DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Sabtu, 21 Juli 2012

Bumi Resources meraih return 6% dari KPD Recapital


JAKARTA. Manajemen PT Bumi Resources Tbk mulai membeberkan identitas dana investasinya di Recapital Asset Management. Termasuk imbal hasil yang mereka terima setiap tahun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi, Dileep Srivastava, dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia mengatakan, bentuk penempatan dana di Recapital merupakan kontrak pengelolaan dana (KPD). "Return yang dicapai maksimal sebesar 6% per tahun," ujar dia, Kamis (19/7).
Sedangkan komisi yang harus dibayar perseroan kepada Recapital adalah 0,25%. Mengacu ke laporan keuangan Bumi per 31 Maret 2012, nilai total dana yang tersimpan di Recapital mencapai US$ 215,69 juta. Pada 27 Agustus 2008, emiten anggota kelompok usaha Bakrie ini menandatangani kontrak jasa pengelolaan dana dengan Recapital Asset Management untuk jangka waktu enam bulan.
Pengelola Bumi memberi kewenangan kepada Recapital untuk mengelola dana sampai dengan US$ 350 juta. Perjanjian tersebut kemudian diperpanjang sampai 27 Agustus 2012.
Pada 2 September 2009, Bumi menandantangani kontrak pengelolaan dana kedua dengan tenor enam bulan. Dalam kontrak ini, perseroan memberikan wewenang kepada Recapital untuk mengelola dana hingga mencapai US$ 50 juta. Selanjutnya, pada 28 Februari 2011, perjanjian tersebut diperpanjang sampai 27 Agustus 2012.
Jadwal penarikan dana investasi di Recapital ini mengalami dua kali kemunduran. Semula manajemen Bumi berniat menarik dana dari Recapital pada kuartal I-2012. Tapi rencana itu tidak terealiasasi.
Manajemen beralasan penarikan disesuaikan dengan kebutuhan dana, yaitu Juni 2012. Tapi pada Juni 2012 pun tidak ada pencairan dana. Bumi berkilah penarikan belum terlaksana lantaran kondisi pasar tidak menentu. Hal itu bisa menyebabkan pengembalian dana tidak maksimal.
Di awal Juli 2012, induk usaha Bumi Resources, Bumi Plc, pernah mengumumkan pencairan dana investasi Bumi di Recapital akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2012. Ini sesuai berakhirnya masa pengelolaan dana.
BEI sempat bertanya kepada manajemen Bumi, apakah perseroan terkena penalti jika menarik dana investasi di Recapital sebelum berakhirnya perjanjian. "Tidak ada penalti yang harus dibayar dalam pencairan dana," kata Dileep.
Bumi berniat menggunakan dana hasil investasi tersebut untuk mendukung percepatan penyelesaian utang senilai US$ 600 juta kepada China Investment Corp (CIC). Kewajiban itu akan dibayarkan pada Oktober 2012. Utang tersebut adalah bagian dari kewajiban Bumi terhadap CIC senilai US$ 1,9 miliar. Tahun lalu perseroan telah membayar utang tahap pertama senilai US$ 600 juta. Harga saham Bumi, Jumat (20/7), turun 0,91% menjadi Rp 1.090 per saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar