualan alat berat batubara produksi dari Belaz dan Zoomlion.
"Saat ini, kami memang menjadi agen penjual produk Belaz dan Zoomline. Hanya saja pelanggan di Indonesia tidak mau beli kalau tak ada contoh dan after salesnya . Maka, kami harus jadi pemilik pertambangan batubara," ungkap dia dalam Indonesia Energy and Coal Bussiness Summit di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (12/7).
Ardian menjelaskan, untuk menjadi agen penjual alat berat yang sukses, Blue Bird Group memiliki tiga strategi. Pertama, Blue Bird Group pertama berupa menjadi subkontraktor pertambangan, lalu menjadi kontraktor pertambangan, terakhir menjadi operator/pemilik pertambangan. Itu akan dilakukan pada 2012-2015 mendatang.
"Saat ini kami baru menjalani strategi pertama dengan menjadi sub kontraktor di tambang batubara di Palaran milik NuansaCipta Coal Investment milik Bhakti Investama. Di sini kami menjadi mitra PT Partner Resources, produksi batubara mulai Agustus tahun ini," ungkap dia.
Menurut dia, untuk menjadi operator/pemilik tambang, pihaknya akan melalukan proses akuisisi atau melakukan joint kepemilikan dengan perusahaan lain untuk mencari lahan pertambangan baru. Saat ini, 48% lokasi pertambangan di Sumbagsel dan sisanya di Kalimantan.
Karena itu, lokasi yang dipilih pun akan berada di dua wilayah tersebut."Kami belum bisa bilang dananya berapa. Tapi kalau untuk kapasitas produksi untuk tahap awal yang kecil dululah, kalau sampai 10 juta per tahun belumlah," pungkasnya. [Ast]
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1881886/blue-bird-mantap-garap-batu-bara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar